cover
Contact Name
Andi Anshari Bausad
Contact Email
abausad@gmail.com
Phone
+6282339932942
Journal Mail Official
abausad@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59A Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Gelora: Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram
ISSN : 23554355     EISSN : 28072227     DOI : 10.33394/gjpok
Journal of Sports and Health Education IKIP Mataram published by the Sports and Health Education Study Program and managed by the Faculty of Sports and Public Health (FIKKM) Mandalika University of Education (UNDIKMA), contains scientific articles in the form of research results and literature studies in Indonesian and English . Published twice a year in March and September, covering the study of science and teaching in the field of sports and health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
Pengaruh Latihan Possession Game Terhadap Keterampilan Passing dan Kelincahan Menggiring Bola Attohiri, Ahmad Zaki; Muhsan, Muhsan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20491

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan possession game berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan passing dan kelincahan menggiring bola pemain sepakbola. Premis utama penelitian didasarkan pada karakter permainan sepakbola modern yang menuntut pemain mampu mempertahankan penguasaan bola, memilih keputusan operan secara cepat, serta menggiring bola dengan perubahan arah yang efisien dalam tekanan lawan. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 20 pemain Klub Sukma Jaya tahun 2023 yang diambil melalui studi populasi. Perlakuan berupa latihan possession game diberikan selama 18 pertemuan latihan dalam rentang penelitian, sedangkan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen penelitian meliputi tes mengoper bola rendah untuk keterampilan passing dan tes kelincahan menggiring bola berbasis lintasan berbelok dengan pencatatan waktu tercepat dari tiga kesempatan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rerata keterampilan passing meningkat dari 5,85 menjadi 8,60, dengan t-hitung 4,67 lebih besar daripada t-tabel 2,093. Rerata waktu menggiring bola menurun dari 15,44 detik menjadi 14,28 detik, dengan t-hitung 8,72 lebih besar daripada t-tabel 2,093. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan possession game efektif memperbaiki akurasi operan sekaligus efisiensi gerak menggiring bola. Novelty penelitian terletak pada integrasi dua indikator teknik utama, yaitu passing dan kelincahan dribbling, dalam satu model latihan berbasis penguasaan bola pada konteks klub sepakbola lokal. Kata kunci: possession game; passing; kelincahan; menggiring bola; sepakbola.
Analisis Status Gizi Pemain Sepak Bola Ps Mataram Alpandi, Aldi Trijuni; L. E, Balkis Ratu Nurul; Yundarwati, Susi
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20497

Abstract

Penelitian ini menjawab permasalahan status gizi pemain sepak bola PS. Mataram tahun 2023 melalui penilaian antropometri, komposisi tubuh, kecukupan zat gizi makro, dan kecukupan energi. Premis utama penelitian adalah bahwa sepak bola menuntut ketersediaan energi tinggi, pengisian glikogen yang memadai, serta komposisi tubuh yang proporsional; karena itu, pemain dengan indeks massa tubuh normal belum tentu memiliki asupan gizi yang sesuai dengan tuntutan latihan dan pertandingan. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh pemain PS. Mataram yang berjumlah 22 orang laki-laki dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, persen lemak tubuh menggunakan body fat caliper, serta food recall 24 jam yang dilakukan dua kali tidak berurutan dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata IMT pemain adalah 22,1 kg/m2 dalam kategori normal dan rerata persen lemak tubuh 17,3% juga dalam kategori normal. Namun, kecukupan asupan menunjukkan masalah penting: rerata tingkat kecukupan energi hanya 48,21% dari kebutuhan, karbohidrat 4,13 g/kgBB/hari, protein 0,90 g/kgBB/hari, dan lemak 31,04% dari total energi. Distribusi kategori menunjukkan 90,91% pemain kurang karbohidrat, 63,64% kurang protein, dan 63,64% berada pada kecukupan energi kurang. Dengan demikian, hipotesis deskriptif penelitian terjawab bahwa status antropometri pemain relatif normal, tetapi kecukupan energi dan zat gizi makro belum sesuai dengan rekomendasi sepak bola. Temuan ini menegaskan perlunya monitoring gizi, edukasi makan berbasis latihan, dan intervensi menu tim secara periodik. Kata Kunci: status gizi; sepak bola; indeks massa tubuh; food recall; zat gizi makro.
Pengaruh Latihan Incremental Vertical Hop dan Incline Bound terhadap Power Otot Tungkai Atlet Bola Voli Ardana, Andre Iqbal; Akhmad, Noor; Nurdin, Nurdin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20498

