cover
Contact Name
Desrianti Sahida
Contact Email
dessabki14@gmail.com
Phone
+6281338860310
Journal Mail Official
dessabki14@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Depati Parbo. RT. 001/000. Desa Pendung Hiang. Kecamatan Tanah Kampung. Kota Sungai Penuh. Provinsi Jambi
Location
Kota sungai penuh,
Jambi
INDONESIA
Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27158861     DOI : https://doi.org/10.47827/jer
EDU RESEARCH : Jurnal Penelitian Pendidikan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies), dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak tiga bulan sekali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 515 Documents
SINERGITAS KOMPETENSI SOSIAL DOSEN TERHADAP PEMBENTUKAN SELF-DISCLOSURE MAHASISWA TINGKAT AWAL Saaduddin; Nuzmi Sasferi
EDU RESEARCH Vol 4 No 4 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i4.211

Abstract

Self-disclosure needs to be done by first year students because it is a way to adapt to a new environment. This study aims to determine the differences in self -disclosure based on gender and the relationship between lecturer's social competence and self-disclosure. The research sample was 146 first year students of FTIK IAIN Kerinci. The sampling technique used is cluster sampling. Data were collected using the Self Disclosure Scale which is an adaptation and modification of the Jourard Self-Disclosure Questionnaire and the Social Competency Scale which was compiled based on the aspects of the lecturer's social competence from Buss. The results of the analysis with the independent sample t-test resulted in t = -7.138. The contribution of lecturers' social competence to self -disclosure for male subjects is 19.5% while for female subjects it is 12.1%. The positive relationship between lecturer’s social competence and self-disclosure shows that the higher the lecturer's social competence, the higher the self-disclosure, and vice versa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI PERGURUAN TINGGI Waluyo Erry Wahyudi; H. Jumeri; Sujarot; Ni Putu Wulantari; Singgih Prastawa; Joni Wilson Sitopu
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.212

Abstract

Character education is one of the strategic issues in education in Indonesia today. As an effort to strengthen the character of students, universities need to integrate local wisdom values in the learning process. This study aims to analyse the implementation of local wisdom-based character education in higher education. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data were collected through interviews, observations and document reviews. The results showed that the college has integrated local wisdom values such as gotong royong, tolerance, and religiosity in the curriculum, student activities, and campus culture. However, the implementation is still not optimal due to obstacles in socialisation, institutional support, and lecturers' understanding. For this reason, comprehensive efforts are needed from universities to strengthen character education based on local wisdom through policy development, capacity building of lecturers, and collaboration with stakeholders. It is expected that the output of this research can be a reference for universities in developing character education models that are in accordance with the local cultural context.
PENGARUH LATIHAN ZIG-ZAG RUN DAN SHUTTLE RUN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PEMAIN FUTSAL SISWA SMA NEGERI 3 KERINCI Romiya Heliza; Rafi Suganda
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.213

Abstract

Kemampuan menggiring bola yang dilakukan siswa pada saat mengikuti turnamen belum terlalu baik, hal ini terlihat ketika siswa pada saat mengikuti turnamen di SMA Negeri 3 Kerinci melakukan teknik menggiring bola masih banyak yang terlihat kurangnya teknik menggiring bola dan bahkan ada yang sampai bertabrakan sesama rekannya dalam latihan games futsal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Kategori dalam penelitian yang peneliti gunakan merupakan quasi eksperimental. Penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag run dan shuttle run terhadap kemampuan menggiring bola pada pemain futsal siswa SMA Negeri 3 Kerinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan zig-zag run dan shuttle run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menggiring bola pada pemain futsal siswa SMA Negeri 3 Kerinci. Berdasarkan hasil dari t hitung dan t tabel df artinya besarnya perubahan kemampuan menggiring bola.
TINJAUAN KETEPATAN PUKULAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PEMAIN PB KOTO PERIANG KECAMATAN KAYU ARO KABUPATEN KERINCI Tria Bundala; Roki Putra; Jonika Trishandra
EDU RESEARCH Vol 5 No 2 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i2.214

Abstract

Review of the smash accuracy of PB badminton players. Koto Periang still varies. This study aims to determine the accuracy of smash shots of badminton players PB. Koto Periang. This type of research uses quantitative descriptive research method which is a method that aims to create a picture or descriptive of a situation objectively using tests, measurements and numbers, starting from data collection, interpretation of the data and appearance and results. The research population is players who actively participate in PB badminton training. Koto Periang which amounted to 17 players who were taken using total sampling technique, so it is called population research. The instrument used is the badminton smash accuracy test from Saleh Anasir (2010: 27) with a validity of 0.926 from the round robin tournament criterion and a reliability of 0.90 from the test-retest. Data review uses quantitative descriptive review which is poured using the percentage formula. The results showed that the accuracy of smash shots of badminton players PB. Koto Periang is in the ‘very less’ category by 5.88% (1 player), ‘less’ by 29.41% (5 players), ‘enough’ by 29.41% (5 players), ‘good’ by 29.41% (5 players), and ‘very good’ by 5.88% (1 player).
THE ROLE OF TECHNOLOGY IN IMPLEMENTING KURIKULUM MERDEKA : A REVIEW OF CURRENT PRACTICES Pretty Elisa Ayu Ningsih; Mike Nurmalia Sari
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.215

Abstract

The integration of technology into the Kurikulum Merdeka framework offers significant potential for enhancing student engagement and improving learning outcomes. This study explores the impact of various digital tools and resources on the educational experience within Indonesian schools. Through an examination of current practices, challenges, and benefits, the research highlights how Learning Management Systems (LMS), interactive multimedia, and adaptive learning technologies contribute to personalized and engaging learning environments. The findings indicate that technology can effectively support Kurikulum Merdeka's goals of fostering critical thinking, creativity, and student autonomy. However, challenges such as infrastructure disparities, teacher training, and resistance to change need to be addressed to fully realize the benefits of technology integration. This study provides valuable insights into how technology can be leveraged to enhance the implementation of Kurikulum Merdeka and improve educational outcomes.
KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM DI KALANGAN REMAJA SAAT INI Edisa Oktonika
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.216

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab serta gejala yang ditimbulkan dari kecemasan berbicara di depan umum bagi kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan pengumpulan data dengan teknik analisis Literature Review. Dengan mengumpulkan beberapa data dan informasi ilmiah berupa teori-teori, dan juga pendekatan yang telah dipublikasikan dalam berbagai bentuk seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber informasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Kemudian data tersebut dianalisis dengan cara analisis deskriptif. Dari analisis mendetail tersebut, hasil pendekatan ini memberikan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena penelitian. Adapun Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini telah membuktikan bahwa pada umumnya kecemasan berbicara di depan kelas bukan disebabkan oleh ketidakmampuan individu, tetapi sering disebabkan oleh adanya gangguan fisik, psikologis dan behavioral. Mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada remaja merupakan penting untuk terus dikembangkan sehingga remaja atau pelajar akan memiliki pretasi belajar yang baik.
PENGUJIAN VALIDITAS KONSTRUK DAN RELIABILITAS SKALA KECERDASAN EMOSIONAL PADA DEWASA AWAL Julia Eva Putri
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas skala kecerdasan emosional menggunakan analisis data dengan metode Correlation Product Moment. Skala ini dirancang untuk mengukur lima dimensi utama kecerdasan emosional: penilaian terhadap emosi sendiri, penilaian emosi orang lain, pengaturan emosi diri sendiri, pengaturan emosi orang lain, pemanfaatan emosi Responden penelitian ini adalah 41 mahasiswa dewasa awal yang dipilih secara acak. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan metode Correlation Product Moment, yang menunjukkan hasil validitas yang sangat signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa skala yang dikembangkan memiliki korelasi yang tinggi dengan konstruk teoretis kecerdasan emosional. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien alpha Cronbach, yang menghasilkan nilai reliabilitas sebesar 0,900. Nilai ini menunjukkan bahwa skala memiliki konsistensi internal yang sangat baik dan dapat diandalkan untuk mengukur kecerdasan emosional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skala kecerdasan emosional yang dikembangkan tidak hanya valid secara teoretis tetapi juga reliabel untuk digunakan dalam penelitian dan praktik. Dengan demikian, skala ini dapat menjadi alat yang efektif untuk mengukur dan memahami kecerdasan emosional dalam berbagai setting, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan penelitian psikologis.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KASUS FERDY SAMBO PADA ACARA INDONESIA LAWYERS CLUB DI YOUTUBE Mufida Maryamah Gustia; Eif Sparzinanda
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.219

