cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 133 Documents
Pelatihan Implementasi Teknik Bidai Sebagai Pertolongan Pertama Kasus Ankle Sprain pada Pemain Futsal dan Basket di MAN 1 Banyumas Vina Kurnia Anggraeni; Indri Heri Susanti; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.5630

Abstract

Tingkat cedera tertinggi terjadi pada atlet usia sekolah. Cedera dapat menjadi keadaan darurat dan menyebabkan cedera serius jika tidak segera ditangani dengan baik. Persiapan, pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan trauma menjadi poin penting agar kondisi pasien tidak semakin parah. Pertolongan pertama yang tepat pada situasi darurat atlet harus didukung dengan pengetahuan yang memadai. Ankle sprain merupakan kasus cedera yang sangat sering terjadi Sendi ekstremitas bawah. Sangat penting bagi atlet untuk mengetahui intervensi yang harus dilakukan dalam menangani kasus ankle sprain. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan simulasi tentang bidai balut pada cedera ekstremitas bawah khusunya ankle sprain dengan metode demonstrasi dan pemutaran video animasi tentang teknik bidai pada ankle sprain. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini terdiri dari persiapan yang meliputi pra-survey, perijinan, pengambilan data, persiapan alat, materi, dari kontrak waktu. Pelaksanaan meliputi pre-test, post-test, praktik,  dan diskusi. Media yang digunakan adalah leaflet dan video materi ankle sprain. Hasil Pre test pada kategori kurang dengan peresentase 55%. Peningkatan pada post test kedalam kategori baik dengan presentase 85%. Pemberian edukasi dan demonstrasi ankle sprain memuat materi pengertian ankle sprain, penyebab ankle sprain, dan penatalaksanaan ankle sprain. Berdasarkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan dari 57% menjadi 85% dengan presentasepeningkatan sejumlah 61%. Hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan demonstrasi ankle sprain. Keterampilan dalam pkm ini adalah 100% dimana artinya seluruh siswa mampu mempraktikkan bagaimana prosedur dalam melakukan balut bidai elastis pada ankle sprain. Luaran yang dihasilkan dari Pengabdian kepada Masyarakat tentang implementasi balut bidai sebagai pertolongan pertama pada ankle sprain yaitu HAKI video prosedur teknik balut bidai pada ankle sprain.  
Edukasi Pijat Bayi melalui Program SENTUH untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu di Posyandu Mekar Jaya Nurrahmi Umami; Rahmatuz Zulfia; Nazwa Manurung; Annisa Eka Permatasari; Tanti Tri Lestary
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6806

Abstract

Child health and early childhood development are strongly influenced by the quality of maternal care, including simple stimulation such as infant massage. However, parenting literacy and practical skills in infant massage remain low among many mothers in Tarakan, North Kalimantan. This lack of knowledge leads to suboptimal stimulation during early childhood, which is a critical period for growth and development. Therefore, the SENTUH Program (Sehat, Nyaman, Tumbuh Harmonis/Healthy, Comfortable, Harmonious Growth) was implemented as a community service initiative to improve mothers’ capacity in infant massage as a form of stimulation and to strengthen mother–child bonding. The aim of this program was to enhance mothers’ knowledge and skills in infant massage through interactive education, demonstrations, and role play. The methods included socialization, training, and hands-on practice. Interactive lectures were delivered on the benefits of infant massage, developmental milestones, and responsive parenting. Infant massage demonstrations were conducted by facilitators using dolls, followed by direct practice by participants. Role play was applied to train empathic communication between cadres, mothers, and infants, while also improving cadres’ facilitation skills in posyandu activities. Evaluation was carried out through pretest–posttest assessments and direct observation of infant massage practice. The results indicated a significant improvement in both knowledge and skills among mothers and cadres. Most participants were able to describe the benefits of infant massage, identify correct steps, and perform the practice independently. Cadres also showed improved ability to facilitate mother classes after training. SENTUH Program proved effective in enhancing mothers’ and cadres’ knowledge and skills in infant massage. This initiative strengthens the role of families and community health posts in supporting optimal child growth and development.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati Ernawati; Salmah Arafah; Dewiyanti Dewiyanti; Adi Sadli; Dina Oktaviana; Sumarmi Sumarmi; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati; Patmawati Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
Terapi Slow Deep Breathing Pada Lansia Penderita Hipertensi Pancoro Wahyu Wibisono; Indri Heri Susanti; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.5768

