cover
Contact Name
Herman Wijaya
Contact Email
alinea.jurnal@gmail.com
Phone
+6281937075937
Journal Mail Official
alinea.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Basuki Rahmat-Praya Lombok Tengah
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Published by Bale Literasi
ISSN : -     EISSN : 28094204     DOI : https://doi.org/10.58218/alinea/
Core Subject : Religion, Education,
ALINEA: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Bale Literasi dengan e-ISSN: 2809-4204. Saat ini, ALENIA menjadi wadah bagi peneliti, dosen dan pemerhati bahasa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang bahasa dan sastra (lokal dan asing), serta pembelajaran bahasa dan sastra. Artikel yang dimuat adalah hasil penelitian, konsep teori dan pemikiran yang menawarkan nilai kebaharuan. ALENIA terbit tiga kali setahun yaitu bulan April, Agustus, dan Desember
Articles 657 Documents
Penggunaan Gaya Bahasa Pada Tuturan-Tuturan Mengenai Isu Politik Pada Youtube Mata Najwa Nurul Suci Damayanti; Hindun Hindun; Rahmadayani Rahmadayani; Kimberly Maroe
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan berbagai bentuk gaya bahasa yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam video Youtube Mata Najwa. Melalui analisis data yang cermat, peneliti berhasil mengidentifikasi dua jenis gaya bahasa utama yang digunakan dalam tuturan Najwa Shihab, yaitu gaya bahasa sindiran dan gaya bahasa perbandingan. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa gaya bahasa sindiran digunakan sebanyak 15 kali, sementara gaya bahasa perbandingan muncul sebanyak 5 kali. Hal ini menunjukkan bahwa Najwa Shihab cenderung lebih sering menggunakan sindiran dalam komunikasinya di Mata Najwa. Teori gaya bahasa yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gaya bahasa Zainuddin. Menurut Zainuddin, terdapat tiga jenis utama gaya bahasa, yaitu gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa sindiran, dan gaya bahasa yang sering diungkapkan sehari-hari. Dalam konteks penelitian ini, fokus utama adalah pada dua jenis gaya bahasa pertama, yakni sindiran dan perbandingan, yang ditemukan secara signifikan dalam tuturan Najwa Shihab. Penelitian ini tidak hanya memberikan deskripsi kuantitatif dari penggunaan gaya bahasa tetapi juga menjelaskan bagaimana gaya bahasa tersebut digunakan dalam konteks komunikasi Najwa Shihab. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi komunikasi dan retorika yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam menyampaikan pesan-pesannya kepada penonton. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam memperkaya kajian linguistik, khususnya dalam bidang analisis gaya bahasa di media massa.
Pengaryaan Tipografi Pada Tugas Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Di Universitas PGRI Wiranegara Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i1.931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penggunaan tipografi dalam karya tulis ilmiah mahasiswa di Universitas PGRI Wiranegara. Tipografi, sebagai elemen penting dalam penyusunan dokumen akademis, mempengaruhi kejelasan, keterbacaan, dan profesionalisme sebuah karya tulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa seringkali kurang memperhatikan aspek tipografi, seperti pemilihan jenis huruf, ukuran font, spasi, dan tata letak, yang berdampak negatif pada kualitas presentasi tulisan mereka. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kurangnya pemahaman dan pelatihan tentang tipografi di kalangan mahasiswa menjadi faktor utama penyebab kesalahan tipografi. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan peningkatan kesadaran dan pengetahuan tipografi melalui workshop, seminar, dan integrasi materi tipografi dalam kurikulum. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas karya tulis ilmiahnya, tidak hanya dari segi konten tetapi juga dari aspek visual yang mendukung keterbacaan dan keprofesionalan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi penulisan akademik dan memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan tinggi dalam meningkatkan kompetensi literasi visual mahasiswa.
Resistensi Perempuan Terhadap Ketidaksetaraan Gender Dalam Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” Yostiani Noor Asmi Harini; Putri Naufal Nurotul Zannah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.932

Abstract

This article offers a critical examination of Eka Kurniawan’s novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) through the lens of feminist literary criticism, with a particular emphasis on the theme of female resistance against systemic gender inequality. The film adaptation brings to the forefront the multifaceted forms of patriarchal oppression endured by women in Indonesian society, encapsulated through the experiences of its central female character, Iteung. Positioned as both a victim and an agent of change, Iteung confronts entrenched violence, objectification, and discrimination with remarkable resilience and defiance. Her narrative arc becomes emblematic of women's capacity to reclaim autonomy and challenge the societal structures that confine them. This study delves into how the film constructs and communicates women's struggles, not merely as isolated acts of defiance, but as part of a broader collective consciousness necessary for dismantling patriarchal norms. It also interrogates how shifts in cultural attitudes towards gender roles contribute to the process of social transformation. In this context, the film transcends its function as a piece of entertainment and emerges as a medium of sociopolitical critique, education, and inspiration—mobilizing awareness and action in the ongoing pursuit of gender justice.
Exploring Japanese Cultural Representation In Anime: A Linguistic Analysis Of One-Piece Wano Kuni Arc Maria Nona Dince; Sahril Mujani; Mashuri Mashuri
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.936

