cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
+6282227770890
Journal Mail Official
jurnalsutramas@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa. Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Sutramas
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28071743     EISSN : 27989968     DOI : https://doi.org/10. 22225/sutramas
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sutramas is a scientific journal that publishes original articles based on the latest knowledge, research, and applied research as well as the latest scientific developments in Community service in engineering and planning and multidisciplinary fields related to architecture, and open to all methodological approaches and theoretical uses
Articles 43 Documents
Jelajah Ruang Desa Berbasis Virtual Reality Di Desa Sembiran Gde Bagus Andhika Wicaksana; I Wayan Widanan; Ni Made Widya Pratiwi
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata pedesaan merupakan sebuah bentuk adanya integrasi di antara komponen pariwisata yang diwujudkan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang memiliki tata cara dan tradisi tertentu. Desa Sembiran yang sedang secara serius mengembangkan dirinya sebagai desa wisata Bali Aga, dalam memperkenalkan dirinya sebagai salah satu wujud tujuan wisata, senantiasa masih mempertahankan tradisinya. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologii, Desa Sembiran tentunya ingin dikenal dan dijangkau oleh khalayak luas. Salah satu solusi terkini untuk mempromosikan desa atau lokasi Desa Sembiran adalah dengan menggunakan Virtual Tour. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan Dengan perkembangan teknologi saat ini virtual tour dapat dimanfaatkan sebagai media promosi suatu daerah tujuan wisata. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan. Masyarakat Desa Sembiran masih mengharapkan kegiatan promosi desa sebagai tempat wisata yang unik kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, pembuatan Virtual Tour diberikan sebagai solusi bagi Desa Sembiran untuk mempromosikan Potensi Desa secara kekinian dan tetap mampu melakukan kegiatan promosi yang efektif
Konsep Embung Untuk Pemenuhan Air di Gamat Bay, Desa Sakti, Nusa Penida, Bali Cokorda Agung Yujana; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Nusa Penida yang saat ini merupakan destinasi paling favorit di Kabupaten Klungkung. Desa Sakti merupakan salah satu desa yang terletak di Nusa Penida dengan keindahan pantai nya yang disebut Gamat Bay. Permasalahan yang ada di Desa Sakti berupa kesulitan akan pemenuhan air baku untuk kebutuha air sehari-hari serta daerah wisata Gamat Bay. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini akan menganalisa konsep embung yang akan diterapkan pada Desa Sakti untuk. Data analisa menggunakan data hasil wawancara mengenai permasalahan yang terjadi di Desa Sakti serta melakukan pengambila data kontur pada rencana lokasi embung. Analisa perencanaan konsep embung menggunakan analisa hidrologi serta analisa kurva tampungan embung. Hasil analisa didapatkan lebar mercu embung sebesar 17,5 m dan debit banjir 71,35 m3/dt sehingga tinggi muka air (hd) sebesar 1,00 m dan tinggi embung sebesar 5 m. Kapasitas tampungan yang didapatkan untuk dua alternatif lokasi yaitu alternatif satu dengan lebar cross section sebesar 180 m didapatkan tampungan sebesar 0,14x106 m3. Sedangkan alternatif dua dengan lebar cross section sebesar 37.05 m tampungan yang didapatkan sebesar 0,05x106 m3.
