cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismail05@uin-suska.ac.id
Phone
+6281267235661
Journal Mail Official
tadrisips@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpang Baru, Tampan Pekanbaru, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial
ISSN : -     EISSN : 28292413     DOI : 10.24014
The Tsaqifa Nusantara is an open-accessed journal served as a medium of publishing scientific articles by Department of Tadris IPS, Faculty of Education and Teacher Training UIN Sultan Syarif Kasim Riau. The articles, which are published by this journal are the outcomes of researches and the findings of the studies of current issues within perspective of social education of Islam and cultures from perspective of Islam. This journal attempts to spread thoughts in form of concepts, theories, paradigms, perspective and methodology of social education. The scopes of the Tsaqifa Nusantara Journal are focused on: 1) Learning IPS, 2) social phenomena in society. The contributors can be academicians, teachers, students, and practitioners who work in the field of education. Scope of Tsaqifa Nusantara: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial 1. Social education 2. Social phenomenon 3. Local wisdom 4. Norms and social ethics 5. Cultural education in islamic perspective.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
PEGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Rahma, Shadrina Aulia; Muzani, Muzani; Samadi, Samadi
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 2, No 02 (2023): Vol. 02. No. 02 2023 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v2i02.25302

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi keragaman budaya Indonesia kelas XI di SMAN 3 Tangerang. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan model random sampling karena seluruh kelas xi ips sama tidak ad akelas unggulan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 143 siswa. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 69 siswa yaitu XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang akan menggunakan model problem based learning dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran ceramah. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data pada penilitian ini yaitu uji prasyarat dan uji hipotesis. Dari hasil penelitian kelas eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar kognitif yang signifikan dengan perolehan rata-rata dari 74,8 menjadi 86,9. Sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan perolehan rata-rata dari 74,3 menjadi 72,3. Kesimpulan ini didukung dengan perolehan nilai sig pada uji-t sebesar 0,00 maka nilai sig<0,05. Ha menyatakan terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata materi keragaman budaya Indonesia kelas XI di SMAN 3 Tangerang diterima dan Ho yang menyatakan tidak terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi keragaman budaya Indonesia kelas XI di SMAN 3 Tangerang ditolak. Kata kunci : Model Problem Based Learning, Hasil Belajar, Keragaman BudayaIndonesia.
STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yuliani, Sri; Hartanto, Dicki; Tohirin, Tohirin
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 2, No 02 (2023): Vol. 02. No. 02 2023 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v2i02.25801

Abstract

This study examined strategies in an effort to increase students' interest in learning social studies in junior high schools during the Covid 19 period. The method used in this study is a qualitative method based on relevant references related to strategies to increase students' interest in learning. The results of this study concluded that the teaching strategies used in online learning was only chat only (google form, video, and quiz) and combining online chat and video conferencing (google form, google meet, video, and quiz). The first strategy is by applying Google Form. Google Forms is a Google product that can be used to create tests or online learning assessments. It was found that Google forms were used by all schools to find out student attendance, some shared them in WhatsApp groups whose members were teachers and students and others shared them in Google Classroom. Teachers are advised to learn more online teaching strategies. Teachers are also advised to explore and develop online teaching strategies that were suitable for students. It was also recommended to investigate how online teaching strategies influence learning success, beside it was recommended to explore other problems teachers encounter during the online teaching process.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Akmal, Akmal; Mairizal, Mairizal; Zaswita, Hermi
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 01 (2024): Vol 03. No. 01 2024 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i1.29738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchang terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA As-Shofa Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA As-Shofa Pekanbaru sedangkan objeknya adalah pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchang terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA As-Shofa Pekanbaru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 dan X2 yang berjumlah 53 siswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil analisa data menunjukan skor rata-rata Pre Test yaitu sebesar 58,33 menjadi 78,51 pada nilai Post test. Jika dihitung presentasi yang diperoleh, maka dapat dilihat besar kenaikan adalah 34,59%.. Dengan demikian, dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchang terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA As-Shofa Pekanbaru. Kata kunci: Model Pembelajaran, Rotating Trio Exchang, Hasil Belajar 
RUMAH ADAT CIKONDANG DALAM KONTEKS PELESTARIAN BUDAYA DAN LINGKUNGAN DI ERA MODERN Khairunniza, Liza Dwi Eftiza; Handani, Sari Sri
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 02 (2024): Vol. 03. No. 02 2024 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i2.32616

