cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Gambaran Klinis COVID-19 pada Mahasiswa FK Universitas Andalas Berdasarkan Status Vaksinasi COVID-19 Hanif, Rayhendra; Suharti, Netti; Rasyid, Rosfita; Putra, Andani Eka; Russilawati, Russilawati; Izzah, Amirah Zatil
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1256

Abstract

Background: COVID-19 is a disease caused by SARS-CoV-2 that’s highly infectious and has caused a pandemic. Vaccines are one of the most effective measures to control the spread of COVID-19. COVID-19 vaccines work by targeting the viral spike protein which can be varied in each variant of SARS-CoV-2 that threatens vaccines’ performance. This may allow breakthrough infection to occur with varying clinical characteristics. Objectives: This study aims to determine the clinical characteristics of COVID-19 on students at Medical Faculty of Andalas University based on their COVID-19 Vaccination status Methods: This research was observational descriptive. Data were collected using questionnaire with total sampling technique from December 2022 to January 2023 at the Medical Faculty of Andalas University. The questionnaire contained identity of respondent’s history, clinical characteristics of COVID-19 and their COVID-19 vaccination status. Questionnaire data were processed and displayed in frequency distribution tables. Results: The result showed that 100 samples out of 241 populations on this study were mostly women, mean age of 21.2 years old ± 0,7, range of age between 19-23 years old, most were already vaccinated for the third time, most were infected only once, and most infections happened after the second vaccination. The most common symptoms were fever, sore throat and cough. The severity of COVID-19 infections were relatively mild based despite of the vaccination status. No samples were reported of having severe critical illness. Conclusion: The symptoms of COVID-19 were relatively similar regardless of the vaccination status and the severity of COVID-19 infections were relatively mild regardless of the vaccination status on students at Medical Faculty of Andalas University.
Karakteristik Pasien COVID-19 Berat dan Kritis yang Dirawat di ICU dan HCU RS Universitas Andalas Periode 2020-2021 Pane, Farah Nur Arifti; Syahrul, M. Zulfadli; Manela, Citra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1268

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020–2021 meningkat sangat pesat sehingga ketersediaan rawat intensif untuk pasien COVID-19 berat dan kritis menjadi terbatas. Pasien COVID-19 yang dirawat di ICU dan HCU dapat memiliki kondisi penyerta lain yang menjadi faktor risiko potensial terhadap COVID-19 dan perburukan penyakit. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU RS Universtias Andalas periode 2020–2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU. Penelitian ini dilakukan di RS Universitas Andalas dengan jumlah sampel 203 pasien COVID-19 berat dan kritis dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (54,7%), usia 41-64 tahun (58,1%), pasien dengan komorbid (79,3%), komorbid tunggal (61,5%), dan komorbid hipertensi (41%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien COVID-19 berat dan kritis yang dirawat di ICU dan HCU lebih banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki, usia 41–64 tahun, memiliki komorbid, komorbid tunggal, dan komorbid hipertensi  
Gambaran Angka Kejadian dan Cedera Penyerta pada Fraktur Diafisis Femur di RSUP DR. M. Djamil Padang Periode Januari 2016 - Desember 2020 Ramadhani, Melati Nurul; Noverial, Noverial; Almurdi, Almurdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i3.1275

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Fraktur adalah terjadinya diskontinuitas sebuah tulang. Fraktur pada ekstremitas bawah akibat kecelakaan memiliki prevalensi yang paling tinggi diantara fraktur lainnya. Dari kasus fraktur ekstremitas bawah akibat kecelakaan, terdapat 43% kasus fraktur pada tulang femur. Di antara beberapa jenis fraktur femur, fraktur diafisis femur mempunyai epidemiologi terbanyak yang umumnya terjadi akibat kecelakaan energi tinggi sehingga sering memiliki berbagai macam cedera penyerta. Diagnosis yang tertunda dari cedera penyerta sering menghasilkan hasil yang kurang optimal dan terkadang menimbulkan bahaya. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka kejadian dan cedera penyerta pada pasien fraktur diafisis femur di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Bulan Januari 2016 hingga Desember 2020. Metode: Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di instalasi rekam medis RSUP DR. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Besar sampel minimal diukur berdasarkan rumus deskriptif kategorik. Hasil: Frekuensi kelompok usia 18-40 tahun sebanyak 20 pasien (58,8%), 41-64 tahun sebanyak 8 pasien (23,5%), dan 65 tahun ke atas sebanyak 6 pasien (17,6%). Kesimpulan: Angka kejadian fraktur diafisis femur di RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari 2016 – Desember 2020 adalah sebanyak 38,2% tanpa disertai dengan cedera penyerta, 20,6% dengan cedera penyerta tunggal, 41,2% dengan cedera penyerta multiple. Total pasien fraktur diafisis femur yang mengalami cedera penyerta sebesar 61,8%. Kata kunci: cedera penyerta, diafisis femur, fraktur
Perbedaan Prestasi belajar Pada Siswa dengan Adiksi, Adiksi Ringan, dan Non-Adiksi Game online di SMAN 15 Padang Astuti, Bunga; Liza, Rini Gusya; Kadri, Husnil
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i2.1279

