cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Formulasi dan Evaluasi Sabun Cair Pencuci Tangan melalui Pemanfaatan Ekstrak Etanol Kopi Robusta sebagai Antibakteri Abdulloh, Harris; Azzahra, Nasya; Abdulloh, Sudrajat Harris; Hulupi, Mentik
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6678

Abstract

Penularan bakteri melalui tangan merupakan salah satu jalur utama penyebaran penyakit, sehingga diperlukan inovasi sabun cuci tangan yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak etanol kopi robusta sebagai zat antibakteri pada formulasi sabun cuci tangan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang sering ditularkan melalui tangan. Sabun diformulasikan dengan penambahan konsentrasi ekstrak 0%, 2%, 4%, dan 6%. Parameter pengujian sediaan sabun meliputi uji berdasarkan SNI-2588-2017 yaitu uji pH, total bahan aktif, bahan tidak larut etanol, alkali bebas, serta tambahan uji viskositas, tinggi busa, stabilitas, dan uji antibakteri. Hasil menunjukkan formulasi sabun dengan penambahan ekstrak etanol kopi robusta belum memenuhi SNI-2588-2017 karena nilai alkali bebas dan bahan tidak larut etanol melebihi batas yang ditentukan. Tetapi ekstrak etanol kopi robusta pada sabun memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori kuat dengan aktivitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 6%.
Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia) sebagai Zat Aktif Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dalam Sabun Mandi Cair Utami, Naila Rahma; Ardiantina, Tiana; Abdulloh, Sudrajat Harris; Hulupi, Mentik
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6679

Abstract

Sediaan yang bermanfaat membersihkan tubuh dan mengandung berbagai senyawa yang berperan sebagai antibakteri, seperti flavonoid, tanin, dan saponin adalah sabun mandi cair ekstrak daun binahong. Penelitian bertujuan untuk memformulasikan, menganalisis pengaruh, dan menentukan konsentrasi optimum penambahan ekstrak daun binahong pada pembuatan sabun mandi cair. Variasi ekstrak daun binahong dibuat sebesar 4%, 8%, dan 12% menggunakan pelarut etanol 96%, rasio 1:10 (b/v), dan maserasi selama 3 × 24 jam. Uji antibakteri menggunakan metode cakram difusi agar yang menghasilkan zona hambat berturut turut 9,5 mm; 13 mm; dan 12 mm untuk S. aureus; serta 9 mm; 11,5 mm; dan 10 mm untuk P. aeruginosa. Karakterisasi sesuai dengan SNI 4085-2017, pH bernilai 8,0 – 8,9; alkali bebas 0,03 – 0,19%; dan total bahan aktif 24,39 – 35,32%. Uji organoleptik sampel berwarna hijau, kental, lembut, dan beraroma parfum sedikit aroma ekstrak. Viskositas bernilai 342 – 707,7 cPs; massa jenis bernilai 1,058 – 1,099 g/ml; dan stabilitas busa bernilai 36 – 53,5 mm. Penelitian membuktikan sabun mandi cair ekstrak daun binahong memberikan efek antibakteri dengan konsentrasi optimum penambahan esktrak 8% terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Sabun memenuhi syarat sediaan fisik dan SNI 4085-2017, tetapi pengujian viskositas penambahan ekstrak 8% serta pengujian alkali bebas penambahan esktrak 8% dan 12% tidak memenuhi standar.
Pengaruh Konsentrasi Hidrolisat Kulit Pisang Raja Terhadap Produksi Biohidrogen Menggunakan Escherichia Coli Melalui Dark Fermentation Atqiyaa, Millatul; Fitriani, Ana; Keryanti; Ramadhani, Laily Isna
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6680