Program Pendampingan Perencanaan Penataan Pura Kelembu, Di Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali Tjokorda Gede Dalem Suparsa; Kadek Putra Santika Narayana; I Ketut Yasa Bagiart
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Kelembu Desa Adat Mas, merupakan salah satu bagian dari Pura Dang Kahyangan TamanPule. Terletak pada level yang lebih rendah daripada jalan raya, dan berbatasan langsung dengan sungai,berbagai macam permasalahan muncul pada pura ini. Banjir dan atmosfer yang lembab mengakibatkankondisi fisik bangunan sebagian besar kurang baik secara struktur dan material, ditambah, usia yangsudah tua. Dalam pelaksanaan kegiatan upacara, kurang terartikulasi dengan baik zona antara zonasacral dan profan sebagai area persiapan upacara. Desain masterplan secara menyeluruh terhadapKawasan pura dengan menambahkan area pesucian sebagai area persiapan upacara dan desainbangunan – bangunan menjadi bergaya arsitektur tradisional Bali menjawab permasalahan mengenaizonasi dan vista pura. Mengganti struktur tembok pembatas dengan beton komposit, serta menambahbiopori serta ground tank menjadi solusi untuk merespon banjir yang sering terjadi di Kawasan PuraKelembu bila terjadi hujan dengan debit yang besar. Dilengkapi dengan anggaran biaya penataanmasterplan dan anggaran biaya bangunan akan sangat membantu mitra dalam menyusun strategikeuangan dan strategi pengajuan anggaran kepada pihak terkait. Komunikasi yang baik dilakukandengan pertemuan secara langsung, berawal dari pengumpulan data, konsep perencanaan, hinggafinalisasi desain sangat membantu dalam kelancaran proses desain penataan masterplan Pura Kelembuini.
Masterplan Penataan Jalan Usaha Tani Pada Subak Cemagi Anyar Sebagai Penunjang Pariwisata Desa Munggu Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A Sg. Dewi Rahadiani; Lilik Antarini
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali, yang sebagian besar pendapatan daerahnya bersumber dari sektor pariwisata. Pengembangan potensi sumber daya sebagai daya tarik wisata di Badung salah satunya adalah pengembangan pariwisata pedesaan dengan konsep pariwisata milik masyarakat dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Badung mendorong program pariwisata berbasis masyarakat dan pedesaan dengan membentuk Desa Wisata yang bertujuan untuk memanfaatkan fungsi lingkungan guna kepentingan wisata budaya, wisata agro, wisata tirta, wisata spiritual, wisata olahraga, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Badung No 22 Tahun 2021, Kabupaten Badung memiliki 11 Desa Wisata dimana salah satunya adalah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi. Topografi wilayah Desa Munggu berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata dengan potensi alamnya, seperti pantai yang bercirikan berpasir hitam, sungai yang dibatasi dengan tebing dan pepohonan hutan yang masih asri dan persawahan yang masih sangat hijau. Salah satu potensi desa wisata yang akan dikembangkan dan menjadi salah satu program prioritas desa adalah kawasan Subak Cemagi Anyar. Adapun beberapa alternatif dalam penataan fasilitas penunjang di kawasan ini antara lain pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang wisata olahraga berupa Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Badung maupun Provinsi.
PkM Kelompok Pengampu Beji Sebagai Daya Tarik Wisata Religi di Desa Pejeng Kawan, Tampaksiring, Gianyar Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Gede Raka Gunawarman Anak Agung; Istri Manik Warmadewi Anak Agung
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pejeng Kawan merupakan salah satu bagian dari Desa Pejeng yang berbatasan langsung dengan daerah pariwisata Ubud dan juga memiliki sumber mata air di sekeliling desanya. Desa Pejeng Kawan dibatasi oleh aliran Sungai Petanu dengan view sisi barat yang masih tergolong baik dan asri, sehingga beberapa titik batas pinggiran desa sudah digunakan sebagai akomodasi wisata seperti villa dan hotel. Permasalahan dari beji di Desa Pejeng Kawan yang pertama adalah pada kekurangan kemampuan untuk menata atau memanfaatkan potensi beji yang masih natural, dengan sumber air yang berlimpah menjadi lebih fungsional dan estetis. Permasalahan berikutnya adalah tentang bagaimana cara memasarkan dan mengelola beji sebagai sebuah atraksi wisata yang berkompeten dan dapat bersaing dengan beji lainnya. Solusi untuk permasalahan mitra yang pertama adalah masalah pengolahan lahan secara arsitektural dan dapat meningkatkan fungsi serta estetika areal. Dari permasalahan tersebut maka diusulkan solusi berupa penggalian potensi fisik beji dan sekitarnya dengan menerjunkan langsung para mitra agar mengetahui kelebihan dari setiap beji yang akan ditata. Solusi untuk permasalahan kedua adalah menyiapkan pelatihan dan template dasar dalam manajemen dan pemasaran atraksi wisata saat sudah siap untuk dipublikasikan. Khusus dalam pemasaran targetnya adalah untuk menambah kunjungan baik dari dalam desa atau luar desa sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan dalam manajemen bisa dikumpulkan dan dilatih. Target luaran dari PKM ini adalah artikel pada jurnal nasional, publikasi pada media cetak online, video kegiatan dan video promosi, website, serta HKI Hak Cipta.