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tantangan pelestarian budaya dan lingkungan di Rumah Adat Cikondang, yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: (1) Bagaimana sejarah adat budaya di Rumah Adat Cikondang? (2) Bagaimana tantangan pelestarian budaya di Rumah Adat Cikondang? (3) Bagaimana tantangan pelestarian lingkungan di sekitar rumah adat ini? Penelitian ini menempatkan Rumah Adat Cikondang sebagai salah satu representasi penting dari kearifan lokal masyarakat Sunda dan simbol harmoni antara manusia dan alam, yang menghadapi ancaman modernisasi dan perubahan lingkungan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, metode yang digunakan adalah analisis literatur serta observasi lapangan yang dilakukan di Kampung Adat Cikondang. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah rumah adat tersebut erat kaitannya dengan perjalanan masyarakat Sunda dalam menjaga adat dan lingkungan, meskipun mengalami banyak tantangan sejak masa kolonial. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa tantangan utama dalam pelestarian budaya dan lingkungan adalah pengaruh modernisasi, urbanisasi, serta kurangnya dukungan konkret dalam menjaga nilai-nilai tradisional dan lingkungan alam. Hasil diskusi menunjukkan bahwa upaya pelestarian memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek budaya dan lingkungan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan holistik tentang bagaimana budaya dan lingkungan dapat dilestarikan secara bersama-sama dalam menghadapi tantangan modernisasi, sehingga memberikan pandangan baru dalam studi pelestarian budaya tradisional.
CAPAIAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA MTS DARUL HIKMAH PEKANBARU Erni, Sukma; Darnelia, Lidiawita; Romadhona, M. Rifqi
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 01 (2024): Vol 03. No. 01 2024 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i1.30022

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil perbaikan pembelajaran IPS pada Tingkat sekolah menengah. Perbaikan pembelajaran IPS didasarkan pada fluktuasi hasil belajar siswa yang terkadang jatuh dibawah standar nilai yang ditetapkan sekolah. Proses perbaikan pembelajaran menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan Problem based learning (PBL). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan 2 siklus mengikuti tahapan metode PTK. Temuan pada siklus 1 memperlihatkan hasil yang kurang baik, namun ketika dilaksanakan siklus 2 dengan sejumlah perbaikan proses hasil yang diperoleh sangat baik yakni 90,4 % siswa melampaui standar nilai yang ditetapkan.  Simpulan nya menggunakan PBL dalam pembelajaran dapat mendongkrak hasil belajar menjadi lebih baik. Dengan demikian PBL sebaiknya dijadikan variasi rutin pembelajaran di kelas.  Kata Kunci:  Permasalahan Pembelajaran, Perbaikan pembelajaran, Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar
ANALISIS PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER LITERASI GENERASI Z DI ERA DIGITAL Susilo, Agus; Satinem, Yohana; Sarkowi, Sarkowi
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 02 (2024): Vol. 03. No. 02 2024 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i2.32368

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara Generasi Z mengakses dan memanfaatkan informasi. Perpustakaan, yang selama ini dikenal sebagai pusat literasi, kini dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan kebutuhan generasi yang tumbuh bersama teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perpustakaan sebagai sumber literasi bagi Generasi Z dalam konteks digital. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan harus mengintegrasikan teknologi digital dalam layanannya, seperti koleksi e-book, database digital, dan layanan perpustakaan daring, untuk tetap relevan bagi Generasi Z. Selain itu, perpustakaan juga perlu menyediakan program literasi digital yang dapat meningkatkan keterampilan teknologi informasi di kalangan pengguna muda. Dengan adaptasi ini, perpustakaan dapat terus berfungsi sebagai sumber literasi yang efektif dan relevan di era digital.
PENGARUH KOMPETENSI ICT GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rahman, Sakilah; ismail, ismail
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 01 (2024): Vol 03. No. 01 2024 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i1.23273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara Kompetensi ICT Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Masa Pandemi Covid-19. Penelitian  ini  dilatar  belakangi  oleh  rendahnya  hasil  belajar  siswa  di  masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah semua guru dan siswa SD Babusalam Pekanbaru. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Kompetensi ICT Guru. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu uji pengaruh dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan kemampuan  ICT  guru  SD  Babusaalam Pekanbaru dengan nilai rata-rata 3,05 pada tingkat pencapian 61,06% berada di ketegori baik, Selanjutnya rata-rata kelas hasil belajar siswa selama 2 semester terakhir saat pandemi Covid 19 berfluktuasi dengan nilai rata-rata kelas terendah 86,6 dan tertinggi 94,20 atau jika dirata-rata kan dengan skala 1 sampai dengan 4 maka nilai terendah 2,40 dan nilai rata-rata kelas tertinggi 3,91. Hasil belajar dari semester genap tahun ajaran 2019/2020 ke semester ganjil 2020/2021 berfluktuasi ada yang mengalami kenaikan dan ada yang mengalami penurunan. Pada hasil pengujian statistic menunjukan hubungan yang relatif lemah antara kompetensi ICT guru terhadap hasil belajar siswa SD Babussalam Pekanbaru selama masa pandemi Covid-19 yakni hanya sebesar 0,007 atau 0,7%. Dan jika dilihat dari pengaruhnya disimpulkan tidak signifikan.  Kata kunci: Kompetensi Guru, Kompetensi ICT, Hasil Belajar
RELEVANSI LUBUK LARANGAN DESA BANDUR PICAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Almegi, Almegi; Amelia, Hutri Rizki; Ismail, Ismail
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 02 (2024): Vol. 03. No. 02 2024 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i2.32073