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan incremental vertical hop dan incline bound berpengaruh terhadap peningkatan power otot tungkai atlet bola voli putra SMAN 1 Narmada. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan permainan bola voli terhadap kemampuan lompat vertikal, terutama pada teknik smash dan block, serta temuan awal bahwa sebagian atlet masih menunjukkan kualitas lompatan yang kurang optimal dan pola latihan yang monoton. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu two groups pre-test-post-test design. Sampel berjumlah 16 atlet dan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok incremental vertical hop dan kelompok incline bound, masing-masing 8 atlet. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t sampel berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan kelompok incremental vertical hop mengalami peningkatan rerata vertical jump dari 56,13 cm menjadi 59,88 cm, dengan t-hitung 4,849 lebih besar daripada t-tabel 1,895. Kelompok incline bound juga mengalami peningkatan rerata dari 49,50 cm menjadi 53,25 cm, dengan t-hitung 5,789 lebih besar daripada t-tabel 1,895. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan pliometrik efektif meningkatkan power otot tungkai, sedangkan incline bound menunjukkan signifikansi statistik yang lebih kuat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pelatih bola voli sekolah dapat menggunakan kedua latihan tersebut sebagai variasi latihan eksplosif tungkai yang spesifik, progresif, dan relevan dengan kebutuhan lompatan dalam permainan bola voli. Kata Kunci: incremental vertical hop; incline bound; power otot tungkai; pliometrik; bola voli.
Pengaruh Latihan Drop Off dan Musical Ball Terhadap Kemampuan Dribbling Pemain HIMLA FC Lamak, Antonius Blawa; Maulidin, Maulidin; Nurdin, Nurdin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20499

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan Drop Off dan Musical Ball terhadap kemampuan dribbling pemain HIMLA FC tahun 2022/2023 serta membandingkan efektivitas kedua bentuk latihan tersebut. Permasalahan utama penelitian adalah rendahnya kualitas dribbling pemain, terutama dalam menjaga kontrol bola, mengubah arah, dan mempertahankan kecepatan saat membawa bola. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain HIMLA FC yang dibagi menjadi dua kelompok melalui ordinal pairing: 10 pemain mengikuti latihan Drop Off dan 10 pemain mengikuti latihan Musical Ball. Instrumen penelitian berupa tes menggiring bola dengan satuan waktu; semakin rendah waktu tempuh menunjukkan kemampuan dribbling yang semakin baik. Program latihan dilaksanakan selama 18 pertemuan dengan prinsip progresif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Drop Off berpengaruh signifikan terhadap kemampuan dribbling dengan nilai t-hitung 8,542 lebih besar daripada t-tabel 1,833 dan peningkatan sebesar 11,38%. Latihan Musical Ball juga berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 2,818 lebih besar daripada t-tabel 1,833 dan peningkatan sebesar 10,53%. Perbandingan kedua kelompok menunjukkan bahwa Drop Off memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan Musical Ball. Temuan ini menegaskan bahwa latihan dribbling berbasis bola yang terstruktur, progresif, dan spesifik dapat meningkatkan kemampuan teknik pemain sepak bola. Drop Off direkomendasikan sebagai latihan utama untuk meningkatkan kecepatan dan kontrol dribbling, sedangkan Musical Ball dapat digunakan sebagai latihan pendukung untuk mengembangkan reaksi, keberanian menguasai bola, dan pengambilan keputusan dalam tekanan. Kata Kunci: drop off, musical ball, dribbling, sepak bola, latihan teknik.
Pengaruh Latihan Jump Stop Shoot dan Triple Threat Position Terhadap Hasil Jump Shoot Basket Chandra, Dadang Warta; Pratama, Andrian Putra
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20500

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan jump stop shoot dan triple threat position berpengaruh terhadap peningkatan hasil jump shoot, serta bahwa jump stop shoot memberikan peningkatan lebih besar pada tim basket SMA Negeri 1 Gerung. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya stabilitas tubuh, tumpuan kaki, keseimbangan ketika melompat, dan akurasi tembakan siswa saat melakukan jump shoot. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain ordinal pairing. Sampel terdiri atas 12 siswa peserta ekstrakurikuler basket yang dibagi menjadi dua kelompok seimbang berdasarkan hasil pre-test. Kelompok A mendapat perlakuan latihan jump stop shoot, sedangkan kelompok B mendapat perlakuan latihan triple threat position selama 16 pertemuan, termasuk pre-test dan post-test. Instrumen penelitian berupa tes jump shoot dari area free throw dengan 10 kesempatan dalam waktu dua menit. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rerata kelompok A meningkat dari 4,17 menjadi 6,17 bola masuk, dengan Sig. (2-tailed) = 0,003 < 0,05. Kelompok B meningkat dari 4,00 menjadi 5,67 bola masuk, dengan Sig. (2-tailed) = 0,004 < 0,05. Perbandingan gain menunjukkan peningkatan kelompok A sebesar 2,00, sedangkan kelompok B sebesar 1,67. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan efektif meningkatkan hasil jump shoot, namun jump stop shoot lebih unggul karena mengintegrasikan penghentian gerak, keseimbangan, transfer gaya tungkai, dan pelepasan bola dalam pola gerak yang menyerupai situasi permainan. Keywords: jump stop shoot; triple threat position; jump shoot; bola basket; latihan teknik
Pengaruh Latihan X-Pattern Multi Skill dan 20 Yards Square terhadap Kelincahan Pemain Sepak Bola Susanto, Edi; Nurtajudin, Nurtajudin; Supriadin, Supriadin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20501

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan X-pattern multi skill dan 20 yards square berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pemain sepak bola, sedangkan perbedaan efektivitas keduanya tidak signifikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dua bentuk latihan perubahan arah terhadap kelincahan pemain Persibanis FC Sumbawa Barat tahun 2023. Penelitian menggunakan desain eksperimen dua kelompok pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 20 pemain dan dibagi menjadi dua kelompok; kelompok pertama memperoleh latihan X-pattern multi skill, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan 20 yards square selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen pengukuran kelincahan menggunakan tes Boomerang run, dengan indikator utama berupa waktu tempuh dalam satuan detik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji-t berpasangan, persentase peningkatan, dan perbandingan peningkatan antarkelompok. Hasil menunjukkan bahwa kelompok X-pattern multi skill mengalami penurunan rerata waktu dari 12,96 detik menjadi 12,25 detik dengan peningkatan sekitar 5,55%, sedangkan kelompok 20 yards square menurun dari 12,96 detik menjadi 12,43 detik dengan peningkatan sekitar 4,08%. Kedua latihan menunjukkan pengaruh positif terhadap kelincahan karena waktu tempuh post-test lebih cepat dibandingkan pre-test. Namun, perbedaan peningkatan antarkelompok relatif kecil sehingga kedua model dapat diposisikan sebagai variasi latihan kelincahan yang saling melengkapi. Temuan ini menegaskan bahwa latihan perubahan arah yang sistematis, progresif, dan spesifik terhadap pola gerak sepak bola dapat menjadi alternatif praktis untuk meningkatkan kemampuan akselerasi, deselerasi, transisi arah, dan kontrol tubuh pemain. Kata kunci: agility; football; X-pattern multi skill; 20 yards square; Boomerang run.
Pengaruh Latihan Permainan 4-1 Menggunakan Satu Sentuhan Terhadap Kemampuan Passing Atlet Sepak Bola Sahabat FC Dahlik, Edwin Tjeang; Subakti, Subakti
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 10 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v10i2.20510

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan permainan 4-1 menggunakan satu sentuhan berpengaruh terhadap kemampuan passing atlet sepak bola Sahabat FC Sumbawa Barat tahun 2022. Latar belakang penelitian adalah rendahnya akurasi dan konsistensi passing yang tampak ketika pemain mengikuti latihan maupun pertandingan, serta terbatasnya variasi latihan passing yang menyerupai tekanan permainan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah 20 atlet sepak bola Sahabat FC yang dipilih melalui studi populasi. Perlakuan berupa latihan permainan 4-1 menggunakan satu sentuhan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen yang digunakan adalah tes sepak tahan bola selama 30 detik untuk mengukur jumlah passing sah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor passing meningkat dari 11,65 pada pre-test menjadi 13,10 pada post-test, dengan rerata gain 1,45 atau peningkatan sekitar 12,45%. Hasil uji-t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 8,371 lebih besar daripada t-tabel 1,729, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan permainan 4-1 menggunakan satu sentuhan efektif meningkatkan kemampuan passing karena pemain dilatih mengambil keputusan cepat, menyesuaikan posisi tubuh, melakukan passing pendek secara akurat, dan mempertahankan penguasaan bola dalam tekanan lawan. Latihan ini dapat digunakan sebagai variasi latihan teknis berbasis permainan untuk meningkatkan kualitas passing dalam pembinaan sepak bola tingkat klub. Kata Kunci: passing; sepak bola; permainan 4-1; satu sentuhan; latihan berbasis permainan.
Penerapan Metode Pembelajaran PAKEM Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Senam Lantai Roll Depan Siswa Sekolah Menengah Atas Leuwol, Jodi Ramadhan; Muhaimin, Ali
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20518

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa penerapan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai materi roll depan pada siswa kelas X SMA 3 Mataram tahun pelajaran 2022/2023. Permasalahan utama penelitian adalah rendahnya keberanian, pemahaman teknik, dan ketuntasan belajar siswa pada materi roll depan akibat pembelajaran yang masih monoton, dominan ceramah, dan kurang memberi ruang praktik bertahap. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas X yang terdiri atas siswa laki-laki dan perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes kognitif, penilaian afektif, penilaian psikomotor, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan progresif dari kondisi awal ke siklus II. Pada kondisi awal, ketuntasan belajar berada pada 0% dengan rata-rata sekitar 61; pada siklus I meningkat menjadi 30% dengan rata-rata sekitar 70-71; dan pada siklus II meningkat menjadi 82% dengan rata-rata sekitar 82. Ketuntasan aspek afektif, kognitif, dan psikomotor juga meningkat setelah guru memperbaiki pengelolaan kelompok, demonstrasi teknik, umpan balik, dan kesempatan praktik. Temuan ini menegaskan bahwa PAKEM layak digunakan sebagai strategi pembelajaran senam lantai karena mampu mengurangi kecemasan gerak, meningkatkan partisipasi, serta memperkuat penguasaan teknik roll depan secara lebih bermakna. Dengan demikian, hipotesis tindakan diterima karena PAKEM tidak hanya memperbaiki capaian nilai, tetapi juga memperbaiki proses pembelajaran melalui interaksi, kreativitas tugas, efektivitas umpan balik, dan suasana kelas yang lebih menyenangkan bagi siswa. Kata Kunci: PAKEM; pendidikan jasmani; roll depan; senam lantai; hasil belajar.
Persepsi Pemain Futsal Terhadap Pemanfaatan Sport Massage Sebelum Bertanding Abdurrahman, Abdurrahman; Zainuddin, Fadli
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20519