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Adiksi game online adalah kecanduan dalam memainkan game online dan paling banyak terjadi pada usia remaja, serta dapat mempengaruhi prestasi belajar. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar pada siswa dengan adiksi, adiksi ringan, dan non-adiksi game online di SMAN 15 Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 28,1% siswa mengalami adiksi game online dengan rerata prestasi belajar siswa pada kategori cukup. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada prestasi belajar antara siswa adiksi, adiksi ringan, dan non-adiksi game online. Hasil Mann-Whitney U Test menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada prestasi belajar antara siswa adiksi ringan dengan non-adiksi game online, serta tidak terdapat perbedaan bermakna pada prestasi belajar antara siswa adiksi dengan adiksi ringan game online dan adiksi dengan non-adiksi game online. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna pada prestasi belajar antara siswa adiksi, adiksi ringan, dan non-adiksi game online, terutama pada prestasi belajar antara siswa adiksi ringan dengan non-adiksi game online. Kata kunci: Adiksi, game online, prestasi belajar Abstract Background: Online game addiction is an addiction to playing online games and most often occurs at the age of teenagers, and can affect learning achievement. Objective: This study aims to determined the differences in learning achievement in students with addiction, mild addiction, and non-addiction to online games at SMAN 15 Padang. Methods: This research is an unpaired categorical comparative analytic with cross sectional approach. The technique used in sampling was total sampling. Results: The results showed that 28.1% of students were addicted to online games with an average student achievement in the moderate category. The results of the Kruskal-Wallis test showed a significant difference in learning achievement between students with addiction, mild addiction, and non-addiction to online games. The results of the Mann-Whitney U test showed a significant difference in learning achievement between students with mild addiction to online games and non-addicted to online games, and there was no significant difference in learning achievement between students with mild addiction to online games and addiction to non-addiction to online games. Conclusion: The conclusion of this study is that there are significant differences in learning achievement between students with addiction, mild addiction, and non-addiction to online games, especially on learning achievement between students with mild addiction to online games and non- addicted to online games. Keyword: Addiction, online games, learning achievement
Gambaran Penyakit Penyerta pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 Lanjut Usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2020 – Januari 2021 Aulia, Salsabila Syafna; Decroli, Eva; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i2.1281

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Proses menua menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup sehingga membuat pasien diabetes mellitus tipe-2 lanjut usia berisiko lebih tinggi memiliki penyakit penyerta. Objektif: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyakit penyerta pada pasien diabetes mellitus tipe-2 lanjut usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2020 – Januari 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data rekam medis. Ada 65 data yang memenuhi kriteria sampel dan data tersebut diolah, kemudian dianalisis melalui analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa pasien diabetes mellitus tipe-2 lanjut usia paling banyak terdapat pada kelompok umur 60-69 tahun (86,2%) dan jenis kelamin perempuan (55,4%) dengan jumlah penyakit penyerta yang ditemukan pada masing-masing pasien sebanyak 6 penyakit, baik berdasarkan umur dan jenis kelamin. Jenis penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan adalah jantung dan pembuluh darah (23,2%), terutama penyakit hipertensi. Kemudian diikuti dengan penyakit infeksi (20,1%), termasuk Covid-19 dan selanjutnya kelainan darah (13,1%). Kesimpulan: Jenis penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan adalah jantung dan pembuluh darah, terutama penyakit hipertensi. Kata kunci: diabetes mellitus tipe-2, lansia, penyakit penyerta
Correlation Between Heart Rate and Left Ventricular Ejection Fraction in Peripartum Cardiomyopathy Patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang Sinai, Nadiva Kezia; Hamdani, Rita; Putra, Andani Eka; Elfi, Eka Fithra; Silvia, Nelmi; Sriyanti, Roza
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1298

