cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 278 Documents
Struktur Koreografi Tari Rara Abhinaya sebagai Tari Penyambutan Tamu Di Kabupaten Madiun April Yanti, Rosalia; Ninik Harini; Yurina Gusanti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1574-1584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur koreografi pada tari Rara Abhinaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diambil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian struktur koreografi tari Rara Abhinaya ini menunjukkan ada 24 unsur gerak (kepala, badan, tangan, dan kaki), 12 motif gerak, dan 16 ragam gerak tari, iringan gamelan lengkap laras pelog pathet 5, tata rias dengan rias korektif cantik, tata busana seperti Gambyong Pareanom hanya terdapat perbedaan Bolero dan hiasan kepala, tema mengenai kepemim­pinan Retno Djumilah, dan properti yang digunakan sampur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru maupun peneliti selanjutnya agar mampu mengembangkan dan melestarikan karya-karya seni daerah lainnya. Kata kunci: struktur koreografi, gerak tari, tari Rara Abhinaya Choreographic Structure of Rara Abhinaya Dance as a Guest Welcoming Dance in Madiun Regency The research aims to describe the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance. It is a qualitative descriptive study. The data sources include observation, interviews, and documentation, with data analysis using source triangulation and technique triangulation. The results of the research on the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance show 24 movement elements (head, body, hands, and feet), 12 movement motifs, and 16 dance movement variations, accompanied by a complete gamelan ensemble in the pelog scale, pathet 5, makeup arrangement with beautiful corrective makeup, costume arrangement similar to Gambyong Pareanom with the only difference being the Bolero and head ornaments, themed on the leadership of Retno Djumilah, and the use of a sampur as a property. The research results are expected to serve as a reference for teachers and future researchers to be able to develop and preserve other regional artistic works. Keywords: dance, structure, choreography, Rara Abhinaya dance
Pengembangan Buku Saku Berbasis Barcode: Seni Lukis untuk Siswa Kelas XI Lutfiani, Maslicha; Iriaji, Iriaji; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1813-1827

Abstract

Seni lukis menjadi salah satu materi dalam mata pelajaran seni budaya. Pembelajaran seni budaya umumnya merupakan pembelajaran teori dan praktik. Dalam menunjang kesuksesan pembelajaran diperlukan suatu sarana pembelajaaran yang efektif serta efisien. Terlebih lagi di saat pandemi COVID-19 saat ini yang mengharuskan peserta didik untuk menjalani pembelajaran daring secara mandiri. Salah satu media yang bisa digunakan yaitu buku saku berbasis barcode. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah media pembelajaran buku saku seni lukis berbasis barcode. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu;(1) tahap analisis; (2) tahap desain; (3) tahap pengembangan; (4) tahap implementasi; dan (5) tahap evaluasi. Data kuantitatif dijadikan sebagai data penelitian dengan instrumen berupa lembar angket. Produk media pembelajaran yang dikembangkan berbentuk buku saku berbasis barcode. Media buku saku berukuran A7 sebanyak 12 halaman, dengan materi seni lukis. Buku saku ini dilengkapi latihan soal dan video tutorial berkarya seni lukis teknik aquarel. Media pembelajaran buku saku barcode telah diuji oleh 2 ahli media, 2 ahli materi serta telah diujicobakan terhadap 20 peserta didik kelas XI SMPN 11 Malang. Hasil validasi media sebesar 85 persen, validasi materi sebesar 73 persen serta uji coba peserta didik 88 persen media dikategorikan sangat layak. Kata kunci: seni lukis; pengembangan buku saku; barcode The Development of Barcode-Based Pocket Book: Art Painting for Grade XI Students Painting is one of the materials for arts and culture. Learning arts and culture is generally theoretically and practically. In order to support successful learning, effective and efficient media is needed, especially during the current COVID-19 pandemic, which requires students to complete an online learning independently. One of the media, which can be used is a barcode-based pocket book. The purpose of this developmental research is to produce a barcode-based learning media for painting pocket books. The research model used is the 5 step ADIE development model; (1) analysis; (2) design; (3) development; (4) implementation; and (5) evaluation. Qualitative data are used as research data with an instrument in the form of a questionnaire sheet. The developed media are in the form of a pocket book based on a barcode composed of pocket book size A7 up to 12 pages paint materials. Pocket book equipped with practical questions, video tutorials, and watercolor painting techniques. This pocket book media has been validated by 2 media experts, 2 material experts and has been tested on 20 class XI students of SMPN 11 Malang. Media validation results is 85 percent, material validation 73 percent and 88 percent of student tests are categorized as highly doable. Keywords: art painting; development pocket book; barcode
Korelasi Tingkat Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Memahami Hubungan Kausalitas Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Amrullah, Muhammad Fahmi; Martutik, Martutik; Nurhadi, Nurhadi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1786-1796

