cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbpp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran anak usia dini, sekolah dasar, bimbingan dan konseling, teknologi pendidikan, manajemen, pendidikan luar sekolah, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus
Articles 425 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi IPAS untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV-B SDN Bakalan Krajan I Kota Malang Vitayaningsih Mei Wulan; Sri Rahayu; Ariza Dwi Astuti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to increase the learning activity of grade IV-B students of IPAS material by applying the Problem Based Learning learning model. This research is a Classroom Action Research (PTK) which is carried out in three cycles, namely cycle I, cycle II and cycle III. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subjects of the study were students of grade IV-B SDN Bakalan Krajan 1 Malang City consisting of 26 students with a composition of 13 male students and 13 female students. The results of this study showed an increase indicated by the percentage of success in the cycle of greater than equal to 81 percent. The percentage of classical student activity in the first cycle is 61.6 percent, which means it is still far below the success indicator. In cycle II it increased to 78.3 percent. Cycle III classical learning activity of grade IV-B students increased to 95 percent, this indicates that this study has achieved the specified success indicators. Based on this description, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model has succeeded in increasing the activeness of science learning for grade IV-B students of SDN Bakalan Krajan 1 Malang City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV-B materi IPAS dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu siklus I, siklus II dan siklus III. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-B SDN Bakalan Krajan 1 Kota Malang yang terdiri dari 26 siswa dengan komposisi 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan yang ditunjukkan oleh persentase keberhasilan pada siklus sebesar lebih besar dari sama dengan 81 persen. Persentase keaktifan klasikal siswa pada siklus I adalah 61,6 persen yang berarti masih jauh di bawah indikator keberhasilan. Pada siklus II meningkat menjadi 78,3 persen. Siklus III keaktifan belajar klasikal siswa kelas IV-B meningkat menjadi 95 persen, ini menunjukkan bahwa penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berhasil meningkatkan keaktifan belajar IPAS siswa kelas IV-B SDN Bakalan Krajan 1 Kota Malang.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Materi Vektor Hilwa Mar’atus Solihah; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Anik Istyowati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab rendahnya hasil belajar fisika yaitu kurangnya motivasi belajar siswa sebab siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sangat sulit yang hanya membahas rumus dan perhitungan yang begitu rumit, metode, strategi, dan model pembelajaran yang digunakan belum bervariasi, selain itu lingkungan belajar yang monoton karena hanya di dalam ruangan, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar fisika siswa. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu alternatif penyelesaian masalah diatas yaitu dengan menerapkan model pembelajaran talking stick. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi vektor kelas X di salah satu SMA di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Penelitian Tindakan Kelas, untuk analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket motivasi belajar, soal pre tes, soal untuk mengetahui hasil belajar siswa disetiap siklusnya, dan catatan lapangan. Penelitian ini diperoleh data yaitu nilai rata- rata pre tes siswa (sebelum dilakukan pembelajaran) sebesar 59,5 ; sedangkan nilai rata- rata hasil belajar siklus 1 meningkat menjadi 71; kemudian nilai rata- rata hasil belajar siklus 2 meningkat menjadi 82,58; lalu nilai rata- rata hasil belajar siklus 3 meningkat menjadi 87,47. Data hasil motivasi belajar diperoleh rata- rata persentase motivasi belajar awal siswa sebesar 68,67 persen ; sedangkan rata- rata persentase motivasi belajar akhir siswa meningkat menjadi 77,47 persen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.
Penerapan Inkuiri Terbimbing dan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Safril Taufiq Hidayat; Anik Istyowati; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This Research aims to improve critical thinking skills by applying guided inquiry models and differentiated learning. The critical thinking skills were analyzed through five indicators, namely: providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions, providing further explanations, and developing strategies and tactics (Ennis, 1995). The research was motivated by observation results indicating that 69 percent or the majority of students in one class did not possess critical thinking skills. However, critical thinking skills are considered one of the components that need to be developed in 21st-century skills (Zubaidah, 2020), in line with the implementation of the independent curriculum (Indarta et al., 2022). The research adopted the design of classroom action research by Kemmis and Taggart, implemented in three cycles, using guided inquiry and differentiation strategies, with learner characteristics analyzed through learning motivation. Each cycle involved actions to enhance critical thinking skills. The success of the actions was determined by the improvement of critical thinking skills and the learning mastery. The results showed an increase in critical thinking skills from 76 percent (cycle 1) to 80 percent (cycle 2), and further to 87 percent (cycle 3), while learning mastery also improved from 54 percent (cycle 1) to 69 percent (cycle 2), and finally reached 100 percent (cycle 3). Abstrak: Penelitian yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menerapkan model inkuiri terbimbing dan pembelajaran berdiferensiasi. Kemampuan berpikir kritis akan dianalisis melalui 5 indikator, yaitu: memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, membuat kesimpulan, membuat penjelasan lanjut, membuat strategi dan taktik (Ennis, 1995). Penelitian dilatarbelakangi dengan hasil observasi yang menunjukan dalam satu kelas 69 persen atau mayoritas belum memiliki kemampuan berpikir kritis. Padahal kemampuan berpikir kritis ialah salah satu komponen yang perlu dikembangkan dalam keterampilan abad 21 (Zubaidah, 2020), seiring dengan diterapkannya kurikulum merdeka (Indarta et al., 2022). Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas desain dari Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam 3 siklus, menggunakan model inkuiri terbimbing dan strategi diferensiasi yang karakteristik peserta didiknya dianalisis melalui motivasi belajar. Setiap siklus dilakukan tindakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Keterberhasilan tindakan akan dilihat dari meningkatnya kemampuan berpikir kritis dan ketercapaian ketuntasan belajar secara klasikal. Hasil yang diperoleh kemampuan berpikir kritis meningkat dari 76 persen (siklus 1) menuju 80 persen (siklus 2) selanjutnya ke 87 persen (siklus 3), sedangkan ketuntasan belajar juga meningkat dari 54 persen (siklus 1) menuju 69 persen (siklus 2) dan selanjutnya ke 100 persen (siklus 3).
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu pada Satuan Pendidikan TK (Studi Kasus di TK Al-Huda Malang) Syawalna, Alifian Widyputra; Efendi, Anggi Laila; Nurlaeli, Aprilliya; Rahmawati, Diah; Mahazein, Diva Ayu; Khafshah, Fadliyah Zannuba; Supriyanto, Achmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p814-824

Abstract

Abstract: Quality educational institution is an institution that continues to improve the quality of its education. This education must be carried out from an early age, because from an early age students' creativity must be developed. The purpose of this research is to study the analysis of integrated quality management in TK Al Huda using Total Quality Management (TQM). The research methodology used in this study is a qualitative approach. The data collection technique used was by giving a questionnaire to the director of TK Al Huda. The results of this study researchers analyzed how the integrated quality management process works together with TQM to understand how Al Huda Kindergarten tries to apply the principles of customer satisfaction, what special programs are offered by Al Huda Kindergarten as a form of optimal and superior service Accreditation as a form of Institutional Improvement Principles Continuous Improvement at TK Al Huda shows that the application of integrated quality management in early childhood education institutions is very necessary to support continuous improvement. Abstrak: Lembaga pendidikan yang bermutu adalah lembaga yang terus meningkatkan mutu pendidikannya. Pendidikan ini harus dilaksanakan sejak dini, karena sejak dini kreativitas siswa harus dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari analisis manajemen mutu terpadu di TK Al Huda dengan menggunakan Total Quality Management (TQM). Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan memberikan kuesioner kepada direktur TK Al Huda. Hasil penelitian ini peneliti menganalisis bagaimana proses manajemen mutu terpadu bekerja sama dengan TQM untuk memahami bagaimana TK Al Huda berusaha menerapkan prinsip-prinsip kepuasan pelanggan, program khusus apa yang ditawarkan oleh TK Al Huda sebagai wujud Akreditasi pelayanan yang optimal dan unggul sebagai bentuk Peningkatan Kelembagaan Prinsip Perbaikan Berkelanjutan di TK Al Huda menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu terpadu di lembaga pendidikan anak usia dini sangat diperlukan untuk mendukung perbaikan berkelanjutan.
Implementasi Program JANGTAS dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Widiyanti, Ainurrohma; Izza, Ana Faidatul; Amir, Andhini Dwi Wirayani; Handayani, Dwi Putri; Augusta, Doan Rochmad; Habibah, Fanitatun; Supriyanto, Achmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p803-813

Abstract

Abstract: Improving the quality of education is a trigger for strategies in management to improve the quality and strength of schools. Every school must have a desire to compete so as to obtain quality school quality that can be viewed well by the wider community. Thus, the role of management is very important needed in an educational institution in order to create a better quality of education than before. Total Quality Management (TQM) is one of the management concepts that can help in an organization to improve quality. This article aims to introduce how school management in improving the quality of education in schools includes: (1) Programs that can improve school quality (2) Program planning that can improve the quality of education in schools (3) Implementation of school programs that can improve school quality management (4) Evaluation of programs in improving the quality of education in schools. UM Laboratory Junior High School has various excellent programs that bridge schools to high-quality educational institutions. One of these programs is the Creativity Event (JANGTAS). This article uses qualitative research methods where data are obtained through observation and interviews as well as various other literature as a basis for conducting research. It is hoped that the planned program can improve the quality and quality of education in schools. Abstrak: Peningkatan mutu pendidikan merupakan pemicu strategi dalam manajemen untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan sekolah. Setiap sekolah pasti memiliki keinginan untuk bersaing sehingga diperoleh kualitas sekolah yang berkualitas yang dapat dilihat dengan baik oleh masyarakat luas. Dengan demikian, peran manajemen sangat penting dibutuhkan dalam sebuah lembaga pendidikan agar tercipta kualitas pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Total Quality Management (TQM) adalah salah satu konsep manajemen yang dapat membantu dalam suatu organisasi untuk meningkatkan kualitas. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan bagaimana manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah meliputi: (1) Program yang dapat meningkatkan mutu sekolah (2) Perencanaan program yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah (3) Pelaksanaan program sekolah yang dapat meningkatkan manajemen mutu sekolah (4) Evaluasi program dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. SMP Laboratorium UM memiliki berbagai program unggulan yang menjembatani sekolah dengan lembaga pendidikan yang berkualitas. Salah satu program tersebut adalah Acara Kreativitas (JANGTAS). Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana data diperoleh melalui observasi dan wawancara serta berbagai literatur lainnya sebagai dasar untuk melakukan penelitian. Diharapkan program yang direncanakan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Melalui Bermain Peran Makro pada Kelas B TK Mekar Sari Palembang Fitriani, Yuni; Rokhman, Nissa Mawarda
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p825-836

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri anak di kelas B melalui penerapan kegiatan bermain peran makro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 15 anak Kelas B TK Mekar Sari Palembang sebagai subjek penelitian. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan lembar evaluasi diri. Berdasarkan hasil penelitian, Peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan bermain peran makro dapat meningkatkan rasa percaya diri anak TK. Pada siklus pertama, rata-rata skor evaluasi diri anak sebesar 73,3 dan meningkat menjadi 83,3 pada siklus kedua. Selain itu, kegiatan bermain peran makro juga membantu meningkatkan kemampuan sosial dan kreativitas anak TK. Dalam kesimpulannya, kegiatan bermain peran makro dapat dijadikan sebagai alternatif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak Kelas B TK Mekar Sari Palembang, serta dapat membantu dalam mengembangkan kemampuan sosial dan kreativitas anak.
Strategi Pengembangan Akademik dan Peningkatan Kualitas Layanan Akademik Mahasiswa Umniyya, Anisatul; Kartika, Anggi; Sari, Ayuni Linda Agustina; Satriatama, Dandy Aditya; Febrianita, Dewi Eka; Irawan, Regina Aurella; Supriyanto, Achmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p837-851

Abstract

Abstract: This article reviews the Academic Development Strategy and Improving the Quality of Academic Services for UM Faculty of Education Students. This study aims to determine leadership strategies in tertiary institutions, strategies for developing student academics, supporting and inhibiting factors in developing student academics, and strategies for academic services in tertiary institutions. This study uses qualitative research methods with research instruments including observation, interview guides, and researchers as a key pillar and previous theory as an addition. The source of this research is the results of interviews from one of the lecturers who has an interest in taking care of this section. The result is routine coordination to find out the problems in each sub-section by mapping the problems. And the way to improve the quality of its services is to prepare adequate facilities and infrastructure for students and alumni, serving in the academic field in the form of PPDikti reporting services and others. As well as serving students according to working hours and according to applicable SOPs. Abstrak: Artikel ini mengulas tentang Strategi Pengembangan Akademik dan Peningkatan Kualitas Layanan Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UM. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui Strategi kepemimpinan di perguruan tinggi, Strategi mengembangkan akademik mahasiswa, Faktor pendukung serta penghambat dalam mengembangkan akademik mahasiswa, dan Strategi pelayanan akademik di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan instrumen penelitiannya meliputi observasi, pedoman wawancara, dan peneliti sebagai tumpuan kunci dan teori terdahulu sebagai tambahan. Sumber penelitian ini adalah hasil wawancara dari salah satu dosen yang berpekepentingan untuk mengurusi bagian tersebut. Adapun hasilnya adalah rutin dilakukannya koordinasi untuk mengetahui permasalahan di masing-masing dan sub bagian dengan melakukan pemetaan permasalahan. Dan cara meningkatkan kualitas pelayanannya adalah dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mahasiswa dan alumni, melayani dibidang akademik berupa layanan pelaporan PPDikti dan lain-lain. Serta melayani mahasiswa sesuai jam kerja dan sesuai SOP yang berlaku.
Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah (Studi Kasus Di SD Plus Rahmat Kota Kediri) Shinta, Candra Mey; Sobri, Ahmad Yusuf; Nurabadi, Ahmad
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p852-862

Abstract

Abstract: Character education is an effort to form a good personality in students, in supporting the implementation of strengthening good school cultural character education is the most important thing in shaping children's character. This study aims to describe in detail the application of management to strengthen character education through school culture at SD Plus Rahmat Kota Kediri. The method used in this research is to use a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The key informants in this study were the principal and supported by additional informants, namely the deputy principal, research and development foundations, field coordinators, and level coordinators. The data were then analyzed through the process of data collection, reduction, presentation and conclusions. The results showed that the management of strengthening character education through school culture had a significant impact in the form of increasing the character and academic and non-academic achievements of children at school. Abstrak: Pendidikan karakter merupakan suatu upaya untuk membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik, dalam menunjang pelaksanaan penguatan pendidikan karakter budaya sekolah yang baik merupakan hal terpenting dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci penerapan manajemen penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SD Plus Rahmat Kota Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Key informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan didukung informan tambahan yaitu wakil kepala sekolah, litbang yayasan, koordinator bidang, dan koordinator jenjang. Data kemudian dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi, presentasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah memberikan dampak signifikan berupa peningkatan karakter dan prestasi akademik dan non akademik anak di sekolah.
The Success of Implementation Inclusive Education Management As A Mirror of the Principal’s Strategy in Realisation of Disability-Friendly Education Cahyaning, Catur Nur; Supriyanto, Achmad; Sunarni, Sunarni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i92023p863-876

Abstract

This study aims to describe the successful implementation of inclusive education management as a reflection of the principal's strategy in realizing disability-friendly education. This research uses a qualitative method of case study type. The location of this research at SMAN 1 Rejotangan Tulungagung. The key informant in this study was the School's Inclusive Program Coordinator. Supporting informants include Curriculum Coordinator, Special Assistance Teachers (GPK) and Children with Special Needs (ABK). Collecting data through by observation interviews and documentation. Data analysis is carried out through the process of data collection, condensation, data presentation and verification or drawing conclusions. The results showed that: 1) the principal in implementing the inclusive education program uses a cooperative-collaborative strategy based on the conditions and needs of the school in carrying out its responsibilities as an inclusive school; 2) the process of implementing an inclusive education program starting from the planning process, to monitoring the ongoing program; 3) implementation of intensive learning for children with special needs (ABK) which is supported by the role of special companion teachers (GPK) in each ABK development as evidence of the implementation of the inclusive education program. Inclusive education is implemented in all countries including Indonesia with the aim of providing optimal education services to all groups equally, including the children with special needs.
Implementasi Kegiatan Live-In Sebagai Program Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Yuniatiningtyas, Crispina Reni; Supriyanto, Achmad; Ulfatin, Nurul
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p877-887

Abstract

Abstract: This study aims to describe the Implementation of Activities Live-in as a Program for Strengthening the Character Education of High School Students. This research uses a qualitative approach to the type of case study. Data collection techniques in this study used interview, observation and documentation techniques. Analysis of the data used in this study was conducted by condensing the data presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate the strengthening of character education throughactivities Live-in results in changes in the character of students more religious, integrity, independent, national, mutual cooperation and the growth of the value of social care characters in students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Implementasi Kegiatan Live-in Sebagai Program Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan kondensasi data menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan Live-in memberi hasil pada perubahan karakter peserta didik lebih religius, berintegritas, mandiri, nasional, gotong royong serta tumbuhnya nilai karakter peduli sosial dalam diri peserta didik.