cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 665 Documents
Pendampingan Lansia dan Perbaikan Data Desa (Pelas Pedas) Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Sholahuddin, Moh.; Widyaningsih, Alvira; Rahmasari, Desy Alya Putri; Ariyanto, Cantika; Rahma, Yusril Nur; Kusumawardani, Dinda Nur; Akbari, Darojatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.227

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (Lansia) melalui Pendampingan dan Perbaikan Data pada Desa (Pelas Pedas) terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Dalam program ini mencakup pendampingan bagi lansia dalam memahami dan memanfaatkan KIS, termasuk edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat lanjut usia mengenai hak-hak kesehatan yang disediakan oleh pemerintah melalui KIS serta cara penggunaan KIS untuk mendapatkan layanan kesehatan yang optimal. Permasalahan utama yang ditemukan berdasarkan analisis yang telah dilakukan yaitu terkait dengan pemerataan layanan kesehatan sebagian masyarakat lanjut usia (Lansia) yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sehingga untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya solusi yang tepat yaitu dengan melakukan pendampingan masyarakat lanjut usia (Lansia) dalam melakukan pendataan dan identifikasi masyarakat yang belum mempunyai KIS, hal tersebut dilakukan melalui survey dan wawancara kepada masyarakat lansia secara door to door. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu pertama metode yang digunakan dalam program kerja ini meliputi beberapa tahap yaitu melakukan persiapan dan koordinasi, melakukan pendekatan partisipatif, melakukan pengumpulan data, melakukan pengolahan dan analisis data serta melakukan pelaporan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan adanya program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lansia tetapi juga memperkuat akses kesehatan di tingkat desa.
Sosialisasi Kesantunan Berbahasa Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan di SMA Negeri 6 Palopo Yusni, Yusni; Sudirman, Nengsi; Nasir, Citra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.238

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMA Negi 6 Palopo mengenai pentingnya kesantunan berbahasa sebagai upaya pencegahan perundungan. Perundungan di kalangan siswa merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangan sosial mereka. Melalui sosialisasi ini, kami mengedukasi siswa tentang etika berkomunikasi yang baik, serta dampak negatif dari penggunaan bahasa yang kasar dan merendahkan serta sanksi pidana bagi pelaku perundungan. Kegiatan ini meliputi sosialisai, diskusi interaktif, dan pelatihan praktik berbahasa yang santun. Diharapkan, dengan meningkatkan kesantunan berbahasa, siswa dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif dan mendukung, serta mengurangi insiden perundungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya berbahasa santun dan komitmen untuk menerapkannya dalam interaksi sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang sehat dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya menciptakan budaya komunikasi yang sehat dan saling menghormati.
Pemberdayaan Remaja Dengan Edukasi HIV AIDS Untuk Mengurangi Dampak Pergaulan Bebas Firmanti, Tria Anisa; Wilujeng, Atik Pramesti; Putri, Novita Surya; Syahbana, Ali; Supriyanto, Supriyanto; Efendi, Achmad; Sholihin, Sholihin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.240

Abstract

Peningkatan angka kejadian HIV AIDS di Banyuwangi terus terjadi pada tiga tahun terakhir dan tertinggi nomer didominasi oleh usia remaja yang sebagain besar berjenis kelamin laki-laki. Kasus HIV AIDS di Banyuwangi berada pada peringkat ke 4 di Provinsi Jawa Timur setelah Surabaya. Masalah utamanya adalah motivasi masyarakat untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengetahuan yang kurang terkait pencegahan dan penularan penyakit HIV AIDS. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang edukasi HIV AIDS untuk mengurangi dampak pergaulan bebas. Metode pengabdian masyarakat menggunakan 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan mitra MAN 1 Banyuwangi pada 36 siswa-siswi pengurus OSIS dalam bentuk ceramah, PPT dan diskusi interaktif yang diawali pemberian kuesioner sebelum edukasi dan diakhiri dengan kuesiner setelah edukasi. Hasil kuesioner menunjukkan sebelum diberikan edukasi kesehatan sebagain besar kurang 63,9% dan Setelah diberikan edukasi kesehatan menunjukkan hampir seluruhnya baik 88,9%. Remaja yang diberikan pendidikan kesehatan dalam jangka waktu lama minimal 1 bulan dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap dalam mencegah dan penularan HIV AIDS menjadi lebih baik.
Penguatan Peran Pemuda Melalui Digital Economy For Youth Berbasis Pentahelix Dalam Kemajuan Ekonomi Daerah Di Desa Gondang Pratama, Inka Nusamuda; Hadi, Ayatullah; Kusuma, Lalu Sopan Tirta; Pratama, Danur Wenda; Saputra, Ajai
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.241

