cover
Contact Name
Rahmi Fitria
Contact Email
rahmifitria@upp.ac.id
Phone
+6285356872104
Journal Mail Official
rahmifitria@upp.ac.id
Editorial Address
Jl.Tuanku Tambusai Jl. Raya Kumu, Rambah, Kec. Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau 28558
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
ISSN : 23020806     EISSN : 28095731     DOI : https://doi.org/10.30606/jmn.v10i01
Core Subject : Health, Science,
The scope of this journal includes, but is not limited to the research results of: -Maternal Health -Pregnancy -Labor -Post Partum -Child Health -Family Planning -Reproduction Health -Adolenscent Health -Pre-Conception Period -Pre Menopause - Elderly Health -Pathology -Emengency nursing -Maternity nursing -Mental health nursing -Nursing soul -Medical sugery nursing community nursing -Holistic Nursing -Geriatric Nursing -Pediatric Nursing -Public health
Articles 195 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI USIA 9-24 BULAN Mutia Sari; Jannaton Naim; Fitri Novianti; Rauzatunnur; Nurul Hayati; Maryani; Irma Fitria
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2736

Abstract

ABSTRAK Vaksinasi campak mengakibatkan penurunan 80% kematian akibat campak antara tahun 2000 dan 2017 di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi usia 9-24 bulan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen dengan menggunakan metode Deskriptif Analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 9-24 bulan mulai dari bulan Januari – Desember tahun 2023 sebanyak 96 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah tehnik total populasi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar cheklist dan buku laporan cakupan imunisasi tahunan Puskesmas Peusangan Selatan. Penelitian ini menganalisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan nilai signifikansi 5%. Hasil univariate berdasarkan usia ibu diperoleh mayoritas usia normal tidak memberikan imunisasi campak sebanyak 56 responden (81,2%), berdasarkan pendidikan ibu mayoritas pendidikan sedang tidak memberikan imunisasi campak sebanyak 53 responden (76,8%) dan berdasarkan pekerjaan ibu mayoritas profesi IRT tidak memberikan imunisasi campak sebesar 43 responden (62,%). Hasil bivariat yang didapatkan dari hubungan karakteristik ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi usia 9-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Selatan diperoleh nilai p-value = 0,01 < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi 9-24 bulan di Puskesmas Peusangan Selatan. Saran kepada peneliti berikutnya untuk dapat meneliti lebih dalam lagi tentang faktor eksternal terhadap pemberian imunisasi campak pada bayi. Kata kunci: Karakteristik Ibu, Bayi usia 9-24 bulan, Imunisasi Campak ABSTRACT Measles vaccination resulted in an 80% reduction in measles deaths between 2000 and 2017 worldwide. The aim of this study was to determine the relationship between maternal characteristics and measles immunization in infants aged 9-24 months. This research was conducted in the work area of ​​the Peusangan Selatan Community Health Center, Bireuen Regency using the Descriptive Analytical method through a Cross Sectional approach. The population in this study was all mothers who had children aged 9-24 months starting from January - December 2023, totaling 96 people and the sampling technique used was the total population technique. This research instrument used a checklist sheet and annual immunization coverage report book at the South Peusangan Community Health Center. This research analyzes data using the Chi-Square statistical test with a significance value of 5%. Univariate results based on maternal age showed that the majority of normal age did not provide measles immunization, 56 respondents (81.2%), based on maternal education, the majority of moderate education did not provide measles immunization, 53 respondents (76.8%) and based on maternal occupation, the majority of housewives did not provide measles immunization. 43 respondents (62%) provided measles immunization. The bivariate results obtained from the relationship between maternal characteristics and measles immunization for babies aged 9-24 months in the work area of ​​the Peusangan Selatan Community Health Center obtained a p-value = 0.01 < α (0.05). The conclusion is that there is a significant relationship between maternal characteristics and measles immunization for babies aged 9-24 months at the Peusangan Selatan Community Health Center. Suggestions for future researchers to research more deeply into external factors regarding measles immunization in babies. Keywords : Maternal Characteristics, Infants aged 9-24 months, Measles Immunization
FAKTOR RISIKO WANITA DENGAN KANKER SERVIKS DI POLIKLINIK KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF DR I.G.N.G NGOERAH DENPASAR : FAKTOR RISIKO WANITA DENGAN KANKER SERVIKS DI POLIKLINIK KEBIDANAN Andayani, Ni Nengah Ermi; erawati, Ni Luh Putu Sri erawati; Purnamayanti, Ni Made Dwi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2739

