cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 781 Documents
HAKIKAT PEMEROLEHAN BAHASA DAN FAKTOR PENDUKUNG PEMEROLEHAN BAHASA Jasmine, Ailsyah Putri; Elma Sisilia Fallo; Noviyanti, Silvina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4335

Abstract

Pemerolehan bahasa adalah proses alamiah yang berlangsung sejak masa awal kehidupan dan melibatkan interaksi kompleks antara faktor biologis, kognitif, serta lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat pemerolehan bahasa serta mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terkait pemerolehan bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa dapat dijelaskan melalui beberapa perspektif teoretis, yaitu nativisme, behaviorisme, kognitivisme, dan interaksionisme sosial. Pemerolehan bahasa berkembang melalui tahapan universal, mulai dari fase pralinguistik hingga fase multi-kata. Faktor internal seperti kematangan neurologis, kapasitas kognitif, memori, perhatian, dan motivasi memberikan kontribusi penting dalam proses ini. Faktor eksternal meliputi kualitas serta kuantitas input bahasa, pola pengasuhan, lingkungan sosial-budaya, dan paparan teknologi. Interaksi dinamis antara faktor internal dan eksternal menentukan variasi perkembangan bahasa pada setiap anak. Kajian ini menegaskan bahwa pemerolehan bahasa terjadi melalui sinergi antara kapasitas anak dan dukungan lingkungan. Pemahaman mendalam tentang berbagai faktor tersebut diperlukan oleh orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak, khususnya dalam konteks Indonesia yang multibahasa.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KLS IV SD/MI Lubis, Anggi Jogi Marlinang; Deska Komala Al Finni’mah; Vivin Indah Sari; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Outdoor Learning dan membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan bereksplorasi serta hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus (Siklus I, II, dan III), dengan subjek 31 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengukur penerapan model dan kemampuan eksplorasi, serta tes tertulis untuk mengukur hasil belajar. Kriteria keberhasilan klasikal ditetapkan jika $\geq 80\%$ siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Penerapan model Outdoor Learning oleh guru dan kemampuan bereksplorasi siswa meningkat secara bertahap dan mencapai kategori sangat baik pada Siklus III. Peningkatan hasil belajar terbukti dari kenaikan rata-rata kelas, dari 68,87 (Siklus I) menjadi 76,94 (Siklus III). Lebih lanjut, persentase ketuntasan klasikal meningkat tajam dari 51,61% (Siklus I) menjadi 90,32% (Siklus III), yang berarti kriteria keberhasilan telah tercapai. Dengan demikian, model pembelajaran Outdoor Learning terbukti efektif dan berhasil dalam meningkatkan kemampuan bereksplorasi dan hasil belajar IPA siswa kelas III.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Mustapa, Mustapa; Utami, Aisyiah Restutiningsih Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4338

Abstract

Model pembelajaran inovatif menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pustaka tentang implementasi model pembelajaran inovatif dalam pelajaran IPAS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah review literatur dengan menggunakan kata kunci "model pembelajaran inovatif", "pelajaran IPAS", dan "sekolah dasar". Hasil review menunjukkan bahwa model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan motivasi belajar, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasi model pembelajaran inovatif, seperti kurangnya sumber daya dan kurangnya pelatihan guru.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Fadhila, Elsa Putri; Putri Ages Lavia; Septi Handayani; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar berdasarkan langkah-langkah Polya, mencakup memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan melakukan pengecekan kembali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas III SD Negeri 02 Teluk Dalem Ilir, dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam soal pemecahan masalah yang menuntut konversi satuan dan operasi hitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mampu menuliskan informasi diketahui dan ditanyakan pada tahap memahami masalah, namun menunjukkan variasi pada tahapan selanjutnya. Siswa berkemampuan tinggi mampu menerapkan seluruh langkah Polya secara runtut dan akurat, melakukan konversi satuan dengan benar, serta mengevaluasi jawabannya, meskipun masih terdapat ketidaktelitian kecil pada konversi akhir. Siswa berkemampuan sedang memahami informasi dasar tetapi tidak konsisten menuliskan langkah penyelesaian serta mengalami kesulitan dalam representasi dan konversi satuan, sehingga hanya sebagian indikator proses matematika terpenuhi. Siswa berkemampuan rendah memahami prosedur secara lisan tetapi sering melakukan kesalahan konversi dan tidak menuliskan langkah secara sistematis, menunjukkan lemahnya kemampuan komunikasi dan representasi matematis. Penelitian menyimpulkan bahwa ketelitian konversi satuan, kelengkapan representasi, dan kemampuan komunikasi matematis merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemecahan masalah, sehingga diperlukan pembiasaan penulisan langkah yang runtut serta pendampingan dalam penerapan strategi Polya secara menyeluruh.
MENGANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA SD/MI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA KURIKULUM MERDEKA Fitriani, Fitriani; Nurafni Hidayah; Raodatul Janna; Selvi Kusnawati; Abrar Abira
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4343