Abstract

Transformasi ekonomi digital membuka peluang besar bagi pemuda desa untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal. Namun, keterbatasan literasi digital, infrastruktur, dan minimnya kolaborasi lintas sektor menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda Desa Gondang dalam memanfaatkan teknologi digital melalui pendekatan berbasis Pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan intensif digital marketing dan e-commerce, pendampingan teknis, serta pembentukan forum kolaborasi multipihak. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital peserta, kemampuan menyusun strategi pemasaran daring, dan penggunaan platform marketplace. Selain itu, forum Pentahelix berhasil dibentuk dan berfungsi sebagai ruang koordinasi dan penguatan ekosistem ekonomi digital desa. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif yang kontekstual, praktis, dan partisipatif dalam memberdayakan pemuda desa di era digital. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi pemuda sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Diharapkan, model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan ekonomi daerah berbasis digital dan kepemudaan.
Pengembangan Tata Ruang untuk Fasilitas Pejalan Kaki pada Perumahan Rewwin Kabupaten Sidoarjo Fatmawati, Laily Endah; Beatrix, Michella; Firmansyah, Mochamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.242

Abstract

Trotoar merupakan salah satu elemen penting dalam sistem transportasi perkotaan yang berperan dalam mendukung mobilitas non-motorik serta menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif. Namun, kondisi trotoar di Jalan Raya Waru Indah, Perumahan Rewwin, Waru, Sidoarjo, menunjukkan banyak permasalahan, seperti kerusakan fisik dan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengelola dan mengembangkan trotoar melalui pendekatan perencanaan partisipatif berbasis data lapangan. Metode yang digunakan antara lain survei kondisi eksisting, pengukuran beda panjang dan tinggi menggunakan theodolite, forum group discussion (FGD) dengan warga, serta perencanaan desain menggunakan perangkat lunak AutoCAD dan SketchUp. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kawasan trotoar dapat ditata ulang fungsinya dengan cara menambah blok pemandu, memperbaiki elevasi lajur, menyediakan zona hijau, serta menata street furniture untuk menunjang kenyamanan pengguna.
Strategi Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Penyakit Demam Berdarah yang Terjadi di Kota Gunungsitoli Harefa, Hezkiel Mei Alsion; Telaumbanua, Darman Iman; Zai, Dewi Novita Putri; Tafonao, Asmawati; Nazara, Asindar; Waruwu, Juniria; Halawa, Brian Mitra Putra; Gulo, Yufentinus; Telaumbanua, Faeri Putri Setia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.245

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk Kota Gunungsitoli. Angka kejadian DBD yang fluktuatif menunjukkan perlunya strategi komprehensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan. Pengabdian pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap DBD melalui kegiatan sosialisasi di sekolah dan desa, serta pelaksanaan fogging. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif di SMA Negeri 1 Gunungsitoli, SMA BNKP Gunungsitoli, dan SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, serta beberapa desa di Kota Gunungsitoli. Selain itu, dilakukan pula kegiatan fogging massal di area yang diidentifikasi sebagai zona rawan DBD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dan masyarakat desa tentang siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, gejala DBD, dan pentingnya Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus). Kegiatan fogging yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli turut mendukung upaya pengendalian vektor. Disimpulkan bahwa kombinasi edukasi dan intervensi fisik efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD.
Diseminasi Program KKN Melalui Video Dokumentasi di Desa Sinar Bhakti Kabupaten Ogan Komering Ulu Gultom, Angga Wibowo; Tusri, Yudi; Shofia, Alima; Kurniawan, Anton; Sari, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.246

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Baturaja angkatan ke-34 melalui media video dokumentasi sebagai bentuk publikasi kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan di Desa Sinar Bhakti, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Video dokumentasi ini merangkum berbagai aktivitas pengabdian seperti sosialisasi di sekolah, pemberdayaan masyarakat, kegiatan karang taruna, dan bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan sosial desa. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengambilan gambar kegiatan secara langsung, wawancara singkat, serta proses penyuntingan dan narasi. Selain bertujuan sebagai dokumentasi, video ini juga menjadi media refleksi dan promosi kegiatan KKN kepada publik yang lebih luas. Hasil dari kegiatan ini berupa sebuah video dokumenter berdurasi empat menit yang dipublikasikan melalui platform digital. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa video dokumentasi efektif sebagai sarana publikasi kegiatan KKN sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan institusi perguruan tinggi.
Peningkatan Kapasitas Pengelola Event Daerah Melalui Bimbingan Teknis 40 Langkah Penanganan Event untuk Mendukung Festival Berkualitas Pratama, Handika Fikri; Wibowo, Budi; Iqbal, Muhmmad; Yahyaddin, Muhmmad; Kurniawan, Ahmad; Gunawan, M. Zuhri; Pramita, Resti Dinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.248