Abstract

Abstract Background: Peripartum cardiomyopathy (PPCM) is one of the highest preventable causes of death in pregnant women after delivery. Left ventricular ejection fraction (LVEF) describes the degree of damage to myocardial systolic function. Heart rate frequency might be used as one of the prognosis indicators of peripartum cardiomyopathy. Objective: This study aimed to determine the correlation between heart rate frequency at diagnosis and LVEF at diagnosis and after 6 months in patients with PPCM at Dr. M. Djamil Padang Hospital for the period 2017-2021. Methods: This is an observational retrospective analytic study. Samples came from secondary data obtained through the medical records of patients with PPCM at Dr. M. Djamil Padang Hospital for the period 2017-2021, collected using the total sampling technique, 17 samples met the inclusion criteria. Data analysis was performed using simple logistic regression method. Results: The results shows the median age of the patients was 32 years. The average body mass index was 26.32 kg/m2, with hypertension in pregnancy (58.8%), with multiparity (52.9%), delivery by cesarean section (88.2%), diagnosis made postpartum (70.6%), therapy with ACEi/ARB, beta blocker, spirinolactone (100%); LVEF category 20 – 35% (52.9%), delta LVEF more than 10% after 6 months (70.59%). There was no statistically significant relationship between heart rate frequency at diagnosis and LVEF at diagnosis (p > 0.1). There was a statistically significant association between heart rate frequency of 111 - 120 beats per minute at diagnosis and LVEF after 6 months (p < 0.1). Conclusion: There was no association between heart rate frequency and LVEF at diagnosis. There is an association between heart rate frequency of 111 - 120 beats per minute at diagnosis and LVEF after 6 months.
Gambaran Asupan Makronutrien Pada Petugas Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang Dengan Indeks Massa Tubuh Obesitas Tahun 2022 Putri, Rahmi Dwi; Anggraini, Fika Tri; Lipoeto, Nur Indrawati; Desmawati, Desmawati; Irawati, Lili; Julizar, Julizar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1310

Abstract

Latar Belakang: Kejadian obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun termasuk pada kategori pekerjaan petugas kesehatan. Salah satu faktor penyebab obesitas adalah adanya peningkatan asupan nutrisi dan penurunan aktivitas fisik. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan makronutrien pada petugas kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan IMT obesitas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study pada data sekunder penelitian pengembangan diet terhadap petugas kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang yang obesitas dengan subjek penelitian 40 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data IMT diukur dengan metode antropometrik dan data asupan makronutrien menggunakan food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rerata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak petugas kesehatan RSUP Dr.M. Djamil Padang dengan kategori obesitas 1 secara berurutan adalah 1796,6 kkal/hari, 158,4 gr/hari, 58,44 gr/hari, dan 58,50 g/hari. Untuk rerata asupan asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak pada kategori obesitas 2 secara berurutan adalah 1473,92 kkal/hari, 224,35 gr/hari, 64,12 gr/hari, dan 60,60 g/hari. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran asupan energi dan makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) pada kategori obesitas 2 lebih tinggi dibandingkan kategori obesitas 1.
Korelasi Konsumsi Makronutrien dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Penderita Obesitas Tahun 2022 Khairunnisa, Ainindia; Almurdi, Almurdi; Lipoeto, Nur Indrawati; Fasrini, Ulya Uti; Manela, Citra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i3.1311

