cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Uji Potensi Bacteriocin-Containing Cell-Free Supernatant Dari Lactobacillus Crispatus Terhadap Pertumbuhan Pathogenic Escherichia Coli Yang Diisolasi Dari Genitalia Wanita Farras, Umar Al; Putra, Andani Eka; Darwin, Eryati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1330

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Escherichia coli (E. coli)yang resisten terhadap antibiotik yang umum digunakan dapat mempersulit, mengganggu, dan memberikan hasil terapi yang buruk. Objektif: Untuk menguji kemampuan bacteriocin-containing Cell-Free Supernatant (CFS) dari Lactobacillus crispatus (L. crispatus) sebagai senyawa antimikroba yang dapat meminimalisir pengembangan resistensi antibiotik pada bakteri E. coli dengan menilai Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM). Metode: Penelitian ini menggunakan teknik dilusi dan quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi bacteriocin-containing CFS dari L. crispatus dibagi dalam berbagai konsentrasi yaitu 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, dan 0% (kontrol) dengan empat kali pengulangan. Nilai KHM dan KBM diperoleh dari jumlah bakteri yang tumbuh dan terdeteksi melalui Real Time PCR pada masing-masing konsentrasi. Hasil penelitian diolah secara statistik dengan uji One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bacteriocin-containing CFS dari L. crispatus tidak dapat menghambat pertumbuhan pathogenic E. coli dan tidak ditemukan nilai KHM dan KBM. Pada perhitungan statistik tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, dan 20% terhadap kontrol. Kesimpulan: Bacteriocin-containing CFS dari L. crispatus tidak memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal terhadap pertumbuhan pathogenic E. coli.
Efek Human Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells Terhadap Deposisi Kolagen Pada Kulit Tikus Luka Bakar Full Thickness Diabetes Melitus Aljassri, Resti Karunia; Revilla, Gusti; Zulfadli Syahrul, Muhammad; Yerizel, Eti; Saputra, Deddy; Tofrizal, Tofrizal
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1333

Abstract

Latar Belakang: Kulit berfungsi sebagai pelindung tubuh manusia dan rentan mengalami kerusakan, salah satunya luka bakar. Luka bakar disebabkan oleh trauma panas atau dingin yang memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Diabetes melitus dapat menghambat penyembuhan luka bakar dengan memperpanjang inflamasi, mengganggu proses re-epitelisasi, sintesis, dan proliferasi fibroblas. Human Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells (hBM-MSCs) dapat mempercepat penyembuhan luka bakar pada kulit. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hBM-MSCs terhadap deposisi kolagen pada penyembuhan luka bakar dengan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini dilakukan secara post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 blok parafin yang berisikan jaringan kulit luka bakar full thickness tikus diabetes melitus yang diterminasi pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14. Terdiri dari kelompok kontrol dan perlakuan. Jaringan kulit dibuatkan preparat histologis dengan pewarnaan Picro Sirius Red untuk menilai deposisi kolagen. Data dianalisis menggunakan uji T-Independent. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan deposisi kolagen pada kulit tikus luka bakar full thickness diabetes mellitus setelah diberikan hBM-MSCs. Analisis statistik deposisi kolagen pada hari ke-3 dan ke-7 tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, sedangkan hari ke-14 terlihat peningkatan yang signifikan. Kesimpulan: hBM-MSCs berpotensi meningkatkan deposisi kolagen pada kulit luka bakar tikus diabetes melitus.
Profil Klinis dan Luaran Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Pasien Anak yang Dirawat di Pediatric Intensive Care Unit RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022 Nadhif, Putriku Fatiya; Ihsan, Indra; Hardisman, Hardisman
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1334

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan mendadak kasus gangguan ginjal akut telah terjadi di Indonesia sejak Juli 2022 lalu. Kasus ini bersifat cepat dan progresif yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya sehingga disebut dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal (GgGAPA). Objektif: Mengetahui profil klinis dan luaran pasien anak yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik retrospektif dengan pengambilan data rekam medik pasien anak yang didiagnosis GgGAPA yang dirawat di PICU RSUP DR. M. Djamil Padang pada tahun 2022 dengan metode total sampling. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan 26 pasien GgGAPA. Pasien GgGAPA sebagian besar perempuan (53,8%), berusia 1–5 tahun (46,2%), dan berstatus gizi baik (73,1%). Pasien GgGAPA diketahui memiliki riwayat demam (84,6%), edema (96,2%), gejala gastrointestinal (69,2%), dan gejala respirasi (65,4%). Penurunan output urin terjadi pada 23 pasien (88,4%) dan 21 pasien memiliki skor PELOD-2 (pediatric logistic organ dysfunction) awal ≤5 (80,8%). Kesan laboratorium ditemukan peningkatan neutrophil to lymphocyte ratio (NLR), kreatinin serum, ureum darah, marker inflamasi, dan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Terapi yang diberikan berupa steroid, intravenous immunoglobulin (IVIG), antikoagulan, dialisis, fomepizole, dan ventilator mekanik. Angka kematian pasien adalah 15 dari 26 pasien (57,7%). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah GgGAPA merupakan penyakit dengan mortalitas yang tinggi.
Profil Pasien Uveitis di Plokilinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang Pada Tahun 2020-2022 Helery, Muhammad Arsyan; Vitresia, Havriza; Ariani, Novita; Hidayat, Muhammad; Semiarty, Rima; Arfiani Rusjdi, Dina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1337

Abstract

Uveitis is an inflammation of the middle layer of the eye, the uvea, which consists of the iris, ciliary body and choroid. Uveitis is one of the causes of ocular morbidity. Common symptoms of uveitis include red eye, eye pain and blurred vision. Patients with uveitis can experience decreased vision to blindness. Research on uveitis in Indonesia is still limited. This study aims to determine the profile of uveitis patients at the ophtalmology departement of RSUP Dr. M. Djamil Padang. This study used a descriptive research design with a retrospective approach which was carried out by observing data from the medical records of uveitis patients at the ophtalmology departement and the medical records section of RSUP DR. M. Djamil Padang period 2020-2022. The study used a total sampling technique. Patient data were analyzed univariately and data presentation in the form of frequency distribution tables. In this study, a total of 50 samples were obtained. The results of this study found out that uveitis patients mostly female (52%) and the majority in the age range 20-60 years (90%). The most common types of uveitis based on anatomical location are panuveitis (56%) and unilateral lateralization (62%). The main etiology of uveitis was infection (42%). Most of the uveitis patients had clinical manifestation of blurred vision (72%) and red eye (72%). More than half uveitis patients visus was <3/60, categorized as blindness (52%).
Hubungan Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Pada Neonatus Dengan Hasil Pemeriksaan Otoacoustic Emission Alifah, Wasilah; Afdal, Afdal; Hafiz, Al; Lestarii, Rahmi; Semiarty, Rima
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1363

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pendengaran merupakan kondisi terganggunya kemampuan dalam proses mendengar seseorang. Gangguan pendengaran pada bayi baru lahir bisa menyebabkan terjadinya keterlambatan perkembangan bahasa dan gangguan komunikasi. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dengan hasil pemeriksaan OAE jenis Distortion Product OAE (DPOAE) di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2022 Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional, teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling dengan jumlah sampel 109 bayi baru lahir yang dirawat di NICU. Analisis data dilakukan dengan univariat, bivariat, multivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sampel terbanyak adalah laki laki, preterm, asfiksia, penggunaan obat ototoksik, jenis persalinan dengan tindakan dan hanya sebagian kecil terdapat kejadian hiperbilirubinemia, Berat Bayi Lahir Sangat Rendah (BBLSR) dan riwayat genetik gangguan pendengaran. Hasil OAE paling banyak adalah pass. Hasil uji bivariat faktor risiko gangguan pendengaran bayi baru memiliki hubungan bermakna pada asfiksia (p=0,006), penggunaan obat ototoksik (p=0,014), infeksi TORCHS pada ibu (0,028), berat badan lahir (p=0,001) dan tidak terdapat hubungan bermakna pada bayi preterm (p= 0,369), jenis persalinan (1,000), hiperbilirubinemia (0,326), riwayat genetik dengan gangguan pendengaran (1,000). Analisis multivariat faktor risiko yang paling berpengaruh adalah asfiksia (OR: 10,537, 95%CI: 1,310-84,749). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia, riwayat penggunaan obat ototoksik dan berat badan lahir dengan hasil OAE pada bayi baru lahir. Asfiksia menjadi faktor risiko paling berpengaruh terhadap gangguan pendengaran di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Karakteristik Pasien Fraktur Tulang Wajah di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020-2022 Alhakim, Hafidh Taufiq; Saputra, Deddy; Hendriati, Hendriati; Fortuna, Fory; Windasari, Noverika; Elmatris, Elmatris
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1369

