cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 93 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025)" : 93 Documents clear
Kualitas Pengajaran Dan Peran Guru: Sinergi Menuju Pembelajaran Berpusat Pada Siswa Komalasari, Nunung; Fajri Al Mustofa, Muhammad; Waashil Ar Rohim, Muhammad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1592

Abstract

Pembelajaran berpusat pada siswa memerlukan sinergi optimal antara kualitas pengajaran dan peran guru untuk mencapai hasil yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya sinergi antara kualitas pengajaran dan peran guru dalam mewujudkan pembelajaran berpusat pada siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui analisis sistematis terhadap literatur ilmiah nasional dan internasional. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga dimensi kunci: (1) kualitas pengajaran yang efektif mencakup pembangunan kesadaran kognitif, penciptaan pembelajaran bermakna, dan penghadiran kegembiraan dalam belajar; (2) transformasi peran guru menjadi aktivator, kolaborator, pembangun budaya, dan fasilitator; serta (3) model sinergi yang menunjukkan bahwa kedua aspek saling memperkuat secara timbal balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran berpusat pada siswa bergantung pada integrasi sistematis antara kualitas pengajaran dan peran guru yang didukung oleh pengembangan profesional berkelanjutan, budaya sekolah inovatif, dan kepemimpinan yang mendukung. Implikasi penelitian mencakup panduan praktis bagi guru, administrator, dan pembuat kebijakan dalam merancang ekosistem pembelajaran yang holistik dan berpusat pada siswa.
Implementasi Peran Guru Sebagai Pendidik dan Fasilitator dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Harahap, Fitri E; Syarifah, Sherina Zakiyah; Sukandar, Ahmad
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1613

Abstract

Mutu pembelajaran merupakan indikator utama keberhasilan pendidikan yang ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik dan fasilitator. Namun, implementasi optimal kedua peran tersebut secara seimbang masih menghadapi tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi peran guru sebagai pendidik dan fasilitator serta menganalisis pengaruhnya terhadap mutu pembelajaran. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif dilakukan di SMP Plus Al-Musthafa Ciherang. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap lima guru selama delapan minggu, wawancara dengan 30 siswa dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Implementasi peran pendidik terwujud melalui penanaman nilai karakter, keteladanan (80% konsisten), dan pemberian motivasi yang meningkatkan minat belajar dari 3,4 menjadi 4,2. Peran fasilitator ditunjukkan melalui penyediaan media pembelajaran variatif dan penerapan metode aktif yang meningkatkan partisipasi siswa dari 45% menjadi 78%. Kesimpulan: Integrasi optimal kedua peran guru meningkatkan hasil belajar sebesar 4,2 poin dan keaktifan siswa rata-rata 29,6%, membuktikan kontribusi signifikan terhadap mutu pembelajaran holistik.
Implementasi Pendekatan Saintifik untuk Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Oktaviani, Elpin; Rahman Hakim, Zerri; Adya Pribadi, Reksa
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1643

Abstract

Pendidikan abad 21 menuntut pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi melalui pendekatan pembelajaran inovatif. Tujuan: Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pendekatan saintifik berbasis keterampilan abad 21 di SDN Sepang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menggambarkan perkembangan keterampilan peserta didik. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan pada 28 siswa kelas V dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif (8 pertemuan) dan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil: Pendekatan saintifik (5M) berhasil diterapkan dengan partisipasi siswa mencapai 82% pada tanya jawab dan 76% pada diskusi kelompok. Keterampilan abad 21 berkembang signifikan: kemampuan bertanya meningkat dari 45% menjadi 78%, kreativitas mencapai 68%, kolaborasi 72%, dan komunikasi 80%. Faktor pendukung meliputi lokasi strategis, kesiapan guru, dan dukungan orang tua, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan fasilitas, minimnya pelatihan guru (30%), dan penyalahgunaan teknologi (70%). Kesimpulan: Pendekatan saintifik efektif mengembangkan keterampilan abad 21 dalam konteks keterbatasan sumber daya melalui kreativitas guru dan kolaborasi stakeholder.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Peningkatan Motivasi dan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI (Studi Deskriptif Kualitatif di SDN 090 Cibiru Kota Bandung) Lusepi, Lusepi; Muhammad Jafar Sidiq; Ifah Hadijah; Wiwik Dyah Aryani
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1649

