cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 449 Documents
Penguatan Minat Belajar dan Religiusitas Anak Melalui Program Baca Tulis Al-Qur'an Muh. Yunan Putra; Kaharuddin Kaharuddin; Hermansyah Hermansyah; Mustiawan Mustiawan; Rahmawati Rahmawati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1275

Abstract

Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan salah satu bentuk pendidikan keagamaan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi sarana penguatan minat belajar dan religiusitas anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat minat belajar sekaligus religiusitas anak melalui pembelajaran BTQ yang partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek kegiatan meliputi anak TK, SD, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat yang terlibat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan triangulasi sumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, kehadiran, dan keterlibatan aktif anak dalam pembelajaran BTQ. Anak juga menunjukkan inisiatif untuk mengulang bacaan di rumah serta perkembangan dalam kemampuan membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Dari aspek religiusitas, terlihat peningkatan kedisiplinan beribadah, kebiasaan mengucapkan salam dan doa, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Program juga memperoleh dukungan dari pemerintah Desa, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat sehingga berpotensi mendukung keberlanjutan pendidikan keagamaan berbasis komunitas. Dengan demikian, program BTQ dapat menjadi strategi integratif dalam memperkuat minat belajar, literasi Al-Qur’an, dan religiusitas anak di lingkungan masyarakat.
Peningkatan Kompetensi Guru TIK melalui AI-Assisted Coding GitHub Copilot di SMP Negeri 1 Bae Ricky Septi Maulana; Arif Setiawan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan AI-Assisted Coding menggunakan GitHub Copilot dalam meningkatkan kompetensi guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP Negeri 1 Bae. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Informatika, khususnya dalam materi pemrograman dan pengembangan website, yang sering kali terhambat oleh keterbatasan kemampuan penulisan kode (coding) dasar secara mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan pelatihan partisipatif, melibatkan tiga orang guru pengampu mata pelajaran TIK. Evaluasi kemampuan diukur menggunakan rubrik penilaian yang mencakup lima indikator: persiapan perangkat lunak, pemahaman penggunaan AI, kemampuan menyusun instruksi (prompting), kelancaran proses coding, dan kualitas hasil website. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kompetensi peserta secara signifikan, dari rata-rata nilai awal 45 (Kategori Rendah) menjadi rata-rata 73,3 (Kategori Sedang hingga Tinggi) setelah menggunakan bantuan AI. Asisten kecerdasan buatan terbukti mampu mengakselerasi penulisan kode, meminimalisir kesalahan teknis (error), dan meningkatkan rasa percaya diri guru. Kesimpulannya, adopsi teknologi pendamping kecerdasan buatan merupakan solusi yang sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan literasi digital guru dalam memenuhi kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Cek Kesehatan Gratis: Wujud Kepedulian Mahasiswa KKN SMH Bagi Masyarakat Desa Sukadaya Ilhamiyatul Hidayah; Jennie Hermanata; Muhammad Elang Jaya Saputra; Arneta Retia Putri; Muhamad Rain Febrian; Hapizul Ahdi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1279

Abstract

Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan salah satu upaya yang dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Kegiatan ini penting terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pemeriksaan kesehatan karena faktor biaya. Kegiatan CKG dilaksanakan sebagai salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 09 Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerja sama dengan Puskesmas Cikulur di Kantor Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan mahasiswa, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat secara langsung dalam tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 dan diikuti oleh 35 peserta yang sebagian besar merupakan masyarakat dewasa, orang tua, dan lanjut usia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan CKG dapat memberikan akses pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kesehatannya.
Edukasi SMART REPRO untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Siswi SMP Negeri 5 Samarinda Nayla Wafa Al 'Ulya; Deby Risma Dahlia Agustin; Rizky Nur Auliana; Yuliani Winarti
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1280

Abstract

Keterbatasan pengetahuan kesehatan reproduksi menjadi prioritas masalah dalam identifikasi kebutuhan di SMP Negeri 5 Samarinda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan SMART REPRO (Sehat, Mandiri, Aktif, Responsif tentang Reproduksi) dan mengevaluasi perubahan pengetahuan siswi setelah edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dan melibatkan 30 siswi kelas VIII. Edukasi berlangsung selama 60 menit melalui ceramah, tanya jawab, video animasi, leaflet, dan kuis interaktif mengenai pubertas, menstruasi, manajemen kebersihan menstruasi, dan kebersihan organ reproduksi. Evaluasi pengetahuan dinilai melalui sepuluh soal pilihan ganda yang identik, diberikan sesaat sebelum dan setelah intervensi, tanpa melibatkan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta diuji dengan Wilcoxon signed-rank test. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 51,00 menjadi 95,67 dengan selisih 44,67 poin. Seluruh peserta mengalami kenaikan skor dan 21 siswi (70,0%) mencapai skor 100 pada post-test. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -4,802; p < 0,001). Hasil ini menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah kegiatan, tetapi belum membuktikan retensi pengetahuan atau perubahan perilaku. Edukasi berkala, penyempurnaan instrumen, dan evaluasi tindak lanjut melalui kerja sama sekolah dan puskesmas diperlukan untuk menilai keberlanjutan capaian program.
Optimalisasi Informasi dan Identitas Wilayah dalam Pembuatan Plang Jalan dan Lembaga di Desa Muara Bumban Mochammad Reiza Ash-Shofi; Khairunnisa Khairunnisa; Agita Naysilla Putri; Rabiatul Adawiah; Khalilur Rahman; Rima Aulia Saputri; Muhammad Rulyawan Sihab; Anisa Anisa; Hasbi Maulana; Ananda Fitriani
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1281

