cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025" : 13 Documents clear
Hubungan Visual Field Index dengan Stadium POAG pada Pasien POAG di RSUP dr. M. Djamil pada Tahun 2017-2019 Arrahman, Ibnu Habib; Ilahi, Fitratul; Reza, Mohamad
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.512

Abstract

Latar Belakang: POAG merupakan penyakit neuropati kronik progresif dengan karakteristik kerusakan nervus optikus pada mata atau penurunan lapangan pandang. POAG tidak menimbulkan gejala pada penderitanya hingga terjadi kerusakan saraf yang mengakibatkan penurunan VFI yang bersifat permanen. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan VFI dengan POAG di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2017-2019 Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder berupa rekam medis pasien POAG di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2017 – 31 Desember 2019 dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan rumus chi-square dan uji korelasi pearson. Hasil: Jumlah mata yang masuk kriteria inklusi adalah 87 mata. Dengan rincian 38 pasien terkena kedua mata dan 11 orang terkena hanya satu mata. Hasil analisis chi square menunjukkan nilai p= 0.000 dan dengan hasil uji korelasi negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara POAG dan VFI. Stadium yang paling banyak ditemukan adalah stadium glaukoma berat dengan VFI severe defect.  
Evaluasi Berbagai Tatalaksana Rekonstruktif pada Pasien dengan Defek Besar yang Melibatkan Margin Palpebra Inferior: Kajian Sistematis Azharudina, Adiba; Fortuna, Fory; Sayuti, Kemala; Saputra, Deddy; Ilahi, Fitratul; Elmatris, Elmatris
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.987

Abstract

Latar Belakang: Palpebra atau kelopak mata berperan dalam melindungi mata dari trauma dan benda asing. Trauma pada palpebra dapat menimbulkan defek. Defek dianggap besar jika melibatkan lebih dari separuh margin palpebra dan dibutuhkan tatalaksana rekonstruktif untuk mengembalikan fungsi dan estetikanya. Tatalaksana tersebut tidak lepas dari kemungkinan komplikasi yang akan terjadi. Objektif: Mengevaluasi berbagai tatalaksana pada pasien dengan defek besar yang melibatkan margin palpebra inferior berdasarkan komplikasi yang muncul.  Metode: Penelitian ini merupakan kajian sistematis. Pencarian literatur dilakukan melalui 2 sumber basis data yaitu Pubmed dan Google Scholar dalam rentang publikasi dari tahun 2017-2021. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria eligibilitas yang telah ditentukan. Penelitian ini membahas pilihan tatalaksana rekonstruktif pada pasien dengan defek besar yang melibatkan margin palpebra inferior. Hasil. Terdapat 2.363 publikasi yang diseleksi hingga tercapai tujuh studi yang akan dikaji. Dari ketujuh studi ditemukan berbagai tatalaksana rekonstruksi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, seperti penggunaan Smith-Modified Kuhnt szymanowski, flap Tenzel, flap Advancement V-Y, flap Hughes termodifikasi, kombinasi graft kondromukosal nasal dengan flap, serta kombinasi tarsoconjunctival graft dengan myocutaneus flap. Flap tenzel memiliki nol pasien yang mengalami komplikasi. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah flap Tenzel menjadi tatalaksana rekonstruktif terbaik dengan tidak ditemukannya komplikasi pada pasien
Pengaruh Pemberian Blastocystis sp. Terhadap Gambaran Histopatologi Usus Tikus Berdasarkan Modifikasi Kriteria Barthel Manja Aqilah, Giffary Zahida; Nofita, Eka; Ariani, Novita; Renita Rusjdi, Selfi; Tofrizal, Tofrizal; Abdiana, Abdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1096