Abstract

ABSTRACT The uniqueness of the Lubuk Larangan phenomenon in Bandur Picak Village can be used as a contextual geography learning resource to support the implementation of the Merdeka curriculum. The purpose of this study was to describe the Lubuk Larangan phenomenon so that it can be used as a Geography learning resource. The method used in this research is descriptive quantitative. Data collection techniques including field observations, in-depth interviews with key informants, and documentation. Data validation uses triangulation with the Miles and Huberman approach. The research results show that the Lubuk Larangan phenomenon is relevant as a contextual learning resource for Geography, in phase F with Learning Outcomes “Biodiversity of Indonesia and the World”, especially in sub-material “success in conservation flora and fauna”. Next, Learning Outcomes “Disasters and the Environment” especially in sub-material “The environment as a sustainable living habitat”. Field observations by students and teachers follow the stages of contextual learning which are integrated with Learning Outcomes is an alternative contextual learning model that utilizes the environment around the school.  As a learning resource, the Lubuk Larangan location is easy to access, with a short distance from the residential area (about 5 minutes), safe from wild animals and and potential criminality. Distance from the nearest high school is SMAN 2 Koto Kampar Hulu relatively close (3.5 km). So it is suitable to be used as an alternative source of contextual learning for geography.Keyword: Contextual Learning, Geography Learning Resources, Lubuk                   Larangan, Merdeka Curriculum.ABSTRAKKeunikan fenomena Lubuk Larangan Desa Bandur Picak dapat dijadikan sebagai sumber belajar Kontekstual Geografi untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Lubuk Larangan untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Geografi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptik kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi pengamatan lapangan, wawancara mendalam terhadap informan kunci, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan trianggulasi dengan pendekatan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan fenomena Lubuk Larangan relevan sebagai sumber belajar kotekstual Geografi, yaitu pada fase F dengan Capaian Pembelajaran “Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia”, terkhusus pada sub materi “praktek baik dan keberhasilan dalam pelestarian flora dan fauna” dan Capaian Pembelajaran “Kebencanaan dan Lingkungan Hidup”, khususnya pada sub materi “Lingkungan sebagai habitat hidup berkelanjutan”. Observasi lapangan oleh siswa bersama guru mengikuti tahapan pembelajaran kontekstual yang diintegrasikan dengan Capaian Pembelajaran merupakan alternatif model pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Sebagai sumber belajar, lokasi Lubuk Larangan mudah diakses dengan jarak tempuh yang singkat dari permukiman (sekitar 5 menit), aman dari binatang buas dan potensi kriminalitas, dan jarak dari SMA terdekat, yaitu SMAN 2 Koto Kampar Hulu relatif dekat (3,5 km), sehingga layak untuk dijadikan sebagai salah satu alternatif sumber belajar kontekstual Geografi.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Lubuk Larangan, Pembelajaran Kontekstual,                   Sumber Belajar Geografi 
TEPUK TEPUNG TAWAR: TRADISI KEBUDAYAAN MASYARAKAT MELAYU RIAU Rahmadhanty, Rafiqah; Rahmawati, Richa Dwi; Gustiwi, Triska
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 01 (2024): Vol 03. No. 01 2024 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i1.23450

Abstract

Riau is a province in Indonesia with a majority ethnic Malay community. The Malay community has various cultural traditions, one of which is Tepuk Tepung Tawar. Writing this article aims to discuss the Tepuk Tepung Tawar tradition and the meaning contained in carrying out this tradition. Data collection was carried out using the library research method and interviews conducted with the Chairperson of the Pelalawan Traditional Malay Institute (LAM). The results show that Tepuk Tepung Tawar is a tradition originating from the Malay community and has been carried out since the time of the previous kings. Tepuk Tewar Tawar is done to express gratitude and prayer requests. The Tepuk Tepung Tawar tradition has several meanings in its implementation including a Malay expression regarding this tradition, the person doing the offering, the equipment used and the procedure for carrying out it. This tradition also has good values related to religious and psychological elements. Keywords: Tepuk Tepung Tawar, Malay Culture, Riau
ANALISIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA BAKAR TONGKANG BAGI MASYARAKAT BAGANSIAPI API KABUPATEN ROKAN HILIR Zainudin, Mhd; Zaswita, Hermi
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 3, No 02 (2024): Vol. 03. No. 02 2024 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v3i2.30385

Abstract

Riau is a province that has a variety of cultures, and one of them is the barge burning tradition in the city of Bagansiapiapi, Bangko District, Rokan Hilir Regency. This tradition has been passed down from generation to generation by ethnic Chinese in the city of Bagansiapiapi, so this makes this tradition held every year. Data collection was carried out using the library research method. The results of this research are that the barge burning culture is part of gratitude and respect for the king's ancestors from Chinese beliefs and as a reference in obtaining good fortune for the Chinese community in Bagansiapiapi, Rokan Hilir Regency, Riau.