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi makronutrien secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan resistensi insulin sehingga terjadinya hiperglikemia yang dapat memicu penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Objektif: Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara konsumsi makronutrien dengan gula darah puasa pada penderita obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder berupa data indeks massa tubuh, gula darah, dan makronutrien yang dinilai menggunakan food recall 2 x24 jam. Sampel penelitian berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan korelasi Spearman. Hasil: Rerata total energi 1.707,9 gram/hari, karbohidrat 219,93 gram/hari, protein 62,56 gram/har, lemak 64,30 gram/hari. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara konsumsi karbohidrat (p=0,645), protein (p=0,776), dan lemak (0,876) terhadap kadar gula darah puasa. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara konsumsi makronutrien dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita obesitas. Hal ini disebabkan karena faktor lain seperti usia, jenis kelamin, keturunan, dan lain-lain.
Karakteristik Pasien Leukemia Granulositik Kronik Berdasarkan Hasil Direct Coomb’s Test di RSUP Dr. M. Djamil Zahira, Aisyah Dhia; Rofinda, Zelly Dia; Izzah, Amirah Zatil; Efrida, Efrida; Afriant, Rudy; Rahmatini, Rahmatini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i3.1314

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Leukemia Granulositik Kronik (LGK) merupakan penyakit mieloproliferatif yang ditandai dengan adanya proliferasi seri granulosit tanpa ada gangguan diferensiasi. Direct Coomb’s Test (DCT) digunakan untuk mendekteksi adanya antibodi imun, baik IgG maupun komponen komplemen (umumnya C3d) yang menutupi atau mensensitisasi sel eritrosit. Pemeriksaan coomb’s test pada pasien LGK dilakukan apabila adanya kecurigaan anemia dan terjadinya retikulositosis tanpa ditemukan adanya sumber perdarahan yang jelas. Objektif: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien LGK berdasarkan hasil direct coomb’s test di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Metode: Penelitian deskriptif dilakukan terhadap semua pasien yang didiagnosis LGK yang memiliki hasil direct coomb’s test. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan 30 sampel yang memiliki data berupa usia, jenis kelamin, hasil direct coomb’s test, derajat anemia, hitung retikulosit, dan jenis terapi. Hasil: Penelitian berdasarkan jenis kelamin pada pasien leukemia granulositik kronik didapatkan lebih banyak perempuan yaitu 18 pasien (60%) dan laki-laki 12 pasien (40%) dengan rerata usia 44 tahun. Direct coomb’s test menunjukkan hasil positif pada 21 pasien (70%) dan negatif pada 9 pasien (30%). Anemia berat paling banyak ditemukan pada direct coomb’s test negatif dengan 55,6%. Retikulositosis lebih banyak ditemukan pada hasil direct coomb’s test positif. Kesimpulan: Pasien LGK dengan hasil direct coomb’s test positif lebih banyak ditemukan anemia berat, anemia sedang, dan retikulositosis. Kata kunci: direct coomb’s test, leukemia granulositik kronik, luka sedang
Uji Daya Hambat Filtrat Lactobacillus gasseri Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus yang Diisolasi dari Genitalia Wanita Husna, Annisa Tamara; Suharti, Netti; Akhyar, Gardenia; Putra, Andani Eka; Muhammad, Syamel; Ilmiawati, Cimi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1329

Abstract

Latar Belakang: Lactobacillus gasseri merupakan salah satu jenis bakteri terbanyak ditemukan pada vagina wanita yang dapat menghasilkan bakteriosin sebagai senyawa antibakteri. Bakteriosin dijadikan alternatif melawan bakteri yang resisten terhadap antibiotik, salah satunya Staphylococcus aureus. Selain itu, Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab vaginitis aerobik yang diteliti dapat membahayakan kehamilan hingga persalinan. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar hambat minimal (KHM) dan kadar bunuh minimal (KBM) sebagai indikator untuk melihat kemampuan filtrat bakteriosin Lactobacillus gasseri dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-November 2023 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand. Sampel penelitian ini adalah Staphylococcus aureus yang diperoleh dari swab vagina yang dikultur di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian dilakukan dengan teknik dilusi dan Real Time PCR dengan desain penelitian rancangan acak lengkap. Hasil: Nilai KHM dari filtrat bakteriosin Lactobacillus gasseri terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada konsentrasi >20% dan <40%, sedangkan nilai kadar bunuh minimal (KBM) diperoleh pada konsentrasi 40%. Kesimpulan: Filtrat bakteriosin Lactobacillus gasseri memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi dari filtrat bakteriosin Lactobacillus gasseri.