cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,651 Documents
TARI KREASI TRADISIONAL JAWA DALAM MENURUNKAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK USIA DINI Dani, Robik Anwar; Marcella Mariska Aryono
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8843

Abstract

Hyperactivity is usually characterized by a tendency to carry out motor activities excessively and without purpose, resulting in difficulty in completing structured tasks and adapting to the demands of certain situations. This research aims to determine the effectiveness of applying traditional Javanese creative dance therapy in reducing hyperactive behavior in early childhood. One method that can be applied is dance movement therapy. This research is a quantitative experimental research. The experimental design used is a single case design with A-B-A. Data analysis was carried out using statistical analysis using the Wilcoxon test and graphic trend analysis of the results of filling in the behavior checklist to determine the effectiveness of traditional Javanese creative dance therapy interventions in reducing hyperactive behavior in early childhood. The results of this research are that dance movement therapy can reduce the level of hyperactive behavior in young children. This is evident from the data obtained for each subject which shows differences in hyperactive behavior scores at baseline one, intervention, and baseline two. When attending dance movement therapy intervention sessions, research subjects became calmer when attending class lessons. Likewise, the physical activities or movements carried out become more controlled and purposeful.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NUGGET TEMPE DAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI TPMB Ny. T KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Sundayani, Divyana Azhari; Gaidha Khusnul Pangestu; Shinta Mona Lisca
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8844

Abstract

Menurut laporan tahunan Puskesmas Karangpawitan tahun 2023, terdapat 481 kasus anemia dari 1.163 ibu hamil, atau sekitar 41,4%. Di TPMB Ny. T, dari 68 ibu hamil yang diperiksa, 32 di antaranya mengalami anemia. Dampak yang timbul akibat kurangnya kadar hemoglobin: keletihan, malas dan lemas, sesak nafas, jantung berdebar, mual, wajah pucat, penurunan daya sistem imun, mata pucat, sakit kepala dan pingsan serta dampak makro akibat kurangnya kadar hemoglobin adalah keguguran (abortus), kelahiran premature dan imatur. Salah satu upaya dalam penanganan anemia secara non farmakologis dapat pemberian nugget tempe dan pisang ambon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian nugget tempe dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat efektivitas pemberian nugget tempe terhadap kadar Hb dengan peningkatan dari kunjungan pertama 9,9 gr/dL menjadi 10,3 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,8 gr/dL pada kunjungan ketiga, juga terdapat efektivitas pemberian pisang ambon terhadap kadar Hb dengan peningkatan dari kunjungan pertama 9,9 gr/dL menjadi 10,2 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,6 gr/dL pada kunjungan ketiga sehingga terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian nugget tempe dan pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dimana pemberian nugget tempe 0,2 gr/dL sedikit lebih unggul dibandingkan pisang ambon. Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara peningkatan kadar Hb serta dapat menggunakan tempe dan pisang ambon untuk mengatasi masalah anemia pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN LABU SIAM TERHADAP HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI TPMB E KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Karlina, Euis; Agustina Sari; Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8845

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO, angka kejadian hipertensi dalam kehamilan di seluruh dunia berkisar antara 0,51%-38,4%. Penyebab kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh perdarahan 28% dan hipertensi 29%, meskipun penyebab lain-lain juga masih tinggi yaitu 24%. Langkah yang dilakukan guna mencegah hipertensi dalam kehamilan meliputi upaya farmakologi dan nonfarmakologi seperti mengkonsumsi mentimun dan atau labu siam dengan cara di jus. Banyaknya angka kejadian hipertensi ini perlu dicegah karena hipertensi dapat menyebabkan angka kematian. Tujuan; untuk mengetahui perbandingan pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil. Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: Pemberian jus mentimun efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 130/85 dalam 3 minggu. Pemberian labu siam efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan menurunkan tekanan darah dari 150/100 mmHg menjadi 120/80 dalam 3 minggu. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian labu siam lebih efektif dibandingkan jus mentimun dalam menurunkan tekanan darah. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan dan pengetahuan ibu hamil dan keluarga atau masyarakat pada umumnya dalam mengetahui mengenai cara menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi labu siam sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri sehingga dapat mengurangi risiko pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN SAYUR BAYAM DAN DAUN UBI JALAR TERHADAP PERUBAHAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI TPMB Ny. G KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Harti, Gina Febriani Sugih; Fanni Hanifa; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8846

