cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
educative.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : https://www.doi.org/10.30983/educative
Core Subject : Education,
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies (ISSN 2549-4120 and e-ISSN 2549-4139) is a peer-reviewed academic journal published biannually by the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) of Bukittinggi. The journal is the transformation of the Analysis Journal published by School Islamic Institute (STAIN) of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi which had been published periodically from 2007 to 2015. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies presents research and development in the field of education, with special reference to curriculum and learning, management, technology, sociology, anthropology, psychology, language, and Islamic education. The journal invites articles that have never been published elsewhere. Please see Author Guidelines for information regarding the process of publication in the journal. The language used in this journal are Indonesian and English. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 248 Documents
ChatGPT and Personalised Learning: Reshaping Pedagogical Approaches in the VUCA Age Baskara, FX. Risang
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v8i2.7620

Abstract

This paper explores the impact of OpenAI's ChatGPT on personalized learning in higher education during the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era. It investigates how ChatGPT can improve individualized learning to tackle VUCA challenges in higher education. Although previous studies have noted AI's potential in education, there's limited in-depth research on ChatGPT's role in personalized learning. This study stands out by providing new insights into the intersection of AI and higher education pedagogy through a theoretical analysis based on primary and secondary data sources, including academic literature and case studies. Key findings show that ChatGPT's advanced language capabilities can create personalized learning environments, addressing VUCA challenges. It suggests that AI tools like ChatGPT are crucial for pedagogical innovation and student engagement, marking a significant shift in education where traditional methods meet technological advancements. These findings have important implications for educators, policymakers, and AI developers, highlighting the need to integrate AI tools like ChatGPT in higher education curricula to improve teaching and learning experiences, and prepare students for a dynamic world. The paper concludes by urging further academic research to explore the broader implications of AI in education and address the challenges of this transformative process.Makalah ini mengeksplorasi dampak ChatGPT dari OpenAI terhadap pembelajaran personalisasi dalam pendidikan tinggi di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Makalah ini menyelidiki bagaimana ChatGPT dapat meningkatkan pembelajaran individual untuk mengatasi tantangan VUCA dalam pendidikan tinggi. Meskipun studi sebelumnya telah mencatat potensi AI dalam pendidikan, penelitian mendalam mengenai peran ChatGPT dalam pembelajaran personalisasi masih terbatas. Studi ini menonjol dengan memberikan wawasan baru tentang persinggungan AI dan pedagogi pendidikan tinggi melalui analisis teoritis berdasarkan sumber data primer dan sekunder, termasuk literatur akademik dan studi kasus. Temuan utama menunjukkan bahwa kemampuan bahasa canggih ChatGPT dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang personalisasi, menangani tantangan VUCA. Makalah ini menyarankan bahwa alat AI seperti ChatGPT sangat penting untuk inovasi pedagogi dan keterlibatan siswa, menandai pergeseran penting dalam pendidikan di mana metode tradisional bertemu dengan kemajuan teknologi. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan pengembang AI, menyoroti perlunya mengintegrasikan alat AI seperti ChatGPT dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk meningkatkan pengalaman mengajar dan belajar, serta mempersiapkan siswa untuk dunia yang dinamis. Makalah ini menyimpulkan dengan mendesak penelitian akademik lebih lanjut untuk mengeksplorasi implikasi yang lebih luas dari integrasi AI dalam pendidikan dan mengatasi tantangan proses transformasi ini.
The Role of Islamic Education in Raising Legal Awareness About Online Gambling in Jambi Province Musa, Musa; Taridi, Muhamad; Kholil, Abdul; Wahyudi, Fitrah; Kiswanto, Heri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8462

Abstract

This study examines the role of Islamic educational institutions in Jambi Province in raising legal awareness about online gambling. The research aims to explore how Islamic education can enhance legal awareness regarding online gambling, considering its negative impacts such as financial losses, addiction, increased crime, and mental health issues. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews with 6 Islamic education teachers, document analysis of curriculum materials, educational policies, lesson plans, and observations of 3 participants. The findings reveal that Islamic educational institutions in Jambi Province play a pivotal role in addressing online gambling among students through various effective methods. By integrating Islamic moral values into the curriculum, utilizing technology, and employing religious lectures and case-based learning, these institutions have successfully raised students' awareness about the effects of online gambling. Despite challenges such as initial student unawareness and curriculum constraints, collaboration among schools, pesantren, and religious communities presents opportunities to enhance these educational efforts. The use of social media and community outreach is also crucial in expanding awareness and mitigating the negative impacts of online gambling. In conclusion, this study highlights the significant role of Islamic education in safeguarding society from online gambling and advocates for the continued development of comprehensive educational programs to address this issue. Studi ini mengkaji peran lembaga pendidikan Islam di Provinsi Jambi dalam meningkatkan kesadaran hukum terhadap judi online. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pendidikan Islam dapat meningkatkan kesadaran hukum mengenai judi online, yang berdampak negatif seperti kerugian finansial, kecanduan, peningkatan kejahatan, dan gangguan kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 6 pengajar agama Islam, analisis dokumen terhadap materi kurikulum, kebijakan pendidikan, rencana pelajaran, dan observasi terhadap 3 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam di Provinsi Jambi memainkan peran kunci dalam menangani judi online melalui berbagai metode efektif. Integrasi nilai-nilai moral Islam ke dalam kurikulum, pemanfaatan teknologi, serta penggunaan ceramah agama dan pembelajaran berbasis kasus berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak judi online. Meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya kesadaran awal dan batasan kurikulum, kolaborasi antara sekolah, pesantren, dan komunitas religius menawarkan peluang untuk meningkatkan inisiatif ini. Penggunaan media sosial dan penyuluhan komunitas juga menjadi faktor penting dalam memperluas kesadaran dan mengatasi dampak negatif judi online. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan Islam dalam melindungi masyarakat dari judi online dan mendorong pengembangan program pendidikan yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah tersebut.
Enhancing Brand Awareness in Private Islamic Universities: The Peso Model in Jambi Province Trisnawati, Rinda; Kompri , Kompri; Isnanto, Dedi; Wenny Asriani, Ria
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8502

Abstract

In the digital age, higher education institutions need to enhance brand awareness to attract prospective students and other stakeholders. The PESO model (Paid, Earned, Shared, Owned) is a comprehensive approach to building and enhancing an institutions or brand's reputation. Private Islamic higher education institutions in Jambi Province face challenges in increasing brand visibility and recognition amidst intense competition. High brand awareness not only boosts the number of new applicants but also strengthens the institution's position within the educational community and society. This study aims to analyze the impact of the PESO model on increasing brand awareness at private Islamic higher education institutions in Jambi Province. The research method used is qualitative analysis with a case study approach, including in-depth interviews with stakeholders at the university, participant observation, and document analysis. The findings indicate that the Paid and Earned media components have a significant impact on brand awareness, while the Shared and Owned media components contribute less. The results of this study are expected to provide valuable insights for marketing managers and decision-makers in higher education institutions to optimize their marketing strategies. Di era digital saat ini, perguruan tinggi perlu meningkatkan kesadaran merek untuk menarik calon mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya. Model PESO (Paid, Earned, Shared, Owned) merupakan salah satu pendekatan komprehensif dalam membangun dan meningkatkan reputasi lembaga atau merek. Perguruan tinggi swasta agama Islam di Provinsi Jambi menghadapi tantangan dalam meningkatkan visibilitas dan pengakuan merek di tengah persaingan yang ketat. Kesadaran merek yang tinggi tidak hanya meningkatkan jumlah pendaftar baru tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam komunitas pendidikan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PESO dalam meningkatkan kesadaran merek di perguruan tinggi swasta agama Islam di Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus, termasuk wawancara mendalam kepada pemangku kepentingan di perguruan tinggi, observasi partisipan dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komponen media Paid dan Earned memiliki dampak signifikan terhadap kesadaran merek, sementara media Shared dan Owned memberikan kontribusi yang lebih kecil. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi manajer pemasaran dan pengambil keputusan di lembaga pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan strategi pemasaran mereka.
Empowered Students in Era 5.0 Through Digital Preneurship Hayati, Sri Nur; Sumiati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8515