Abstract

Angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks cukup tinggi di Indonesia umumnya dan di RSUP Prof Dr I.G.N.G.Ngoerah pada khususnya. Kunjungan baru kanker serviks pada tahun 2022 sebanyak 302 orang, sedangkan tahun 2023 sebanyak 420 orang. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan baru pasien kanker serviks. Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko wanita dengan kanker serviks, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah wanita dengan diagnose kanker serviks yang memeriksakan diri. Jumlah sampel sebanyak 81 responden. Tehnik yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil analisis data dengan analisis univariat menunjukkan bahwa faktor risiko wanita dengan kanker serviks adalah usia pertama kali berhubungan seksual ≤ 20 tahun (53,1%), jumlah pasangan seksual > 1 orang (51,9%), usia melahirkan pertama kali ≤ 20 tahun (51,9%), paritas ≥ 3 orang (55,6%), riwayat kontrasepsi berbasis hormonal (54,3%), tidak ada riwayat IMS (74,1%), tidak ada riwayat kanker pada keluarga (75,3%). Faktor risiko yang ditemukan pada wanita dengan kanker serviks adalah usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual , usia pertama melahirkan, paritas dan riwayat kontrasepsi berbasis hormonal.
MENGURANGI KEJADIAN DISMENORE DENGAN MENJAGA KENORMALAN KADAR HEMOGLOBIN Nana Aldriana; Rahmi Fitria; Eka Yuli Handayani; Rahmawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2743

Abstract

The dysmenore consists of complex symptoms of lower stomach cramps that spread to the back or legs and are usually accompanied by gastrointestinal symptoms and neorological symptoms such as common weakness. Approximately 50% of menstruated women experience dysmenorrhea, and 10% have severe symptoms that require bed rest. Women with dysmenore will have an impact on women's health and productivity. Women with dysmenore have more holiday days and have less performance in school. In addition to that, it's an early symptom of a female reproductive disorder. Many factors cause of the dysmenorrhea include psychological factors, endocrine factor, sevikalys canalical clusion factor, allergic factor, constitutional factors such as anemia and disease bear. Anemia is a state of decreased amount of erythrocytes or hemoglobin from normal value in the blood so it cannot fulfill its function to carry enough O2 to the peripheral tissue so that the delivery of o2 to the tissue decreases.The purpose of this study is to find out the relationship of hemoglobin levels with dismenore of the students Pasir Pengaraian university, so that by maintaining the normality of hemoglobin levels can lower the occurrence of dismenore. Method of research is analytic quantitative with a cross sectional approach. Sample in this study is the entire first year students of health science faculty Pasir Pengaraian university which amount 60 respondens. Data analysis is univitarian and bivariatically used the chi-square test. Studies obtained a value of p = 0.001 with value OR = 2,900 means there's a significant connection between hemoglobin levels and the dysmenore incident of students at Pasir Pengaraian University. The conclusion of the dysmenore event can be reduced by keeping hemoglobin at normal levels. Suggest that a student maintains a nutrition intake to ensure that hb is within normal limits.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DI DESA KEUDE MATANGGLUMPANG DUA Karina Ramadhani; aulia soni; Suaibah; Ziyana; Susiani; Siti Saleha
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2747