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indoensia yang semula berfokus pada struktur dan tata bahasa, sekarang berada pada empat kompetensi berbahasa penting untuk menunjang pembelajaran lain yang juga menggunakan bahasa Indonesia, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menyimak. Pemahaman akan suatu bahasa dimulai dari pemahaman akan kosakatanya. Teks eksplanasi meru­pakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa bisa terjadi. Dalam menjelaskan terjadi­nya suatu peristiwa, teks eksplanasi menggunakan kosakata yang berbeda dengan teks-teks lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami hubungan kausalitas tes eksplanasi. Penelitian ini ter­masuk penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui instrumen tes dari kedua variabel. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI IBB SMA Laboratorium Malang. Peminatan IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya) dipilih karena siswa yang telah masuk ke peminatan ini telah terseleksi dan mempunyai minat dan bakat di bidang bahasa. Kelas XI dipilih karena materi teks eksplanasi terdapat pada kelas XI. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua variabel saling berhubungan. Hubungan antar variabel bernilai positif yang artinya semakin tinggi nilai variabel tingkat pengua­saan kosakata, maka semakin tinggi pula nilai variabel kemampuan memahami hubungan kausalitas teks eksplanasi, dan sebaliknya. Kata kunci: kosakata; Ilmu Bahasa dan Budaya; teks eksplanasi Correlation between Vocabulary Mastery Level and Understanding Ability Causality Relationship of Explanation Text of Grade XI Students of Language and Culture Specialization Learning Indonesian which originally focused on structure and grammar, now focuses on four important language competencies to support other learning which also uses Indonesian, namely listening, speaking, reading and listening. Understanding a language starts from understanding its vocabulary. Explanatory text is text that explains the causes and effects of an event that occurred. In explaining the occurrence of an event, explanatory text uses different vocabulary from other texts. This research aims to find out whether there is a relationship between the level of vocabulary mastery and the ability to understand the causality relationship in the explanation test. This research includes quantitative research. Data was obtained through test instruments for both variables. The population of this study was all students of class XI IBB SMA Laboratory Malang. The IBB (Language and Culture Science) specialization was chosen because students who have entered this specializa­tion have been selected and have interest and talent in the field of languages. Class XI was chosen because explanatory text material is found in class XI. The results of data analysis show that the two variables are interconnected. The relationship between variables is positive, which means that the higher the value of the vocabulary mastery variable, the higher the value of the variable for the ability to understand causal relationships in explanatory text, and vice versa. Keywords: vocabulary; Language and Culture Science; explatory text
Proses Penerjemahan dalam Tugas Mata Kuliah Latihan Penerjemahan Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Ghofur, Nahdah Arifatus Sholihah; Irhamni, Irhamni
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1753-1771

