cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 449 Documents
Pengembangan Leaflet PHBS Tatanan Rumah Tangga sebagai Media Edukasi Upaya Pencegahan ISPA di Puskesmas Kelay Krisna Rerungan; Ferry Fadzlul Rahman
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1231

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi (479 kasus) di UPT Puskesmas Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada tahun 2025, sementara cakupan rumah tangga berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah tersebut baru mencapai 36,74%. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan dan penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga, terutama pada indikator tidak merokok di dalam rumah dan etika batuk-bersin, yang berkontribusi terhadap tingginya penularan ISPA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan leaflet sebagai program utama edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang PHBS sebagai upaya pencegahan ISPA. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan melalui kuesioner, penyusunan leaflet berdasarkan hasil analisis tersebut, serta penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang dilengkapi poster sederhana sebagai media pendukung di lokasi, dengan sasaran 14 responden masyarakat/keluarga binaan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kelay. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan dua indikator PHBS terendah, yaitu tidak merokok di dalam rumah (69,0%) dan etika batuk-bersin (73,8%), yang menjadi fokus utama konten leaflet. Leaflet dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bahan bacaan lanjutan di rumah, dan evaluasi hasil melalui tanya jawab lisan menunjukkan seluruh peserta mampu menjelaskan kembali pesan kesehatan pada leaflet dengan baik, menandakan peningkatan pemahaman tentang pencegahan ISPA. Kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran mitra untuk menerapkan PHBS, khususnya menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Disimpulkan bahwa leaflet yang dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan lokal efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan yang dapat dibawa pulang di wilayah kerja puskesmas dengan karakteristik masyarakat pedesaan terpencil.
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan ISPA di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Palas Dewi Wulandari; Ferry Fadzlul Rahman
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1232

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, dengan 1.655 kasus pada tahun 2025 dan 512 kasus pada awal tahun 2026. Hasil identifikasi awal melalui kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) menunjukkan bahwa perilaku pencegahan masyarakat (46,7% kategori baik) masih tertinggal dibandingkan sikap yang sudah relatif positif (66,7% kategori baik), sehingga edukasi tatap muka dipilih sebagai prioritas intervensi berdasarkan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita, tentang pencegahan ISPA melalui edukasi langsung berbasis media poster di posyandu. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui kuesioner KAP, penentuan prioritas masalah dengan metode USG, penyusunan media poster edukasi, serta pelaksanaan edukasi tatap muka disertai sesi tanya jawab di dua posyandu wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas. Sasaran kegiatan adalah ibu balita, kader, dan masyarakat pengunjung Posyandu Buah Hati SP3 dan Posyandu Melati SP4. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi yang tinggi pada kedua sesi edukasi, ditandai dengan sesi tanya jawab yang aktif, serta poster edukasi yang ditinggalkan secara permanen di lokasi posyandu sebagai media informasi pasif berkelanjutan. Seluruh kegiatan yang direncanakan dalam Plan of Action (POA) terlaksana sesuai target pada bulan Mei 2026. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan peran tenaga promosi kesehatan dalam edukasi pencegahan ISPA berbasis kebutuhan nyata masyarakat serta menegaskan pentingnya keberlanjutan edukasi rutin di posyandu.
Revitalisasi Tabiang Barasok melalui Community Based Tourism Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Siti Hajar Thaitami; Faradiba Arnoldi; Puspita Sari; Rafiq Mustafa; Fadia Hadila Putri; Dina Aulia
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1234

Abstract

Program RANCAK (Revitalisasi dan Aktivasi Community Based-Tourism Area Kreatif) dilaksanakan di Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, untuk menanggapi permasalahan tata kelola POKDARWIS, promosi digital, daya tarik dan fasilitas wisata, pengembangan UMKM, serta kemandirian pengelolaan camping ground. Artikel pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan proses intervensi dan perkembangan capaian program berdasarkan laporan kemajuan pelaksanaan PPK Ormawa UPKK Universitas Negeri Padang tahun 2026. Pelaksanaan dilakukan melalui pembekalan, pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, revitalisasi fasilitas, penguatan media digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya pembagian tugas POKDARWIS yang lebih jelas, jadwal kerja yang lebih teratur, dan rencana kerja yang mulai digunakan; media sosial destinasi kembali aktif dan website resmi tersedia serta dikelola POKDARWIS; fasilitas kawasan direvitalisasi melalui pengembangan gapura, taman kelinci, area camp, sistem kebersihan, kebun strawberry, taman bunga, kaca cembung, spot foto, papan informasi, ayunan, sudut foto, dan penerangan; tujuh produk unggulan dikembangkan melalui branding, kemasan, dan penguatan identitas; serta inventaris camping disiapkan untuk mendorong kemandirian pengelolaan. Aktivasi destinasi diperkuat melalui Grand Re-Activation dan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, media, perguruan tinggi, dan mitra. Keberlanjutan diarahkan melalui atraksi tematik dan budaya, lisensi barista, peluang pengabdian dosen tahun 2027, jejaring penghargaan, event nasional, kelompok baru, serta nota kesepakatan dengan mitra.
Optimalisasi Lingkungan Pembelajaran Interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima Muhamad Nabil AlFayidh; Siti Muntiasih Marhama; Fikri Pratama; Sulastri Sulastri; Ardan Alfariz; Zulkifli Reza Fahmi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1235

Abstract

Kegiatan literasi anak merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan kemampuan akademik, kreativitas, dan interaksi sosial anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan lingkungan pembelajaran interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama empat minggu dengan frekuensi dua kali dalam satu minggu, sehingga terdapat delapan kali pertemuan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak mulai dari usia balita hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berpindah lokasi, yaitu pada minggu pertama di Kampung Cimuncang, minggu kedua dan ketiga di Kampung Kadeper, serta minggu keempat di Kampung Wakapsari. Kegiatan literasi meliputi membaca, menulis, berhitung, menggambar, bermain, menyanyi, bimbingan belajar, dan pendampingan mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan literasi secara rutin, variasi aktivitas pembelajaran, pendampingan langsung, dan perpindahan lokasi dapat menciptakan ruang belajar yang lebih interaktif serta memperluas akses kegiatan literasi bagi anak-anak di beberapa kampung. Program ini juga menjadi alternatif kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Parakanlima.
Edukasi Pencegahan Campak Melalui Flipbook Digital untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu di Puskesmas Karang Asam Sabrina Nur Azalia; Amelia Kartika Putri; Muhammad Risky Saputra; Lia Kurniasari
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1240

Abstract

Imunisasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada anak. Berdasarkan identifikasi masalah yang ditemukan selama kegiatan magang di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam, menunjukkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi campak menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan. Campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi sehingga peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan dan pentingnya imunisasi menjadi bagian penting dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan program magang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait pencegahan campak melalui edukasi kesehatan dengan dukungan media poster dan flipbook digital di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam. Kegiatan ini dilaksanakan untuk para ibu yang hadir mengikuti edukasi kesehatan di Posyandu. Penulisan artikel ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode ceramah dengan bantuan media flipbook digital yang memuat materi mengenai pencegahan campak dan imunisasi anak. Evaluasi dilakukan terhadap 20 ibu dengan membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan, dengan nilai rata-rata 56,00 menjadi 91,00. Seluruh responden mengalami peningkatan skor setelah mengikuti edukasi dan tidak ditemukan responden dengan skor yang rendah. Flipbook digital memperoleh respons positif karena menyajikan materi dengan bahasa sederhana dan gambar yang menarik serta dapat diakses kembali melalui Handphone. Edukasi dengan dukungan media flipbook digital dapat menjadi alternatif media promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pencegahan campak dan pentingnya pemberian imunisasi anak.
Pendampingan Siswa melalui Edukasi Anti-Bullying sebagai Upaya Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman di SDN Wates Sumbergempol Arini Dwi Cahyani; Hasan Sultoni; Dewi Saputri; Siti Aisyah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1241

Abstract

Perundungan pada jenjang sekolah dasar masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi sejak dini karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan proses belajar peserta didik. Kegiatan pendampingan ini bertujuan menguatkan pemahaman dan kesadaran siswa SDN Wates Kecamatan Sumbergempol mengenai bentuk, dampak, dan cara menyikapi perundungan, sekaligus mendorong keterlibatan guru dan orang tua dalam menjaga lingkungan sekolah yang aman. Pendampingan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara, dan sosialisasi edukatif kepada siswa kelas V dan VI, dengan data dianalisis secara tematik. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa siswa mulai mampu membedakan candaan yang wajar dengan tindakan yang berpotensi menyakiti orang lain, menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap nilai saling menghargai dan empati, serta memahami langkah meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami atau menyaksikan perundungan. Meskipun observasi awal tidak menemukan indikasi perundungan secara langsung, kegiatan ini tetap penting sebagai langkah preventif yang perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan oleh sekolah, guru, dan keluarga agar nilai-nilai yang ditanamkan benar-benar terinternalisasi dalam keseharian siswa.
Pendampingan Digitalisasi Lokasi Usaha Melalui Google Maps dan Pembuatan Banner Promosi pada UMKM Batrek Bu Tatik di Desa Mirigambar, Kabupaten Tulungagung Azhizah Khoirunisya; Mohammad Saiful Rifai; Muhammad Zidan Riziq; Della Ayu Widyadana
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1242

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pedesaan pada umumnya masih memasarkan usahanya melalui informasi dari mulut ke mulut sehingga jangkauan promosinya terbatas pada lingkungan terdekat. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mendampingi UMKM Batrek Bu Tatik di Desa Mirigambar, Kabupaten Tulungagung, dalam mencantumkan lokasi usahanya pada Google Maps sekaligus menyediakan banner sebagai media promosi fisik. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif, dengan melibatkan pemilik usaha secara langsung mulai dari observasi kondisi awal, penggalian kebutuhan, pendataan informasi usaha, perancangan konten digital dan desain banner, pelaksanaan pendaftaran pada Google Maps, pencetakan dan pemasangan banner, hingga pendampingan pemanfaatan serta evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pencantuman titik lokasi pada Google Maps mempermudah calon pembeli menemukan dan menuju tempat usaha, sedangkan banner yang terpasang di depan lokasi memperjelas identitas usaha bagi masyarakat yang melintas. Perpaduan kedua media tersebut membentuk pola pemasaran yang menggabungkan jalur digital dan konvensional, sekaligus menumbuhkan pemahaman pemilik usaha mengenai manfaat literasi digital bagi keberlangsungan usahanya. Pengabdian ini membuktikan bahwa pendampingan yang sederhana dan bersifat aplikatif mampu memberikan dampak nyata terhadap visibilitas, identitas, dan keberlanjutan pemasaran UMKM skala mikro di wilayah pedesaan.
Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Kembangbilo (Sikembang) Berbasis Website sebagai Inovasi Layanan Kesehatan Komunitas di Desa Kembangbilo Hyan Oktodia Basuki; Mei Widyawati; Hanim Nur Fa'izah; Dyah Pitaloka; Suhartono Suhartono; Ahmad Daniel; Ananda Khoirunnisa; Della Mahartika Febriana; Ahmad Bagus Eka Mahardika
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1243

Abstract

Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban menghadapi berbagai permasalahan kesehatan komunitas yang signifikan, meliputi hipertensi tidak terkontrol, rendahnya pemanfaatan posyandu lansia, ditemukannya jentik nyamuk pada 52,6% rumah, dan defisit pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sistem pencatatan kesehatan yang masih bersifat manual menyebabkan keterlambatan pelaporan dan lemahnya pemantauan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan Kembangbilo (SIKEMBANG) berbasis website sebagai inovasi layanan kesehatan komunitas yang dapat diakses melalui https://s.id/sikembang. SIKEMBANG merupakan platform digital terintegrasi yang memungkinkan kader kesehatan melakukan pencatatan pemantauan tekanan darah, kehadiran posyandu lansia, survei jentik nyamuk, dan checklist PHBS secara real-time. Metode pelaksanaan meliputi pengkajian komunitas, pengembangan platform, pelatihan kader, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% kader mampu mengoperasikan SIKEMBANG secara mandiri setelah pelatihan, terjadi peningkatan keaktifan lansia di posyandu, dan pelaporan data kesehatan menjadi lebih tertib dan terstruktur. Faktor pendorong keberhasilan meliputi tingginya kepemilikan smartphone kader dan motivasi perubahan, sedangkan hambatan utama adalah sinyal internet yang tidak stabil dan budaya risk aversion. SIKEMBANG terbukti efektif sebagai inovasi digital yang meningkatkan efisiensi sistem pelaporan kesehatan komunitas dan dapat menjadi model replikasi bagi desa lain.
Penguatan Branding dan Pemasaran Digital sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing UMKM Keset di Desa Wates, Kabupaten Tulungagung Ameliya Ardiani; Hasan Sultoni; Muhammad Yusuf Qurdhowi; Hafidah Mir'atus Sholikhah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1245

Abstract

Usaha keset milik Bapak Imam Bajuri di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung telah berjalan cukup lama dengan kualitas produk yang memadai, namun pemasarannya masih bertumpu pada cara konvensional, yaitu penjualan kepada pengepul serta jaringan pelanggan yang terbatas di sekitar lokasi produksi. Ketiadaan identitas visual usaha dan minimnya pemanfaatan teknologi digital menyebabkan produk keset ini kurang dikenal secara luas dan sulit bersaing dengan produk sejenis yang telah menerapkan strategi pemasaran digital. Kegiatan pendampingan masyarakat ini bertujuan menguatkan branding dan pemasaran digital usaha keset tersebut melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan pemilik usaha sebagai mitra aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Pelaksanaan pendampingan mengikuti lima tahap, yaitu persiapan dan orientasi, perencanaan program, pelaksanaan pendampingan, monitoring dan pendampingan lanjutan, serta evaluasi dan refleksi, dengan subjek dampingan ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keaktifan usaha, kepemilikan perangkat pendukung digital, serta belum dimanfaatkannya sarana promosi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya tiga output utama, yaitu terdaftarnya titik lokasi usaha pada Google Maps, tersedianya banner sebagai identitas visual pertama usaha, dan aktifnya akun TikTok sebagai kanal pemasaran digital. Ketiga capaian tersebut secara bersama-sama meningkatkan visibilitas usaha, memperkuat identitas merek, dan membuka peluang perluasan pasar ke luar wilayah desa, sekaligus meningkatkan kemampuan pemilik usaha dalam mengelola sarana promosi tersebut secara mandiri sehingga dampak pendampingan berpotensi berkelanjutan.
Pelatihan dan Penerapan Alat Pencacah Biomassa untuk Pupuk Organik Cair di Desa Sumbergede Bojonegoro Burhan Zein Nurahman; Sitaresmi Amarita Nirina; Kamila Mumtaz; Reza Febrianto; Isna Nugraha
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1246

Abstract

Pengelolaan sampah organik di wilayah pedesaan masih menjadi permasalahan karena keterbatasan sarana pengolahan menyebabkan limbah rumah tangga dan biomassa pertanian berpotensi menumpuk, mencemari lingkungan, serta menyumbat saluran drainase. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan mesin pencacah biomassa sebagai teknologi tepat guna untuk membantu pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC), sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumbergede menggunakan pendekatan partisipatif melalui survei dan identifikasi kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin, uji coba, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan POC, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Pencacahan dilakukan untuk memperkecil ukuran bahan sehingga lebih mudah ditangani dan diolah pada tahap fermentasi, sedangkan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk merupakan salah satu bentuk valorisasi biomassa yang mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan (Chojnacka et al., 2022; Najib et al., 2022). Proses pembuatan POC dilakukan melalui fermentasi biomassa hasil cacahan menggunakan molase dan EM4 selama 14–21 hari dengan pemantauan pH. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pencacah mempermudah proses pengecilan ukuran bahan dan mendukung persiapan biomassa untuk fermentasi. Kegiatan sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan juga meningkatkan pemahaman serta keterlibatan masyarakat dalam pengoperasian mesin, keselamatan kerja, pemilahan sampah, dan pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku POC.