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan tindakan non farmakologi berupa slow deep breathing. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui nilai tekanan darah sebelum dan sesudah terapi, mengetahui kemampuan dalam melakukan terapi. Kegiatan pengabdian meliputi tahap pra survei, pelaksanaan, evaluasi, yang diakukan dengan ceramah dengan media leaflet, power point, video. Pengabdian dilaksanakan 2 kali pertemuan 21 Maret dan 28 Maret 2024, kepada 30 lansia di Posyandu Mawar Karangsari Purwokerto. Hasil kegiatan sebelum terapi pertemuan pertama 80% lansia dengan rata-rata 152,7/97,66 mmHg, pertemua kedua 73,33% lansia dengan rata-rata 152,6/98,2 mmHg. Sesudah terapi pertemuan pertama 63,3% lansia dengan rata-rata 143,86/86,73 mmHg, pertemuan kedua 56,67% lansia dengan rata-rata 139,06/89,93 mmHg. Kegiatan slow deep breathing yang dilakukan oleh lansia menunjukan 76,17% lansia dapat mengerjakan tindakan dengan sempurna. Hal ini menunjukan bahwa edukasi terapi relaksasi slow deep breathing yang dilakukan dengan media Power Point, Video dan Leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia terhadap tindakan non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah.
EDUKASI PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT PADA KOMUNITAS NUSANTARA REHAB CENTER (NRC) DI AGROWISATA KAMPUNG KUTO KOTA KUDUS Raden Roro Erni Kusuma Putri; Intan Sekar Arumdani; Annisah Mahanani; Erlangga Mandala Sakti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6632

Abstract

Penggunaan obat secara benar dan tepat meliputi beberapa tahap yaitu cara mendapatkan,menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Masyarakat perlu memperhatikan informasi dan ketentuan seperti pembelian obat yang bukan pada sarana berizin/resmi, pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep dokter, penggunaan obat bebas secara berlebihan (over dosis). Kejadian ini dapat menimbulkan efek samping, interaksi obat, penyalahgunaan obat dan dapat menimbulkan masalah baru dalam kesehatan. Penyimpanan obat di lemari yang bercampur dengan makanan, penyimpanan obat di meja yang mudah terjangkau oleh anak–anak, selain itu pembuangan obat juga perlu diperhatikan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah, pelatihan dan diskusi yang diikuti oleh 23 orang peserta dari komunitas Nusantara Rehab Center (NRC). Evaluasi kegiatan dilihat berdasarkan hasil pretest dan postest. Dari hasil pretest menunjukkan satu orang mendapatkan nilai 75, tiga orang mendapatkan nilai 70, tiga orang mendapatkan nilai 65, empat orang mendapatkan nilai 60, dua orang mendapatkan nilai 55, dua orang mendapatkan nilai 50, dan delapan orang mendapatkan nilai 45. Dari hasil nilai peserta pada posttest menunjukkan sepuluh orang mendapatkan nilai 100, enam orang mendapatkan nilai 95, dua orang mendapatkan nilai 90, dua orang mendapatkan nilai 85, dua orang mendapatkan nilai 80, satu orang mendapatkan nilai 75. Dengan adanya peningkatan hasil posttest yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, antusias, dan keinginan masyarakat akan informasi kesehatan bagi dirinya sendiri dan keluarga khususnya dalam pengelolaan obat yang benar.
Edukasi Anak Remaja Tuna Grahita dalam Penanganan Masalah Seksual dan personal hygine dengan film education Islamic Febriyanti Febriyanti; Yola Yolanda
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6300

Abstract

Penyandang disabilitas tunagrahita merupakan kelompok yang memiliki jumlah terbanyak dari kelompok ketunaan yang lainnya dengan usian rentang 10 sampai dengan 17 tahun atau remaja.  Perilaku seksual kelompok remaja dengan disabilitas penting untuk dikaji karena remaja disabilitas merupakan kelompok yang rentan mengalami pelecehan seksual dan melakukan perilaku seksual yang menyimpang. Permasalahan Mitra Berdasarkan wawancara dengan kepala panti asuhan, beliau mengatakan anak remaja di panti ini pernah mengalami pelecehan seksual, sering terjadinya kegiatan onani dan masturbasi ditempat keramaian, meningkatnya masalah kesehatan yakni keputihan dan gangguan pada kulit, dan keterbatasan dalam pemberian edukasi tentang seksual dan personal hygiene salam ini. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan ini dengan beberapa program kegiatan diantaranya: Memberikan edukasi dan pendampingan bagi pengasuh dalam implementasi edukasi secara kontinuitas dan menjadi konsultan dalam permasalahan kesehatan. Hasil pengabdian ini telah dilakukan dengan  beberapa tahap dimulai dari bulan september koordinasi dengan pimpinan, hingga bulan desember 2024 pemberian edukasi berbasis film islami.
Penerapan Endorphin Massage Sebagai Terapi Komplementer Dalam Menurunkan Tingkat Dysmenorhea Pada Remaja Putri Fatma Jama; Andi Tenri Abeng; Yusrah Taqiyah; Latifa Rahmawati Bauw; Indriyani Sahalani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6114

