cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,168 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD Putri, Anjelika; Mursyidah, Heny Wasilatul; Anggraini, Intan Syifa; Juliyanti, Nazwa Dwi; Yani, Syela Fitri; Yanti, Tesa Nurfitri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa dan guru kelas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Think Pair Share mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa secara bertahap. Pada pertemuan pertama, siswa masih tampak pasif, kurang percaya diri, dan belum terbiasa berdiskusi. Namun, setelah dilakukan perbaikan instruksi dan pemberian contoh berdiskusi, pada pertemuan kedua siswa menunjukkan peningkatan partisipasi pada tahap Think, Pair, dan Share. Siswa menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, serta berani menyampaikan pendapat di depan kelas. Wawancara dengan guru menguatkan bahwa Think Pair Share menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, interaktif, dan tidak monoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Think Pair Share efektif digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup pengembangan Think Pair Share dengan model lain, memperluas jumlah subjek, serta mengkaji dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar secara komprehensif.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARA KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MEMINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KEGIATAN EKONOMI FASE B Lahimi, Fira Kurnia; Anjani, Muthia Aisyah; Aulia, Nazwa; Prajatiningrum, Tiara; Fitriani, Andhin Dyas
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model kooperatif tipe Group Investigation untuk meningkatkan pemahaman konsep materi kegiatan ekonomi fase B. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Pre-Eksperimental Design, Dengan design One Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kela IV yang berjumlah 30 siswa.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan Shapiro Wilk, untuk uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test dan untuk mengetahui keefektifannya menggunakan uji N-Gain. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan rata-rata setelah menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation dengan nilai rata-rata pretest sebesar 26,83 dan nilai posttest 59,61. Diperoleh nilai yaitu thitung 10,381 > ttabel 1,699. Nilai signifikasi memperoleh 0,001 < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada efektivitas model kooperatif tipe Group Investigation dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi kegiatan ekonomi fase B. Kemudian berdasarka hasil perhitungan dengan analisis data N-gain score yang memperole nilai sebesar 56,12% (cukup efektif).  Jadi, disimpulkan bahwa model kooperatif tipe Group Investigation efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi kegiatan ekonomi fase B.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Aprilia, Anisyariva; Hidayah, Leni Rafiatul; Suci, Tantri Rahma; Samsiyah, Umi; Cindi, Vini Aulia; Rivaldi, Muhammad Dito; Khoirudin, Khoirudin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4419

Abstract

Siswa Sekolah Dasar (SD) sering memiliki motivasi belajar yang rendah, yang ditunjukkan oleh sikap pasif, tidak fokus, dan kesulitan memahami konsep abstrak, terutama karena media dan pendekatan pembelajaran konvensional. Studi literatur ini bertujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan hasil empiris dan menganalisis seberapa efektif media video animasi sebagai cara kreatif untuk meningkatkan motivasi dan membantu siswa memahami apa yang mereka pelajari di sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa media video animasi memiliki efek yang signifikan dan konsisten terhadap proses pembelajaran. Karena sifatnya yang menarik secara visual dan audio, media ini terbukti dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Ini membuat siswa senang dan tertarik untuk belajar tanpa memaksa mereka untuk melakukannya. Video animasi juga sangat membantu menyederhanakan konsep rumit seperti Rantai Makanan menjadi visualisasi yang nyata dan mudah dipahami, yang mendorong partisipasi aktif siswa, rasa ingin tahu yang lebih besar, dan hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, video animasi sangat disarankan untuk dimasukkan secara luas ke dalam kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan ideal bagi siswa Sekolah Dasar.
PEMANFAATAN BOARD GAME DIGITAL DALAM PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS RENDAH Rindengan, Mersty E.; Buniahe, Ridwain Stepi; Ticoalu, Susan Wanda; Kalalo, Trinny Meifira; Korua, Aurike Aneke Novita; Lahiang, Elfin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4422

Abstract

Pembelajaran kosakata merupakan fondasi penting dalam pemerolehan bahasa pada siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah yang berada pada tahap perkembangan literasi awal. Namun, hasil observasi di SD Inpres Tataaran 1 menunjukkan bahwa siswa kelas III masih mengalami kesulitan mengenali, memahami, dan menggunakan kosakata dalam kalimat sederhana akibat dominasi metode konvensional yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan board game digital Wordwall. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, angket/wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan penguasaan kosakata siswa dari pra-siklus, siklus I, hingga siklus II, disertai peningkatan aktivitas, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus II, lebih dari 75% siswa mencapai KKM, sehingga indikator keberhasilan terpenuhi. Respon siswa terhadap Wordwall sangat positif; mereka merasa pembelajaran lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, Wordwall terbukti efektif sebagai media pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia bagi siswa sekolah dasar dan layak diintegrasikan secara lebih luas dalam pembelajaran.
BULLYING TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN INKLUSIF Cindy, Vista; Hermita, Neni; Adi Putra, M. Jaya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4423