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang efektif dilakukan untuk mencegah dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Pentingnya pengetahuan ibu, sehingga diharapkan ibu dapat memberikan imunisasi dasar secara lengkap pada bayinya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Desa Keude Mtangglumpang Dua Kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah diskriptif yang berlokasi di Desa Keude Matangglumpang Dua pada ibu bayi sebanyak 34 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan berdasarkan tindakan observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian : Karakteristik ibu di Desa Keude Matangglumpang Dua sebagian besar terbanyak berumur 26-30 tahun sebanyak 14 orang (41,2%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (61,8%), tidak bekerja (IRT) sebanyak 25 orang (73,5%). Pengetahuan ibu di di Desa Keude Matangglumpang Dua tentang imunisasi dasar lengkap dalam kategori baik sebanyak sebanyak 18 orang (52,9%), pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak 6 responden (17,6%) dan pengetahuan dengan kategori baik sebanayk 10 responden (29,4%). Kesimpulan : Sebagian besar pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di Desa Keude Matangglumpang Dua dalam kategori kurang sebanyak 18 orang (52,9%). Kata kunci : Pengetahuan, Imunisasi Dasar Lengkap ABSTRACT Introduction : Complete basic immunization is an effective form of health intervention to prevent and reduce infant and toddler mortality. The importance of maternal knowledge is that mothers are expected to be able to provide complete basic immunization to their babies. Research Objective : to determine the description of mothers' knowledge about providing complete basic immunization in Keude Mtangglumpang Dua Village, Peusangan District, Bireuen Regency. Research Method: This type of research is descriptive, located in Keude Matangglumpang Dua Village, involving 34 mothers of babies. Data was obtained using a questionnaire and based on observation and analyzed univariately. Research results : Characteristics of mothers in Keude Matangglumpang Dua Village, the majority of whom are 26-30 years old, 14 people (41.2%), 21 people (61.8%) have a high school education, 25 people (73%) do not work (IRT) 5%). Mothers' knowledge in Keude Matangglumpang Dua Village about complete basic immunization was in the good category as many as 18 people (52.9%), knowledge in the sufficient category was 6 respondents (17.6%) and knowledge in the good category was 10 respondents (29, 4%). Conclusion : Most mothers' knowledge about complete basic immunization in Keude Matangglumpang Dua Village is in the poor category, 18 people (52.9%). Keywords : Knowledge, Complete Basic Immunization
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CALON PENGANTIN MENUJU KEHAMILAN YANG SEHAT DAN TERENCANA DI PUSKESMAS TAMBUSAI Rika Herawati; Yani, Syalendra; Fitri, Nina Surya; Handayani, Eka Yuli
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2758

Abstract

ABSTRAK Calon pengantin adalah pasangan yang belum mempunyai ikatan, baik secara hukum agama ataupun negara dan pasangan. tersebut berproses menuju pernikahan dan juga proses memenuhi persyaratan dalam melengkapi data-data yang diperlukan untuk pernikahan (Kementerian Agama RI, 2010). Berdasarkan survey awal pada bulan Desember 2022 di Puskesmas Tambusai ada 10 pasang calon pengantin dengan usia < 19 tahun berjumlah 3 orang, pengetahuan tentang nutrisi saat hamil masih rendah yaitu sebanyak 7 orang, perilaku rendah yaitu 6 orang dan kadar HB dibawah 12 mg/dL yaitu 14 orang. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi calon pengantin menuju kehamilan yang sehat dan terencana di Puskesmas Tambusai Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Ada hubungan yang signifikan antara pemeriksaan fisik calon pengantin dan faktor psikologi dengan kehamilan yang sehat dan terencana. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor budaya Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor sosial faktor umur calon pengantin dengan kehamilan yang sehat dan terencana di UPTD Puskesmas Tambusai. Kata Kunci : Calon Pengantin, Kehamilan sehat, Puskesmas Tambusai
PERAN ORANG TUA DALAM PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH : Alat Permainan Edukastif dan Perkembangan Anak Syari, Mila; Lestari, Ida; Rauda, Rauda; Nurasma, Nurasma
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2767