Abstract

Dysmenorrhoea is often experienced by young women, this can disturb feelings of comfort and interfere with daily activities, generally it is not dangerous but must be treated immediately. Endorphin Massage is a non-pharmacological therapy that can reduce the level of pain in young women who experience dysmenorrhoea. This endorphin massage can stimulate the body to release endorphin compounds which are natural pain relievers and can create a feeling of comfort through light touches on the surface of the skin. Based on field studies, it was found that Endorphin Massage had not been implemented in schools, especially at UPT.SMKN 6 Takalar. The aim of this activity is to increase the knowledge and skills of Young Women in dealing with Dysmenorrhea after being given Endorphin Massage Counseling and Training. The methods used in this activity are lectures, discussions and demonstrations of Endorphin Massage for young women. Before the intervention is carried out, first assess the participant's level of knowledge and skills by means of a pre-test and post-test. The results of this Community Service activity were that after conducting education and Endorphin Massage simulations for young women, the knowledge and skills of young women increased rapidly from 6% to 100%. It is hoped that in this activity young women can treat dysmenorrhea by using complementary therapy as an alternative treatment. 
AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN LANSIA PROLANIS FLAMBOYAN Donny Tri Wahyudi; Mega Octamelia; Gusriani Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6599

Abstract

Optimalisasi Peran Kader KB dalam Mendorong Peningkatan Penggunaan KB Pasca Persalinan melalui Pelatihan Konseling Efektif Wahida Wahida; Beauty Octavia Mahardany; Sastrariah Sastrariah; Gusriani Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.7085

Abstract

Penggunaan kontrasepsi setelah persalinan merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan reproduksi ibu, namun cakupan penggunaannya di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi dan konseling kepada ibu pasca persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra sasaran mengenai kontrasepsi setelah persalinan serta keterampilan komunikasi, informasi, dan edukasi yang berkaitan dengan layanan kontrasepsi tersebut. Sasaran kegiatan ini melibatkan dua belas orang kader keluarga berencana dan lima orang ibu hamil trimester tiga di Kecamatan Kalukku. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi melalui ceramah interaktif, sesi tanya jawab, dan latihan peran. Tahapan kegiatan dimulai dengan edukasi tentang kontrasepsi pasca persalinan, dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi dan konseling. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, tercermin dari kehadiran yang tepat waktu dan partisipasi aktif dalam diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai setelah edukasi lebih tinggi dibandingkan sebelum edukasi. Selain itu, peserta mampu melakukan latihan peran konseling dengan baik sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah yang benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis edukasi dan praktik mampu meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan konseling kontrasepsi setelah persalinan, yang diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan cakupan penggunaan kontrasepsi di wilayah tersebut. Luaran kegiatan berupa draft artikel yang telah disubmit ke jurnal nasional, video dokumentasi yang diunggah secara daring, buku edukasi yang telah memiliki hak kekayaan intelektual, serta dukungan alat kontrasepsi seperti implan dan alat dalam rahim untuk mendukung keberlanjutan program.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERAWATAN PERSONAL HYGIENE GENITALIA PADA WANITA USIA SUBUR Effort To Improve Reproductive Health And Personal Gennital Hygiene Care In Women Of Recruitable Age Pajar Haryanto; Dwi Nur Astuti; Triyana Triyana
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6677

Abstract

Problem kesehatan reproduksi sering dialami negara berkembang dan beriklim tropis, salah satunya adalah Indonesia. Sasaran yangsering mengalami adalah wanita usia subur (WUS). Wanita usia subur harus menjaga dan merawat organ reproduksi (genitalia) dengan caramembersihkan dan menjaga organ genitalia terutama ketika masa subur supaya tidak mengalami problem organ genitalia. Personal hygiene genitalia menjadi alternative bagi wanita usia subur dalam memelihara kesehatan reproduksinya. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi serta personal hygiene genitalia pada para wanita usia subur di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, diskusi serta evaluasi. Mitrapengabdian dengan sasaran sebanyak 30 wanita usia subur. Evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan edukasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu-ibu terkait kesehatan reproduksi dan personal hygiene genitalia, didapatkan hasil tingkat pengetahuan paling banyak dilevel baik sebanyak 17 orang dan paling sedikit di level kurang sebanyak 3 orang.