Abstract

This research aims to identify the use of the traditional Japanese language in the popular anime One Piece, especially the Wano Kuni arc by Eiichiro Oda. The research method used is descriptive analysis, which aims to examine the use of Japanese honorifics, ancient samurai terms (samurai terminology), and dialect in dialogue in the Wano Kuni arc. Data collection will be carried out by direct observation and note-taking techniques with an emphasis on sociolinguistic elements. Based on the results, there are several sociolinguistic elements that Eiichiro Oda uses to convey the story in his anime, namely, traditional Japanese honorifics, dialects, speech patterns, and samurai terminology. This shows that the plot of Wano Kuni presents the use of the traditional Japanese language accurately and depicts the cultural hierarchy and traditional values of Japanese society.
Pelanggaran Maksim Dan Implikatur Dalam Percakapan Gojek Online Dengan Pelanggan Melalui Whatsapp (Kajian Pragmatik) Ramlah H.A. Gani; Titin Ernawati; Herman Wijaya
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.951

Abstract

Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik dengan tujuan mendeskrpsikan pelanggaran maksim dan implikatur percakapan antara gojek online dengan pelanggan. Sumber data penelitian ini pesan singkat perkacapan antara gojek dengan pelanggan yang melanggar maksim dan implikatur percakapan dengan jumlah 5 percakapan yang diambil dari internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis menganalisis data tuturan pelangaran maksim dan implikatur dalam percakapan gojek online di whatsapp pribadi penutur dan lawan tutur. Berdasarkan hasil kajian penelitian ini pada data pertama gojek onlien dan pelanggan melanggar maksim kuantitas, kualitas, dan relevansi, sedangkan data kedua percakapan gojek dan pelanggan menggunakan maksim kualitas, kuantitas dan relevansi karena tidak berlebihan, data ketiga Percapakan dari pelanggan tersebut menggunakan maksim kualitas, kuantitas, cara, dan relevansi karena jawabannya sesuai pertanyaan, tidak menambah ataupun mengurangi, sedangkan data ke empat menggunakan maksim kualitas, kuantitas, dan cara karena sesuai dengan lokasi tempat pelanggan. Pelanggaran maksim dan implikatur dalam komunikasi antara gojek dan pelanggan dapat mengganggu kelancaran komunikasi mereka, maka perlu antara penutur dan mitra tutur harus memahami maksim dalam berkomunikasi.
Analysis of Violations of Grice's Principles of Cooperation in the Mata Najwa Adu Kuat Program on Constitutional Affairs Dewi Mauliyati Sari; Suwadi Suwadi; Tristan Rokhmawan
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.955

Abstract

This research aims to analyze violations of Grice's principles of cooperation in the Mata Najwa program "Strong Fight on Constitutional Issues" and analyze the various responses that arise to violations of Grice's principles of cooperation using Grice's theory. Grice's theory of the principle of cooperation was chosen to analyze the Mata Najwa program because violations of the maxim of the principle of cooperation often occur in everyday communication, including on social media, one of which is the Mata Najwa program. It is felt that Grice's theory of cooperative principles can analyze how communication occurs in the Mata Najwa program. This research uses a qualitative descriptive method using content analysis methods. . The data analysis techniques used in this research are the listening technique and the observing technique. The listening technique was carried out by the researcher repeatedly listening to the video that had been downloaded in the form of the Mata Najwa program video with the theme Strong Fight on Constitutional Issues. Meanwhile, the note-taking technique is carried out by recording conversations which are indeed a data violation of the Grice cooperation principle contained in the Mata Najwa program. The data source in this research is language activities that occurred in the Mata Najwa program with the theme Strong Fight on Constitutional Issues on Thursday 28 March 2024. The results of this research found 70 utterances that violated Grice's principle of cooperation. Of the 70 speech data, there are 23 speeches that violate the maxim of quantity. For maximum quality there are 10 flowing utterances. Furthermore, for the maxim of relevance there are 15 intersecting statements. For the manner/implementation maxim, there are 22 utterances that violate the manner/implementation maxim. The response that emerged after the violation of Grice's principle of cooperation in the Mata Najwa Adu Strong Constitutional Issue program was that the interlocutor often gave a firm attitude, asked for clarification of the statements made, talked about other topics, and some even gave indifferent or indifferent responses.
Pengaruh Dialek Bahasa Daerah Bugis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Dengan Kearifan Lokal Di Wilayah Biak Papua Musdalifah Musdalifah; Brillianing Pratiwi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dialek bahasa daerah Bugis terhadap penggunaan bahasa Indonesia dengan mempertimbangkan kearifan lokal di wilayah Biak, Papua. Keterhubungan antarbahasa daerah dan bahasa nasional di wilayah ini menciptakan dinamika linguistik yang unik, khususnya dengan keberadaan komunitas Bugis yang berinteraksi dengan masyarakat lokal Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari penutur bahasa Bugis yang tinggal di Biak serta penutur asli bahasa lokal Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek Bugis mempengaruhi beberapa aspek penggunaan bahasa Indonesia di wilayah tersebut, terutama dalam pelafalan, kosakata, dan struktur kalimat. Meskipun demikian, penutur tetap menjaga kearifan lokal Papua melalui penggunaan bahasa Indonesia yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya setempat. Penggunaan bahasa Indonesia dengan nuansa Bugis di wilayah Biak juga memperlihatkan adanya asimilasi budaya tanpa menghilangkan identitas lokal. Dialek bahasa Bugis memiliki pengaruh signifikan terhadap variasi bahasa Indonesia di wilayah Biak, namun interaksi dengan kearifan lokal memperkaya bentuk komunikasi dan memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini memberikan wawasan baru terkait dinamika bahasa daerah dan bahasa nasional di kawasan yang memiliki keragaman budaya yang tinggi.
Social Values in The Novel The Hunger Games by Suzanne Collins Faisal Ramadhani; Rahma Dewi Hartati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.964

Abstract

This research aims to explain the social values in the novel The Hunger Games. The research method used is in the form of qualitative descriptive using content data analysis. The data of this research is in the form of words, sentences, and speech (dialogue) contained in the novel. The results of this study show that there is a social phenomenon in the story that contains competition, betrayal, and the existence of social gaps between the characters, but in this story there are also social values that can be learned, namely: 1) the value of affection consisting of loyalty, help, and care, 2) the value of responsibility in the form of the value of empathy and mutual ownership, 3) the value of life harmony in the form of cooperation.
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas 8 SMP Negeri 1 Wonosari dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Model Pembelajaran Project-based Learning Murni Maulina; Tamara Carolin Fitrisia; Tyasmiarni Citrawati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.970

Abstract

Model pembelajaran Project-Based Learning diterapkan dalam pembelajaran bahasa diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Model pembelajaran Project-Based Learning merupakan model pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada aktivitas-aktivitas untuk menghasilkan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Project Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan uji coba sebanyak dua siklus dan berjenis penelitian tindakan kelas. Ujicoba dilaksanakan pada 24 Oktober dan 7 November 2023 dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project-Based Learning di dalam kelas 8E SMP Negeri 1 Wonosari dinilai berhasil, karena menunjukkan hasil yang positif. Hasil yang dimaksud adalah 74,3% keberhasilan peningkatan hasil belajar peserta didik serta 100% keberhasilan peningkatan motivasi belajar peserta didik. Walaupun ada 88,5% peserta didik yang masih mengalami kendala dalam penerapan model pembelajaran project-based learning ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai, serta sulitnya koordinasi bersama kelompok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka guru bisa menerapkan model pembelajaran project-based learning agar hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik semakin meningkat. Selain itu juga diperlukan kekonsistenan dari peserta didik agar hasil dan motivasi belajarnya senantiasa meningkat dengan apapun model pembelajarannya.
Variasi Pemakaian Bahasa Manggarai Desa Golo Sengang Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat Sia Marifa; Baiq Rismarini Nursaly; Muh. Taufiq
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.973

Abstract

The aim of this research is to analyze and describe the variety of uses of the Manggarai language in Golo Sengang Village, West Manggarai. This research also wants to know the influence of the environment and community habits on the differences in language used in daily interactions. This research is a qualitative description. Data was collected through direct observation and interviews with local residents. Observations were carried out by being directly involved in the conversation, recording the conversation, and noting important things. The results of the research showed that there were variations in the use of words that were typical for certain individuals (idiolects) such as hau, ite, and met, as well as the use of different words. based on social status (sociolect) such as father, mother and mother. Apart from that, there are also variations in language use in agricultural and trade contexts, such as the words mawo (possibly meaning plant), woja (possibly meaning agricultural tools), and market.