Abstract

Latar Belakang: Blastocystis sp. adalah parasit protozoa usus ditemukan di saluran usus manusia dan hewan. Gambaran terkait Blastocystis sp. seperti mual, anoreksia, diare, dan dikaitkan dengan kejadian Inflammatory Bowel Disease dan Irritable Bowel Syndrome. Patogenitas Blastocystis sp. masih kontravesi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat reaksi inflamasi di usus (sekum dan kolon) yang ditimbulkan Blastoystis sp. melalui perubahan histopatologi berdasarkan modifikasi kriteria Barthel Manja. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk melihat reaksi inflamasi di usus (sekum dan kolon) yang ditimbulkan Blastocystis sp. melalui perubahan histopatologi berdasarkan modifikasi kriteria Barthel Manja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian true eksperimental dengan rancangan posttest-only control design. Sampel penelitian adalah 21 tikus galur Wistar jantan, yang dibagi menjadi 3 kelompok (PI, PII, dan K). Kelompok PI diinokulasikan oral dosis 105. Kelompok PII diinokulasikan oral Blastocystis sp. dosis 104. Kelompok K diberikan normal saline tanpa pemberian Blastocystis sp. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian Blastocystis sp. terhadap edema submukosa, infiltrasi sel PMN, dan kerusakan epitel di kolon. Tidak berpengaruh terhadap hiperplasia sel goblet di kolon dan sekum. Skor akhir menunjukkan Blastocystis sp. tidak berpengaruh terhadap inflamasi usus berdasarkan modifikasi kriteria Barthel Manja. Kesimpulan: Pemberian Blastocystis sp. hanya berpengaruh terhadap edema submukosa, infiltrasi sel PMN, dan kerusakan epitel di kolon.
Gambaran Foto Toraks Berdasarkan Gejala Klinis Pasien COVID-19 yang Dirawat di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Padang Irsyad, Rafif Mohammad; Ilmiawati , Cimi; Arfiani Rusjdi , Dina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1297

Abstract

Latar Belakang: Corona virus disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan severe acute respiratory syndrome coronavirus type 2 (SARS-CoV-2) yang utamanya menyerang saluran napas. Pencitraan sangat penting dalam diagnosis dan penanganan komplikasi paru pada pasien COVID-19. Pemeriksaan foto toraks bertujuan untuk melihat gambaran secara radiografi organ pernapasan pasien COVID-19. Objektif: Untuk mengetahui gambaran foto toraks berdasarkan gejala klinis pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 Padang. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil, RS Unand, Semen Padang Hospital, RST Reksodiwiryo, Padang menggunakan rekam medis pasien terkonfirmasi COVID-19. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh pasien pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap periode Maret - Agustus 2020. Data tersebut dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi pasien terkonfirmasi COVID-19 dari jenis kelamin (perempuan = 52,8% dan laki-laki = 47,2%), umur terbanyak 41-60 tahun (36,6%) dengan usia 42,8±19,0 (rerata±SD) tahun. Berdasarkan kriteria gejala klinis terbanyak adalah sakit sedang (61%), gambaran foto toraks terbanyak adanya kesan pneumonia (46,8%) dan gambaran foto toraks berdasarkan gejala klinis pada pasien sakit sedang, berat, dan kritis paling banyak ditemukan gambaran foto toraks adanya kesan pneumonia, yaitu 73,3%, 80%, dan 100%, berturut-turut. Kesimpulan: Sebagian besar pasien COVID-19 dirawat dengan gejala klinis sedang dengan gambaran foto toraks kesan pneumonia. Pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis menunjukkan gambaran foto toraks paling banyak kesan pneumonia.
Profil Pasien Luka Bakar dengan Syok Hipovolemik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2019-2021 Addina, Azka; Saputra, Deddy; Manela, Citra; Fortuna, Fory; Elvira, Dwitya; Putra, Syandrez Prima
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1304

Abstract

Latar Belakang: Syok hipovolemik adalah suatu keadaan gawat darurat pada luka bakar yang meningkatkan risiko kematian. Pemahaman tentang karakteristik pasien luka bakar dengan syok hipovolemik sangat penting untuk mempercepat penegakan diagnosis dan menurunkan risiko mortalitas. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik pasien luka bakar yang mengalami syok hipovolemik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, penyebab, derajat luka, luas luka, komorbid, dan fasilitas kesehatan asal. Data penelitian diambil dari data sekunder rekam medis di Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2021. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat yang dilakukan pada setiap variabel penelitian. Hasil: Sebanyak 30 pasien luka bakar dengan syok hipovolemik diikutsertakan ke dalam penelitian. Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 36-45 tahun, laki-laki, luka bakar api, derajat full thickness, luas luka 20-39% dan 40-59% TBSA, komorbid penyakit paru, serta rujukan dari rumah sakit tipe C. Kesimpulan: Risiko kejadian syok hipovolemik perlu diwaspadai pada kasus luka bakar usia dewasa akhir, luka bakar pada laki-laki, luka bakar akibat api, luka bakar dengan derajat full thickness serta luka bakar mayor, dan pada kasus dengan komorbid paru.
Perbandingan Nilai Diagnostik Menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction dan Kultur Sebagai Baku Emas dalam Mendeteksi Mycobacterium tuberculosis Tyas, Syanindhita Wikanthining; Linosefa, Linosefa; Tri Anggraini, Fika; Eka Putra , Andani; Bahar, Elizabeth; Arisanty, Dessy; Meinapuri, Malinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1400