Abstract

Intensitas kebutuhan penerjemahan Arab-Indonesia meningkat secara drastis di Indonesia. Penerjemahan yang baik dilakukan dengan proses yang matang dengan alur yang benar. Adanya tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerjemahan mahasiswa jurusan sastra Arab Universitas Negeri Malang 2018. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk memaparkan tahapan yang dilalui mahasiswa dalam menerjemahkan tugas dari awal hingga akhir. Analisis proses penerjemahan dilakukan dengan mengkaji hasil terjemahan mahasiswa terkait alat, metode, dan teknik yang digunakan, serta wawancara secara berkala untuk mengetahui proses yang lebih detail. Subjek penelitian diambil dari tugas latihan penerjemahan sebanyak 240 halaman dan tugas komentar hasil terjemahan teman. Objek penelitian terdiri dari 6 mahasiswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses penerjemahan mahasiswa diawali dengan analisis dan internalisasi BSu. Metode penerjemahan yang digunakan mahasiswa 1 dan 5 adalah terjemah bebas; mahasiswa 2, 3, dan 6  terjemah harfiah; mahasiswa 4 terjemah semantik. Teknik yang sering digunakan oleh keenam mahasiswa diantaranya transposisi, modulasi, substitusi, dan reduksi. Langkah akhir keenam mahasiswa adalah evaluasi oleh teman sejawat. Kata kunci: proses penerjemahan; tugas mata kuliah latihan penerjemahan; mahasiswa jurusan sastra Arab The Translation Process in The Assignment of Practical Translation Course for Arabic Literature Students The intensity of the need for Arabis-Indonesia translation has increasing drastically in Indonesia. Good translation is done with a mature process with the right flow. The purpose of this paper is to describe the translation process of Arabic Literature students 2018 at the State University of Malang. Descriptive qualitative research methods are used to describe the stages that students go through in translating assignments from beginning to end. Analysis of the translation process is carried out by reviewing the results of student translations regarding the methods, techniques and tools used, as well as periodic interviews to find out a more detailed process. The research subjects were taken from a 240 page translation practice assignment and a friend's translation of a commentary assignment. The object of research consists of 6 students. The results of the study reveal that the student translation process begins with the analysis and internalization of RSV. The translation method used by students 1 and 5 is free translation; student 2, 3, and 6 used literal translation; student 4 used semantic translation. The techniques used by the six students include transposition, modulation, description equivalent, substitution, and reduction. The final step of the sixth student is evaluation by peers. Keywords: translation process; assignment of practical translation course; Arabic Literature Students
Penerapan Metode Induktif terhadap Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Nahwu di Pesantren Rifa'i, Nurul Fitria; Khasairi, Moh.
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i102023p1409-1419

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar Nahwu di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang menjadi latar belakang pentingnya penelitian ini dilakukan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mengetahui secara langsung pengaruh penerapan metode Induktif terhadap pem­belajaran Nahwu di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar santri me­ning­kat dari siklus I ke siklus II yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 13,7 menjadi 14,5. Begitu juga dengan hasil belajar mengalami peningkatan nilai rata-rata kelas santri dari 76,2 (Pretes) menjadi 93,5 (Postes) sampai dengan 97,7 (evaluasi siklus II). Penerapan metode pembelajaran Induktif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar santri yang ditunjukan dari peningkatan skor motivasi belajar berdasarkan empat indikator dan hasil belajar santri mulai dari pretes, postes, dan evaluasi pembelajaran siklus II. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan metode Induktif memberikan pengaruh positif terhadap meningkatnya motivasi dan hasil belajar santri Madin At-Tahdzibiyyah Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Kata kunci: metode pembelajaran induktif; motivasi belajar; hasil belajar; Nahwu; PTK The Application of Inductive Method to Improve Motivation and Nahwu Learning Outcomes in Islamic Boarding Schools The research was conducted using Classroom Action Research (CAR) to directly determine the effect of the application of the Inductive method on Nahwu learning in the classroom. The results showed that the motivation of students increased from cycle I to cycle II, as indicated by an increase in the average score of learning motivation from 13.7 to 14.5. Similarly, the learning outcomes also improv­ed, with the average score of students increasing from 76.2 (pre-test) to 93.5 (post-test) and up to 97.7 (evaluation of cycle II). The application of the Inductive learning method significantly influenced the improvement of student motivation and learning outcomes, as shown by the increase in the score of learning motivation based on four indicators and the learning outcomes of students from pre-test, post-test, and evaluation of cycle II. This indicates that the application of the Inductive method has a positive effect on improving the motivation and learning outcomes of students in Madin At-Tahdzibiyyah Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Keywords: inductive learning method; learning motivation; learning outcomes; Nahwu; CAR
Perancangan Artbook sebagai Concept Art dan Character Design dari Kisah Legenda Danau Kembar di Sumatera Barat Fauzan Alwinata
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i112023p1671-1684

Abstract

Industri kreatif di Indonesia sangat berkembang pesat dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini terutama dalam bidang entertainment. Ada banyak industry entertainment di Indonesia namun yang penulis fokuskan adalah industry entertainment visual yang dapat kita lihat di sekitar kita mulai dari film, animasi dan, game. Banyak kesuksesan yang sudah diraih namun demikian juga yang menghadang industri kreatif untuk berkembang. Developer besar dalam negeri di industri entertainment sendiri masih banyak melakukan kebiasaan buruk dalam hal perancangan Alur cerita, scenario, konsep yang terlalu klise dan sering di ulang-ulang atau repetitive. Selalu menggunakan pola dan ritme yang sama mulai dari meniru hingga menjiplak sesuatu yang sudah terbukti keberhasilannya. Tujuan dari perancangan buku Art Book/Concept Art ini adalah untuk memvisualisasikan sebuah cerita rakyat yang dari Sumatra barat kedalam bentuk Concept Art yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk hal-hal di masa depan seperti pembuatan film, animasi, atau game bagi developer di dalam negeri hingga luar negeri jika ingin mengangkat cerita legenda danau kembar tersebut untuk dijadikan sebuah produksi bagi media entertainment. Dengan menggunakan metode Sadjiman Ebdi Sanyoto yang dimodifikasi sesuai kebutuhan proses perancangan Artbook sebagai concept art dan character design. Model hasil dari perancangan yang diharapkan dapat menghasilkan produk dari sebuah judul kreatif diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan pemahaman bahwa dalam menciptakan sesuatu produk memerlukan proses yang begitu rumit dan lama dalam pengerjaanya sehingga pemahaman atas karya yang dapat dihargai akan juga ditumbuhkan di dalam masyarakat era sekarang. Kata kunci: perancangan; artbook; concept art; karacter desain; Legenda Danau Kembar Artbook Design as Concept Art and Character Design from The Story of Legenda Danau Kembar in West Sumatera The creative industry in Indonesia has grown rapidly in the last 5 years, especially in the entertainment sector. There are many entertainment industries in Indonesia, but what the author focuses on is the visual entertainment industry that we can see around us, starting from films, animation, games. Many successes have been achieved, but so have the creative industries to develop. Big domestic developers in the entertainment industry themselves still have a lot of bad habits in terms of designing storylines, scenarios, concepts that are too cliche and often repeated or repetitive. Always use the same pattern and rhythm from imitating to copying something that has been proven to work. The purpose of designing this Artbook/Concept Art book is to visualize a folklore from West Sumatra into the form of Concept Art that can be used and utilized for things in the future such as making films, animations, or games for developers at home and abroad. the country if you want to raise the legend of the twin lakes to be made into a production for entertainment media. By using the Sadjiman Ebdi Sanyoto method which was modified according to the needs of the Artbook design process as concept art and character design. The model resulting from the design which is expected to produce a product from a creative title is expected to foster a sense of care and understanding that creating a product requires a very complicated and long process in its execution so that an understanding of works that can be appreciated will also be grown in today's society. Keywords: design; artbook; concept art; Legends Story of Twin Lakes
Ekstremisme Misogini Jakarta dalam Puisi Perjalanan Bu Aminah Karya W.S Rendra Intan Aldani Putri, Drima
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1719-1731

Abstract

Tujuan dari penelitan dalam bentuk penulisan artikel ini adalah untuk menelusuri fenomena misogini yang terdapat dalam puisi W.S. Rendra, serta melihat fakta realita tindak moral tersebut yang sering terjadi di Jakarta. Jakarta sebagai kota besar tentunya terdapat berbagai permasalahan dari berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali permasalahan terkait isu gender. Sastra sebagai kamera, dapat menangkap fenomena tersebut dan bisa menjadi alat edukasi terhadap masyarakat agar meminimalisirkan keruntuhan moralitas dalam suatu masyarakat. Dalam penelitian ini psikologi sastra dianggap mampu dalam menjawab persoalan tindakan misogini, sebab hal tersebut berkaitan dengan manusia dan jiwanya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini juga, penulis secara objektif dalam mengumpulkan data dengan rangkaian proses penelitian. Puisi Perjalanan Bu Aminah karya W.S. Rendra menjadi sumber data dalam penulisan artikel ini. Dari hasil penelitian tersebut didapati bahwa puisi ini keberadaannya dangat relevan sekali dengan fenomena misogini di Jakarta. Sosok wanita yang menjadi korban diakibatkan dari budaya patriarki yang kuat, serta menyebabkan lemahnya keberanian wanita dalam menyuarakan tindak amoral tersebut. Kata kunci: misogini; masyarakat; psikologi sastra; patriarki  Jakarta Misogyny Extremism in the Poem Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra The purpose of the research in the form of writing this article is to explore the misogyny phenomenon contained in Rendra's poetry,and see the facts of the reality of these moral acts that often occur in Jakarta. Jakarta as a big city, of course, there are various problems from various levels of society, including issues related to gender issues. Literature as a camera can capture this phenomenon and can be an educational tool for the community in order to minimize the collapse of morality in a society. In this study, literary psychology is considered capable of answering the problem of misogyny, because it is related to humans and their souls. The method used in this paper is a qualitative descriptive method. In this study, the authors objectively collect data with a series of research processes. The Poetry of Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra became the source of data in writing this article. From the results of this study, it was found that this poem is very relevant to the misogyny phenomenon in Jakarta. The figure of women who become victims is caused by a strong patriarchal culture, and causes women's lack of courage in voicing these immoral acts. Keywords: misogyny; public; literature psychology; patriarchy
Permainan Tradisional Anak dalam Penciptaan Desain Motif Batik Tulis sebagai Busana Outer Kekinian Puspamurti, Diennora Yossi; Ratnawati, Ike; Sidyawati, Lisa
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1828-1847

