cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,359 Documents
ANALISIS PEMBELAJARAN IPAS MATERI MAGNET BERBASIS PENDIDIKAN HOLISTIK INTEGRAL PADA SISWA KELAS III Muhammad Ikhsan; Fitri Yuliawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran IPAS materi magnet berbasis pendidikan holistik integral pada siswa kelas III. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III di SDIT yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS materi magnet berbasis pendidikan holistik integral berada pada kategori sangat baik. Hal ini terlihat dari aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual/karakter yang menunjukkan hasil tinggi. Pembelajaran tidak hanya membantu siswa memahami konsep magnet, tetapi juga menumbuhkan minat belajar, kerja sama, sikap jujur, disiplin, teliti, dan rasa syukur. Guru juga telah mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, pembelajaran IPAS materi magnet berbasis pendidikan holistik integral relevan diterapkan pada siswa kelas III karena mampu mengembangkan siswa secara utuh, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun karakter.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MIN 19 ACEH BESAR Syifa Defila Aryani; Azmil Hasan Lubis; Nida Jarmita; Al Juhra; Mulia Mulia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4697

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep pecahan pada siswa sekolah dasar disebabkan oleh pembelajaran yang masih abstrak dan minim media kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis kearifan lokal Aceh pada pembelajaran matematika kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model Alessi dan Trollip yang terdiri dari perencanaan, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian ini terdiri atas tiga dosen sebagai validator ahli (media, materi, dan bahasa), satu guru, serta 21 siswa kelas IV MIN 19 Aceh Besar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif memperoleh tingkat kelayakan dengan persentase 95,4% (sangat layak) dari ahli media, 98,5% (sangat layak) dari ahli materi, dan 85,5% (sangat layak) dari ahli bahasa. Uji kepraktisan menunjukkan hasil dengan persentase 96% (sangat praktis) dari guru dan 91% (sangat praktis) dari siswa. Multimedia dinilai menarik, mudah digunakan, serta mampu mengintegrasikan konsep pecahan dengan konteks kearifan lokal Aceh secara bermakna. Integrasi visual, interaktivitas, dan unsur budaya lokal terbukti memperkuat keterlibatan dan pemahaman siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis kearifan lokal Aceh dinyatakan valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar.
HAKIKAT, KONSEP DASAR, DAN URGENSI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN KOMUNIKATIF ABAD KE-21 Basmala Basmala; Muslimin Resi; Muhammad Kholilurrahman; Ahmad Dani; Hamzah Hamzah; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4701

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensip hakikat, konsep dasar, dan urgensi pengembangan materi pembelajaran bahasa Arab dalam konteks pembelajaran komunikatif abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah dan mensintesis literatur ilmiah relevan yang berkaitan dengan pengembangan materi bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi pembelajaran harus dipahami sebagai sistem pedagogis yang mencakup dimensi linguistik, komunikatif-kontekstual, dan psikologis, serta dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan melalui model desain sistematis seperti ADDIE, Dick & Carey, model berbasis needs analysis, model research and development (R&D) Borg & Gall. Pengembangan materi juga perlu selaras dengan Kurikulum Merdeka, mendukung kompetensi abad ke-21, dan terintegrasi dengan teknologi digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis integratif antara landasan konseptual, pendekatan pengembangan sistematis, dan tuntutan kontekstual dalam satu kerangka komprehensif. Implikasinya, kajian ini dapat menjadi rujukan konseptual bagi guru dan pengembang dalam merancang materi yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kompetensi komunikatif.
ANALISIS KUALITATIF TREN GLOBAL DAN PERUBAHAN PARADIGMA DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL KONTEMPORER MODERN Mayya Kholidah Masruroh; Eka Putri Eliyani; Nafiah Nafiah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4705