Abstract

Tujuan dari penelitian tindak tutur ilokusi dalam kasus Ferdy Sambo pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di Youtube adalah untukmendeskripsikan tindak tutur ilokusi yang dilakukan oleh Karni Ilyas dengan narasumber dalam talk showIndonesia Lawyers Club (ILC). Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik simak dan diikuti dengan teknik catat. Peneliti menemukan pematuhan serta pelanggaran maksim kesantunan berbahasa. Adapun pematuhan maksim kesantunan ditemukan pada maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, maksim kesimpatian, dan maksim pujian. Sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan yang ditemukan yaitu, pelanggaran maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kecocokan, maksim kesimpatian, maksim pujian dan tidak ditemukan pelanggaran pada maksim kerendahan hati.
ANALISIS NILAI FAKTOR EKSPOSI YANG PALING OPTIMUM UNTUK MENDAPATKAN KUALITAS CITRA RADIOGRAFI YANG BAIK Eif Sparzinanda; Mufida Maryamah Gustia
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.220

Abstract

Pemeriksaaan merupakan salah satu pemeriksaan identifikasi struktur anatomi tubuh, karena pemeriksaan radiografi dapat memberikan gambaran dari struktur anatomis secara visual. Pemeriksaaan radiografi memerlukan kualitas citra radiografi yang baik untuk memberikan informasi yang maksimal dalam memudahkan menegakkan diagnosa penyakit. Kualitas citra radiografi sangat berpengaruh dalam penentuan ketepatan diagnosa suatu penyakit bidang radiodiagnostik. Penurunan kualitas citra radiografi disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah radiasi hambur. Efek radiasi hambur dapat mengurangi kontras radiografi. Faktor lain yang menentukan kualitas radiografi yaitu faktor eksposi. Pengaturan faktor eksposi yang tepat dapat menghasilkan kontras radiografi yang optimal yaitu mampu menunjukkan perbedaan derajat kehitaman yang jelas antar organ yang mempunyai kerapatan berbeda. Telah dilakukan penelitian pengaruh faktor eksposi terhadap kualitas citra radiografi. Penelitian ini menggunakan phantom, berupa air dalam wadah plastik sebagai pengganti manusia dengan focus film distance (FFD) 100 cm dan luas lapangan penyinaran 15 cm × 15 cm. Kondisi penyinaran diberikan dengan faktor eksposi meliputi variasi tegangan tabung sebesar 60 kV, 65 kV, 70 kV, 75 kV, 80 kV biasa disebut dengan teknik standar atau teknik tegangan rutin dan arus waktunya sebesar 20 mAs, 25 mAs dan 30 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas citra akan semakin menurun terhadap penggunaan arus dan waktu yang tinggi. Kualitas citra dapat dilihat pada histogram derajat keabuan menggunakan software platform java Image-J Basics version 1.38 untuk mendapatkan nilai optimum dari faktor eksposi pada kualitas citra.
PERSEPSI GURU MENGENAI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SD NEGERI GANDASARI II Anggunnissa Zulfiany Fachrina; Diah Gusrayani; Dadan Djuanda
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.221

Abstract

Teachers’ view on learning can affect the learning process. Differentiated learning can used for implement learning. Differentiated learning is a way of learning by paying attention to students’ need by conducting assessments and implemented learning in accordance with the students. Implementation of differentiated learning are still new at school makes some teachers are still figure it out what is differentiated learning and how to implemented it at class. Based on that, the researcher wantsto give an overview of teacher perceptions of differentiated learning among elementary school teacher at Gandasari II elementary school. This research used a qualitative approach with a case study method to find out the overview of teachers’ perceptions in school. The intended participants in this research are teacher who had implemented differentiated learning, classes I, II, IV, and V at Gandasari II elementary school. Data were collected through interviews and observations. To analyze data researchersselected data, presented data, dan drew conclusions. Based on research data, teachers already had a positive perception of differentiated learning. It’s seen from the teacher’s perception that it already matches the concept of differentiated learning. However, in the application of differentiated learning there are several things that are not in line with the concept of differentiated learning. The obstacles experienced by teachers vary, which are found at the beginning, implementation, and end of learning.