Abstract

Peniltian ini adalah untuk menganalisis implementasi model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan motivasi dan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya motivasi dan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran PAI, dimana Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi mata pelajaran yang esensial, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta pemahaman ajaran Islam secara komprehensif. Model Kooperatif dipilih karena dapat memunculkan inovasi dalam pendekatan pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa, membangkitkan semangat, dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 di SDN 090 Cibiru yang menjadi objek Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Peningkatan Motivasi dan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru PAI, serta analisis dokumen terkait proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Kooperatif dapat secara signifikan meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran PAI. Siswa terlihat lebih antusias, berani bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi sendiri untuk memecahkan masalah atau memahami materi. Hal ini terlihat dari peningkatan interaksi siswa dengan guru dan sesama siswa, serta motivasi internal untuk belajar. Hambatan yang ditemukan antara lain adalah adaptasi awal siswa terhadap model pembelajaran baru dan kebutuhan akan persiapan guru yang lebih matang dalam merancang skenario pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan motivasi dan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai efektivitas model kooperatif sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi dan minat, sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran PAI dan pembentukan karakter peserta didik yang utuh.
Integrating Language and Spirituality: The Impact of Instructor Mentoring and Foreign Language Habituation on Santri Intelligence Development in Indonesian Islamic Boarding Schools Fariha, Hanik Sindi; Khoirotul Idawati; Hanifuddin
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1694

Abstract

Introduction: Language education in Islamic boarding schools (pesantren) presents unique opportunities to integrate linguistic competence with spiritual development. This study investigated how language instructor mentoring utilizing foreign language habituation approaches enhances santri's spiritual and linguistic intelligence at Pesantren Sains Tebuireng. Methods: A qualitative descriptive design was employed with purposively selected participants including the chief administrator, language instructors, student language administrators, and santri. Data were collected through semi-structured interviews, systematic observations, and document analysis, then analyzed using data reduction, display, and conclusion drawing procedures. Trustworthiness was established through triangulation, observation persistence, and peer debriefing. Results: Findings revealed that instructors functioned as multidimensional mentors—serving as teachers, spiritual guides, and role models—implementing systematic habituation strategies including vocabulary enrichment, multimedia learning, and performance activities. The tiered mentoring system, where instructors mentored student administrators who subsequently guided peers, effectively developed linguistic competencies across four language skills while fostering Islamic values of sincerity, perseverance, and knowledge pursuit. Supporting factors included instructor authority, collaborative structures, and accountability mechanisms, while motivational fluctuations, scheduling challenges, and incomplete immersion emerged as inhibiting factors Discussion: The study extends multiple intelligences theory and social learning frameworks by demonstrating specific mechanisms linking language instruction with spiritual development, providing practical implications for pesantren seeking to balance religious education with linguistic competence development.
Implementasi Model Role Play dan Simulasi dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar PAI di Sekolah Dasar Harahap, Fitri E; Purqoni, Aang; Ifah Hadijah; Aryani, Wiwik Dyah
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1729

Abstract

Conventional teaching methods are still widely used in Islamic Religious Education (IRE) classes at the elementary level, resulting in students’ low engagement and passive learning behavior. This study aims to analyze the implementation of Role Play and Simulation models in enhancing students’ learning activities. Employing a qualitative descriptive design, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving one IRE teacher and two students at SDN Palintangjaya, Bandung Regency. The findings reveal that the Role Play model is more frequently applied to moral and prophetic stories due to its flexibility and adaptability, while the Simulation model is particularly effective for practical materials such as congregational prayer. Both models enhance students’ cognitive, affective, and psychomotor engagement. Supporting factors include school leadership support, student enthusiasm, and adequate facilities, whereas time constraints and large class sizes pose significant challenges. These findings affirm the relevance of experiential learning approaches in improving IRE teaching quality and strengthening character education at the elementary level.
Implementasi Bimbingan dan Konseling Islami dalam Meningkatkan Moral Siswa di SMA Nurul Ilmi Harahap, Fitri E; Syarifah, Sherina Zakiyah; Ayi Najmul Hidayat; Teti Ratnawulan
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) dalam meningkatkan moral siswa di SMA Nurul Ilmi. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan pendekatan pendidikan moral yang lebih integratif, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru BK, kepala sekolah, dan siswa yang terlibat dalam layanan BKI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BKI dilakukan melalui layanan bimbingan klasikal, konseling individu, mentoring keagamaan, serta pembinaan akhlak Islami. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, kejujuran, dan empati sosial siswa. Faktor pendukung utama mencakup dukungan kelembagaan, budaya sekolah religius, dan hubungan personal guru–siswa, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan tenaga konselor dan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BKI merupakan pendekatan efektif dan kontekstual dalam pembentukan moral dan karakter Islami di sekolah menengah.
Integrasi Pendekatan Spiritual dan Psikologis dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja: Study Deskriptif Kualitatif Pada SMK Jayabeka 01 Karawang Sasmita, Mitra; Suryadi, Iyadh; Helmawati
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1753

Abstract

Masalah kesehatan mental pada remaja semakin meningkat seiring dengan tekanan sosial dan akademik di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan spiritual dan psikologis dalam menjaga kesehatan mental remaja di SMK Jayabeka 01 Karawang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru, kepala sekolah, serta orang tua, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan spiritual seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa bersama, serta layanan konseling memberikan pengaruh positif terhadap kesejahteraan mental peserta didik. Sebanyak 92% siswa merasa lebih tenang dan 93% mengalami perubahan positif dalam kesehatan mental mereka. Pendekatan ini terbukti efektif membangun ketenangan batin, meningkatkan resiliensi emosional, dan memperkuat karakter religius remaja. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang integrasi nilai-nilai spiritual dan psikologis dalam pendidikan, serta merekomendasikan penerapan program serupa di lembaga pendidikan lain.
Proses Pengembangan Sikap Percaya Diri Pada Peserta Didik Kelas 2 Pasca Pembelajaran Daring Firda, Amaral; Jamaludin, Ujang; Damanhuri
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan sikap percaya diri peserta didik kelas 2 setelah kembali ke pembelajaran tatap muka pasca pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di SDS Kusuma Bangsa II Kabupaten Tangerang pada tahun ajaran 2021-2022. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, peserta didik, dan orang tua, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap percaya diri dapat dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang melibatkan media visual, permainan edukatif, pemberian tanggung jawab, dan pendekatan personal guru. Faktor penghambat meliputi pola asuh overprotektif, ketakutan terhadap kesalahan, dan minimnya kesempatan berbicara selama pembelajaran daring. Faktor pendukung mencakup dukungan emosional guru, pemberian kesempatan tampil, dukungan orang tua yang seimbang, dan metode pembelajaran variatif. Manifestasi kepercayaan diri tercermin dalam keberanian peserta didik untuk bertanya, menjawab, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pemulihan psikososial dalam pembelajaran tatap muka untuk mendukung pengembangan karakter peserta didik di era pasca pandemi.
Konseling Spiritual Dalam Mengatasi Stres Dan Kecemasan Dalam Hidup Nabih, Ahda Nafisa; Sutoyo, Anwar; Muslikah, Muslikah
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.1810

Abstract

Peningkatan 25% kasus gangguan kecemasan dan depresi global pasca-pandemi COVID-19 menuntut pendekatan intervensi psikologis yang kontekstual dan holistik. Tujuan: Penelitian ini menganalisis peran dan efektivitas konseling spiritual dalam mengatasi stres dan kecemasan berdasarkan telaah literatur ilmiah terkini. Metode: Studi literatur sistematis dengan pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan terhadap 32 artikel yang diseleksi dari 187 publikasi (2019-2024) menggunakan protokol PRISMA. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola, mekanisme, dan faktor kontekstual. Hasil: Temuan menunjukkan 87,5% studi melaporkan penurunan tingkat stres dan 81,3% mengonfirmasi pengurangan gejala kecemasan. Konseling spiritual bekerja melalui empat mekanisme utama: penciptaan makna hidup, penguatan regulasi emosi, peningkatan hubungan transendental, dan pengembangan strategi coping positif. Praktik doa dan meditasi religius menjadi intervensi dominan (56,3%). Kesimpulan: Konseling spiritual efektif sebagai pendekatan preventif dan kuratif yang kontekstual untuk masyarakat religius. Diperlukan pengembangan kompetensi spiritual konselor dan penelitian eksperimental lanjutan untuk menguji efektivitas teknik spesifik dalam konteks lokal Indonesia.

Page 7 of 10 | Total Record : 93