Abstract

Era 5.0 is marked by deeper integration between technology and human life, with digitalization becoming the backbone of various aspects of life, including education and business. In this context, students are required to have relevant skills and knowledge in facing the challenges and opportunities offered. One of the crucial skills is digital entrepreneurship. This skill combines entrepreneurial concepts with digital technology to create and manage a business. However, the level of digital literacy in Indonesia is still low, only 62%, compared to the ASEAN average of 70%. Therefore, to overcome this problem, this research was carried out with the aim of evaluating the effectiveness of digital preneurship webinars in increasing student knowledge, skills, attitudes and motivation. The experimental method was used involving 47 students as participants. Pretest and posttest data were processed using the normality test and paired T test. The research results show that the pretest and posttest data are normally distributed, and there is a significant difference between the pretest and posttest results with the Sig value. 0.000 < 0.05. In conclusion, webinars are effective in increasing participants' knowledge about digital entrepreneurship. Era 5.0 ditandai dengan integrasi yang lebih dalam antara teknologi dan kehidupan manusia dengan digitalisasi menjadi tulang punggung pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan bisnis. Dalam konteks ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan. Salah satu keterampilan yang krusial adalah digital preneurship. Keterampilan ini menggabungkan konsep kewirausahaan dengan teknologi digital guna menciptakan dan mengelola bisnis. Namun, tingkat literasi digital di Indonesia masih rendah, hanya sebesar 62%, dibandingkan dengan rata-rata ASEAN sebesar 70%. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah  maka dilakukanlah penelitian ini dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas webinar digital preneurship dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan motivasi mahasiswa. Metode eksperimen digunakan dengan melibatkan 47 mahasiswa sebagai peserta. Data pretest dan posttest diolah menggunakan uji normalitas dan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal, dan terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest dengan nilai Sig. 0.000 < 0.05. Kesimpulannya, webinar efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang digital preneurship.
Elderly School and Family Resilience: A Case Study of the BKKBN Program in Jambi Province Indriani, Anik; Taridi, Muhamad; Angraini, Peppy; M, Irham; Ningsih, Ramadhan
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8532

Abstract

The Elderly School Program in Jambi Province addresses the growing needs of an aging population by providing continuous education and training to enhance their quality of life. While there is a growing demand for resources to support the elderly, significant gaps remain in accessibility and participation across all segments of the elderly population. This study aims to evaluate the effectiveness of the Elderly School Program, specifically its impact on elderly well-being and family resilience. Using a case study methodology, the research involved direct observation, in-depth interviews, and document analysis to assess program implementation. Findings reveal significant improvements in the knowledge, skills, and self-confidence of the elderly, alongside positive impacts on family resilience. The study contributes to the understanding of how structured educational programs can support the elderly and strengthen family bonds, offering recommendations for expanding program reach, enhancing collaboration, and developing relevant educational content. Program Sekolah Lansia di Provinsi Jambi menangani kebutuhan populasi lanjut usia yang semakin meningkat dengan memberikan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Meskipun ada permintaan yang meningkat untuk sumber daya yang mendukung lansia, terdapat kesenjangan signifikan dalam aksesibilitas dan partisipasi di semua segmen populasi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Sekolah Lansia, khususnya dampaknya terhadap kesejahteraan lansia dan ketahanan keluarga. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk menilai pelaksanaan program. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri lansia, serta dampak positif terhadap ketahanan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana program pendidikan terstruktur dapat mendukung lansia dan memperkuat ikatan keluarga, serta menawarkan rekomendasi untuk memperluas jangkauan program, meningkatkan kolaborasi, dan mengembangkan konten pendidikan yang relevan.
The effectiveness of Photovoice in increasing Self-Esteem and the Career Maturity of Vocational School Students Hadi, Abdul; Nurbaiti, Anifa Tuzzuhroh; Aryani, Eka
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8539