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian cidera pada bagian kepala dan wajah terus meningkat tiap tahunnya. Fraktur tulang wajah terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan karena regio tersebut memiliki fungsi vital seperti, otak, rongga mulut, hidung, dan saluran napas. Keadaan cidera wajah yang berat dapat berisiko menyebabkan kecacatan seperti gangguan fungsi dan estetika wajah. Objektif: mengetahui karakteristik pasien fraktur tulang wajah di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian diambil dengan Teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah data sekunder pasien fraktur tulang wajah di RSUP Dr. M. Djamil pada tahun 2020-2022. Sebanyak 99 sampel memenuhi kriteria. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase. Hasil: Karakteristik pasien fraktur tulang wajah paling banyak berjenis kelamin laki-laki (76,7%), pada kelompok usia 17-25 tahun (33,3%), dan merupakan pelajar atau mahasiswa (41,4%). Etiologi fraktur tulang wajah paling banyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas (87,8%). Fraktur tulang wajah yang sering terjadi adalah fraktur tulang wajah multipel (38,3%). Sebagian besar pasien fraktur tulang wajah memiliki lama rawat inap kurang dari 10 hari (69,9%). Kesimpulan: pasien fraktur tulang wajah sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, paling banyak kelompok usia 17-25 tahun, dan merupakan pelajar atau mahasiswa. Etiologi fraktur tulang wajah sebagian besar disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Lokasi fraktur tulang wajah paling banyak terjadi adalah fraktur tulang wajah multipel. Lama rawat inap pasien fraktur tulang wajah paling banyak selama kurang dari 10 hari.
Hubungan Intensitas Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Salwi, Hanifah Emilia; Afriwardi, Afriwardi; Handayani, Tuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1378

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan otot rangka dan membutuhkan energi. Aktivitas fisik dengan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan gangguan siklus menstruasi akibat ketidakseimbangan energi dan supresi GnRH. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan intensitas aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024. Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Kepelatihan Olahraga dan Pendidikan Olahraga pada salah satu Universitas di Kota Padang dengan total sampel sebanyak 131 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: 54,2% responden mengalami intensitas aktivitas fisik tinggi dan 33,6% responden mengalami gangguan menstruasi. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara intensitas aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan.  
Korelasi Skor Aktivitas Fisik dengan Jarak 6-Minute Walking Test pada Mahasiswa yang Tidak Aktif Berolahraga Septi, Annisa; Hamdani, Rita; Kadri, Husnil
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1384

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan teknologi modern memberikan dampak positif berupa efisiensi waktu, namun juga berisiko negatif dengan meningkatkan gaya hidup sedentary, terutama pada generasi muda yang kurang bergerak, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, obesitas, dan gangguan jantung, serta meningkatkan angka ketidakaktifan fisik di Indonesia dari 26,1% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018. Dalam sepuluh tahun terakhir, 6-minute walking test (6MWT) semakin populer digunakan untuk menilai kapasitas fungsional karena kesederhanaannya, tidak memerlukan peralatan canggih, mudah dilakukan, murah, tidak invasif, serta lebih mencerminkan aktivitas kehidupan sehari-hari dibandingkan tes berjalan lainnya. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan jarak 6-minute walking test pada mahasiswa yang tidak aktif berolahraga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 51 sampel. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa aktif program studi kedokteran Universitas Andalas. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rerata skor aktivitas fisik mahasiswa yang tidak aktif berolahraga sebesar 1119,50 ± 936,9 MET-menit/minggu dan jarak 6-minute walking test sebesar 376,16 ± 55,08 meter. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara skor aktivitas fisik dengan jarak 6-minute walking test dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan aktivitas fisik dengan jarak 6-minute walking test pada mahasiswa yang tidak aktif berolahraga. Mahasiswa dengan aktivitas fisik yang kurang mendapat hasil 6-minute walking test yang lebih rendah.  
Efektivitas Plasmaferesis Sebagai Terapi Pada Miastenia Gravis: Sebuah Tinjauan Naratif Azzati, Normaida Baizura; Permana, Hendra; Almurdi, Almurdi; Susanti, Lydia; Alioes, Yustini; Yusri, Elfira
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1390

Abstract

Latar Belakang: Miastenia gravis adalah penyakit neurologi autoimun yang jarang terjadi, namun sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien dikarenakan tingkat keparahan yang cukup tinggi. Plasmaferesis digunakan sebagai salah satu pilihan terapi pada kondisi ini. Objektif: Tinjauan Naratif ini bertujuan untuk menilai penelitian terkait efektivitas terapi plasmaferesis terhadap miastenia gravis. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur terhadap 7 artikel penelitian yang dipublikasi pada rentang tahun 2019-2023. Sumber pangkalan data yang digunakan adalah Pubmed, Science Direct, dan ProQuest. Artikel dilakukan penyeleksian berdasarkan kriteria eligibilitas yang telah ditentukan. Hasil: Menurut artikel yang dilakukan tinjauan, diketahui bahwa plasmaferesis dapat memberikan luaran klinis yang baik pada pasien. Plasmaferesis juga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Kesimpulan: Semua literatur sepakat menyatakan bahwa plasmaferesis efektif digunakan sebagai terapi pada miastenia gravis.
Pengaruh Pemberian Probiotik terhadap Penurunan Gejala Enteritis pada Pasien Karsinoma Sel Skuamosa Serviks dalam Terapi Radiasi: studi kasus dengan pendekatan berbasis bukti Witjaksono, Firisha Virgidewi; Sunardi, Diana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i1.1493

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling umum pada wanita di negara berkembang. Radioterapi merupakan salah satu terapi utama, namun dapat menyebabkan efek samping, salah satunya adalah enteritis terkait radiasi. Probiotik diketahui dapat membantu mengurangi gejala enteritis terkait radiasi dengan memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus dan mengurangi peradangan. Hasil penelitian yang beragam dan belum konklusif mendorong perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas probiotik dalam mengurangi gejala enteritis pada pasien karsinoma sel skuamosa serviks. Objektif: Mengetahui efek pemberian probiotik terhadap penurunan gejala enteritis terkait radiasi pada pasien karsinoma sel skuamosa serviks. Metode: Penelusuran literatur dilakukan pada empat pangkalan data, yaitu PubMed, Cochrane, dan Embase, menggunakan kata kunci MeSH terms. Penyeleksian artikel dilakukan dengan penapisan judul atau abstrak, telaah teks lengkap, dan menentukan terpenuhinya kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan telaah kritis pada dua studi kajian literatur sistemik/meta-analisis dari uji acak terkontrol berdasarkan telaah validity, importance, dan applicability. Hasil: Tiga literatur dipilih secara kritis. Artikel pertama menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan RID yang signifikan secara statistik (RR = 0,52, 95% CI = 0,14, 1,91) yang diamati pada analisis subkelompok pada pasien yang menerima terapi radiasi dan kemoterapi. Namun, pasien yang hanya menerima terapi radiasi menunjukkan manfaat yang signifikan (RR = 0,61, 95% CI = 0,48, 0,78). Artikel kedua menunjukkan bahwa jumlah rata-rata tinja cair dengan Bristol tipe 6 dan 7 tidak berkurang secara signifikan dalam kelompok probiotik, namun terdapat pengurangan yang signifikan pada kelompok yang jumlah rata-rata buang air besar dengan lebih dari 1 kali tinja cair yaitu 15,04 ± 8,92 hari dalam plasebo dan 8,65 ± 5,93 hari dalam kelompok probiotik dosis tinggi (P = 0,014). Artikel ketiga menunjukkan bahwa insiden diare berkurang pada kelompok probiotik dibandingkan kelompok plasebo (53,8 dan 82,1%, p < 0,05). Diare ringan hingga sedang dan berat berkurang secara signifikan pada kelompok probiotik (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian probiotik dapat menurunkan gejala RID pada pasien kanker serviks.