Abstract

Bullying terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan salah satu persoalan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif karena dapat menghambat terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua peserta didik. Urgensi penelitian ini terletak pada masih tingginya kasus perundungan yang dialami ABK di sekolah dasar inklusif, yang berdampak negatif pada perkembangan sosial-emosional dan motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang dialami ABK, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta menganalisis strategi guru dalam menangani kasus bullying di lingkungan sekolah inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK kerap mengalami bullying verbal, seperti ejekan dan hinaan terkait keterbatasan fisik maupun perilaku, serta bullying fisik ringan berupa dorongan dan jahilan, serta pengucilan dalam kegiatan kelompok. Faktor penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman siswa reguler mengenai keberagaman dan karakteristik ABK, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya inklusif. Selain itu, bullying berdampak pada menurunnya motivasi belajar, ketidaknyamanan psikologis, serta keterbatasan interaksi sosial antara ABK dan teman sebaya. Kesimpulannya, penanganan bullying membutuhkan strategi komprehensif melalui identifikasi kasus, edukasi nilai empati, pembinaan perilaku, kolaborasi dengan orang tua, serta penguatan budaya sekolah inklusif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas diskriminasi bagi ABK.
RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER DALAM LINGKUNGAN BELAJAR DI SD NEGERI 42 PEKANBARU Rahmadinny, Nova; Hermita, Neni; Mulyani, Eva Astuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4431

Abstract

Penulian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon dan interaksi siswa slow learner dalam lingkungan belajar di Sekolah Dasar Negeri 42 pekanbaru, apakah sikap siswa slow learner di dalam lingkungan belajarnya baik dan apakah respon dan interaksi sosial yang berupa komunikasi siswa slow learner baik dengan teman dan guru di dalam kelas.. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa slow learner. Teknik pengumpulan data dengan langkah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memiliki instrumen berupa pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa slow learner AB siswa laki-laki dan MA siswi perempuan yang mengalami keterlambatan membaca dan kesulitan dalam memahami pembelajaran dengan cepat, akan tetapi siswa slow learner mampu merespon dan berinteraksi sosial dengan cukup baik bersama guru dan temannya. Dapat disimpulkan siswa slow learner dalam pembelajaran memiliki keterlambatan/ kesulitan, siswa slow learner melakukan segala aktivitas sendiri, tidak adanya rasa ingin bersaing dengan temannya saat pembelajaran. Dalam berinteraksi sosial di lingkungan belajar, siswa slow learner dapat dukungan adanya penerimaan dari temannya dan upaya guru dalam menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami. Sehingga dapat menghasilkan interaksi yang baik dan positif dalam adanya tanya jawab atau respon siswa slow learner. Dari penelitian ini, dalam pembelajaran guru menggunakan teknik pembelajaran diferensiatif dan peneliti dapat merekomendasikan untuk guru dalam menangani siswa slow learner, guru juga dapat melakukan pengajaran dengan strategi berbasis proyek dan berbasis masalah, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, memberikan motivasi kepada siswa slow learner dan secara konsisten memberikan pengulangan materi belajar agar dapat menjadi dorongan kepadanya dan dorongan positif agar siswa tumbuh menjadi siswa aktif yang dapat merespon dan berinterkasi sosial dengan baik dan penuh percaya diri lagi dalam proses belajar maupun dilingkungan sekolah.
PENGEMBANGAN MEDIA CULTURALUDO DALAM MATERI KERAGAMAN BUDAYA DI PROVINSI JAWA BARAT PADA FASE B SEKOLAH DASAR Utami, Ainy Tri; Aulya, Denisa Zihan; Khofifah, Rahma Andriani; Zalianty, Syahla Nur Aqmarina; Fitriani, Andhin Dyas
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Culturaludo pada materi keragaman budaya di Provinsi Jawa Barat untuk siswa Sekolah Dasar Fase B. Culturaludo merupakan adaptasi dari permainan papan ludo yang dimodifikasi dengan unsur budaya daerah dan dilengkapi kartu tantangan sebagai inovasi media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan adalah DnD (Design and Development) dengan model pengembangan PPE (Planning, Production, Evaluation). Tahap perencanaan meliputi analisis kebutuhan, perumusan materi, dan perencanaan desain; tahap produksi meliputi pembuatan papan permainan, kartu tantangan, dan penyusunan instrumen validasi; sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui uji validasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan sebesar 100% dari ahli media dan 96% dari ahli materi, yang menunjukkan bahwa Culturaludo dikategorikan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, Culturaludo dinilai efektif sebagai inovasi media pendidikan berbasis permainan untuk materi keragaman budaya di provinsi Jawa Barat pada Fase B Sekolah Dasar.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS I DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Rokhmah, Fadhilah Nur; Alfiah, Alfiah; Ilmi, Citra Safrotul; Ali, Maira Yollanda Valencia; Nazania, Niha; Madkur, Ahmad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4438