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak. Faktor yang menyebabkan tingginya angka kejadian adalah keterlambatan dalam penegakan diagnosis. Pemeriksaan baku emas untuk tuberkulosis adalah kultur Lowenstein-Jensen yang membutuhkan waktu cukup lama untuk pertumbuhan koloni bakteri. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas dari RT PCR menggunakan kit RT PCR yang bermerk Kit Crown Lab TB Dx dibandingkan dengan Kultur Lowenstein-Jensen. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling sebanyak 87 sampel dari data sekunder yang diolah dan dianalisis dengan rumus uji diagnostik. Hasil: Hasil RT PCR didapatkan nilai positif 44 orang (50,6%) dan nilai negatif 43 orang (49,4%). Kultur Lowenstein- Jensen didapatkan nilai positif 43 orang (49,4%) dan nilai negatif 44 orang (50,6%). Hasil perbandingan kedua metode didapatkan nilai sensitivitas sebesar 97%, spesifisitas 95%, nilai duga positif 95%, dan nilai duga negatif 97% Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini Real Time PCR memiliki sensitivitas, spesifisitas, dan nilai duga positif dan negatif yang tinggi dan memiliki kelebihan waktu pemeriksaan yang lebih cepat dibandingkan pemeriksaan dengan Kultur Lowenstein-Jensen.  
Gambaran Klinikopatologi Kanker Tiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018 - 2020 Putra, Fachri; Kurniawati, Yulia; Hasmiwati, Hasmiwati; Khambri, Daan; Nurhayati, Nurhayati; Intan, Shinta Ayu
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1401

Abstract

Latar Belakang: Kanker tiroid merupakan proses keganasan dari sel kelenjar tiroid yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Kanker tiroid termasuk jarang ditemukan dibandingkan jenis kanker lainnya, tetapi kanker tiroid merupakan keganasan endokrin yang tersering ditemukan. Objektif: Untuk mengetahui gambaran klinikopatologi kanker tiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 – Desember 2020 Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2023. Sampel menggunakan rekam medis pasien kanker tiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 – Desember 2020 yaitu sebanyak 35 pasien. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Hasil: Penderita kanker tiroid lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 55 – 64 tahun (34,3%), berjenis kelamin perempuan (60%), memiliki rentang IMT normal (48,6%), dan hampir semua penderita tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker (97,1%). Mayoritas merupakan single nodul (60%), dengan nodul terbanyak berukuran >4 cm (48,6%), dan sebagian besar konsistensi nodul adalah solid (74,3%). Jenis histopatologi didominasi kanker tiroid tipe papiler (80%), dan tatalaksana pembedahan yang paling banyak dilakukan yaitu total tiroidektomi (65,7%). Kesimpulan : Gambaran klinikopatologi kanker tiroid terbanyak ditemukan pada usia 55 – 64 tahun, berjenis kelamin perempuan, tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker, rentang IMT normal, single nodul, ukuran nodul >4 cm, solid, papiler, dan sebagian besar pembedahan berupa total tiroidektomi.
Daya Hambat Ekstrak Etanol Biji Petai terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Ramadhan, Mario Arya; Alioes , Yustini; Eka Putra , Andani; Suharti , Netti; Aliska, Gestina; Hasmiwati, Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1402

Abstract

Latar Belakang: Pseudomonas aeruginosa adalah penyebab umum dari infeksi nosokomial. Meningkatnya angka Multidrug resistant Pseudomonas aeruginosa menyebabkan terjadinya peningkatan biaya pengobatan sehingga diperlukan pengobatan alternatif murah dan efektif, contohnya adalah tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.). Biji petai (Parkia speciosa Hassk.) berpotensi untuk menjadi obat alternatif terhadap penyakit yang ditimbulkan Pseudomonas aeruginosa. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi (25%, 50%, 75%, dan 100%) ekstrak etanol biji petai (Parkia speciosa Hassk.) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode: Penelitian ini berupa penelitian eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Biji petai diekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol. Ekstrak kental dilarutkan menjadi konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kertas saring yang telah direndam di dalam konsentrasi uji diletakkan di atas media agar yang telah ditanami bakteri Pseudomonas aeruginosa. Cawan perti selanjutnya diinkubasi selama 24 jam. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata diameter zona hambat tiap konsentrasi secara berurutan adalah 2,20 mm (25%), 6,40 mm (50%), 7,05 mm (75%), dan 7,60 mm (100%). Kesimpulan: Terdapat perbedaan diameter yang signifikan antara konsentrasi 25% ekstrak biji petai dengan konsentrasi masing-masing 50%, 75%, dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.
Kualitas Hidup Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Berdasarkan LupusQoL di RSUP Dr. M. Djamil Padang Ramadanti, Zilhadia Mona; Julizar; Elvira, Dwitya; Abdiana; Liza, Rini Gusya; Suharti, Netti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1409