Abstract

Puskesmas Sukamukti Kecamatan Sukawening pada tahun 2023 angka kejadian anemia mencapai 481 orang ibu hamil dari 1.163 ibu hamil atau sekitar 41,4%. Di TPMB Ny. G, dari 42 ibu hamil yang diperiksa, 22 di antaranya mengalami anemia. Dampak anemia dapat menganggu perkembangan janin dalam rahim serta dapat mengurangi kemampuan metabolisme tubuh, dapat terjadi cacat bawaan, bayi cepat terkena infeksi bahkan menyebabkan kematian perinatal dan intelegensia. Salah satu upaya dalam penanganan anemia secara non farmakologis dapat diberikan sayur bayam dan rebusan daun ubi jalar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian sayur bayam dan daun ubi jalar terhadap perubahan hemoglobin ibu hamil dengan anemia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kadar Hb pada Ny. U sebelum diberikan sayur bayam sebesar 9,7 gr/dL meningkat menjadi 10,2 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,6 gr/dL pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada Ny. R sebelum diberikan daun ubi jalar diperolah kadar Hb sebesar 9,7 gr/dL meningkat menjadi 9,9 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,5 gr/dL pada kunjungan ketiga. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian sayur bayam dan daun ubi jalar terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dimana pemberian sayur bayam sedikit lebih unggul dengan 0,1 gr/dL dibandingkan daun ubi jalar. Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hb melalui cara non farmakologi menggunakan sayur bayam dan daun ubi jalar untuk mengatasi masalah anemia pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES LIDAH BUAYA DAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BALITA PASCA IMUNISASI DPTHIB DI PMB I KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Mulyani, Ima Siti; Ghaida K Pangestu; Ageng Septa Rini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8847

Abstract

Puskesmas Cibatu terdapat data kasus angka kejadian KIPI dengan mengalami demam pada tahun 2023 sebanyak 47,8%, sedangkan di PMB I yang merupakan jejaring dari Puskesmas Cibatu pada setiap bulannya rata-rata 24 bayi yang datang untuk melakukan imunisasi dan sebagian besar mengalami KIPI berupa demam setelah mendapatkan imunisasi. Hasil wawancara kepada 10 Ibu terdapat 50% mengatakan apabila anaknya demam setelah imunisasi maka diberi obat penurun panas dari petugas kesehatan. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat dilakukan terhadap anak ketika mengalami demam yaitu kompres lidah buaya dan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres lidah buaya dan kompres air hangat terhadap penurunan suhu tubuh balita pasca imunisasi DPTHiB. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang di PMB I yang mengalami demam pasca imunisasi. Hasil penelitian diperoleh suhu tubuh By. L sebelum diberikan kompres lidah buaya sebesar 38 0C dan sesudah diberikan kompres lidah buaya sebesar 370C. Sedangkan pada By. F sebelum diberikan kompres air hangat sebesar 38 0C dan sesudah diberikan kompres hangat suhunya sebesar 36,5 0C. Pemberian kompres air hangat lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak pasca imunisasi dibandingkan dengan pemberian kompres lidah buaya dengan selisih perbedaan 0,5. Diharapkan Ibu dan keluarga yang mempunyai anak dengan demam diharapkan mampu memberikan intervensi kompres lidah buaya dan melakukan kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan baik sebelum diberikan pengobatan lebih lanjut.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SAYUR DAUN PEPAYA DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS WANARAJA KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Fauziah, Syifa; Fenni Valianda Amelia R; Agus Santi Br. Ginting
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8848