Abstract

Ketersediaan informasi lokasi dan identitas wilayah merupakan unsur penting dalam mendukung kemudahan akses informasi, pengenalan lokasi, serta kelancaran administrasi di tingkat desa. Desa Muara Bumban sebelumnya belum memiliki plang jalan maupun lembaga yang memadai, sehingga masyarakat dan pendatang mengalami kesulitan dalam mengenali nama jalan, batas wilayah, serta lokasi tokoh dan lembaga penting di desa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan informasi dan identitas wilayah melalui pembuatan dan pemasangan plang jalan serta plang lembaga di Desa Muara Bumban. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-partisipatif yang dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Tahapan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan perangkat desa, perancangan desain, pembuatan plang, pemasangan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKN, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk memastikan kesesuaian informasi dan lokasi pemasangan dengan kebutuhan desa. Hasil kegiatan menunjukkan terealisasinya plang nama jalan serta plang identitas Kepala Desa, Ketua RT, Mantir Adat, dan Penghulu. Keberadaan plang tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi dan mencari alamat, sekaligus memperjelas identitas wilayah dan kelembagaan Desa Muara Bumban. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penyediaan fasilitas informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta pengembangan tata kelola desa yang lebih tertata dan informatif.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Demonstrasi Cuci Tangan dan Menyikat Gigi pada Anak TPA Nining Ade Ningsih; Fitria Hasanuddin; Hasnidar Hasnidar; Tutik Lestari; A. Nur Anna AS; Wa Ode Sri Kamba Wuna; Wa Ode Fatmawati; Gracia Christy Tooy; Nurulfuadi Nurulfuadi; Fauziyah Annisa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1283

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diperkenalkan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan kesehatan. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan perilaku penting yang perlu dibiasakan pada anak usia sekolah. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebagai lingkungan pendidikan nonformal memiliki potensi untuk mendukung penyampaian edukasi kesehatan kepada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai CTPS dan cara menyikat gigi yang benar kepada anak usia sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di TPA Jalan Sahabat, Kelurahan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan melibatkan 30 anak usia sekolah dasar. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, tanya jawab, serta penggunaan leaflet, poster, model gigi dan mulut, dan sikat gigi sebagai media edukasi. Seluruh rangkaian edukasi CTPS dan kesehatan gigi dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan kegiatan. Peserta menunjukkan keterlibatan dengan memperhatikan demonstrasi dan merespons pertanyaan yang diberikan oleh tim. Penggunaan demonstrasi dan alat peraga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati secara langsung tahapan CTPS dan cara menyikat gigi yang diperagakan. Edukasi PHBS melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan media edukasi dapat diterapkan pada anak usia sekolah di lingkungan TPA. Kegiatan ini menunjukkan potensi TPA sebagai lingkungan pendidikan nonformal untuk mendukung edukasi kesehatan anak. Evaluasi pretest–posttest dan observasi praktik individual diperlukan pada kegiatan selanjutnya untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta.
Edukasi Imunisasi Melalui Standing Banner Berkode QR bagi Orang Tua di Posyandu Lumba Lumba Fitrah Salsabila Azzahrah; Nida Amalia
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1284

Abstract

Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan menjadi hambatan kelengkapan imunisasi anak di Pulau Gusung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai imunisasi lengkap melalui ceramah dan tanya jawab berbantuan standing banner berkode respons cepat atau quick response (QR). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 di Posyandu Lumba Lumba dengan melibatkan 16 peserta, didukung kader dan petugas Puskesmas Bontang Utara 2. Tahapan meliputi identifikasi hambatan melalui kuesioner, koordinasi, persiapan media, penyuluhan, dan evaluasi. Materi mencakup manfaat imunisasi, mitos dan fakta, serta dampak imunisasi tidak lengkap, didukung PowerPoint dan akses informasi melalui kode QR. Evaluasi menggunakan tanya jawab sebelum dan sesudah penyuluhan serta observasi partisipasi, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Peserta menunjukkan pemahaman lebih baik melalui jawaban yang benar dan keterlibatan aktif dalam diskusi. Luaran berupa media edukasi yang dapat digunakan kembali oleh mitra. Kegiatan mendukung penerapan edukasi interaktif dalam pelayanan posyandu, sedangkan perubahan kelengkapan imunisasi anak memerlukan pemantauan lanjutan.
Kenali, Pantau, Kendalikan: Konseling Kesehatan Berbasis Kartu Kontrol bagi Penderita Hipertensi Amalia Khairani; Azizah Ramadayana Amir; Nida Amalia
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1286