Abstract

Biohidrogen merupakan sumber energi terbarukan yang dihasilkan melalui proses biologis dan berpotensi menjadi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biohidrogen melalui proses dark fermentation dengan menggunakan hidrolisat kulit pisang raja sebagai substrat dan bakteri Escherichia coli sebagai inokulum. Kulit pisang raja dihidrolisis secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase, menghasilkan gula pereduksi dalam hidrolisat sebesar 7,60% (b/v). Variasi konsentrasi hidrolisat terhadap volume media fermentasi yang digunakan dalam proses fermentasi adalah 20%, 30%, 40%, dan 50% (v/v) pada suhu 37 °C selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mikroorganisme E. coli meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi hidrolisat, dengan berat sel kering tertinggi pada konsentrasi 50% yaitu sebesar 2,59 g/L. Volume gas tertinggi dihasilkan pada konsentrasi hidrolisat 30%, yaitu sebesar 12,56 mL. Namun, analisis menggunakan GC-TCD menunjukkan bahwa gas biohidrogen tidak terdeteksi pada hasil fermentasi semua variasi konsentrasi. Hal ini mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut terhadap kondisi fermentasi, termasuk pengendalian pH dan pemilihan mikroorganisme yang lebih sesuai, untuk meningkatkan produksi biohidrogen.
Evaluasi Kinerja Sambungan Memanjang Perkerasan Komposit Berdasarkan Kuat Geser (Lokasi Studi: Batas Padalarang – Batas Cimahi) Siahaan, Alif Zhorif Kafi Azana; Irhas, Farhandi Ali; Sihombing, Atmy Verani Rouly
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6681

Abstract

Bahu jalan berfungsi menambah kapasitas jalan dan sebagai jalur darurat. Jenisnya mencakup bahu perkerasan kaku, lentur, dan tanah, masing-masing dengan karakteristik berbeda. Pada jalan komposit, perbedaan material antara bahu dan badan jalan sering menimbulkan retak di sambungan memanjang akibat beban lalu lintas dan perubahan suhu. Pembangunan jalan komposit di sambungan memanjang kerap terjadi dan memengaruhi umur layanan jalan. Perbedaan sifat mekanik antara perkerasan kaku dan lentur menyebabkan respons berbeda terhadap beban: perkerasan kaku lebih tahan, sedangkan lentur rentan terhadap deformasi. Untuk mengatasi ketusakan ini, diperlukan desain sambungan dan metode konstruksi yang tepat, salah satunya dengan menambahkan semua takikan dan joint sealant guna memperkuat ikatan dan distribusi tegangan. Uji kuat geser menggunakan alat modifikasi marshall menunjukkan semua skenario memenuhi syarat minimum tahanan geser (32,56 - 10-2 Kg/cm2), dengan hasil terbaik pada sambungan bertakikan (SMPKDT) yaitu 729,84 - 10-2 Kg/cm2.
Perancangan Tebal Perkerasan Jalan Lentur Metode AASHTO 1993 Terhadap Tanah Dasar Ekspansif yang Distabilisasi Hidayah, Lutfi Nur A; Gunawan, M Riza Aditya; Somantri, Andri Krisnandi; Muflih, Moch. Imam
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6682

Abstract

Kabupaten Majalengka memiliki kebutuhan pembangunan infrastruktur yang cukup tinggi akibat pengelolaan kawasan dengan konsep aerotropolis yang mengintegrasikan bandar udara untuk meningkatkan daya tarik, pertumbuhan ekonomi dan konektivitas. Namun kondisi perkerasan yang ada di jalur Pantai Utara (Pantura) mengalami kerusakan berupa retak di sepanjang jalannya yang disebabkan oleh tanah dasar yang mengalami kembang susut tinggi ketika terkena air atau yang disebut dengan tanah ekspansif. Sehingga sangat diperlukannya stabilisasi tanah sebelum dilakukan konstruksi di atasnya. Dalam penelitian ini dilakukan perkuatan tanah menggunakan nanomaterial dan biopolimer sebagai bahan tambah yang diuji kuat tekan bebas. Dapat dikatakan penambahan bahan-bahan ini berpengaruh pada kenaikan tegangan optimum hingga 151,17% dengan masa peram yang paling optimum di 0 dan 7 hari. Hasil perbandingan CBR hasil korelasi nilai UCS menunjukkan kenaikan 403,70% dari hasil pengujian CBR tanah asli di laboratorium, dan naik hingga 151,22% dari angka CBR korelasi nilai UCS tanah asli. Perhitungan perencanaan tebal perkerasan lentur juga dilakukan menggunakan metode AASTHO 1993 dengan variasi nilai CBR tanah dasar yang berbeda. Dikarenakan terjadi kenaikan nilai CBR tanah campuran maka terdapat penurunan tebal lapis fondasi bawah sebesar 71,95%.
Evaluasi Jaringan Drainase Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Nurhaliza, Alya; Salsa Fadilah; Karnisah, Iin; Widyantoro, Frenki Tres
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6683