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Garut pada tahun 2022 baru mencapai 68,7% dari target yang ditetapkan sebanyak 85% sedangkan Puskesmas Wanaraja pada tahun 2023 sebanyak 75 % kasus. Salah satu penyebab rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu kurangnya produksi ASI yang dialami oleh ibu mehyusui. Upaya untuk mengatasi kurang lancarnya ASI bisa dilakukan dengan cara yang sederhana seperti mengkonsumsi ayur daun pepaya dan melakukan kompres hangat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas sayur daun pepaya dan kompres hangat terhadap produksi ASI pada masa nifas. Penelitian ini menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus literatur review, yang dilakukan secara langsung kepada 2 orang Ibu menyusui yang ASI nya sedikit dimana 1 diberikan sayur daun pepaya dan melakukan kompres hangat selama 7 hari. Hasil: Pemberian sayur daun pepaya efektif terhadap produksi ASI pada masa nifas dengan meningkatkan produksi ASI dari 130 cc menjadi 430 cc dalam 7 hari sedangkan pemberian kompres hangat efektif terhadap produksi ASI pada masa nifas dengan meningkatkan produksi ASI dari 130 cc menjadi 400 cc dalam 7 hari. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian sayur daun pepaya dan kompres hangat terhadap produksi ASI pada ibu nifas dimana pemberian sayur daun pepaya lebih efektif dibandingkan kompres hangat dengan perbedaan produksi ASI sebesar 30 cc tetapi untuk efektifitas nya sama efektif hanya efektifitas tersebut di pengaruhi oleh factor eksternal. Diharapakan ibu menyusui sebaiknya rutin mengkonsumsi sayur daun pepaya atau melakukan kompres hangat untuk dapat membantu meningkatkan jumlah produksi.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PIJAT WOOLWICH DAN TEKNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI UPTD PUSKESMAS CIBEBER KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2024 Mayanti, Rini Rinda; Fani Hanifah; Hidayani, Hidayani; Lusi Ginanjar Rahayu; Emalia Susilawati; Tiany Kusnawaty; Erni Aquaristin; Noor Hasanah; Neneng Nurhayati; Ane Lisdayani; Lia Novitasari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8849

Abstract

Capaian ASI Eksklusif di Kabupaten Cianjur sebesar 71,03 % dengan target Nasional sebesar 50% pada tahun 2022 berdasarkan data tersebut menunjukkan angka yang cukup baik tetapi di Puskesmas Cibeber berdasarkan hasil observasi pada ibu nifas yang melahirkan di Puskesmas Cibeber masih ditemukan permasalahan ibu nifas dalam menyusui bayi dan berdasarkan hasil studi pendahuluan dilapangan pada bulan Mei 2023 menunjukkan 3 dari 10 ibu nifas tidak memberikan ASI pada hari pertama melahirkan dikarenakan ASI tidak keluar dengan lancar. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Perbedaan Efektifitas Pijat Woolwich Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di UPTD Puskesmas Cibeber Kabupaten Cianjur Tahun 2024. Penelitian ini merupakan metode penelitian SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok Responden 1 sampai 4 dengan intervensi pijat woolwich terdapat peningkatan produksi ASI dengan rata-rata peningkatan pada hari ke -3 sebesar 46,25 ccl dan hari ke-7 sebesar 88,75 cc. Responden 5 sampai 8 dengan intervensi teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI dengan rata-rata peningkatan pada hari ke -3 sebesar 45 ccl dan hari ke-7 sebesar 97,5 cc. Terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI di hari ke-7 dimana kelompok teknik marmet lebih tinggi nilai rata-ratanya dibandingkan pijat woolwich.
PENGARUH PEMBERIAN JUS PEPAYA DAN JUS BUAH NAGA TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI TPMB Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Fauzi, Yulia Nur; Fanni Hanifa; Agus Santi Br. Ginting
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8850

Abstract

Kabupaten Garut pada tahun 2023, terdapat sebanyak 12,8% ibu hamil menderita hipertensi. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipertensi dalam kehamilan meliputi obesitas, diabetes, hipertensi kronis sebelum kehamilan, penyakit autoimun tertentu, usia lanjut (lebih dari 35 tahun), kehamilan pertama, kehamilan kembar. Selain menggunakan obat-obatan, upaya untuk menurunkan risiko hipertensi selama kehamilan dapat menggunakan jus pepaya dan jus buah naga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus pepaya dan jus buah naga terhadap penurunan hipertensi pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang di TPMB Y. Pemberian pepaya efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan hasil tekanan darah menurun dari 150/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 140/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg. Jus buah naga juga efektif terhadap hipertensi pada ibu hamil dengan hasil tekanan darah menurun dari 150/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 130/85 mmHg. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus buah naga dan pepaya terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian pepaya lebih efektif dibandingkan jus buah naga dalam menurunkan tekanan darah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan dan pengetahuan ibu hamil dan keluarga atau masyarakat pada umumnya dalam mengetahui mengenai cara menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi pepaya sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri sehingga dapat mengurangi risiko pada kehamilan.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PIJAT TUINA DAN PEMBERIAN TELUR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI TPMB P KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Syaripah, Pipih; Irma Jayatmi; Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8851

Abstract

Kabupaten Garut, prevalensi balita underweight pada tahun 2022 berdasarkan BB/U adalah 13,1% dan berdasarkan BB/TB adalah 3,8%. Berat badan digunakan sebagai indikator terbaik untuk menilai status gizi dan pertumbuhan anak karena sensitif terhadap perubahan kecil, pengukurannya objektif, dan dapat diulangi. Dampak dari gizi kurang yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Maripari saat ini berdampak pada tumbuh kembang anak dimana anak mengalami keterlambatan bicara dan kondisi tubuh sangat kurus. Hasil wawancara kepada 10 orang ibu yang memiliki balita dengan berat badan kurang, ditemukan bahwa balitanya mengalami gangguan nafsu makan dan tidak naik berat badan selama 2 bulan terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian pijat tuina dan pemberian telur terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 balita yang mengalami gizi kurang. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pijat tui na efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 0,8 kg selama 14 hari. Telur rebus juga efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 1,2 kg selama 14 hari. Sehingga disimpulkan pemberian telur rebus lebih efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dibandingkan pijat tui na dengan selisih peningkatan sebanyak 0,4 kg selama 14 hari. Diharapakan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita gizi kurang dapat mengimplementasikan pemberian pijat tuina dan pemberian telur ayam sesuai aturan untuk membantu peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan balita.
PENGARUH PIJAT BAYI DENGAN MUROTAL DAN PIJAT BAYI DENGAN MUSIK KLASIK TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI KLINIK KELUARGA CIANJUR TAHUN 2024 Susilawati, Susilawati; Fanni Hanifa; Fenni Valianda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8852

Abstract

Pendahuluan Di masa pertumbuhan dan perkembangannya, bayi memerlukan kualitas tidur yang baik dan cukup. Tidur memiliki peran ganda bagi bayi, yaitu memberikan kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh dan meningkatkan proses metabolisme, yakni proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik terhadap kualitas tidur bayi. Metode penelitian ini Adalah Study Case Literature Review (SCLR) yaitu penelusuran Ilmiah untuk memperoleh konsep teori Asuhan Kebidanan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan studi kasus yaitu studi langsung penerapan kebidanan berdasarkan evidence Based. Kegiatan ini dilaksanakan pada dua orang bayi yang berada di wilayah Klinik Keluarga dan masing-masing bayi diberikan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik. Hasil penelitian ini bayi dengan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal mengalami kualitas tidur yang signifikan dengan hasil skor 5, dibandingkan dengan bayi yang diberikan intervensi pijat bayi dengan musik klasik dengan hasil skor 4. Peneliti harapkan dapat menggunakan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik sebagai bentuk intervensi yang membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue