cover
Contact Name
Linardita Ferial
Contact Email
linarditaferial@unbaja.ac.id
Phone
+6287884906664
Journal Mail Official
adkes@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani Kp. Boru Kecamatan Curug, Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Baja Health Science
ISSN : 27753859     EISSN : 27753840     DOI : https://doi.org/10.47080
Core Subject : Health,
Journal of Baja Health Science (JOUBAHS) is an open-access journal published by Health Administration Department, Faculty of Economic and Business, Universitas Banten Jaya as scientific journal to accommodate current topics related to preventive and promotive measures to enhance the health of the public through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety. The journal employs a peer-review mechanism where each submitted article should be anonymously reviewed by expert peers appointed by the editor. Articles published in this journal could be in form of the original article and invited article (brief reports, case reports, opinion articles, commentaries, editorials, and correspondence).
Articles 91 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PAPARAN INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI Roziqin, Ahmad; Ferial, Linardita; Kurniatillah, Nia
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3878

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki wilayah rentan terhadap bencana termasuk bencana gempa bumi dengan Risk Index sebesar 43,5 dari 100 yang memiliki risiko bencana alam tertinggi kedua dengan tingkat kegempaan yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban dan menderita apabila terjadi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dan paparan informasi dengan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi di SMP IT Podok Modern Terpadu Al Izzah Kab. Serang Banten Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, populasi penelitian adalah 114 siswa dengan total sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 114 responden dengan tingkat pendidikan orang tua siswa 76,3% yang ternasuk jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 57,9% tidak terpapar informasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi, pengetahuan siswa sebagian besar masih kurang sebanyak 56,1% dan siswa yang pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dikategorikan baik sebanyak 43,9%. Sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value= 0,207) dan ada hubungan yang signifikan antara paparan informasi dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value = 0,000). Diharapkan baik pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menuju sekolah siaga bencana.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Yelvianti, Tuti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3888

Abstract

Banyak sekali manfaat pemberian ASI eksklusif terhadap bayi terutama usia 0-6 bulan, namun kenyataannya masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif terhadap bayinya. Berdasarkan keadaan tersebut, penulis sangat tertarik untuk mendalami terkait hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi para ibu sehingga mereka tidak dapat memberikan ASI eksklusif terhadap bayinya. Dari berbagai literatur yang ada, penulis mengambil 5 (lima) literatur dari beberapa artikel seputar hambatan-hambatan pemberian ASI Eksklusif terhadap bayi. Dari hasil telaah dan kajian literatur tersebut, setidaknya terdapat beberapa faktor penghambat pemberian ASI eksklusif. Hambatan internal berasal dari ibu sendiri. Pengetahuan dan informasi yang minim terkait manfaat ASI menjadikan ibu kurang termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif terhadap bayinya. Dukungan keluarga yang kurang pun turut menjadikan pemberian ASI eksklusif tidak maksimal, faktor ibu bekerja turut memberikan andil dalam pemberian selain ASI, begitupula kondisi adat dan budaya yang lebih mempercayai mitos sehingga adakalanya bayi usia 0-6 bulan sudah diberi makanan selain ASI (prelakteal). Untuk meminimalisir hambatan tersebut perlu upaya yang masif dalam memberikan informasi dan edukasi bagi ibu dan juga masyarakat luas. Selain itu, dukungan yang kuat dari pemerintah dan juga masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif terhadap bayi akan lebih menunjang kondusifitas ibu dalam memberikan ASI terhadap bayinya.
A STUDY OF MEDICINE MANAGEMENT IN PUBLIC HEALTH CENTER Sari, Nur Mila; Napirah, Muhammad Ryman; Windy, Widy Try
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3889

Abstract

In Indonesia, drug expenditures that have been roughly fourty percent are seen as exorbitant. Drug availability is decreased, pharmaceuticals become scarce, a large number of drugs accumulate as a result of poor drug planning, and irrational drug use drives up drug costs. The aim to Find out about the Public Health Center's drug needs planning, distribution, storage, and recording and reporting is the goal. design of qualitative research using a case study methodology. In their working area, the Public Health Center and Integrated Service Center, this study was carried out in 2017. The Public Health Center's director served as the study's primary informant. The result is Public Health Center and the Health Office collaborate to plan for drug needs; nonetheless, some medications are required but not included in the e-catalog. The Public Health Center's drug storage is set up according to the FIFO and FEFO systems, but there are no dedicated cabinets for narcotics and psychiatric medications, and the air temperature does not yet meet regulations. Unavailable medications cause problems with patient medicine distribution, leading to ineffective and inefficient services. Due to a shortage of pharmaceutical health workers, drug recording and reporting are not completed on time. According to the study's findings, there are challenges with drug management at the Public Health Center, ranging from organizing drug requirements, storing, distributing, and recording and reposrting drugs.
HUBUNGAN LAMA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN K3 TERHADAP KEPATUHAN MAHASISWA KEDOKTERAN DI LABORATORIUM FKIK UNTIRTA Aqila, Yasmin Nur; Prameswari, Yuda Nabella; Friska, Dewi
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3897

Abstract

Kecelakaan di lingkungan kerja, terutama di laboratorium, menekankan pentingnya tindakan keselamatan yang efektif dan kesadaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lama pendidikan dan pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap kepatuhan mahasiswa kedokteran di laboratorium melalui studi cross-sectional di laboratorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTIRTA yang melibatkan 80 mahasiswa kedokteran. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama pendidikan terhadap kepatuhan mahasiswa (p < 0,001; OR 49,8), sementara tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara pengetahuan K3 dan kepatuhan mahasiswa (p = 1,00; OR 0,537). Temuan ini menegaskan bahwa lama pendidikan memiliki peran yang besar dalam meningkatkan kepatuhan terhadap protokol keselamatan, serta menunjukkan perlunya intervensi pendidikan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di tempat kerja.
HUBUNGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMA NEGERI 3 KOTA SERANG Prameswari, Yuda Nabella
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3903

Abstract

Tingkat kecanduan media sosial saat ini semakin meningkat, terutama di kalangan remaja. Sekitar 75% individu yang kecanduan internet dipengaruhi oleh masalah dalam hubungan sosial mereka. Salah satu faktor yang berperan adalah gangguan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan mental emosional dengan kecanduan media sosial pada siswa SMA Negeri 3 Kota Serang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sosiodemografi, Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), dan Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ20). Hasil penelitian adalah mayoritas subjek memiliki gangguan mental emosional normal (76,47%) dan tingkat kecanduan media sosial normal (67,06%). Sementara yang terindikasi gangguan emosional adalah 23,53% dan kecanduan media social alert adalah 32,94%. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan mental emosional dan kecanduan media sosial (p-value = 0,009, OR=2,61, 95% CI: 1,259–5,414). Hal ini menunjukkan bahwa gangguan mental emosional dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kecanduan media sosial.
EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DI RSUD CIMACAN TAHUN 2024 Rini, Fina Sancaya; Gunawan, Intan Nurasifa; Warini, Warini
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3910

Abstract

Nyeri persalinan merupakan suatu keadaan yang dapat menimbulkan kecemasan pada ibu bersalin dan mengganggu kenyamanan pada saat persalinan, Sebanyak 63% ibu bersalin mengalami rasa nyeri. Manajemen nyeri kontraksi persalinan yang dapat dilakukan antara lain dengan metode massage effleurage. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Efektivitas massage effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I. Jenis penelitian ini secara eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Pelaksanaan penelitian pada periode Maret-Mei 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Cimacan sebanyak 134 orang terhitung dari periode Maret-Mei 2024. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 32 orang, dan penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan uji statistic dengan T-Test Paired Dependent. Variabel independent yaitu massage effleurage dan variabel dependent yaitu intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I. Variabel yang diteliti yaitu usia, paritas, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukan teknik massage effleurage pada 32 responden (100%) efektif dan berhasil untuk menurunkan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I yang ditunjukan dengan hasil nyeri ringan yakni 24 responden (75%), sedangkan pada kelompok nyeri sedang sebanyak 8 responden (25%) serta tidak ada responden yang mengalami nyeri berat (0%). Setelah dilakukan uji statistic dengan uji T-Test Paired Dependent didapatkan hasil P value =<,001 dengan deviasi =,471 artinya ada pengaruh signifikan massage effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri. Teknik massage effleurage direkomendasikan untuk menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI BALITA STUNTING: ONE GROUP PRETEST- POSTTEST DESIGN Ferial, Linardita; Irawan, Sekar Wijaya
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 02 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i02.3980