Abstract

Pembelajaran matematika menjadi salah satu faktor hambatan dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika di SD/MI pada kurikulum merdeka dan untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa. penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian tinjauan literature guna membangun dasar yang kuat dalam pembahasan. penulis juga mengumpulkan data berdasarkan hasil observasi di sekolah pada saat pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya minat dan motivasi belajar, keterbatasan kemampuan, persepsi yang keliru terhadap mata pelajaran matematika, serta kurangnya pemahaman dasar matematika. Sementara itu, faktor eksternal mencakup keterbatasan kompetensi pendidik terhadap kurikulum, kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran, serta kendala dalam penyesuaian dan implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penerapan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, sekaligus memperkuat kompetensi pendidik dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara efektif dan berkelanjutan.
TINGKAT KEPUASAN GURU TERHADAP LAYANAN KESEHATAN DI SD MUHAMMADIYAH PLUS KOTA SALATIGA Safitri, Wahyu Isnaeni; Hikmah, Zaqiyatul; Saputra, Sahrul Bagus; Rohmah, Tasya Efrilia Wahidatur; Adi, Yogi Kuncoro
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4344

Abstract

Kualitas layanan kesehatan di sekolah berpengaruh terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan kepuasan guru dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepuasan guru terhadap layanan kesehatan di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan melibatkan 63 guru sebagai responden. Data yang dikumpulkan melalui angket tertutup menggunakan lima aspek layanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aspek layanan kesehatan mendapatkan penilaian Sangat Puas, dengan rata-rata skor keseluruhan 3,55. Pada setiap aspeknya, capaian kepuasan layanan kesehatan juga mendapatkan kategori Sangat Puas meski dengan skor yang berbeda-beda. Hal tersebut mengartikan bahwa guru merasa sangat puas dengan layanan kesehatan yang diberikan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa program kesehatan sekolah sudah berjalan dengan sangat baik. Efektivitas layanan kesehatan di sekolah ini dapat menjadi masukan bagi stakeholder terkait. Namun, peningkatan fasilitas dan pelayanan tetap diperlukan agar manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh seluruh warga sekolah.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEREKSPLORASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD Surtinih, Surtinih; Khoimatun; Rasilah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4345

Abstract

Keprihatinan penulis terhadap rendahnya kemampuan bereksplorasi serta hasil belajar siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dalam mata pelajaran pengelompokan hewan serta keterbatasan Guru dalam merancang model pembelajaran yang efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan bereksplorasi siswa dan hasil belajar dalam mata pelajaran IPA dengan materi pengelompokan hewan melatarbelakangi dilakukanya penelitian ini, salah satu upaya yang dapat di lakukan yaitu dengan penerapkan model pembelajaran Outdoor Learning dalam pembelajaran pengelompokan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan, 2) mengetahui peningkatan kemampuan bereksplorasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dan 3) mengetahui peningkatan hasil belajar pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas dengan desain penelitian tindak kelas Arikuntoro (Paizaludin & Ermalinda, 2016) dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan jumblah siswa 31 yang di jadikan sebagai sample penelitian dari jumlah populasi sebanyak 450 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan olah data dari siklus I sampai siklus III diperoleh adanya peningkatan di setiap siklusnya yang terbagi menjadi tiga aspek penilaian yaitu penerapan model pembelajaran Outdoor Learning, peningkatan kemampuan bereksplorasi, dan hasil belajar siswa yang akan diuraikan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Outdor Learning pada siklus I memperoleh jumblah skor sebesar 40 dengan nilai rata-rata 3,0 dan persentase 76,5% yang termasuk kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II di peroleh hasil skor sebesar 42 dengan nilai rata-rata 3,2 dan persentase 81% yang tergolong kriteria baik. Kemudian siklus III diperoleh jumblah nilai sebesar 46 dengan nilai rata-tata sebesar 3,5 dan persentase 88% yang tergolong dalam kriteria sangat baik. Peningkatan kemampuan eksplorasi pada siklus I diperoleh hasil skors sebesar 37 dengan nilai rata-rata 5,7 dan hasil persentase 65,5% yang masuk dalam kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II diperoleh hasil skor sebesar 43 dengan nilai rata-rata 6,1 dan persentase 76,5% yang masuk kriteria baik. Kemudian pada siklus III diperoleh jumblah skor sebesar 49 dengan nilai rata-rata 69 dan hasil persentase 87% yang masuk dalam kriteria sangat baik. Peningkatan hasil belajar memiliki nilai ketuntasan sebesar 80%. Pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 51,61% kemudian pada siklus II diperoleh hasil persentase sebesar 64,74% dan pada siklus III diperoleh hasil persentase sebesar 90,32% berdasarkan hasil nilai tersebut maka penelitian sudah dapat dihentikan karena sudah mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 80%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI MENGGUNAKAN APLIKASI LET’S READ TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR Eviyanah, Hikmah; Kiki Fatkhiyani; Dadang Suhada
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran multiliterasi menggunakan aplikasi Let’s Read terhadap minat dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III sekolah dasar, serta untuk menguji peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa setelah menerapkan model pembelajaran multiliterasi menggunakan aplikasi Let’s Read. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain True Eksperimental Design menggunakan Pretest- Posttest Control Grup Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa UPTD SDN 1 Kapringan. Dengan menggunakan teknik random sampling, ditetapkan kelas III A menjadi kelompok eksperimen sebanyak 27 siswa dan kelas III B menjadi kelompok kontrol sebanyak 30 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar angket dan tes tulis. Berdasarkan perhitungan data statistik menggunakan uji t, di peroleh nilai sig. (2-tailed) = 0,000 < nilai α = 0,005. Maka, dapat dinyatakan terdapat pengaruh model pembelajaran multiliterasi menggunakan aplikasi Let’s Read terhadap kemampuan membaca pemahaman. Sedangkan, perhitungan dengan uji mann whitney, diperoleh sig.= 0,000 < α = 0,005. Maka, terdapat pengaruh model pembelajaran multiliterasi menggunakan aplikasi Let’s Read terhadap minat membaca siswa. Pada perhitung statistik kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan uji N-gain, diperoleh nilai N-gain rata-rata pada kelas kontrol 0,14 dengan interpretasi rendah dan N- gain rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 0,67 termasuk kedalam interpretasi sedang. Maka, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa.
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KINERJA GURU DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR Nurdin, Nurdin; Suseno, Imam; Purwosusanto, Hery; Leksono, Ary Wahyu; Setyastanto, Albertus Maria
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4353

Abstract

Penelitian ini menelaah hubungan antara persepsi siswa tentang kinerja guru dan motivasi belajar dalam membentuk prestasi akademik pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Dengan menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pandangan siswa mengenai kualitas pengajaran guru serta dorongan internal mereka untuk belajar. Temuan menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap kinerja guru berkaitan erat dengan hasil belajar yang lebih tinggi, sementara motivasi belajar yang kuat memperkuat kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep secara efektif. Secara bersama-sama, kedua variabel ini menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan dan keberhasilan akademik. Penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi guru dan strategi peningkatan motivasi dalam membangun proses pembelajaran yang aktif dan bermakna. Lembaga pendidikan dianjurkan untuk memperkuat praktik pedagogis dan mendorong pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa guna meningkatkan kinerja pembelajaran.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA: STRATEGI TRANSFORMASI MENUJU MASYARAKAT INKLUSIF Masruroh, Mayya Kholidah; Chanesya Farah Kaharani; Muhammad Syaikhon; Setyastanto, Setyastanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4355

Abstract

Pendidikan multikultural di Indonesia, yang berakar pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah keharusan konstitusional untuk menjaga solidaritas di tengah keragaman 1.300+ suku. Dalam periode 2020–2025, yang ditandai dengan meningkatnya intoleransi digital, implementasinya melalui Kurikulum Merdeka (P5) dan kerangka Banks sangat penting. Tantangan utama, seperti kompetensi guru dan dampak digital, harus diatasi dengan pelatihan berkelanjutan dan revisi kebijakan. Tujuannya adalah memposisikan pendidikan multikultural sebagai upaya pengajaran sekaligus politik untuk mencapai keadilan sosial dan membangun masa depan bangsa yang harmonis dan inklusif.