Dokumentasi Potensi Wisata di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali Wiwik Dwi Pratiwi; Nyoman Ratih Prabandari
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dan target dilakukannya kegiatan Inventarisasi dan Dokumentasi ini yaitu mengetahui potensi-potensi desa wisata terpendam yang dimiliki oleh desa, serta melakukan pencatatan dan dokumentasi potensi desa termasuk juga aset kebudayaan yang dimiliki oleh Desa Siangan, Gianyar Bali. Disamping itu, kegiatan pengabdian ini akan membantu memudahkan Desa Siangan untuk memperkenalkan potensi-potensi terpendam yang dimiliki dalam upaya reaktivasi ekonomi lokal. Dalam mewujudkannya, penggalian data dilakukan dengan melakukan observasi lapangan, dokumentasi, pengumpulan dokumen arsip desa, serta wawancara secara individu maupun kolektif dalam bentuk focus group discussion bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Siangan. Hasil dari kegiatan inventarisasi dan dokumentasi potensi wisata di Desa Siangan ini adalah Desa Siangan memiliki Sumber Daya yang dapat berpotensi menjadi daya tarik kunjungan bagi wisatawan. Sumber daya tersebut berupa alam dan buatan yang dibentuk sendiri oleh aktivitas kebudayaan masyarakatnya. Potensi wisata yang bersumber dari kondisi lanskap serta alam lingkungan yang menjadi kekhasan Desa Siangan. Desa Siangan memiliki bentang persawahan, ngarai, air terjun, sungai, serta beberapa titik mata air. Potensi Wisata yang bersifat buatan manusia dikelompokkan menjadi wisata kebudayaan dan lingkungan permukiman di Desa Siangan, diantaranya keberadaan Puri Siangan dan arsitektur tradisional setempat, keterampilan memahat dan pembuatan ukiran yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Siangan, dan potensi atraksi wisata budaya lainnya.
Meningkatkan Fasilitas Akomodasi Objek Wisata Pantai Gamat Melalui Desain Masterplan Penataan I Kadek Merta Wijaya; I Wayan Jawat; Ni Komang Armaeni; Ni Wayan Meidayanti mustika
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Penida Island tourist attractions have exotic natural characteristics of beaches and hills. This potential is evenly distributed in the northern part of the coast and the southern part of Nusa Penida. The unavailability of tourist support facilities has an impact on the comfort and accessibility that is not optimal towards these tourist attractions. The picture can be seen on the Gamat Beach tourist attraction which is located in the western part of the coast of Nusa Penida. Gamat Beach is one of the diving spots in Nusa Penida which has the potential for the beauty of coral reefs and fish as a tourist attraction on the beach. Currently, tourists have access to Gamat Beach by sea and to access the beach, there are no supporting facilities or infrastructure. Therefore, it is very difficult for tourists to enjoy the beauty of Gamat Beach optimally. In addition, Gamat Beach began to be eroded by coastal waves and it was feared that the coastline with beach sand would be eliminated. The purpose of this activity is to produce a master plan for the arrangement of facilities at Gamat Beach tourist attraction in an effort to support tourist activities at the tourist attraction. The methods used in this service activity are mapping, conceptual, induction (design), and focus group discussion. The results of this service activity are in the form of a design of a master plan for the arrangement of Gamat Beach tourist objects.