Abstract

Pada Desember 2024, banjir setinggi 40 cm terjadi di Jalan Soekarno-Hatta depan Pasar Induk Gedebage. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jaringan drainase yang menerima permasalahan banjir dapat diatasi. Dari hasil simulasi dengan program SWMM dengan dimensi saluran eksisting didapat bahwa drainase mampu menampung debit banjir pada catchment area drainase. Maka dilakukan analisis terhadap gorong-gorong yang menerima debit dari Sungai Cinambo, Sungai Cipamulihan, dan Sungai Jajaway guna mencari penyebab lain terjadinya banjir. Dari hasil analisis didapat bahwa kapasitas gorong-gorong tidak mencukupi untuk kala ulang 25 tahun sehingga dilakukan perencanaan ulang. Oleh karena itu, diperlukan solusi jangka waktu pendek berupa normalisasi sungai, jangka waktu menengah dilakukan dengan perencanaan ulang gorong-gorong Sungai Cinambo dan Sungai Cipamulihan sehingga dapat mengurangi luasan banjir sebanyak 10.65 ha dari semula 106.40 ha, dan untuk jangka waktu panjang berupa pengembangkan infrastruktur hijau.
Analisis Pemanfaatan Panas Discharge Kompresor untuk Reheat dalam Pengkondisian Temperatur dan Kelembaban Relatif Ruangan dengan Variasi Fresh Air Ridwan Rohidin; Bowo Yuli Prasetyo; A.P. Edi Sukamto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6684

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemanfaatan panas discharge kompresor untuk reheat dalam sistem Air Conditioning and Reheat (ACR) guna mengoptimalkan kontrol temperatur dan kelembaban relatif (RH) ruangan dengan variasi bukaan damper fresh air (0°, 45°, 90°). Penelitian didasari oleh kebutuhan efisiensi energi dalam sistem HVAC, terutama di Indonesia yang memiliki RH tinggi (80-90%). Metode yang digunakan melibatkan dua mode operasi: Mode 1 (refrigeran mengalir melalui koil reheat dan kondenser) dan Mode 2 (refrigeran hanya melalui kondenser), dengan pengukuran parameter seperti tekanan, temperatur, RH, dan arus kompresor. Mode 1 dengan bukaan 0° mencapai efisiensi tertinggi (COP 3,32 efisiensi 55,14%) dan mampu menurunkan RH hingga 29%, meskipun temperatur ruangan relatif tinggi (34,7°C). Sementara itu, Mode 2 dengan bukaan 45° menghasilkan COP 3,34 dan efisiensi 54,04%, dengan kemampuan menurunkan temperatur hingga 20°C tetapi RH hanya mencapai 38,9%. Kombinasi optimal diperoleh dengan menggunakan Mode 1 untuk dehumidifikasi dan Mode 2 untuk pendinginan cepat, menunjukkan bahwa variasi bukaan damper fresh air berpengaruh signifikan terhadap kinerja sistem.
Kaji Performansi Water Cooled Chiller Centrifugal CVHG 450 TR di Gedung Trans Studio Mall Bandung Sulthan Rachman Saleh; Ade Suryatman Margana; Annisa Syafitri Kurniasetiawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6685

Abstract

Trans Studio Mall (TSM) adalah pusat perbelanjaan yang modern dan besar di Bandung dan di dalamnya memerlukan sistem tata udara yang baik untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung mal. Salah satu komponen yang penting dari sistem tata udara adalah chiller. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pada chiller yang di gunakan di Trans Studio Mall. Chiller yang digunakan di Trans Studio Mall adalah berjenis water cooled chiller centrifugal dengan tipe CVHG berkapasitas 450 TR dan berjumlah sebanyak dua chiller. Chiller tersebut bekerja selama 12 jam dengan pengoperasian menggunakan satu unit saja secara bergantian selama sepekan sekali. Kinerja yang diamati pada chiller dibagi menjadi 2, yaitu efisiensi refrigerasi dan efisiensi penggunaan energi. Dalam hal ini, kinerja yang diamati pada chiller CVHG 1 lebih tinggi dari chiller CVHG 2. Hal ini diketahui dari hasil pengolahan data, yaitu nilai efisiensi refrigerasi pada chiller CVHG 1 sebesar 57,33% dan lebih tinggi dari chiller CVHG 2 yang hanya sebesar 56,57%. Efisiensi penggunaan energi pada chiller CVHG 2 lebih boros yaitu sebesar 0,96 kW/TR dibandingkan chiller CVHG 1 yang sebesar 0,58 kW/TR. Hal ini berdampak pada konsumsi daya pada chiller CVHG 2 yang lebih tinggi dari chiller CVHG 1.
Analisis Kenyamanan Termal Pada Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan (Studi kasus Taman 2 Monumen Perjuangan Bandung) Sofia Meilynda; Luga Martin Simbolon; Sugiyarto; Neneng Nuryati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6686

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam tata ruang perkotaan yang berfungsi sebagai paru-paru kota, tempat interaksi sosial, serta penyeimbang iklim mikro di lingkungan sekitar yang berperan penting dalam menciptakan kenyamanan lingkungan, termasuk kenyamanan termal bagi masyarakat yang memanfaatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal di Taman 2 Monumen Perjuangan Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran lapangan dengan parameter temperatur udara, kelembapan relatif (RH), dan kecepatan angin, serta kualitatif berupa penyebaran kuesioner kepada pengunjung taman. Hasil analisis THI (Temperature Humidity Index) menunjukkan seluruh zona taman berada dalam kategori “kurang nyaman” hingga “tidak nyaman”, dan hasil dari analisis PET (Physiological Equivalent Temperature) berada pada kategori “hangat” hingga “panas”. Hasil kuesioner menyatakan 53% responden tidak merasa panas terhadap temperatur udara di sekitar taman, 56% responden merasa kering terhadap kelembapan udara di sekitar taman, dan 45% responden merasa sejuk terhadap hembusan angin di taman. Sebanyak 73% responden sudah merasa nyaman dengan kondisi taman, namun 74% responden berpendapat bahwa taman masih membutuhkan penambahan vegetasi dan elemen air seperti air mancur ataupun kolam kecil. Penelitian ini menekankan pentingnya peran vegetasi dan elemen pendingin pasif dalam meningkatkan kenyamanan termal pada RTH di wilayah tropis perkotaan.
Kaji Eksperimen Kenyamanan Termal dan Visual pada Ruang Kelas LG 01 Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung Raditya Yogaswara; Ary Surjanto; Muhamad Anda Falahuddin; Neneng Nuryati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6687

Abstract

Kenyamanan termal dan visual merupakan aspek yang perlu diperhitungkan dalam pengaturan lingkungan ruang kelas untuk mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal dan visual pada ruang kelas LG 01 Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung yang digunakan untuk perkuliahan, serta membandingkannya dengan standar baku. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif berupa pengukuran secara in-situ dan pendekatan kualitatif berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siang dan sore hari ruang kelas tersebut sudah memenuhi standar kenyamanan termal yang ditetapkan, dengan nilai PMV (Predicted Mean Vote) didominasi pada rentang -0.5 hingga +0.5, dan PPD (Percentage Person Dissatisfied) berada pada rentang 1-10%. Hasil dari pengambilan data kenyamanan visual pada Ruang Kelas LG 01 belum memenuhi SNI 6197-2020 yang menyebutkan tingkat pencahayaan sebesar 250 Lux untuk ruang kelas. Namun hasil kuesioner menunjukkan dominasi kepuasan responden terhadap kondisi kenyamanan termal dan visual.