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas utama di Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Bontang Selatan 1 dengan jumlah mencapai 463 kasus, yang diperparah oleh rendahnya kepatuhan minum obat serta minimnya pemantauan tekanan darah secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kedisiplinan terapi, dan kesadaran pemantauan mandiri penderita hipertensi melalui pendekatan Komunikasi Antar Personal (KAP) berbasis media kartu kontrol. Metode pelaksanaan dilakukan secara tatap muka individual kepada pasien hipertensi yang berkunjung ke fasilitas kesehatan. Rangkaian intervensi meliputi konseling pembatasan asupan natrium, kepatuhan terapi farmakologis jangka panjang, serta penggunaan kartu kontrol hipertensi sebagai media pencatatan mandiri tekanan darah, jenis obat, dan jadwal kunjungan ulang. Evaluasi program dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menilai penerimaan pasien, pemahaman materi, dan kemudahan penggunaan instrumen kontrol. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konseling personal efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai bahaya komplikasi dan pentingnya diet rendah garam. Penggunaan kartu kontrol terbukti berfungsi sebagai pemicu visual (cue to action) yang memperkuat kedisiplinan kontrol dan keteraturan minum obat harian. Kendala utama terletak pada konsistensi pengisian mandiri oleh kelompok lansia, yang diatasi melalui pelibatan keluarga inti sebagai pendamping pengawasan terapi di rumah.
DIA-PATUH: Digitalisasi Pengingat dan Edukasi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus melalui Saluran WhatsApp Sapna Hijjiriani; Sayiddah Nafisah; Nida Amalia
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1287

Abstract

Tingginya kasus Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Bontang Utara 1 yang mencapai 242 penderita dan menduduki prioritas masalah utama sering kali diperberat oleh rendahnya kepatuhan minum obat jangka panjang akibat kelalaian jadwal terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan minum obat serta pemahaman gaya hidup sehat pasien melalui implementasi program inovasi DIA-PATUH (Digitalisasi Pengingat dan Edukasi Kepatuhan Minum Obat). Metode pelaksanaan memanfaatkan teknologi pesan instan melalui saluran siaran WhatsApp komunitas "Pejuang Diabetes Hebat". Intervensi dilakukan secara terstruktur melalui diseminasi pesan edukasi komplikasi, panduan pola makan rendah gula, anjuran aktivitas fisik, serta notifikasi pengingat minum obat malam hari yang dikirimkan secara konsisten setiap pukul 19.00 WITA. Ketercapaian program dievaluasi secara deskriptif kualitatif berdasarkan penerimaan sasaran, keterbacaan pesan, dan observasi hambatan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pesan siaran digital diterima sangat positif dan berfungsi efektif sebagai pemicu tindakan (cue to action) dalam menumbuhkan rutinitas konsumsi obat harian. Kendala keterbatasan literasi digital pada kelompok lansia berhasil diatasi dengan melibatkan anggota keluarga inti sebagai pendamping minum obat di rumah tangga. Program DIA-PATUH terbukti efisien, berbiaya rendah, dan aplikatif sebagai strategi komplementer promosi kesehatan di fasilitas pelayanan primer.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Sabun Cuci Piring Berbasis Daun Pandan dan Jeruk Nipis sebagai Produk UMKM di Desa Perkebunan Bukit Lawang Mutia Putri; Bagas Permana; M Ridwan; Nazwa Amalia Selayan; Dwikalsum Dwikalsum; Najma Syafitri Siregar; Khairil Anzar; Mhd Iqbal Hadikarsa; Astri Wulandari; Bella Nanda Siregar
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1292

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal berupa daun pandan dan jeruk nipis menjadi produk rumah tangga bernilai tambah, sekaligus memperkenalkan pengemasan dan identitas produk sebagai langkah awal pengembangan UMKM di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai peserta aktif dalam proses pemberdayaan melalui tahapan identifikasi potensi dan kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 melalui program “UMKM Naik Kelas” dengan melibatkan kelompok PKK dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan menghasilkan 40 botol sabun cuci piring berbahan ekstrak daun pandan dan jeruk nipis yang dikemas menggunakan botol bekas dari bank sampah dan dilengkapi label produk yang dirancang oleh mahasiswa. Peserta menunjukkan respons positif dan terlibat dalam proses diskusi, pencampuran bahan, pengadukan, serta pengemasan. Namun, dari 30 peserta yang diundang, hanya 10 orang yang hadir dan keterbatasan waktu menyebabkan sebagian proses pencampuran telah dipersiapkan sebelumnya oleh mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan keterampilan dan rintisan produk UMKM masyarakat, meskipun dampak ekonomi jangka panjang belum dapat diukur.