cover
Contact Name
Muhammad Saparuddin
Contact Email
elbuhuth@gmail.com
Phone
+6282250525494
Journal Mail Official
elbuhuth@gmail.com
Editorial Address
LP2M Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda; Jl. H.A.M. Rifaddin, Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies
ISSN : 26219972     EISSN : 26219999     DOI : https://doi.org/10.21093/el-buhuth
Islamic Education Journal includes research articles, original research reports, reviews, and scientific comments in Islamic Studies, including: Management of Islamic Education, Islamic Education, Dakwah, Islamic Law, and Islamic Economics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran dalam Perspektif Maqashid Shariah pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya Ramadhana, Rizki; Albani Nasution, Muhammad Syukri; Batubara, Maryam
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7138

Abstract

Tujuan Untuk mengetahui pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya, Untuk mengetahui model akuntabilitas pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi . Adapun Hasil penelitian sebagai berikut, Secara keseluruhan pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah terkelola dengan baik melalui prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan program-program yang dianggarkan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya. Setiap melakukan penyusunan program kerja Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya selalu mengikutsertakan masyarakat dalam menentukan program apa saja yang akan dilakukan oleh instansi. Model akuntabilitas anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya berfokus pada output dan outcome yang diperoleh, dimulai dari input yang berupa bukti-bukti transaksi keuangan maupun dokumentasi kegiatan yang selanjutnya diproses untuk menyusun laporan akuntabilitas. Proses akuntabilitas yang dilakukan dengan menyusun, mengklasifikasi, mengikhtisarkan, dan menyajikan bukti-bukti transaksi yang menjadi input dalam uraian laporan akuntabilitas. Output yang dihasilkan adalah Laporan Akuntabilitas yang disusun, dan Outcome yang dihasilkan adalah kinerja pelaksanaan anggaran sesuai dengan yang dialokasikan dan kepercayaan para stakeholder. Namun pada praktiknya terkadang terdapat kendala pada keterlambatan pelaporan pertanggungjawaban karena adanya dokumen yang tidak lengkap dari bidang-bidang atau dari para stakeholder yang lain. Secara umum akuntabilitas anggaran yang dilakukan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah memenuhi lima tujuan dalam konsep maqashid shariah yaitu hifdz ad-din, hifdz an-nas, hifdz al-aql, hifdz al-mal, dan hifdz an-nasb. Hanya saja, Dinas Syariat Islam perlu melakukan evaluasi sebagai perbaikan ke depan dalam pengalokasian anggaran pada program-program atau kegiatan-kegiatan yang mempunyai urgensi lebih dibanding dengan program kegiatan lainnya.
Implementasi Kebiijakan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Kalimantan Selatan Yaqin, Husnul; Norlaila, Norlaila
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7204

Abstract

Pendidikan Diniyah formal (PDF) merupakan Lembaga Pendidikan Islam formal yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah. Di satu sisi, Lembaga Pendidikan ini diakui oleh pemerintah dan disetarakan dengan pendidikan formal lainnya seperti SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/MAK/SMK, sehingga lulusannya mempunyai akses untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, lulusannya juga berhak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. Di sisi lain masih terdapat beberapa masalah yang nampaknya tidak sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Berangkat dari isu di atas menarik untuk diteliti dan digambarkan bagaimana implementasi kebijakan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang mencakup bidang kurikulum dan pembelajaran; pendidik dan tenaga kependidikan; sarana, prasarana dan pembiayaan; pembinaan dan monitoring; dan capaian serta kendala yang dihadapi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan untuk menggali bagaimana implementasi kebijakan Pendidikan Diniyah Formal di Kalimantan Selatan dengan analisis deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk pengumpulan data dilakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di 12 lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Kalimantan Selatan; yaitu di Kota Banjarmasin berjumlah 2 buah, di Kabupaten Tapin berjumlah 2 buah, di Kabupaten HSU berjumlah 6 buah, dan di Kabupaten Tanah Laut berjumlah 2 buah. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Secara garis besar implementasi kebijakan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Kalimantan Selatan terkait dengan kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana, prasarana dan pembiayaan, serta pembinaan dan monitoring sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik Undang Undang Republik Indonesia, Peratuturan Presiden Republik Indonesia, Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, maupun Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama; (2) Dalam bidang kurikulum, PDF di Kalimantan Selatan telah menerapkan ketentuan kurikulum yang memuat mata pelajaran agama, mata pelajaran umum, dan muatan lokal. Ketentuan kurikulum yang diterapkan ini menjadikan PDF diakui dan setara dengan MI/SD, MTs/SMP, dan MA/MAK/SMA/SMK. Dalam praktiknya buku rujukan yang diajarkan kepada santri sebagian besar mengacu kepada buku rujukan yang direkomendasi oleh Kementerian Agama dan sebagiannya lagi buku rujukan yang memang sudah biasa digunakan oleh Pondok Pesantrten Salafiyah penyelenggara PDF; (3) Dalam bidang pendidik dan tenaga kependidikan, PDF di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya bisa mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku khususnya terkait dengan kualifikasi akademik ustadz/ustadzah yang mengharuskan berpendidikan Strata Satu (S-1). Sedangkan kualifikasi akademik yang mensyaratkan alumni pondok pesantren sudah bisa dipenuhi oleh PDF. Sementara itu pemenuhahn tenaga kependidikan yang tidak mengharuskan berpendidikan S1 sudah bisa dipenuhi oleh PDF; (4) Dalam bidang sarana dan prasarana, PDF di Kalimantan Selatan sudah memenuhi ketentuan perundang undangan yang berlaku, seperti ruang belajar, mushalla/masjid, tempat praktik ibadah, dan asrama tempat santri praktik berkehidupan. Hanya saja kapasitas sebagian asrama PDF tidak berbanding lurus dengan jumlah santri yang belajar, sehingga sebagian santri harus tinggal di luar asrama. Sementara itu dalam aspek pembiayaan, PDF di Kalimantan Selatan juga mengikuti ketentuan yang berlaku dalam perundang undangan, baik aspek pemasukan maupun aspek pengeluaran dan pertanggungjawaban; (5) Dalam aspek pembinaan dan monitoring terhadap pelaksanaan Pendidikan Diniyah Formal di Kalimantan Selatan, kebijakan yang dituangkan dalam perundang undangan sudah dilakulan dengan memberdayakan majelis masyaikh dan dewan masyaikh di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada level pusat dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kantor Kementerian Agama Kalimantan Selatan pada level provinsi, serta Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Ma’had Aly pada level Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten; dan (6) Penerapan kebijakan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Kalimantan Selatan berdampak terhadap terbukanya akses santri mendapatkan kesempatan yang sama dengan lulusan lembaga Pendidikan formal lainnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik dalam maupun luar negeri, dan berhak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan tingkat/jenjang pendidikannya. Sementara itu kendala yang dihadapi PDF lebih terkait dengan pemenuhan ustadz/ustadzhnya yang berpendidikan minilmal Strata Satu (S-1) sesuai dengan yang disyaratkan oleh Undang Undang. Kendala lainnya adalah pemenuhan asrama santri yang terus bertambah dan memerlukan dana yang tidak sedikit.
Implementasi Pendidikan Thaharah Dalam Membentuk Gaya Hidup Sehat Di SMA Negeri 10 Samarinda Rahmaniani, Rahmaniani; Affandi, Nur Kholik; annah, Fathul
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 3(2), 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v4i1.7425

Abstract

Prinsip kebersihan dijunjung sangat tinggi dalam Islam, bahkan diposisikan dalam bagian keimanan. Konsep kebersihan perlu diajarkan melalui media pendidikan yang tak cuma memiliki tujuan kepada pemahaman siswa namun juga bentuk praktek nyata yang berdampak positif dalam kehidupan. Sekolah negeri memiliki konsep Pendidikan klasikal terukur namun jarang memiliki program asrama yang mensinergikan nilai pembelajaran kelas dan praktek pembelajaran nyata dalam kehidupan sehari-hari. SMA Negeri I0 Samarinda adalah pioneer dalam mensinergikan program pembelajaran kelas dan boarding yang terintegrasi dengan tujuan mengoptimalkan pemahaman dan aplikasi nyata dari pembelajaran. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data dari observasi, catatan lapangan dan wawancara lalu diklasifikasikan berdasar karakteristiknya. Data lalu dikelompokkan dan dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan ditutup dengan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Penelitian menunjukkan hasil bahwa perencanaan pendidikan thaharah di SMA N 10 Samarinda dilakukan dengan sistematis menggunakan kurikulum yang diimplementasikan dalam pembelajaran formal melalui mapel PAI, siswa boarding mendapat materi tambahan intensif melalui kajian fikih di asrama, serta dalam hidden curriculum dalam pendidikan tak langsung melalui nasehat dalam forum kajian, teladan para guru, rohis, kegiatan masjid dan ekstrakurikuler, serta kontrol harian dan pembiasaan melalui interaksi antara guru dan siswa maupun lingkungan. Implementasi Pendidikan thaharah ini memiliki peran penting dalam menciptakan perilaku hidup sehat siswa SMA N 10 Samarinda.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Pemebelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMA Negeri Di Kota Bontang Permana, Kiki; Zurqoni, Zurqoni; Kusasi, M
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 3(1), 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v3i1.7427

Abstract

This research is motivated by several factors that can affect the character of students, including the school environment, and the learning of Islamic Religious Education. Where the character of school students at this time experiencing deterioration with the occurrence of delinquency-delinquency, crime, violence and disorder in the community. Through the school environment and learning Islamic Religious Education can affect the formation of character in students. The purpose of the study was whether there is an influence of the school environment on the character of students, whether there is an influence of Islamic Religious Education Learning on the character of students, and whether there is simultaneously the influence of the school environment, and Islamic Religious Education Learning on the formation of the character of students in Bontang State High School. This type of research is a quantitative research with data collection techniques in the form of observation, questionnaires, and interviews. Data analysis techniques used are multiple linear regression analysis and hypothesis testing (T test and F test). The population is all 11th grade students of SMA Negeri Bontang totaling 694 students. Sampling technique with purposive sampling of 87 students. The results showed positive based on the positive questions asked makes children positive that there is an influence of the school environment on the formation of student character with a regression coefficient value of 0.611 with T table 1.989 < 3.780 t calculate so that Ha is accepted, there is an influence of Islamic Education Learning on the formation of student character with a regression coefficient value of 0.564 with T table 1.989 < 3.824 t calculate so that Ha is accepted, simultaneously there is the influence of the school environment and learning of Islamic Religious Education on the formation of student character by 0.686 with the value of F Table 3.105 < 37.380 F count so that Ha is accepted.
Kontribusi Istri Sebagai Pencari Nafkah Fajriyati, Nadiya; Najib, Rofiqun; Zulkarnain, Rifaldi
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.6250

Abstract

In the sakinah family consensus, it is the wife's responsibility to take care of children and needs in the kitchen. However, with the development of the times, the roles in the family often change, and this tendency has even become a hereditary custom among the people of Wonorejo Village, Poncokusumo District, Malang Regency. Wonorejo city has a lot of potential in an industrial area, many industrial cigarette factories, spear and apple plantations are often used as a livelihood for women. Only they don't know that earning a living is the husband's duty and responsibility. This problem has become a trend in Wonorejo village, they don't understand the law of the problem, so they often do it. Therefore, it is necessary to understand women's contribution to family livelihoods from the perspective of the Syafi'i school of thought.This research adopts the empirical research type and adopts the qualitative research method. The results of this study show that the majority of women in the village of Wonorejo contribute directly to the generation of household income. Imam Syafi'i explained several livelihood indicators commonly used by men, 2 mud for the rich, 1 mud for the poor and 1.5 for the middle class. So much so that you can see in the context of women's contributions that a woman's ability to work must be based on a man's enjoyment, with a clear purpose.
Memaksimalkan Pengelolaan Arsip untuk Efisiensi dan Efektivitas di Madrasah Tsanawiyah Al-Azhar Samarinda Ananiah, Ananiah; Nurdiniyya, Yasinta Qur’aini; Sumarno, Sumarno
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.6542

Abstract

This research is motivated by the management of archives, which includes classification, storage, utilization, borrowing, maintenance, and depreciation of archives at Madrasah Tsanawiyah Al-Azhar that has not been fully implemented. The study was conducted at Madrasah Tsanawiyah Al-Azhar Samarinda using qualitative research, describing the results in paragraph form. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data sources were the Headmaster, Administrative Head, and Administrative Staff of Madrasah Tsanawiyah Al-Azhar Samarinda. Data analysis techniques included data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings of this thesis indicate that archive management at Madrasah Tsanawiyah Al-Azhar Samarinda is being maximally implemented. This is due to incomplete facilities for archive management, such as archive cabinets, shelves, filing cabinets, and archive folders. Challenges in archive management include the lack of specialized staff or archivists, insufficient facilities and equipment for archive storage, the absence of dedicated storage space for archives, and limited knowledge among staff, leading to self-learning due to a lack of training in archiving. Efforts to overcome these challenges include hiring expert staff in archiving, providing complete equipment and tools, involving staff in archiving training or technical guidance, and increasing or adding dedicated storage space, especially for incoming and outgoing correspondence archives.
Epistemologi Kitab Syarah Hadis “Manhāj Dhawī Al-Naẓar Fī Al-Sharḥ Alfiyyah ‘Ilm Al-Athar” Karya Syekh Maḥfūẓ Tarmas Muhid, Muhid; Syabrowi, Syabrowi; Nurita, Andris
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.6873

Abstract

This article tries to examine the epistemology of the book of sharah hadith by Sheikh Mahfudz al-Tarmasi, “Manhāj Dhawi> al-Naz}ar fi> al-Sharh} Alfiyyah ‘Ilm al-Athar”. Sheikh Mahfudz al-Tarmasi himself is an Indonesian scholar from Pacitan who is very competent in the field of hadith. His books are scattered everywhere. However, this article will discuss one of his the book, “Manhāj Dhawi> al-Naz}ar fi> al-Sharh} Alfiyyah ‘Ilm al-Athar” from an epistemological aspect. Before entering into the core discussion, we first explain the notion of epistemology, biography, scientific rihlah and a number of works by Sheikh al-Tarmasi are also described. The research is in the form of library research. So the instrument used is documentation, namely utilizing data sources in the form of books, scriptures, and scientific papers that are relevant to this article. The data is then presented with a descriptive analysis method. The results of this study indicate that the book “Manhāj Dhawi> al-Naz}ar fi> al-Sharh} Alfiyyah ‘Ilm al-Athar” uses the tahlili method, namely the method used to explain the meaning of the hadith from its various aspects. The pattern used is a scientific style, because the style of discussion focuses on hadith science. While the data source is dominated by bi ra’yi sources. The work also meets the coherence theory criteria. So the validity of the book is no doubt.
Efektivitas Penyaluran Dana Zakat Produktif Pada Program Satu Keluarga Satu Sarjana Dalam Pemberdayaan Mustahiq Wandira, Novera; Abdullah, K.A. Bukhori; Cahaya, Peny
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7265

Abstract

This study aims to analyze the planning and effectiveness of the distribution of productive zakat funds in the one-graduate one-family program in empowering mustahiq. In this study using a type of qualitative research with type descriptive explorative research aims to describe a situation phenomenon. Data collection was carried out by direct observation at BAZNAS South Sumatra Province, interviews with BAZNAS officials and recipients One Family One Graduate scholarship, and equipped with documentation. Data analysis using data collection, data reduction, data presentation, and withdrawal conclusion. The results of the study on the effectiveness of the distribution of productive zakat funds in the one-graduate one-family program in empowering mustahiq are: BAZNAS of South Sumatra Province improves the quality of human resources in the field of education through the One Family One Bachelor program by providing scholarships of IDR 2.500.000 to underprivileged students each semester to assist mustahiq in paying a single tuition fee. The distribution of productive zakat funds at BAZNAS of South Sumatra Province using the Allocation to Collection Ratio (ACR) shows a calculated result with a percentage of 83% and the results of interviews with the head of productive zakat, the coordinator of the One Family One Bachelor program and 15 scholarship recipients are effective.
Konsep Penanaman Nilai-Nilai Sosial Moderasi Beragama dalam Pendidikan Informal Perspektif Tafsir Al-Mishbah Polem, Muhammad; Cahya, Afrilia Dwi; Junizar, Ahmad; Karman, Karman; Muslih, Hafidz
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7292

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran bagaimana konsep penanaman nilai-nilai sosial moderasi beragama dalam pendidikan informal perspektif tafsir Al-Mishbah Q.S Al-Baqarah Ayat 143. Adapun metode penulisan dalam artikel ini menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca literatur yang bersumber dari buku-buku ataupun artikel yang relevan dengan penelitian. Sementara teknik analisis data dengan cara inventarisasi, kategorisasi, dan analisis data penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan informal (keluarga) menjadi cikal bakal terbentuknya kepribadian seorang anak, karena pendidikan informal bersifat kodrati. Maka secara tidak langsung mental maupun biologis anak yang lahir otomatis mewarisi sifat dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, setidaknya orang tua memiliki tiga tanggung jawab besar terhadap anaknya, meliputi tanggung jawab berkenaan dengan pendidikan akidah, pendidikan ibadah serta pendidikan akhlak. Kemudian dalam pengimplementasian nilai-nilai sosial moderasi beragama seorang anak, berdasarkan analisis tafsir Al-Mishbah Q.S Al-Baqarah Ayat 143 dapat ditempuh dengan metode nasihat dan keteladanan. Sehingga kesimpulan dalam artikel ini ketika orang tua berhasil menanamkan nilai-nilai sosial moderasi beragama kepada anaknya, niscaya anak itu akan menjadi seorang yang moderat dan pada dirinya tumbuh sikap saling menghargai, semangat persatuan dan kesatuan, cinta kedamaian serta memiliki jiwa peduli sosial yang tinggi.
Pengembangan Skala Kebersyukuran: Uji Validasi dan Reliabilitas Hidayati, Diajeng Laily; Purwandari, Eny
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(1), 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i1.7344

Abstract

Gratitude is one of the positive emotions closely linked to an individual's psychological well-being. Individuals who perceive and approach problems or suffering positively are more capable of enduring and overcoming such challenges. HIV is a disease for which a cure has not yet been found. Therefore, an assessment of gratitude among People Living with HIV (PLHIV) is necessary to formulate more precise psychological interventions. Testing the validity and reliability of this gratitude measurement scale can significantly contribute to research, evaluation, or intervention efforts related to feelings of gratitude within the population of PLHIV. The researcher obtained responses from 232 participants, with the majority being male aged 25-49, accounting for 59.05%, and the majority having completed high school education, totaling 56.90%. After undergoing psychometric testing, including assessments of internal consistency and construct validity, it can be concluded that the gratitude scale used in this study demonstrates good validity and reliability. This scale consistently measures the same concept and has been validated in assessing gratitude through three main factors: sense of appreciation, positive feelings, and expressions of gratitude.

Page 10 of 15 | Total Record : 145