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar, serta upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua siswa kelas satu sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan serta divalidasi dengan triangulasi. Guru melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I, salah satunya dengan memberikan jam tambahan belajar. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mampu membedakan huruf, merangkai huruf menjadi suku kata dan kata, membedakan intonasi suara, mengenali huruf konsonan, serta mengeja dengan benar.Guru menggunakan cara yang lebih inovatif untuk mengajarkan siswa mengenal huruf. Mereka juga mendorong siswa untuk menjadi lebih percaya diri selama proses pembelajaran. Guru menggunakan media pendidikan yang menarik, seperti buku bergambar, buku bacalah, buku cerita kartu kata, dan media lainnya. Hasil penelitian ini secara spesifik menunjukkan bahwa hambatan membaca permulaan yang dialami siswa muncul karena kurangnya penguasaan dasar literasi seperti pengenalan fonem, pembentukan suku kata, serta kemampuan menghubungkan simbol huruf dengan bunyi. Upaya guru yang meliputi pemberian waktu belajar tambahan, penggunaan media visual, serta penerapan metode pembelajaran multisensori terbukti membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membedakan huruf, memperbaiki kelancaran membaca, dan membangun kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang terstruktur, individual, dan melibatkan berbagai media merupakan pendekatan yang efektif untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 sekolah dasar.
STUDI LITERATUR: ANALISIS EFEKTIVITAS ASESMEN DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF BERBASIS WEBSITE DI SEKOLAH Luvita, Evie; Hairida, Hairida; Salimi, Asmayani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4447

Abstract

Asesmen diagnostik non-kognitif penting untuk memetakan minat, gaya belajar, dan kondisi sosial-emosional siswa sebagai dasar perencanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penilaian diagnostik non-kognitif berbasis web di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan 10 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021–2025 yang membahas pengembangan dan penerapan penilaian diagnostik non-kognitif berbasis web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai platform digital, seperti Google Forms, Google Sites, Socrative, dan situs web mandiri, dianggap valid, praktis, dan efektif dalam memetakan karakteristik peserta didik secara akurat dan efisien. Beberapa penelitian juga menunjukkan peningkatan hasil belajar setelah menggunakan penilaian digital. Kesimpulannya, Asesmen diagnostik non-kognitif berbasis situs web efektif dalam mendukung pembelajaran diferensial dan perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat pengambilan keputusan pembelajaran berbasis data.
SUPERVISI MODEL PENGEMBANGAN Jabar, Jaja Abdul; Wahyudin, Agus Novi; Supardi, Supardi; Gunawan, Agus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4449

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam manajemen pendidikan yang berperan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Perkembangan paradigma supervisi menunjukkan adanya pergeseran dari pendekatan pengawasan administratif menuju pendekatan pembinaan profesional yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang relevan dengan tuntutan tersebut adalah supervisi model pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, prinsip, peran supervisor, serta implementasi supervisi model pengembangan dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ajar manajemen dan supervisi pendidikan yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025 serta artikel jurnal nasional bereputasi yang terindeks SINTA 2 dan SINTA 3 pada periode 2023–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi model pengembangan menekankan prinsip humanistik, kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan, dengan supervisor berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan mitra profesional bagi guru. Implementasi supervisi model pengembangan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan berpotensi meningkatkan profesionalisme guru, kualitas pembelajaran, serta mutu pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, supervisi model pengembangan dapat dijadikan sebagai strategi efektif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.