Abstract

Orang tua memegang peranan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Akibat yang mungkin timbul dari tidak terpenuhinya sumber daya bermain edukatif adalah tidak optimalnya proses tumbuh kembang anak, tidak terwujudnya bakat dan potensi anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam pemilihan alat permainan edukatif dengan tumbuh kembang anak prasekolah di Desa Pusong Baru Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sasaran penelitian ini hanya terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak prasekolah usia 3 sampai 5 tahun yang tinggal di Kelurahan Pusong Baru Kecamatan Banda Sakti Kota Loksumawe yang berjumlah 63 responden. Besar sampel sebanyak 63 responden ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil survei, peran orang tua dalam pemilihan alat permainan edukatif termasuk dalam kategori “baik” sebesar 63,5%. Perkembangan anak prasekolah masuk dalam kategori relevan sebesar 47,6%. nilai p = 0,003
PERBEDAAN PENINGKATAN SUHU TUBUH BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIBERIKAN METODE NESTING DAN METODE KANGURU : PERBEDAAN PENINGKATAN SUHU TUBUH BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIBERIKAN METODE NESTING DAN METODE KANGURU Suadmini, Ni Ketut; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ningtyas, Listina Ade Widya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2770

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki dampak hipotermia, dimana hal tersebut merupakan penyebab kematian pada BBLR. Tindakan yang dapat mencegah kematian pada BBLR akibat hipotermia salah satunya perawatan metode kangguru dan nesting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan suhu tubuh BBLR yang diberikan metode nesting dan metode kanguru di ruang NICU RSD Mangusada. Penelitian ini termasuk penelitian Quasi eksperiment dengan desain Pretest-Postest Design menggunakan teknik sampel purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 12 orang untuk metode nesting dan 12 orang untuk metode kanguru. Waktu pengambilan data Maret sampai April 2024. Ethical clearence dilakukan di RSD Mangusada dengan NO: 070/2430/RSDM/2024. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji Independent sample T Test p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh sebelum diberikan nesting dengan rata-rata 36,400C terjadi peningkatan suhu tubuh setelah diberikan nesting dengan rata-rata 36,950C sedangkan suhu tubuh sebelum diberikan metode kanguru dengan rata-rata 36.180C terjadi peningkatan suhu tubuh setelah diberikan metode kanguru dengan rata-rata 37,230C. Hasil analisis uji Independent sample T Test didapatkan nilai p=0,001, artinya didapatkan perbedaan suhu tubuh BBLR yang diberikan metode nesting dan metode kanguru di ruang NICU RSD Mangusada. Disarankan perawat memberikan nesting dan metode kanguru pada BBLR dalam meningkatkan suhu tubuh.
GAMBARAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG PONEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR : GAMBARAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG PONEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR Parniti, Ni Pande Ketut; Somoyani, Ni Ketut; Utarini, Gusti Ayu Eka
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2771

Abstract

Preeklampsia berat merupakan suatu komplikasi yang ditandai dengan tekanan darah sistolik sekurang-kurangnya 160/110 mmHG atau lebih dengan disertai proteinuria, oliguria, peningkatan kadar kreatinin plasma, gangguan visus dan serebral, nyeri epigastrium. Faktor resiko terjadinya preeklampsia berat diantaranya molahidatidosa, kehamilan multifetus, gravida, usia ibu, usia kehamilan, pendidikan, riwayat hipertensi pada keluarga, adanya riwayat preeklampsia pada keluarga, penyakit diabetes pregestasional, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ibu bersalin dengan Preeklampsia Berat di Ruang PONEK RSUD Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2024. Populasi penelitian ini seluruh ibu bersalin dengan preeklampsia berat pada tahun 2021-2023 di Ruang PONEK Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar yang berjumlah 213 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Besar sampel penelitian ini 213 subjek. Jenis data adalah data sekunder. Pengumpulan data dengan lembar chek list. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ibu bersalin dengan preeklampsia berat di Ruang PONEK RSUD Wangaya Kota Denpasar tahun 2021-2023 mayoritas umur ibu 20-35 tahun (65,3%), dengan multigravida (59,6%), umur kehamilan trimester 3 (100%), jumlah janin satu (98,1%), dan tidak ada penyakit penyerta (78.9%). Kejadian preeklampsia mayoritas terjadi pada ibu dengan masa reproduksi sehat, sehingga tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan deteksi dini faktor resiko preeklampsia dengan asuhan antenatal terpadu dengan pelayanan10 T.
MADU KURMA DAN MADU ANGGUR MERAH BERMANFAAT MENURUNKAN LAMA PERSALINAN KALA I Mundarti, Mundarti; Yuniyanti, Bekti; Arfiana; Idhayanti, Ribkha Itha
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2775