Abstract

Tema kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diangkat berdasarkan hasil observasi awal di lapangan yang menunjukkan adanya sejumlah persoalan dalam pelaksanaan festival daerah. Salah satu temuan utama adalah penyusunan acara yang monoton serta minimnya partisipasi generasi muda sebagai pelaksana kegiatan, yang menyebabkan festival terasa membosankan dan kurang memberi manfaat. Kondisi ini muncul karena penyelenggara belum memanfaatkan tren dan inovasi dalam manajemen event. Berdasarkan hasil seminar dari penelitian yang telah dilakukan, solusi yang diusulkan kemudian diterapkan dalam bentuk kegiatan “Peningkatan Kapasitas Pengelola Event Daerah Melalui Bimbingan Teknis "40 Langkah Penanganan Event" untuk Mendukung Festival Berkualitas” sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Politeknik Pariwisata Palembang. Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan diinisiasi oleh Kelompok 1 Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyelenggarakan festival yang terstruktur, menarik, dan berdampak positif. Metode pelatihan melibatkan ceramah, diskusi, serta praktik langsung melalui demonstrasi. Output dari kegiatan ini mengarah pada peningkatan kompetensi SDM lokal dalam penyelenggaraan festival, seperti Festival Sagarurung Vol III di Kabupaten PALI. Program ini diharapkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui event yang berorientasi pada tren dan inovasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas penyelenggaraan festival, bertambahnya partisipasi aktif generasi muda, serta peningkatan antusiasme masyarakat setempat, yang secara keseluruhan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.
Pendampingan Pengembangan UMKM Binaan Lazismu Kabupaten Malang Febriani, Rizki; Sa'diyah, Chalimatuz; Novianti, Khusnul Rofida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mitra UMKM binaan LazisMu Kabupaten Malang melalui pendampingan yang mencakup penyediaan fasilitas operasional, pelatihan manajemen keuangan, dan strategi pemasaran. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan sarana berjualan, rendahnya pemahaman manajemen keuangan, serta belum optimalnya strategi promosi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif dengan empat tahapan utama: observasi dan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi pendampingan, serta evaluasi. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan memberikan bantuan berupa rombong, pelatihan pencatatan keuangan sederhana, serta praktik promosi digital menggunakan strategi 7P marketing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam efektivitas operasional usaha, kemampuan mitra dalam mengelola keuangan, serta keberhasilan menjangkau konsumen melalui media sosial. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha mitra dan memperkuat peran LazisMu sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial mampu menghasilkan solusi nyata bagi pengembangan UMKM berbasis komunitas.
Pelatihan Pengoperasian Mesin Pengurai Sabut Kelapa Di RPTRA Menara Kelurahaan Kembangan Selatan Jakarta Barat Subekti, Subekti; Indah, Nur; Pratiwi, Swandya Eka; Wahyudi, Haris; Anggara, Fajar; Sudarma, Andi Firdaus; Carles, Henry; Sari, Andarany Kartka; Suprihatiningsih, Wiwit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.250

Abstract

\ Proses pengolahan limbah sabut kelapa dengan menggunakan mesin pengurai sabut kelapa dapat memudahkan proses produksi. Hasil produksi dari penguraian sabut menghasilkan cocofiber dan cocofeat yang dapat di manfaatkan dalam berbagai macam produk seperti jok mobil, matras, keset, kerajinan tangan, papan serat, serta produk ramah lingkugan lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan produk-produk rumahan tidak hanya berasal dari bahan baku sintetis. Pemanfaatan sabut kelapa dengan sumber bahan baku yang relatif mudah didapatkan dapat membantu perindustrian ekonomi kecil dan menengah, dengan demikian pengabdian masyarakat melalui merancang mesin pengurai sabut kelapa menggunkan motor bakar bensin sebagai penggerak mesin untuk mempermudah proses penguraian sabut kelapa sebelum diproduksi. Sehingga tujuan pengabdian masyarakat dalam menanfaatkan limbah serabut kelapa menjadi barang dapat bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah dan demo mesin pengurai sabut kelapa. Masyarakat yang akan terlibat dari kegiatan ini sekitar 40 orang yang diatur oleh RT/RW setempat, Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh para peserta dimana hampir 88 % peserta memahami isi materi dan praktek Mesin Serabut Kelapa. Sedangkan untuk nilai terendah sekitar 72 % menyatakan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan oleh para peserta dan berlangsung sukses dengan banyaknya pertanyaan dan saran agar kegiatan ini dilanjutkan.