Abstract

Kemajuan dan penggunaan teknologi secara masif pada masa kini membuat budaya permainan tradisional anak tergantikan oleh bentuk permainan modern berbasis digital. Permainan tradisional yang sarat akan budaya, nilai-nilai pendidikan yang berguna bagi perkembangan anak menjadi terabaikan, sehingga perlu untuk dilestarikan. Batik telah dikenal hingga ke mancanegara, namun dengan citra batik yang tinggi minat akan batik pada generasi muda masih rendah. Mereka menilai dengan harga yang mahal, produk batik identik dengan suatu hal yang kuno dan tidak sesuai dengan style mereka. Berawal dari hal tersebut penulis memiliki ketertarikan mengangkat permainan tradisional anak sebagai inspirasi motif baru dalam seni batik tulis yang diterapkan dalam produk outer kekinian sebagai busana casual remaja. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengkaji mengenai konsep kreatif, proses kreatif, dan hasil visualisasi penciptaan desain motif batik tulis permainan tradisional anak dalam produk outer kekinian. Metode penciptaan ini mengacu pada model SP. Gustami yang terdiri dari tiga tahap, yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil pen­cip­taan karya batik yang diwujudkan memvisualisasikan permainan layang-layang dan dakon sebagai motif utamanya, terdiri dari enam karya berjudul: 1) Life Balance, 2) Closer to God, 3) Dream, 4) A History, 5) Harmony, dan 6) Peaceful. Penciptaan ini dilakukan sebagai respon terkikisnya salah satu kebudayaan Indonesia yaitu permainan tradisional anak dalam konteks kekinian. Kata kunci: permainan tradisional; anak; batik tulis; busana Outer: kekinian Traditional Children's Games in Creating Written Batik Motif Designs as Modern Outerwear Progress and the massive use of technology today have replaced traditional children's game culture with modern digital-based forms of play. Traditional games that are full of culture, education values that are useful for children's development are best preserved, so they need to be preserved. Batik has been known to foreign countries, but with a high image of batik, interest in batik among the younger generation is still low. They judged that with an expensive price, batik products were identical to something ancient and did not match their style. Starting from this, the author has an interest in raising children's traditional games as inspiration for new motifs in the art of written batik which is applied to contemporary outer products as casual youth clothing. The purpose of this study is to examine the creative concept, creative process, and the results of visualization of the creation of traditional children's game batik motif designs in contemporary outer products. The creation refers to the SP. Gustami model method with three stages of six steps: The first is the exploration stage, the second is the design stage, and the third is the embodiment stage. The results of the creation of batik works that visualize the game of kites and dakon as the main motifs, consist of six works entitled: 1) Life Balance, 2) Closer to God, 3) Dream, 4) A History, 5) Harmony, and 6) Peaceful. This creation was carried out as a response to the erosion of one of Indonesian culture, namely traditional children's games in the present context. Keywords: traditional game; children; batik tulis; outerwear: modern
Ornamen Candi Bajang Ratu sebagai Ide Kreasi Penciptaan Motif Batik Tulis Sandang Anggraini, Reza Dwi; Ratnawati, Ike; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i102023p1485-1503

Abstract

Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Majapahit berpusat di wilayah Mojokerto yang ditandai dengan banyaknya penemuan arkiologi berupa candi dan benda-benda bersejarah. Salah satu candi yang paling terkenal dan lengkap adalah Candi Bajang Ratu. Candi tersebut adalah peninggalan Kerajaan Majapahit memiliki ornamaen/relif yang indah sehingga menginspirasi ide/gagasan dalam menciptakan motif batik tulis sandang. Pada artikel ini menjabarkan konsep, proses kreatif, hasil, dan penyajian karya batik tulis sandang. Metode yang digunakan dalam menciptakan motif batik tulis sandang ini menggunakan metode tiga tahap enam langkah yang dikemukakan oleh S.P Gustami yaitu: (1) tahap eksplorasi; (2) perancangan; dan (3) perwujudan. Judul karya batik tulis terapan yang sudah diciptakan yaitu Kembang petal, Kamurkaan kala, Naga Surya Majapahit, Suluran Badjang, Pelipit Bajang, dan Wahoyo. Keenam karya batik tulis tersebut kemudian disajikan dalam bentuk sandang berupa outer. Kata kunci: Candi Bajang Ratu; batik tulis; Sandang The Ornaments of Bajang Ratu Temple as an Idea for Creating Batik Motifs for Clothing The Majapahit empire was the largest kingdom that ever existed in Nusantara. Located in the Mojokerto region, it is marked by many archaeological discoveries, including temple and antiquities. One of the most famous and complete temple is the Bajang Ratu. This temple was a relic of the Majapahit kingdom, featuring beautiful ornamentation that inspires the creation of the sandang motif in batik. In this article, we would discuss the concept, creative process, results, and presentation of handwritten batik sandang. The method used to create the sandang motif in batik follows three stages and eight steps, as proposed by S.P. Gustami, namely: (1) exploration; (2) design; and (3) execution. The sandang motif batik has been applied to various themes, such as Kembang Petal, Kamurkaan Kalasan, Naga Surya Majapahit, Suluran Badjang, Pelipit Bajang, and Wahoyo. The batiks are then displayed in the form of a sandang, in the form of an outer. Keywords: Bajang Ratu Temple; batik tulis; Sandang
Motivasi Belajar Siswa pada KD Keterampilan Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa Masa New Normal di Kelas VIII Melati, Dinda; Iriaji, Iriaji; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v3i122023p1848-1865

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik siswa pada KD Keterampilan mata pelajaran seni budaya bidang seni rupa masa new normal. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian mencakup siswa kelas VIII SMP. Pengambilan sampel menggunakan teknik area sampling ditentukan berdasarkan adanya strata wilayah populasi yaitu terdapat sekolah di daerah kecamatan dan daerah pedalaman. Pengambilan sampel di daerah kecamatan diambil secara random 43 siswa dan daerah pedalaman diambil secara total 40 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data menerapkan teknik deskriptif persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa di daerah kecamatan dikategorikan tinggi (70,63 persen) dan di daerah pedalaman dikategorikan tinggi (67,89 persen). Sedangkan motivasi belajar ekstrinsik siswa di daerah kecamatan dikategorikan tinggi (71,07 persen) dan di daerah pedalaman dikategorikan rendah (61,95 persen). Beberapa indikator yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar ekstrinsik siswa di daerah pedalaman yaitu: (1) kurang adanya pujian dari guru ketika siswa mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, (2) kurang adanya teguran dari guru ketika siswa tidak menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, dan (3) lingkungan tempat tinggal siswa yang kurang mendukung keberhasilan pembelajaran. Kata kunci: New Normal; Motivasi Belajar Intrinsik; Motivasi Belajar Ekstrinsik Student’s Learning Motivation on The Basic Competence of Cultural Arts Subject Skills of The Fine Arts in New Normal Period at 8th Grades The aim of this study was to describe the intrinsic and extrinsic learning motivation of students in KD Skills of cultural arts subjects in the field of fine arts during the new normal period. This research applies a quantitative descriptive approach. The study population included students in grade VIII of junior high school. Sampling using the area sampling technique was determined based on the strata of the population area, namely there are schools in the sub-district and rural areas. Sampling in the sub-district area was taken randomly 43 students and the inland area was taken in total 40 students. Data collection used a questionnaire with a Likert scale. Data analysis techniques apply descriptive percentage techniques. The results of the study showed that the intrinsic learning motivation of students in the sub-district area was categorized as high (70.63 percent) and in the rural area was categorized as high (67.89 percent). Meanwhile, the extrinsic learning motivation of students in sub-district areas is categorized as high (71.07 percent) and in rural areas is categorized as low (61.95 percent). Some indicators that cause low extrinsic learning motivation of students in rural areas are: (1) lack of praise from teachers when students were able to complete assignments on time, (2) lack of reprimands from teachers when students did not complete assignments on time, and (3) students' living environment that was less supportive of learning success. Keywords: New Normal; Intrinsic motivation learning; Extrinsic motivation learning