Abstract

Penelitian ini mengkaji tren global dan perubahan paradigma dalam dunia pendidikan di era digital kontemporer. Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi telah membawa transformasi signifikan dalam sistem pendidikan, khususnya dalam pendekatan pembelajaran, peran pendidik dan peserta didik, serta kompetensi yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tren global memengaruhi perubahan paradigma pendidikan serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dari transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur, yang bersumber dari data sekunder berupa jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2022–2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi yang meliputi reduksi data, kategorisasi tematik, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu: (1) terjadinya pergeseran dari pembelajaran berpusat pada guru menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik berbasis teknologi digital yang meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar; (2) meningkatnya penekanan pada penguasaan kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital; serta (3) masih adanya tantangan berupa kesenjangan digital yang mencakup keterbatasan akses teknologi, infrastruktur, dan kompetensi digital pendidik. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sistem pendidikan, kebijakan yang inklusif, serta pengembangan profesional yang berkelanjutan.
IMPLEMENTASI STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBAHASA PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mayya Kholidah Masruroh; Syamsul Ghufron
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pengembangan keterampilan berbahasa pada siswa sekolah dasar. Keterampilan berbahasa memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan komunikatif siswa, namun implementasinya di kelas seringkali masih kurang optimal karena pendekatan yang berpusat pada guru dan penggunaan strategi inovatif yang terbatas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa di tingkat sekolah dasar. Temuan menunjukkan bahwa implementasi strategi yang berpusat pada siswa, seperti diskusi interaktif, bercerita, dan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman, secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berbahasa siswa. Guru memainkan peran penting sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menerapkan strategi adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi pendekatan pembelajaran komunikatif dan kontekstual meningkatkan kepercayaan diri, pemikiran kritis, dan kreativitas siswa dalam penggunaan bahasa. Namun, tantangan seperti kemampuan siswa yang beragam dan sumber daya pembelajaran yang terbatas masih menghambat implementasi yang optimal. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan inovatif memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan berbahasa siswa secara komprehensif dan merekomendasikan pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru untuk mempertahankan peningkatan hasil pembelajaran.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 040544 DOLAT RAYAT Rahmawati Br. Bukit; Nurlia Ginting; Julius Boy Nesra Basgimata Barus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran ular tangga terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 040544 Dolat Rayat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 41 siswa, terdiri atas kelas III-A sebanyak 20 siswa dan kelas III-B sebanyak 21 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar yang diberikan melalui pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,00 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,33. Peningkatan nilai pada kelas eksperimen sebesar 11,50, sedangkan kelas kontrol sebesar 5,23. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran ular tangga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 040544 Dolat Rayat. Media ular tangga dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif, menarik, dan menyenangkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS IV SDN 047160 BERASTAGI Jesika Anjelina Br Tarigan; Novi Tari Simbolon; Yosefo Gule
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika pada materi bilangan cacah siswa kelas IV SDN 047160 Berastagi Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 44 siswa yang seluruhnya dijadikan sampel, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar, tetapi peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata nilai pretest dan posttest kelas kontrol meningkat dari 58,86 menjadi 73,18, sedangkan pada kelas eksperimen meningkat dari 62,05 menjadi 86,59. Selain itu, distribusi nilai siswa pada kelas eksperimen lebih banyak terkonsentrasi pada kategori tinggi setelah penerapan model Jigsaw. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika materi bilangan cacah dan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 040455 BERASTAGI Enjel Romasinita Sipayung; Juwita Tindaon; Julius Boy Nesra Basgimata Barus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SD Negeri 040455 Berastagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 40 orang, yang sekaligus dijadikan sampel penelitian, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan instrumen utama penelitian berupa pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Independent Sample t-test berbantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 43,75 meningkat menjadi 86,75 pada post-test, sedangkan kelas kontrol dari 52,50 menjadi 81,25. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar.
ANALISIS PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI SISWA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BERBASIS BUDAYA DI SEKOLAH DASAR NEGERI Cantika Nur Laily; Muhlasin Amrullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4712

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut adanya penguatan karakter toleransi pada siswa dalam menghadapi keberagaman, khususnya terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan karakter toleransu siiswa terhadap anak berkebutuhan khusus berbasis budaya sekolah di SD Negeri Tenggulunan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga kelompok informan yaitu guru kelas 4, siswa berkebutuhan khusus, dan siswa reguler di SD Negeri Tenggulunan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pembentukan karakter toleransi ditanamkan melalui empat strategi utama, Pertama pembiasaan 6S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, dan Silaturrahmi), kedua internalisasi nilai kearifan local, ketiga pelaksanaan program PPKSP, yang terakhir penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Selain itu, keteladanan guru, Kerjasama dalam kelompokheterogen, serta interaksi sosial yang positis berperan dalam menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan penerimaan terhadap perbedaan diantara siswa. Penguatan karakter toleransi terbukti lebih efektif apabila dilakukan secara holistic melalui pembiasaan pengalaman langsung, dan budaya sekolah yang konsisten.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB EDUCAPLAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN BENTUK ENERGI DI KELAS IV SD Ruth Agustaria Perangin-angin; Natalia Silalahi; Irsan Irsan; Khairul Usman; Waliyul Maulana Siregar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis web educaplay terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan bentuk energi kelas IV SD Negeri 053963 Raja Tengah. Sampel penelitian terdiri dari 34 peserta didik, yang dibagi menjadi dua kelompok yakni, kelompok eksperimen yang menggunakan media educaplay dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan metode Quasi eksperimen design serta menggunakan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran berbasis web Educaplay terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol sebesar 36,17 dan nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 45,59 sedangkan nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen sebesar 56,47 dan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 73. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sig (2-tailed) = 0,001 < 0,05 yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian, penggunaan media Educaplay terbukti memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa.