cover
Contact Name
Mesiono
Contact Email
pemajournal@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
pemajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Mudabbir: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27748391     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Mudabbir (Journal Research and Education Studies) is Published by the Association of Indonesian Islamic Education Managers (PERMAPENDIS) North Sumatra. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education. Articles published in journals are the results of research or areas of educational thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue. This journal is published regularly twice in the period January-June and July-December.
Articles 718 Documents
Analisis Relevansi Pancasila Sebagai Ideologi Negara dalam Menjawab Tantangan Pergeseran Budaya Akibat Teknologi di Masa di Sekolah Dasar Vidiani Sembiring; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan demokrasi di sekolah dasar merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi kewarganegaraan sejak dini. Pendidikan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai seperti kebebasan berpendapat, penghargaan terhadap perbedaan, kesetaraan, serta keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan kolektif. Namun, dalam konteks era digital yang ditandai dengan arus informasi yang sangat cepat, luas, dan tidak selalu terverifikasi, proses pengajaran nilai-nilai demokrasi di sekolah dasar menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Anak-anak generasi digital atau digital natives sejak usia dini sudah terbiasa mengakses informasi dari berbagai sumber digital, terutama media sosial dan platform internet lainnya. Akibatnya, siswa menjadi lebih kritis terhadap informasi dan otoritas, namun belum dibekali dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Tantangan ini semakin diperparah dengan keterbatasan guru dalam memahami serta mengadaptasi metode pembelajaran demokrasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakteristik siswa saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan-tantangan utama dalam mengajarkan demokrasi kepada siswa sekolah dasar di era digital, serta menawarkan solusi dan strategi pembelajaran yang relevan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan telaah literatur terkini, artikel ini menemukan bahwa tantangan utama terletak pada: perubahan pola pikir dan karakter siswa yang lebih kritis dan otonom; banjir informasi digital yang menyebabkan kebingungan, misinformasi, dan bahkan apatisme; rendahnya literasi digital siswa; serta metode pembelajaran demokrasi yang masih konvensional dan tidak partisipatif. Sebagai solusi, artikel ini merekomendasikan pendekatan pembelajaran demokratis yang berbasis pada praktik nyata, integrasi media digital dalam kelas, pelatihan literasi digital sejak dini, serta peningkatan kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran berbasis demokrasi digital. Dengan pendekatan yang holistik dan adaptif, pendidikan demokrasi di sekolah dasar dapat lebih efektif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran demokratis yang kuat, kritis, dan bertanggung jawab.
Fenomena Kekerasan Anak di Sekolah Dalam Perspektif Norma Hukum Fauziah Ahmad Zain Nainggolan; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap anak di sekolah menjadi isu serius yang berdampak langsung terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk kekerasan yang dialami anak di lingkungan sekolah, faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap korban. Selain itu, penelitian ini juga menggali upaya-upaya pencegahan dan penanganan kekerasan anak di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dialami anak di sekolah tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga verbal dan psikologis. Faktor penyebab kekerasan meliputi latar belakang keluarga, lingkungan sosial, dan lemahnya sistem pengawasan di sekolah. Dampak dari kekerasan tersebut mencakup penurunan prestasi belajar, gangguan emosi, hingga trauma berkepanjangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Psiko Edukasi Parenting Menumbuhkan Mental Sehat Seni Berkomunikasi Pada Anak, Panduan Mendidik Anak Tanpa “Ngegas” Ririn Elfia Yusmi; Sri Wahyuni
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi antara orang tua dan anak memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan kesehatan emosional anak. Namun, banyak orang tua tanpa sadar menggunakan pola komunikasi yang keras, seperti membentak atau "ngegas", yang justru berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak. Pentingnya membentuk komunikasi yang empatik dan bebas amarah dalam mendidik anak terletak pada peran sentral komunikasi sebagai jembatan emosional antara orang tua dan anak. Komunikasi yang empatik yang melibatkan kemampuan untuk memahami perasaan, kebutuhan, dan perspektif anak, membantu anak merasa dihargai, aman, dan didengar. Sementara itu, komunikasi yang bebas amarah mencegah terbentuknya trauma, rasa takut, atau jarak emosional yang dapat mengganggu perkembangan psikologis anak. Jurnal ini membahas seni berbicara yang empatik dan konstruktif sebagai pendekatan alternatif dalam pola asuh. Melalui studi literatur dan analisis teori psikologi perkembangan, komunikasi interpersonal, serta konsep positive parenting dan non-violent communication (NVC), artikel ini menyoroti pentingnya penggunaan bahasa yang positif, nada yang tenang, dan teknik mendengarkan aktif. Ditekankan bahwa mendidik anak tanpa emosi meledak bukan berarti permisif, tetapi justru lebih efektif dalam menanamkan nilai dan kedisiplinan. Kesimpulannya, seni berbicara yang tepat tidak hanya memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak, tetapi juga membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan sehat secara emosional.
Evaluasi Praktik Zikir melalui Observasi dan Wawancara di MTs Darul Arafah Raya Zulfirman, Rony; Remiswal, Remiswal; Khadijah, Khadijah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik zikir harian di MTs Darul Arafah Raya serta mengkaji kontribusinya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Madrasah ini dipilih secara purposif karena memiliki karakteristik pembiasaan zikir bersama yang terintegrasi dalam sistem pendidikan dan penilaian karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam, serta analisis dokumen kurikulum dan kebijakan madrasah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan zikir yang dilaksanakan secara rutin setelah salat berjamaah memberikan pengaruh positif dalam membentuk sikap spiritual, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa siswa. Guru memaknai zikir sebagai sarana pembinaan akhlak dan nilai-nilai keislaman, serta mengintegrasikannya dalam proses evaluasi afektif. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi keterlibatan aktif guru, dukungan institusi madrasah, dan konsistensi pelaksanaan. Zikir harian telah menjadi bagian penting dalam pembelajaran nilai-nilai keislaman yang membentuk karakter religius siswa secara berkelanjutan.
Penerapan Metode Story Telling Islami Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Materi Sejarah Nabi Dalam Pendidikan Agama Islam Ervina, Ervina; Putri Nilasari, Nurhasanah; Syafiq, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1073

Abstract

Pengajaran materi sejarah nabi dalam Pendidikan Agama Islam sering kali dihadapkan pada tantangan rendahnya minat belajar siswa akibat metode konvensional yang monoton dan kurang melibatkan aspek emosional serta imajinasi peserta didik. Minat belajar merupakan faktor psikologis penting yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk membangkitkan antusiasme terhadap materi ajar. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah penerapan metode story telling Islami, yaitu penyampaian kisah para nabi melalui narasi yang menarik, ekspresif, dan sarat makna. Metode ini tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif yang melibatkan daya pikir, perasaan, dan sikap moral siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan non-kuantitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji relevansi dan efektivitas penerapan story telling Islami dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi sejarah nabi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, dinamis, dan bermakna, serta memicu keterlibatan emosional dan kognitif yang mendalam. Dengan demikian, story telling Islami layak menjadi bagian integral dari praktik pembelajaran PAI karena kemampuannya dalam menyentuh aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik secara bersamaan, sehingga membantu pembentukan karakter muslim yang tangguh dan beriman. Kata Kunci: Belajar; Minat; Sejarah Nabi ; Story Telling
Perkembangan Manajemen, Sistem Pendidikan dan Kepemimpinan Pondok Pesantren Modern Zakiah, Aulia; Azmi Tanjung, Muhammad; Fahira, Nazwa Aulia; Al Hudaya, Randa; Iqbal, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1074

Abstract

Pondok pesantren modern merupakan bentuk evolusi dari pesantren tradisional yang berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan akar nilai-nilai Islam. Dalam perkembangannya, pondok pesantren modern mengadopsi prinsip-prinsip manajemen pendidikan modern yang lebih sistematis dan terstruktur. Hal ini tercermin dalam tata kelola kelembagaan yang melibatkan perencanaan strategis, pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan program berbasis mutu, serta evaluasi berkelanjutan. Di sisi lain, sistem pendidikan yang diterapkan bersifat integratif, menggabungkan kurikulum keagamaan klasik dengan kurikulum umum nasional, bahkan internasional. Integrasi ini menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan spiritual dan moral yang kuat, tetapi juga mampu bersaing dalam kehidupan akademik dan profesional di era global. Aspek kepemimpinan juga mengalami transformasi signifikan. Kyai atau pimpinan pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai tokoh karismatik dan spiritual, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu menjawab tantangan perubahan sosial dan teknologi. Gaya kepemimpinan yang transformatif, partisipatif, dan adaptif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan. Perkembangan manajemen, sistem pendidikan, dan kepemimpinan ini menunjukkan bahwa pondok pesantren modern memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman, sekaligus menjadi model alternatif pendidikan Islam yang relevan di era kontemporer.
Epistemologi Islam Dan Barat: Telaah Perbandingan Dalam Konteks Metodologi Studi Agama Zakiah, Aulia; Ayunda, Dea; Quraini, Mutiara; Hudaya, Randa Al; Pajrin Pasaribu, Yani; Tarigan, Mardinal
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1075

