cover
Contact Name
-
Contact Email
stitalabuhanbatu2645@gmail.com
Phone
+6282275115353
Journal Mail Official
stitalabuhanbatu2645@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sempurna/ Al-Bukhary No: 21 Rantauprapat Kab. Labuhanbatu Prov. Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains
ISSN : 25992945     EISSN : 27150151     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains adalah Jurnal yang di kelolah oleh Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhary Labuhanbatu menawarkan forum interdisipliner untuk publikasi artikel penelitian asli yang ditinjau oleh rekan sejawat, berkontribusi, dan diundang dengan kualitas terbaik yang membahas berbagai topik pendidikan sains dengan implikasi untuk meningkatkan dan meningkatkan praktik pendidikan sains dan teori. Topiknya melibatkan biologi, kimia, fisika, serta beberapa aplikasi pedagogi dan pengembangan guru. Jurnal ini menyediakan beragam makalah penelitian yang menyegarkan dan informatif yang memperluas dan memperdalam pemahaman teoretis kita. Ini juga memberikan implikasi berbasis praktik dan kebijakan dalam konteks pendidikan sains yang releva
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 186 Documents
Kompetensi Profesional Guru Dalam Meningkatkan Etos Belajar Dan Kreativitas Siswa Di SMP Sains Tebuireng Alwan Khoiri; Rofiatul Hosna
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi profesional guru merupakan aspek krusial dalam proses pendidikan, mencakup penguasaan materi ajar, strategi pembelajaran, dan pemahaman karakteristik siswa. pentingnya peran guru sebagai faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran, terutama dalam membentuk semangat belajar dan mendorong daya cipta siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis (1) Etos belajar dan kreativitas siswa di SMP Sains Tebuireng (2) Kompetensi guru dalam meningkatkan etos belajar dan kreativitas siswa di SMP Sains (3) faktor pendukung dan penghambat kompetensi guru dalam meningkatkan etos belajar dan kreativitas siswa di SMP Sains. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang profesional mampu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, menyenangkan, dan bermakna. Guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memahami karakteristik siswa serta mampu menyesuaikan metode pengajaran untuk merangsang kreativitas dan membangun motivasi belajar. Faktor pendukung keberhasilan guru antara lain pelatihan rutin, kedisiplinan, dan komunikasi efektif, sedangkan faktor penghambatnya mencakup keterbatasan waktu, administrasi yang memberatkan, serta kurangnya inovasi pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru berkontribusi signifikan terhadap peningkatan etos belajar dan kreativitas siswa, sehingga perlu ditingkatkan secara terus-menerus melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Pendidikan Anak Perempuan: Kajian Hadis Nabi Muhammad Saw Nur Halimah
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak perempuan dalam Islam memiliki peranan penting dalam membentuk masyarakat madani yang beradab dan berkualitas. Islam memandang perempuan sebagai pilar peradaban, sehingga pendidikan yang diberikan harus dimulai sejak usia dini. Pendidikan anak perempuan bukan hanya membentuk aspek intelektual, tetapi juga menanamkan nilai keimanan, akhlak, kemandirian, keadilan, dan kelembutan sebagai landasan pembentukan karakter. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) untuk mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan perhatian besar Islam terhadap pendidikan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa melalui pendidikan yang terarah, anak perempuan akan tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, mampu berperan sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat yang aktif. Peran ini turut menentukan kualitas generasi mendatang. Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam dan keterampilan hidup kepada anak perempuan juga membentuk individu yang memiliki semangat toleransi, tanggung jawab sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi digital, anak perempuan yang terdidik dapat menjadi agen perubahan yang konstruktif di tengah masyarakat. Dengan demikian, pendidikan anak perempuan merupakan investasi strategis dalam membangun masyarakat madani yang egaliter, inklusif, dan berkeadaban tinggi, sekaligus menjadi bagian dari dakwah Islam yang berkelanjutan dan transformatif.
Rekonstruksi Konsep Toleransi (Tasamuh), Keadilan (I’tidal), Keseimbangan (Tawazzun), Dan Persamaan Perspektif Pendidikan Moderasi: Implikasinya Bagi Pendidikan Karakter Nur Hidayati
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi urgensi moderasi dalam pendidikan Islam serta relevansinya dalam menghadapi tantangan zaman modern. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, kajian ini menyoroti bahwa pelajar merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh paham radikalisme akibat ketidakstabilan emosi dan semangat keagamaan yang menggebu. Tantangan-tantangan seperti kemajuan teknologi, demokratisasi, dan dekadensi moral menuntut adanya transformasi sistem pendidikan Islam yang menekankan pada nilai-nilai toleransi, keadilan, keseimbangan, dan persamaan. Pendidikan Islam yang berkarakter moderat dipandang mampu membentuk pribadi yang seimbang secara spiritual dan rasional dalam menghadapi keragaman serta menyaring pengaruh negatif globalisasi. Melalui internalisasi nilai moderasi dalam kurikulum dan proses pembelajaran, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara kontekstual, tetapi juga menjadi agen perdamaian dan keharmonisan sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu terus melakukan rekonstruksi agar mampu menciptakan generasi unggul, inklusif, dan berdaya saing tinggi yang dapat berperan aktif dalam membangun bangsa dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Penanaman nilai-nilai wasathiyah secara konsisten menjadi kunci dalam membentuk pola pikir dan sikap keberagamaan yang tidak ekstrem, sehingga pendidikan Islam menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, damai, dan berkeadaban.
Mengenal Sejarah Perkembangan Pendidikan Agama Islam Di Indonesia: Jejak Perjuangan Dan Tantangan Masa Kini (Telaah Pemikiran Hamka) Rudi Hartono
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia memiliki akar historis yang panjang dan dinamis, mencerminkan interaksi antara nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan pengaruh kolonial. Artikel ini menelaah sejarah perkembangan PAI dari masa awal penyebaran Islam hingga era kontemporer, dengan fokus pada pemikiran dan kontribusi Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, artikel ini menggali pandangan Hamka mengenai pentingnya pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritual, tetapi juga membentuk karakter dan etika sosial. Hamka memandang PAI sebagai sarana pembebasan umat dari keterbelakangan intelektual dan moral. Artikel ini juga membahas tantangan kontemporer PAI, seperti sekularisasi pendidikan, krisis moral generasi muda, dan ketimpangan akses pendidikan di wilayah terpencil. Dengan merefleksikan pemikiran Hamka, artikel ini memberikan sumbangan dalam merumuskan arah baru PAI yang lebih relevan dan transformatif di era modern.
Kesesuaian Materi Teknik Pemesinan SMK Dengan Kualifikasi Kerja Industri Pemesinan Harahap, Rasyid Ridho; Yolana Nursafti; Dahrul Aman Harahap
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the level of relevance between the vocational materials taught in vocational schools and the job qualifications required in the machining industry, using normative standards as a reference. Based on data from production operator tasks obtained through direct observation at PT. Sawit Riau Makmur, and materials taken from vocational school education documents based on the Merdeka Curriculum, the results of the study show that the relevance of vocational materials in vocational schools to the tasks of operators in the industry is still low. Only 1.59% of the material is relevant to industrial tasks, while most of the material is either inappropriate or does not cover the industry's needs. This highlights a competency gap that needs to be addressed immediately through curriculum revision. Errors in the preparation of this curriculum impact the readiness of vocational school graduates to work directly in the industry.
Relevansi Pendekatan Deep Learning pada Kurikulum Cinta Di MAN 1 Sragen Zulpan Syarif Supriadi Hasibuan; Rugaiyah; Masduki
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan deep learning serta mengkaji relevansinya terhadap kurikulum cinta di madrasah aliyah negeri 1 Sragen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning telah mulai diterapkan melalui tiga elemen utama: (1) meaningful learning, (2) mindful learning, dan (3) joyful learning. Elemen-elemen tersebut tercermin dalam pembelajaran kontekstual, aktivitas reflektif, dan suasana kelas yang menyenangkan secara emosional. Namun, penelitian juga menemukan beberapa tantangan, yaitu: (1) keterbatasan pemahaman guru terkait Kurikulum Cinta dan integrasinya dalam perencanaan pembelajaran, serta (2) belum tersedianya panduan teknis dan contoh implementasi praktis pembelajaran berbasis nilai. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan: (1) pelatihan menyeluruh bagi guru terkait integrasi pendekatan deep learning dan Kurikulum Cinta, serta (2) pengembangan modul pembelajaran kontekstual yang menggabungkan materi akademik dan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning sangat relevan dan efektif dalam mendukung internalisasi Kurikulum Cinta, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan pembelajaran yang bermakna serta berpusat pada siswa.
Persepsi Santri Terhadap Efektivitas Program Muroja’ah Dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an Di Madrasah Hifdzil Qur-an (MHQ) Pondok Pesantren Putri (PPP). Walisongo Cukir Jombang Rahayu Ningsih; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat Islam agar memperoleh kesejahteraan dunia dan akhirat. Untuk menjaga kemurniannya, Al-Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dipelajari, tetapi juga dijaga melalui hafalan dan pengulangan yang berkelanjutan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang aktif dalam program tahfidz adalah Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) di bawah naungan Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, yang menyelenggarakan program muroja’ah (pengulangan hafalan) sebagai strategi menjaga hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri terhadap efektivitas program muroja’ah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di MHQ PPP. Walisongo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri memiliki persepsi positif terhadap program muroja’ah karena terbukti efektif dalam membantu menjaga hafalan mereka secara konsisten. Kesimpulannya, program muroja’ah memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an santri dan perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan tahfidz.
Revitalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Alpha Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Society 5. Devind Camelia Rossa; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan Generasi Alpha sebagai generasi digital yang hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, internet, robotika, dan Big Data. Generasi Alpha memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun mereka minim dan lemah dalam berinteraksi sosial karena seringnya terpaut dengan gadget atau handphone. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan pendidikan tradisional, dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi pada era baru tanpa menghilangkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pondok pesantren dalam membentuk kompetensi digital, mengetahui karakteristik pada Generasi Alpha, tantangan pendidikan ditengah distrupsi teknologi era Society 5.0. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran inovatif, revitalisasi kurikulum, dan integrasi teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan transformatif dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 seperti Generasi Alpha yang minim empati, dan sosialisasi, dan kurangnya memperhatikan spiritualisasi dalam dirinya sehingga pondok pesantren harus melakukan revitalisasi bahwa peran pondok pesantren dalam menyiapkan Generasi Alpha di Era Society 5.0 adalah mampu menggabungkan tradisi dan inovasi teknologi seperti pelatihan digitalisasi pada pengajar, modernisasi kurikulum dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Islam: Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak dalam Islam merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, akhlak menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan Islam dan menjadi inti dari segala proses pembelajaran, baik formal maupun informal. Dalam sejarah peradaban Islam, para ulama dan cendekiawan telah menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai sarana membentuk masyarakat yang beradab, adil, dan harmonis. Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer adalah suatu metode kajian ilmiah yang dilakukan dengan cara menelaah, membandingkan, dan mengkaji secara kritis isi, pemikiran, atau konsep dari dua jenis sumber pustaka, yaitu: Literatur Klasik karya-karya ilmiah atau pemikiran dari tokoh-tokoh terdahulu yang memiliki nilai historis dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Al-Ghazali, misalnya, menekankan pentingnya pembersihan jiwa melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli, yang menjadi jalan menuju akhlak yang tertanam secara permanen dalam diri manusia. Ibnu Miskawaih membawa pendekatan etika filosofis dengan mengedepankan keseimbangan antara akal dan nafsu untuk mencapai kebajikan utama: hikmah (kebijaksanaan), iffah (pengendalian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adalah (keadilan).
Analisis Dampak Ketergantungan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Bawen Diva Sulistyaning Sekar; Asep Ginanjar
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak ketergantungan media sosial terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Bawen. Latar belakang penelitian berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menjadikan media sosial bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa, memengaruhi gaya belajar, perhatian, dan motivasi mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII dan guru, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan interaksi sosial, desain platform yang adiktif, serta fenomena Fear of Missing Out (FoMO) menjadi faktor utama ketergantungan. Ketergantungan ini berdampak pada penurunan konsentrasi, motivasi belajar, dan potensi gangguan psikologis siswa. Temuan ini menegaskan perlunya pengawasan dan strategi penggunaan media sosial yang bijak oleh guru dan orang tua, termasuk pembiasaan literasi digital dan pengelolaan waktu secara efektif, untuk menjaga motivasi belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman hubungan antara media sosial dan motivasi belajar, sekaligus menjadi acuan bagi kebijakan pendidikan dan bimbingan di sekolah menengah pertama.