Pendampingan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penataan Fasilitas Penunjang di Kawasan Pura Desa lan Puseh Peguyangan, Peguyangan Kaja, Bali I Gede Surya Darmawan
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Desa lan Puseh Peguyangan, salah satu Tri Kahyangan Tiga di Desa Peguyangan, memiliki potensi besar untuk untuk dikembangkan tidak hanya sebagai obyek spiritual Masyarakat, namun dapat difungsikan sebagai obyek komersia yang tentunya menunjang eksistensi dari pura tersebut. Namun, keindahan pura ini masih terhalang oleh beberapa permasalahan infrastruktur dan penataan kawasan yang belum optimal. Melihat potensi tersebut, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa menginisiasi sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan fokus pada penataan kawasan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Peguyangan. Hasil dari kerjasama operasional dengan pengempon pura ini adalah sebuah master plan yang telah merancang tata letak kawasan dalam wujud Masterplan. Pada tahap selanjutnya, tim pengabdian melakukan pendalaman terhadap setiap area yang telah diidentifikasi dalam master plan. Fokus utama adalah pada area Nista dan Madya Pura, yang memerlukan perhatian khusus dalam hal penataan fasilitas dan sirkulasi yang terkoneksi dengan bai kantar mandala pura.
Desain Peremanjaan Fasilitas Tempat Parkir Objek Wisata Pantai Lebih dalam Upaya Meningkatkan Hospitality Pengunjung I Kadek Merta Wijaya; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; I Ketut Sugihantara; Lilik Antarini
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The beach has more appeal as a transit and culinary tourist attraction. Visitors who travel from Denpasar to Gianyar or Klungkung rest at Sangat Beach while enjoying seafood culinary delights. More Beach Culinary started from the feedback from fishermen on Plus Beach which was sold on the beach. Apart from that, More Beach is a place to carry out melasti for the people of More Village. The development of Morekebang Beach as a transit and culinary area has an impact on parking facilities which are inadequate in terms of the number and quality of parking spaces. This service activity aims to produce a master plan design for the arrangement of parking spaces that accommodates the needs for the number of vehicles, arrangement of vehicle types, and the quality of comfort for visitors who park their vehicles at Sangat Beach. This activity method is carried out in four stages, namely the problem mapping method, conceptual design proposal, induction in the form of a master plan arrangement drawing, and focus group discussion with the community/managers of the Pantai Sangat tourist attraction. The results of this activity are in the form of a master plan for rejuvenating parking facilities according to zoning regulations, planning shade trees, drainage and lighting utility networks, and driver rest areas.
Revitalisasi Lingkungan Dan Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Ni Luh Putu Indiani
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 02 (2024): SUTRAMAS VOLUME 04 NO 2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kelating merupakan salah satu dari 15 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Kerambitan, terletak ± 13 Km di daerah selatan dari pusat kota Tabanan. Saat ini masyarakat Desa Kelating juga mulai melirik dunia peternakan, sehingga sebagian masyarakat mulai mencoba untuk beternak yaitu beternak babi. Adapun masalah-masalah yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Masalah kedua adalah masih cukup banyak kesehatan lansia yang rentan terkena penyakit. Masalah terakhir yang kami temukan yaitu keterampilan dalam pemeliharaan lahan pertanian. Solusi yang kami berikan untuk permasalahan kehersihan pantai adalah bersih-bersih Pantai Kelating. Solusi untuk masalah Kesehatan lansia adalah membuat program edukasi kesehatan dan cek kesehatan pada lansia. Kemudian untuk permasalahan pemeliharaan lahan pertanian solusinya yaitu pembagian pupuk kepada lansia. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: ketercapaian tujuan pelatihan, ketercapaian target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai rata-rata di atas 75 persen sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Program-program dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dijaga keberlanjutannya dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan pantai, memperhatikan kesehatan lansia, edukasi tentang lahan pertanian serta bantuan pupuk kepada lansia juga harus dilanjutkan.