Abstract

Pendekatan dan pemahaman dalam mempelajari agama sangat dipengaruhi oleh epistemologi sebagai dasar pengetahuan. Akal, wahyu (al-Qur'an dan Hadis), dan intuisi spiritual adalah sumber epistemologis utama dalam tradisi Islam, yang secara harmonis membentuk dasar ilmu pengetahuan. Namun, rasionalisme, empirisme, dan fenomenologi adalah pilar epistemologi Barat yang sering membedakan antara aspek spiritual dan material. Untuk menyelidiki bagaimana kedua tradisi membangun metodologi dalam memahami agama, studi ini melakukan analisis literatur menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sementara epistemologi Barat cenderung sekular dan analitis, temuan menunjukkan bahwa epistemologi Islam bersifat integratif dan transendental. Kajian ini penting untuk membangun diskusi metodologis yang konstruktif antara dua tradisi keilmuan, khususnya dalam pengembangan studi agama di era global dan interdisipliner. Perbedaan ini berdampak pada cara agama dipahami: Islam menekankan kesatuan antara iman dan ilmu, sedangkan Barat lebih fokus pada aspek historis, sosiologis, dan kritis agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan epistemologi Islam dan Barat untuk memahami perbedaan dan implikasinya terhadap metodologi studi agama. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka dan berfokus pada bagaimana kedua tradisi epistemologis membentuk cara mereka melihat sumber, validitas, dan pendekatan dalam studi agama.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Media Kartu Karir untuk Meningkatkan Pemahaman Karir Peserta Didik Kelas XI Zainul Arifin SMA Negeri 15 Medan Anjarani Sipayung, Sekar Ayu; Azmi Saragih, Nurul; Putri Lubis, Lailan Syafira; Sipahutar, Khairunnisa
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media kartu karir dalam meningkatkan pemahaman karir peserta didik kelas XI Zainul Arifin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 8 orang peserta didik kelas XI Zainul Arifin yang memiliki kategori pemahaman karir rendah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Jhitung = 15 > Jtabel = 4), yang berarti penggunaan media kartu karir dalam layanan bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan pemahaman karir peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Menulis Surat Dinas oleh Siswa Kelas VII SMP Swasta Pelita Medan Tahun Pembelajaran 2023/2024 Hanum Ritonga, Farida; Izar, Sri Listiana
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1092

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan menulis surat dinas oleh siswa kelas VII SMP Pelita Medan. 2) untuk mengetahui kemampuan menulis surat dinas tanpa menggunakan model pembelajarann Project Based Learning dalam menulis surat dinas. 3) untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning dalam menulis surat dinas. Dalam penelitian ini memiliki beberapa masalah yaitu: 1) Bagaimana kemampuan siswa dalam menulis surat dinas dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning pada siswa kelas VII SMP Pelita Medan. 2) bagaimana kemampuan siswa dalam menulis surat dinas tanpa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII Pelita Medan. 3) apakah ada pengaruh model pembelajaran Project Based Learning dalam kemampuan siswa dalam menulis surat dinaspada siswa kelas VII Pelita Medan tahun pemebalajaran 2022-2023. Penelitian ini meruapakan penelitian kuantitatif dimana peneltian ini akan menghitung kemampuan menulis surat dinas. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari kelas VII A dan VII B. Jumlah siswa dalam penelitian ini berjumlah 54 siswa kelas kontrol dan 54 siswa kelas Eksperimen. Pada kelas kontrol terdapat nilai rata-rata 70,23 dan pada kelas eksperimen nilai rata-rata 92,31. Rincian nilai dalam kelas kontrol 56-70= 24 siswa (44%) dan nilai 40-55=30 siswa (55%). Sedangkan nilai pada eksperimen 86-100=44 siswa (81,4%) dan nilai 71-85=10 siswa (18,5%). Hasil uji hipotesis diperoleh =12,67,selanjutnya harga ini dibandingkan taraf signifikan ?=5% dengan Db= maka diperoleh = 1,983. Dapat diketahui bahwa > yaitu 12,67 > 1,983 maha diterima dengan hipotesis ada pengaruh pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Pelita Medan tahun pembelajaran 2023-2024.
Peran Guru Mata Pelajaran Informatika dalam Membantu Kepala Sekolah Mengelola Manajemen Kesiswaan di SMA Markus Pangaribuan, Melyana Viva; Tampubolon, Johannes Oliver; Sinambela, Nur Mutia; Nursakinah, Hylmi; Simaremare, Aman
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru mata pelajaran informatika dalam membantu kepala sekolah mengelola manajemen kesiswaan di SMA Markus Medan, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksaan peran membantu kepala sekolah mengelola manajemen kesiswaan di SMA Markus. Penelitian ini menggunakan penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Dalam menganalisis data, peneliti secara bertahap menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru informatika tidak hanya sebagai fasiliator pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam perencanaan kegiatan, pengawasan, pembinaan karakter, serta pengelola data dan administrasi kesiswaan. Keterlibatan guru informatika terbukti mendukung pencapaian visi-misi sekolah. Namun, penelitian juga menemukan tantangan yang guru informatika dalam menjalankan perannya dalam membantu kepala sekolah mengelola manajemen kesiswaan, antara lain keragaman latar belakang siswa yang membutuhkan penanganan yang berbeda dan adil. Selain itu, kesulitan dalam menegakkan peraturan sekolah, terkait penggunaan ponsel di sekolah. Meskipun tantangan tersebut ada, perubahan karakter siswa ke arah yang lebih positif telah menjadi bukti keberhasilan manajemen kesiswaan di sekolah.