Abstract

Photovoice is a participatory research method that places humans, especially those who are marginalized, as active subjects in the process of data collection and analysis. Rather than being passive research objects, photovoice participants are given the opportunity to express their perspectives, experiences, and knowledge through the lens of a camera. The photovoice method places humans as subjects who have valuable knowledge, experiences, and perspectives. By giving them the tools to express themselves, photovoice can produce a deeper understanding of social issues and encourage positive change. The purpose of this study was to see the effectiveness of photovoice on increasing self-esteem and career maturity of vocational high school students in Bantul. The research method used was a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design, each experimental group and control group will be given a pretest and post-test. The results obtained in this study are that photovoice is effective in increasing self-esteem and career maturity of vocational high school students. Photovoice adalah sebuah metode penelitian partisipatif yang menempatkan manusia, khususnya mereka yang terpinggirkan, sebagai subjek aktif dalam proses pengumpulan data dan analisis. Alih-alih menjadi objek penelitian yang pasif, peserta photovoice diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perspektif, pengalaman, dan pengetahuan mereka melalui lensa kamera. Metode photovoice menempatkan manusia sebagai subjek yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan perspektif yang berharga. Dengan memberikan mereka alat untuk mengungkapkan diri mereka sendiri, photovoice dapat menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu sosial dan mendorong perubahan positif. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keefektifan photovoice terhadap peningkatan harga diri dan kematangan karir peserta didik SMK di Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan non equivalent control group design, masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan diberi pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah photovoice efektif terhadap peningkatan harga diri dan kematangan karir peserta didik SMK.
Perceptions of the English Language Intensive Course for Overseas Students’ Program Toward Vocabulary Learning Strategies Artika, Febria Sri; Fitriani, Suci
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8553

Abstract

The objective of this research is to investigate the benefits received by international students at the English Language Intensive Course for Overseas Students' program (ELICOS) of the University of Canberra College English Language Centre (UCCELC) in Australia in implementing Vocabulary Learning Strategies (VLS). The benefits are in terms of finding new vocabulary outside of the classroom, writing the words directly while encountering new words, making a connection for the meaning of the words, studying the aspects of the new words, rehearsing, saying the new words aloud and jotting the word down, getting an image of the first time they met the words, and using new vocabulary in daily conversation. A qualitative design was used to collect information from six international students from various nations, including Indonesia, China, the Philippines, and Japan, utilising interviews. The interview data were analysed and presented using qualitative research processes such as coding, grouping, argument creation, and drafting. The findings of this study demonstrated that students in the ELICOS program use a variety of vocabulary learning strategies, including cognitive, metacognitive, memory, and social strategies. Furthermore, all students reported that they gained a considerable beneficial impact on their language learning proficiency by applying behaviors of some particular vocabulary learning strategies These findings have significant implications for increasing the quality of language teaching and learning processes, as well as enriching the research repertory in the field of VLS. Bahasa Inggris untuk Mahasiswa Luar Negeri (ELICOS) dari University of Canberra College English Language Centre (UCCELC) di Australia dalam mengimplementasikan Strategi Pembelajaran Kosakata (Vocabulary Learning Strategies - VLS). Manfaatnya adalah menemukan kosakata baru di luar kelas, menulis kata-kata tersebut secara langsung ketika bertemu dengan kata-kata baru, membuat hubungan makna kata-kata tersebut, mempelajari aspek-aspek dari kata-kata baru tersebut, berlatih, mengucapkan kata-kata baru tersebut dengan lantang dan menuliskan kata tersebut, mendapatkan gambaran ketika pertama kali bertemu dengan kata-kata tersebut, dan menggunakan kosakata baru tersebut dalam percakapan sehari-hari. Untuk mengumpulkan informasi dari enam mahasiswa internasional dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Cina, Filipina, dan Jepang, dengan menggunakan wawancara. Data wawancara dianalisis dan disajikan dengan menggunakan proses penelitian kualitatif seperti pengkodean, pengelompokan, pembuatan argumen, dan penyusunan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dalam program ELICOS menggunakan berbagai strategi pembelajaran kosakata, termasuk strategi kognitif, metakognitif, memori, dan sosial. Selain itu, semua siswa mengakui bahwa mereka mendapatkan dampak yang cukup menguntungkan pada kemampuan belajar bahasa mereka dengan menerapkan aspek-aspek VLS. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar bahasa, serta memperkaya khazanah penelitian di bidang VLS.
The Issue of Islamic Education Politics in Realizing Muslim Identity in Modern Islamic Boarding School Hamonangan, Domu; Salminawati, Salminawati; Usiono, Usiono; Rusdi, Muhammad
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i1.8573

