cover
Contact Name
Amelia
Contact Email
melameliaaa99@gmail.com
Phone
+6281224442977
Journal Mail Official
jurnaledunity@gmail.com
Editorial Address
Jl. Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 29633648     EISSN : 29648653     DOI : https://doi.org/10.57096/edunity
Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan is a double-blind, open-access peer-reviewed academic journal in social and educational fields. This journal is published monthly by PT. Publikasiku Academic Solution. Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan provide a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be checked empirically. This journal publishes research articles that cover all aspects of social science, from management, economics, culture, education, law, social health and religion which are included in the social context. Published articles are articles that result from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books.
Articles 446 Documents
Analisis Yuridis Jual Beli atas Tanah dan/atau Bangunan di Bawah Tangan Marina Desi Ratnasari
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i8.568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas pembangunan di Indonesia, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, yang berdampak pada meningkatnya permasalahan pertanahan, terutama terkait status kepemilikan tanah. Fenomena yang masih banyak terjadi di masyarakat adalah praktik jual beli tanah dan/atau bangunan yang hanya didasarkan pada Perjanjian Jual Beli di bawah tangan, tanpa melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis status hukum tanah yang diperjualbelikan hanya dengan Perjanjian Jual Beli di bawah tangan serta kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi para pihak dalam perjanjian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research). Bahan hukum primer yang digunakan meliputi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997. Bahan hukum sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan publikasi hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian Jual Beli di bawah tangan tetap sah dan memiliki kekuatan hukum sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu adanya kesepakatan para pihak, kecakapan hukum, objek yang jelas, dan sebab yang halal. Namun demikian, perjanjian tersebut hanya memiliki kekuatan pembuktian formal dan terbatas, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar pendaftaran peralihan hak di Kantor Pertanahan. Untuk memperkuat kekuatan hukumnya, perjanjian di bawah tangan dapat dilegalisasi atau didaftarkan (waarmerking) oleh Notaris. Implikasi penelitian ini memberikan pemahaman hukum yang komprehensif bagi masyarakat mengenai konsekuensi hukum dari praktik jual beli di bawah tangan serta pentingnya pembuatan akta otentik di hadapan PPAT untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum.
Problematika Kewenangan Lembaga Audit dalam Menentukan Kerugian Keuangan Negara Secara Nyata (Actual Loss) pada Tindak Pidana Korupsi Marsya Musyaffa; I Made Kantikha; Malemna Anabertha Sura; Idris Wasahua
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i8.571

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 mengubah paradigma pembuktian tindak pidana korupsi dengan menghapus frasa "dapat" dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sehingga unsur kerugian keuangan negara wajib dibuktikan sebagai kerugian nyata (actual loss), bukan sekadar potensi kerugian (potential loss). Pergeseran ini menimbulkan dua persoalan hukum yang saling berkaitan: pertama, dualisme kewenangan lembaga audit dalam menghitung dan mendeklarasikan kerugian keuangan negara; kedua, implikasi yuridis kekuatan laporan audit kerugian negara dalam tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika kewenangan otoritas audit serta implikasi yuridis kekuatan alat bukti actual loss pasca pergeseran delik formil menjadi delik materil. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026, BPK merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang secara absolut menetapkan kerugian keuangan negara, sedangkan laporan BPKP hanya bersifat investigatif dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai alat bukti. Kekuatan alat bukti actual loss ditentukan oleh ketepatan metodologi perhitungan real cost, net loss, atau total loss.
Relasi Eksistensi Manusia: Refleksi Filosofi Makna Keterlemparan Martin Heidegger Losianus Harjon
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i3.552

Abstract

Relasi merupakan dimensi fundamental dalam keberadaan manusia karena melalui relasi manusia membentuk identitas, kesadaran, serta pemaknaan terhadap dirinya dan dunia. Namun, relasi manusia tidak selalu menghadirkan keharmonisan, melainkan juga dapat menjadi sumber konflik, keterasingan, dan kehancuran eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan keberadaan manusia dalam relasi melalui perspektif filsafat eksistensial, khususnya konsep keterlemparan (Geworfenheit) Martin Heidegger. Manusia dipahami sebagai makhluk yang hadir dalam dunia tanpa terlebih dahulu memilih keberadaannya, tetapi harus menghadapi berbagai kondisi, aturan, bahasa, budaya, dan pengalaman yang telah tersedia sebelumnya. Melalui relasi, manusia menemukan kemungkinan untuk membangun makna hidup, tetapi sekaligus menghadapi keterbatasan dan dilema keberadaannya. Kerusakan relasi yang ditandai oleh hilangnya kepercayaan, kesombongan, kepalsuan, dan ketidakmampuan memahami orang lain menunjukkan bahwa eksistensi manusia selalu berada dalam pergulatan. Artikel ini menunjukkan bahwa keterlemparan bukan sekadar kondisi keterbatasan manusia, melainkan titik awal bagi manusia untuk menyadari keberadaan dirinya dan memberi makna terhadap kehidupannya melalui pilihan, tanggung jawab, dan relasi yang autentik. Kajian ini disusun dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pendekatan filosofis-reflektif atas sumber primer dan sekunder mengenai pemikiran eksistensial Martin Heidegger. Secara implikatif, hasil kajian ini menegaskan bahwa kesadaran akan keterlemparan dapat menjadi landasan etis bagi pembentukan relasi sosial yang lebih manusiawi, khususnya di tengah masyarakat kontemporer yang rentan terhadap keterasingan dan kerapuhan kepercayaan.
Local Wisdem (Culture) Based Mangrove Forest Ecosystem Management in Metinaro, Timor Leste Luis da Costa; Francisco Barbosa Pereira; Marito Magno; Brígida Antonio Correia
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies (Issue in Progres)
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i9.573

Abstract

Culturally based mangrove forest ecosystem management is crucial because the Metinaro community places significant value on cultural practices, including rituals designed to communicate directly with ancestral spirits. The community believes that ancestral spirits are capable of protecting biodiversity, non-biological resources, and the Metinaro community as a whole. Such protection, particularly in relation to the physical, biological, and economic functions of mangrove forests, is essential for coastal communities. This research aimed to examine the process of culturally based mangrove forest ecosystem management in Metinaro, Timor-Leste. Data were collected through interviews with traditional elders and fishing group leaders, while descriptive analysis was used to analyze the interview and survey results. The mangrove forest ecosystem management process was carried out collaboratively by local communities and traditional elders, as both groups were bound by customary rules considered sacred law. These customary practices began with a ritual led by a traditional healer in the form of direct communication with ancestral spirits to request permission and seek guidance for mangrove forest management activities. This ritual was generally performed at the traditional house of worship, with offerings including pigs and goats, as well as betel and areca nuts, presented to honor ancestral spirits. The research findings showed that all living organisms, including the diversity of species within the mangrove forest ecosystem and other wildlife such as white monkeys, broad-winged bats, parrots, snakes, cockatoos (yellow-crested and white-crested), storks, fish, crabs, and other species, have remained well preserved and sustainable to date.
Analysis of Performance During The Takeoff Phases in The Long Jump, From A Biomechanical Perspective Julio César Pérez Suzarte; Francisco Barbosa Pereira; Marito Magno; Rosendo Junquera Ferrer; Brígida Antonio Correia
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies (Issue in Progres)
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i9.574

Abstract

One of the most important applications of sports biomechanics is the study of motor actions. The analysis of motor actions examines the mechanical causes of movement and the characteristics of movement patterns under different conditions, which constitute the primary focus of this scientific field. Technological advances have enabled comprehensive analyses of these actions, providing highly precise insights into how movements occur and the structures involved in their execution. From a biomechanical perspective, in the long jump, several authors consider the takeoff phase, characterized by the period of interaction with the takeoff board, as the most critical phase for achieving optimal performance. However, its close relationship with the approach run is also recognized, as the approach phase must provide the speed and positioning required for effective jump execution. Given the importance of this phase in long jump performance, this study aimed to characterize the takeoff phase by analyzing biomechanical indicators obtained through observation and measurement methods. From a biomechanical perspective, the takeoff phase, characterized by interaction with the takeoff board, represents a decisive phase in achieving an effective long jump, although it remains closely dependent on the approach run, which must provide optimal horizontal velocity and body positioning. This study employed theoretical and empirical methods. The contribution of this research lies in identifying and characterizing kinematic biomechanical indicators that influence the preparation of school-level athletes in the long jump. These findings enable comparisons with technical performance models to implement corrective strategies that improve the efficiency, rationality, and effectiveness of technical execution during motor actions.
Pengaruh Word of Mouth (WOM) dan Electronic Word of Mouth (eWOM) Terhadap Keputusan Pemilihan RSGM Maranatha di Bandung Rudy Djuanda; Purwadhi Purwadhi; Didin Syarifuddin
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies (Issue in Progres)
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i9.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Word of Mouth (WOM) dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap keputusan pemilihan RSGM Maranatha di Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan metode cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan RSGM Maranatha di Kota Bandung. Rekomendasi keluarga atau teman, pengalaman positif, fasilitas, serta harapan terhadap kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pasien. Selanjutnya, eWOM juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan, di mana pasien mempertimbangkan ulasan media sosial dan platform digital sebelum menentukan pilihan dokter gigi. Secara simultan, WOM dan eWOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan RSGM Maranatha di Kota Bandung. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal maupun digital memiliki peran strategis dalam pemasaran jasa kesehatan, khususnya pada layanan kedokteran gigi.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): Edunity: Social and Educational Studies (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 7 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 6 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 5 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 4 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 12 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 11 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 10 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 9 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 8 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 7 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 6 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 5 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 12 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 11 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 10 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 9 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 8 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 7 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 6 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 5 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 4 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 12 (2023): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 2 No. 11 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 10 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 9 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 8 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 7 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 6 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 5 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 4 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 3 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 03 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 02 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2022): Edunity : Social and Educational Studies More Issue