Abstract

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun sistemik kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Penyakit LES dapat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan pasien yang akan berdampak terhadap kualitas hidup. Objektif: Untuk melihat gambaran kualitas hidup pasien LES di RSUP Dr. M. Djamil Padang berdasarkan LupusQoL. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Responden penelitian berjumlah 55 pasien LES di Poliklinik Khusus Alergi Imunologi dan Reumatologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh secara primer dari wawancara terpimpin menggunakan kuesioner LupusQoL dan sekunder berasal dari  rekam medis pasien. Hasil: Pada pasien LES, wanita umur 18–40 tahun, pendidikan SMA, IRT, sudah menikah, telah menderita LES ≥ 1 tahun, keterlibatan organ tersering mukokutan, terdapat komorbid, diberikan terapi kombinasi glukokortikoid dan HCQ, dan memiliki derajat aktivitas ringan. Kualitas hidup baik (83,6%) pada pasien LES. Berdasarkan aspek-aspek pada LupusQoL diperoleh frekuensi kualitas hidup sebagian besar pasien LES adalah baik. Nilai rerata tertinggi terdapat pada aspek hubungan intim 85,2 ± 32,4 diikuti oleh citra diri 85,1 ± 22,4 sedangkan rerata terendah terdapat pada aspek ketergantungan pada orang lain 58,9 ± 34,2 diikuti oleh kelelahan 65,2 ± 26,2. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien LES secara umum adalah baik. Aspek dengan rerata terendah seperti ketergantungan pada orang lain dan kelelahan harus lebih diperhatikan oleh para dokter maupun keluarga pasien untuk menciptakan kualitas hidup pasien yang lebih baik.
Profil Pasien Kanker Serviks yang Menjalani Radioterapi Tahun 2019-2022 Adriswan, Saffana Thara Qalbi; Ariani , Novita; Aladin, Aladin; Akhyar , Gardenia; Nofita , Eka; Fadila , Zurayya
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1410

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks menempati urutan keempat terbanyak pada wanita diseluruh dunia, urutan kedua terbanyak di Indonesia dan Sumatera Barat. Kanker serviks pada awal stadium sering tidak bergejala sehingga lambat terdeteksi. Kanker serviks bersifat radiosensitif sehingga radiasi dipilih sebagai modalitas terapi. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien kanker serviks yang menjalani radioterapi di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Unand. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien radioterapi kanker serviks di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Unand tahun 2019-2022 dengan teknik proportional random sampling. Besar sampel minimal 50 pasien. Hasil: Hasil terbanyak di RSUP Dr. M. Djamil dan RS Unand adalah usia 36-55 tahun (73,3% dan 33,3%), asal daerah dari luar Kota Padang (60,0% dan 71,4%), tingkat pendidikan yang ditempuh sedang (SMP-SMA/sederajat) sebanyak 80,0% dan 62,0%, stadium IIIB (50,0% dan 33,3%). Tipe histopatologis karsinoma sel skuamosa (73,3% dan 90,5%). Pasien banyak tidak dibedah sebelum menjalani radioterapi (90,0% dan 76,2%), waktu tunggu radioterapi ditemukan ≥14 hari (46,7%) di RSUP Dr. M. Djamil dan <14 hari (76,2%) di RS Unand. Jenis radioterapi yang digunakan RSUP Dr. M. Djamil adalah radioterapi eksterna dan RS Unand kombinasi radioterapi eksterna dan brakiterapi. Gejala akut pascaradioterapi terbanyak adalah radiodermatitis (40,0% dan 61,9%). Kesimpulan: Usia paling banyak terdiagnosis adalah 36-55 tahun, berasal dari luar Kota Padang, tingkat pendidikan sedang dengan stadium IIIB, tipe histopatologis karsinoma sel skuamosa, pasien banyak tidak dibedah sebelum menjalani radioterapi. Waktu tunggu radioterapi RSUP Dr. M. Djamil lebih lama dan menggunakan jenis radioterapi yang berbeda. Gejala akut pascaradioterapi terbanyak radiodermatitis.

Page 1 of 2 | Total Record : 13