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pemain Futsal Sepang FC Dara Kunci terhadap pemanfaatan sport massage sebelum bertanding. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya tuntutan fisik dan psikologis permainan futsal serta kebiasaan pemain memanfaatkan sport massage sebagai strategi pendukung kesiapan pra-pertandingan. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah 25 pemain Futsal Sepang FC Dara Kunci, sedangkan sampel berjumlah 13 pemain yang dipilih dengan purposive total sampling karena memiliki pengalaman memanfaatkan sport massage sebelum bertanding. Instrumen penelitian berupa angket tertutup 30 butir dengan pilihan jawaban ya dan tidak. Uji instrumen menunjukkan reliabilitas sangat tinggi dengan alpha sebesar 0,982. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase dengan kategori sangat manfaat, manfaat, kurang manfaat, dan tidak manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,62% responden berada pada kategori sangat manfaat dan 15,38% berada pada kategori manfaat. Tidak ada responden pada kategori kurang manfaat atau tidak manfaat. Pada tingkat indikator, seluruh responden menyatakan sport massage dibutuhkan dan efektif sebelum bertanding, membantu memperlancar peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, serta mengatasi rasa capek. Sebanyak 92,3% responden menilai sport massage membantu memberikan ketenangan dan mengurangi ketegangan mental, sedangkan 69,2% menilai sport massage memberi sumbangan terhadap mental bertanding dan penampilan di lapangan. Dengan demikian, hipotesis/premis utama terjawab bahwa pemain memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan sport massage sebelum bertanding. Sport massage dipahami sebagai strategi suportif untuk kenyamanan, relaksasi, dan kesiapan subjektif, bukan sebagai satu-satunya penentu performa pertandingan. Kata Kunci: Sport massage, futsal, persepsi, sebelum bertanding, kesiapan atlet.
Pengaruh Latihan Pecing Pad Dan Latihan Lambungan Teman Terhadap Ketepatan Servis Punggung Sepak Takraw Jatmika, Erfan; Primayanti, Intan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa terdapat perbedaan pengaruh latihan pecing pad dan latihan lambungan teman, perbedaan pengaruh panjang tungkai, serta interaksi keduanya terhadap ketepatan servis punggung atlet sepak takraw PSTI Undikma. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen faktorial 2 x 2 dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 atlet putra usia remaja yang dibagi ke dalam empat kelompok: pecing pad dengan tungkai panjang, lambungan teman dengan tungkai panjang, pecing pad dengan tungkai pendek, dan lambungan teman dengan tungkai pendek. Perlakuan diberikan selama 6 minggu dengan 18 pertemuan. Instrumen penelitian meliputi pengukuran panjang tungkai dan tes ketepatan servis punggung sebanyak 20 kesempatan servis. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, ANAVA dua jalur, dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan pengaruh lebih tinggi dibandingkan latihan pecing pad terhadap ketepatan servis punggung (F = 5,850; p = 0,025). Atlet bertungkai panjang memiliki ketepatan servis lebih baik dibandingkan atlet bertungkai pendek (F = 167,632; p = 0,000). Terdapat interaksi signifikan antara model latihan dan panjang tungkai terhadap ketepatan servis punggung (F = 65,769; p = 0,000). Kelompok lambungan teman dengan tungkai panjang mencapai skor posttest tertinggi, sedangkan pada kelompok tungkai pendek latihan pecing pad lebih menguntungkan daripada lambungan teman. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas latihan servis punggung tidak hanya ditentukan oleh variasi tugas, tetapi juga oleh kesesuaian latihan dengan karakteristik antropometri atlet. Kata Kunci: : Lambungan teman; pecing pad; panjang tungkai; servis punggung; sepak takraw.