Abstract

Persalinan lama menyebabkan terjadinya komplikasi persalinan seperti perdarahan. danpartus lama. Salah satu sumber makanan yang mengandung kalori tinggi adalah madu dari kurma dan anggur merah serta air gula . Glukosa yang tinggi pada kurma dan anggur merah bermanfaat untuk tenaga. Serotonin ,tannin dan oksitosin pada kurma membantu kontraksi otot polos rahim pada persalinan .Madu dan anggur merah merupakan fruktosa dan glukosa sumber energi instan bagi tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat madu kurma dan madu anggur merah pada lama persalinan kala I aktif, Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only with control group design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Secang II dengan populasi 60 ibu bersalin yang melahirkan pada bulan September sampai Nopember 2022 teknik pengambilan sampel total sampling dengam jumlah sampel kelompok intervensi ibu bersalin kala I aktif yang diberikan madu kurma dan kelompok kontrol ibu bersalin kala I aktif yang diberikan madu anggur merah jumlah 30 responden . Hasil penelitian terdapat perbedaan pemberian kombinasi madu kurma dan anggur merah terhadap lama persalinan kala 1 aktifp value 0,030. Nilai Z Score -2.164 pemberian madu kurma lebih efektif mempercepat lama persalinan kala 1 didaptkan juga mean madu kurma 22,3667 menit dibandingkan madu anggur merah mean 31,0833 menit. Madu kurma maupun madu anggur sama sama efektif walaupun ada perbedaan . Disarankan sebagai tambahan energy tambahkan kurma madu maupun madu anggur merah pada ibu bersalin untuk memperpendek waktu persalinan kala 1 aktif
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KARSINOMA SERVIKS DALAM MENJALANI TINDAKAN BRAKHITERAPI: GAMBARAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KARSINOMA SERVIKS DALAM MENJALANI TINDAKAN BRAKHITERAPI Ariastini, Ni Luh; Rahyani, Ni Komang Yuni; Buadiani, Ni Nyoman
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Edisi Khusus)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i1A.2776

Abstract

WHO mencatat kasus kanker di Indonesia di tahun 2020 mencapai 396.914, dimana kanker serviks menempati urutan kedua dengan 36.633 kasus. Penatalaksanaan kanker stadium IA1 bisa dilakukan dengan operasi dan brakhiterapi. Tindakan Brakhiterapi menyebabkan kecemasan pada pasien terkait prosedur sehingga perlu diberikan informasi rinci sebelum penerapannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien karsinoma serviks yang menjalani brakhiterapi berdasarkan pengetahuan pasien tentang terapi brakhiterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof DR I Gusti Ngurah Gede Ngoerah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan dari Bulan April sampai Bulan Mei 2024. Teknik pengukuran besar sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan total sampel yang berjumlah 82 orang. Data primer yang dikumpulkan meliputi umur, jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaannya. Kecemasan diukur dengan kuisioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) dan pengetahuan juga diukur dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang prosedur dan efek samping tindakan brakhiterapi kategori cukup, yaitu sebanyak 43 orang (52,4%) dan sebagian besar responden dengan tingkat kecemasan ringan, yaitu sebanyak 42 orang (51,2%). Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi pihak rumah sakit untuk memberikan edukasi tentang prosedur dan pelaksanaan brakhiterapi.

Page 8 of 20 | Total Record : 195