Abstract

This research focused on the political issues of Islamic education in contemporary Islamic boarding schools, particularly in the process of forming Muslim identity. Secularism, as a paradigm underlying the modernization of education in Indonesia, influenced national education policy, including policies regarding Islamic boarding schools. One of the main problems was the poor quality of teachers in Islamic educational institutions, which was exacerbated by the dominance of secular policies in the national education system. The aim of this research was to examine how secularism as an educational paradigm impacted modern Islamic boarding schools, as well as how the quality of teachers influenced the formation of Muslim identity in the Islamic boarding school environment. The method used was a literature review or library study, where the researcher examined relevant literature on secularism in education, teacher quality, and the political dynamics of Islamic education. The research results indicated that secularism in education tended to overlook fundamental Islamic values in the curriculum of Islamic boarding schools, making it difficult for these institutions to maintain their Islamic identity. The struggle to produce a competitive Muslim generation that adhered firmly to Islamic principles was also hindered by the low quality of teachers. The implication was that teachers and Islamic boarding schools should be given more freedom to create curricula that aligned with Islamic principles and met the demands of the times. Penelitian ini berkonsentrasi pada isu-isu politik pendidikan Islam di pondok pesantren kontemporer, terutama dalam proses pembentukan identitas Muslim. Sekularisme sebagai paradigma yang mendasari modernisasi pendidikan di Indonesia memengaruhi kebijakan pendidikan nasional, termasuk kebijakan pesantren. Salah satu masalah utama adalah kualitas guru yang buruk di institusi pendidikan Islam, yang diperparah oleh dominasi kebijakan sekular dalam sistem pendidikan nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sekularisme sebagai paradigma pendidikan berdampak pada pesantren modern, serta bagaimana kualitas guru mempengaruhi pembentukan identitas Muslim di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka atau studi pustaka, di mana peneliti mengkaji literatur yang relevan mengenai sekularisme dalam pendidikan, kualitas guru, dan dinamika politik pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekularisme dalam pendidikan cenderung mengabaikan nilai-nilai Islam yang mendasar dalam kurikulum pesantren, yang membuat sulit bagi pesantren untuk mempertahankan identitas keislaman mereka. Perjuangan untuk menghasilkan generasi Muslim yang kompetitif dan berpegang teguh pada prinsip Islam juga dihambat oleh kualitas guru yang rendah. Implimkasinya adalah kepada guru dan pesantren harus diberi lebih banyak kebebasan untuk membuat kurikulum yang sejalan dengan prinsip Islam dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Enhancing 21 St-Cetury Skills Through Project-Based Learning: Isights from Vocational Education in Egypt Hanif, Farhan; Abdurrahman, Abdurrahman
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i2.8574

Abstract

This research examines the use of Project-Based Learning (PBL) as a strategy to develop practical skills among secondary school students in Egypt. Recognized as a modern and innovative teaching method, PBL actively involves students in the learning process, enabling them to apply theoretical concepts to real-world situations. Using a qualitative research approach, this study focuses on case studies of Egyptian secondary schools that have implemented PBL in their curricula. Data collection methods included interviews with teachers and students, classroom observations, and analysis of student projects, lesson plans, and curriculum documents. The findings indicate that PBL significantly improves the learning experience by motivating students and fostering active engagement. Students involved in group projects demonstrated better comprehension of academic material, stronger critical thinking, increased confidence in presentations, and improved collaboration skills. However, challenges such as insufficient resources, limited teacher training, and an exam-oriented curriculum pose barriers to PBL’s success. Teachers often struggle with time management for project-based activities, and the effectiveness of PBL heavily relies on their ability to guide and facilitate learning. To overcome these issues, the study recommends enhancing teacher training programs, adopting more flexible education policies, and utilizing technology to diversify and enrich project-based activities. By optimizing resources and increasing awareness of PBL’s advantages, Egypt’s education system can better equip students with essential 21st-century skills. Penelitian ini mengkaji penggunaan strategi Project-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa sekolah menengah di Mesir. Diakui sebagai metode pengajaran yang inovatif, PBL secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran dan memungkinkan mereka menerapkan konsep teoretis ke dalam situasi nyata. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan fokus pada studi kasus sekolah menengah di Mesir yang telah mengintegrasikan PBL dalam kurikulumnya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kelas, serta analisis proyek siswa, dokumen kurikulum, dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan pengalaman belajar, memotivasi siswa, dan mendorong keterlibatan aktif. Siswa yang terlibat dalam proyek kelompok menunjukkan pemahaman akademik yang lebih baik, kemampuan berpikir kritis yang lebih kuat, kepercayaan diri dalam presentasi, dan keterampilan kerja sama yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan kurikulum yang berorientasi pada ujian. Guru sering menghadapi kesulitan dalam mengelola waktu untuk kegiatan berbasis proyek, dan keberhasilan PBL sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam memfasilitasi pembelajaran. Untuk mengatasi hambatan ini, penelitian merekomendasikan peningkatan program pelatihan guru, adopsi kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkaya dan mendiversifikasi kegiatan berbasis proyek. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada dan meningkatkan kesadaran akan manfaat PBL, sistem pendidikan Mesir dapat lebih mempersiapkan siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang esensial.
The Influence of Academic Supervision and Professional Competence on Teacher Performance Through Work Commitment : ENGLISH Devinta Ahmanda, Wulan; Wit Daryono, Rihab
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v9i2.8658

Abstract

The background of this study is based on the importance of the quality of education influenced by teacher performance, which is often influenced by supervision support and competency development. This study aims to analyze the effect of academic supervision and professional competence on teacher performance at Madrasah Tsanawiyah, with work commitment as a mediator. The research method used is quantitative, with data collection through questionnaires distributed to 60 teachers, principals, and education personnel at MTs Al Islam Joresan Ponorogo. The sampling technique used is probability sampling. Data analysis was carried out using PLS-SEM, chosen because of its ability to test complex relationships between variables and facilitate structural modeling. The study results indicate that academic supervision and professional competence significantly affect teacher performance, which is mediated by work commitment. This finding indicates that improvements in supervision and professional competence can increase teacher work commitment, which in turn contributes to improving their performance. The implications of this study emphasize the need to develop a more structured academic supervision program and ongoing professional competence training to improve the quality of education. The contribution of this research lies in enriching the literature on the relationship between supervision, competence, and teacher performance, as well as providing insight for policymakers in formulating strategies to improve the quality of education.