Abstract

Prevalensi stunting di Jawa Barat tahun 2021 sebesar 24,5%, sedangkan di Kabupaten Sumedang sebesar 21,3%. Dampak dari stunting adalah kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, risiko tinggi diabetes, kegemukan, kanker, stroke, dan rendahnya produktivitas ekonomi. Mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap kenaikan tinggi badan dan berat badan balita stunting. Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting di Puskesmas Paseh sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Rata-rata tinggi badan pada balita. stunting sebelum diberikan olahan pangan dari telur PMT sebesar 75,59 kg dan sesudahnya sebesar 83,36 kg. Rata-rata berat badan pada balita stunting sebelum diberikan olahan pangan dari telur PMT sebesar 8,88 kg dan sesudahnya sebesar 13,30 kg. Pemberian makanan tambahan (PMT) efektif terhadap kenaikan tinggi badan dan berat badan balita stunting dengan nilai p value 0,000. Pemberian makanan tambahan efektif terhadap kenaikan tinggi badan dan berat badan balita stunting. Diharapkan tenaga kesehatan lebih sering lagi memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberian gizi seimbang pada balita supaya terhindar dari stunting.
ADAPTIF ATAU MALADAPTIF? ANALISIS HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Prameswari, Yuda Nabella
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/yh99w677

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang paling sering dialami oleh remaja, khususnya dalam lingkungan pendidikan yang menuntut adaptasi akademik dan sosial. Mekanisme koping menjadi faktor penting yang memengaruhi sejauh mana individu mampu mengelola kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan pada remaja tingkat pendidikan menengah atas di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 250 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dan data dikumpulkan menggunakan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) serta Brief COPE Inventory. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,29% responden yang menggunakan mekanisme koping adaptif berada pada tingkat kecemasan minimal hingga ringan, sedangkan 62,50% responden yang menggunakan mekanisme koping maladaptif mengalami kecemasan sedang hingga berat. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan (p < 0,001), dengan nilai odds ratio sebesar 3,00. Artinya, remaja dengan tingkat kecemasan sedang hingga berat memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar menggunakan koping maladaptif dibandingkan mereka yang mengalami kecemasan ringan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya preventif dan promotif dalam penguatan strategi koping adaptif guna mengurangi risiko kecemasan pada remaja di lingkungan pendidikan.
HUBUNGAN KEBERSIHAN DIRI ORGAN GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI FKIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Novita Armelia Ramadhani; Prameswari, Yuda Nabella; Abdullah, Rukman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/qxvfqj69

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari wanita. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap keputihan patologis adalah personal hygiene yang buruk dan kelembapan pada area genital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis pada mahasiswi FKIK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 77 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur tentang pengetahuan dan perilaku kebersihan diri organ genitalia. Kuesioner tersebut sudah diuji validitas dan reliabilitasnya sesuai standar penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji fisher’s exact untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis (p = 0,742). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis (p = 0,508). Pengetahuan dan perilaku kebersihan diri organ genitalia tidak memiliki hubungan signifikan dengan riwayat keputihan patologis pada mahasiswi FKIK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti stress dan kebiasaan seksual kemungkinan lebih berperan dalam kejadian keputihan patologis dan perlu ditelusuri dalam penelitian lanjutan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT PERTIWI, WIWIK EKO; Natasha Amanda; Kurniati, Henny
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/kqzwcm89

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, sehingga kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, jenis kelamin, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran pada karyawan di RSUD Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling dengan jumlah responden sebanyak 98 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki kesiapsiagaan yang baik (69,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,079), jenis kelamin (p=0,190), masa kerja (p=0,844), dan tingkat pendidikan (p=0,221) dengan kesiapsiagaan tanggap darurat. Namun demikian, responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki peluang 2,4 kali lebih besar untuk kurang siap, dan yang berpendidikan rendah memiliki peluang hampir 5 kali lebih besar. Meskipun tidak signifikan secara statistik, karakteristik individu tetap perlu diperhatikan dalam peningkatan kesiapsiagaan karyawan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang lebih intensif dan merata. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan respons cepat, meningkatkan pemahaman tentang prosedur evakuasi, dan mengurangi kepanikan dalam situasi darurat. Simulasi berguna untuk menemukan kelemahan sistem tanggap darurat dan memberikan pengalaman praktis yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pemikiran teoretis.

Page 9 of 10 | Total Record : 91