cover
Contact Name
-
Contact Email
stitalabuhanbatu2645@gmail.com
Phone
+6282275115353
Journal Mail Official
stitalabuhanbatu2645@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sempurna/ Al-Bukhary No: 21 Rantauprapat Kab. Labuhanbatu Prov. Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains
ISSN : 25992945     EISSN : 27150151     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains adalah Jurnal yang di kelolah oleh Sekolah TInggi Ilmu Tarbiah Al Bukhary Labuhanbatu menawarkan forum interdisipliner untuk publikasi artikel penelitian asli yang ditinjau oleh rekan sejawat, berkontribusi, dan diundang dengan kualitas terbaik yang membahas berbagai topik pendidikan sains dengan implikasi untuk meningkatkan dan meningkatkan praktik pendidikan sains dan teori. Topiknya melibatkan biologi, kimia, fisika, serta beberapa aplikasi pedagogi dan pengembangan guru. Jurnal ini menyediakan beragam makalah penelitian yang menyegarkan dan informatif yang memperluas dan memperdalam pemahaman teoretis kita. Ini juga memberikan implikasi berbasis praktik dan kebijakan dalam konteks pendidikan sains yang releva
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 211 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Literasi Dan Minat Belajar Siswa Junardi; Sandi; Emmi Azis
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis teknologi digital menggunakan Canva terhadap peningkatan literasi dan minat belajar siswa MTs Negeri 3 Bone. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan inovasi media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi, literasi, dan minat belajar siswa di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian ini adalah 30 siswa yang dipilih secara full sampling di MTs Negeri 3 Bone. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui peneyebaran angkat, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear, uji asumsi klasik, serta uji mediasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi siswa. Namun, media pembelajaran tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap minat belajar siswa, meskipun arah pengaruhnya positif. Selanjutnya, literasi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa. Lebih lanjut, literasi memediasi secara signifikan pengaruh media pembelajaran terhadap minat belajar, yang berarti peningkatan literasi menjadi jalur penting dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui pemanfaatan media digital. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi digital berperan penting dalam meningkatkan literasi siswa, dan melalui peningkatan literasi tersebut, minat belajar siswa juga dapat di tingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dalam memilih dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi digital secara efektif.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK TERHADAP MANAJEMEN WAKTU BELAJAR SISWA Meri Nur Afni; Syamsuria; Sandi
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Tiktok terhadap manajemen waktu belajar siswa kelas X SMA Negeri 22 Bone. Fenomena penggunaan aplikasi Tiktok di kalangan siswa yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola waktu belajar mereka, menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan regresi linear sederhana. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 105 siswa, dan sampel yang digunakan berjumlah 101 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket yang disebarkan secara daring dan data dianalisis dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa, nilai koefisien regresi sebesar -0,309 dan signifikansi 0,001 < 0,005 dan nilai thitung > ttabel (-3,446 > 1,984), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan aplikasi Tiktok terhadap manajemen waktu belajar siswa. hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan Tiktok, maka semakin rendah kemampuan siswa dalam mengelola waktu belajar mereka.
Moderasi Beragama Dalam Pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari Dan Relevansinya Bagi Pendidikan Islam Muhammad Irsyad Saifullah; Lathifah; Dina Bahriani Putri; Abu Mansur; Nurlaila
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s rich cultural diversity presents both opportunities and challenges in Islamic education, particularly in fostering religious moderation. This study aims to reconstruct the conceptual framework of religious moderation in the thought of Syekh Yusuf Al-Makassari and explore its relevance for contemporary Islamic education. Employing a library research method, the study systematically reviews primary texts by Syekh Yusuf alongside recent academic literature published between 2021 and 2025. Data were collected through document analysis and processed using qualitative content analysis techniques. The population includes classical works and scholarly articles, with purposive sampling focusing on sources with high academic credibility. Findings reveal Syekh Yusuf’s integration of tasawuf ethics, social harmony, and balanced spirituality underpinning four key principles of moderation: tawasuth, tawazun, tasamuh, and musawah. These principles provide a holistic moral framework applicable to character education and deradicalization efforts. The conclusion highlights that Syekh Yusuf’s thought offers practical and ethical foundations for inclusive educational curricula, promoting tolerant, balanced, and socially responsible Islamic learning.
Peran Perempuan dalam Pendidikan Nonformal sebagai Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Kelurahan Gunungpati Deva Ihzar Rivaldi; Ferani Muliaingsih
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pada masyarakat lokal yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan pendidikan formal. Keberadaan pendidikan nonformal menjadi alternatif penting dalam memperluas akses belajar, meningkatkan keterampilan, serta mendorong pembelajaran sepanjang hayat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam berbagai aktivitas pendidikan nonformal di Kelurahan Gunungpati serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas SDM masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap perempuan yang berperan aktif sebagai penggerak pendidikan nonformal, antara lain tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), kader Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta fasilitator pelatihan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran multidimensional, yaitu sebagai edukator, fasilitator pembelajaran, manajer program, sekaligus agen pemberdayaan masyarakat. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik, perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat, serta penguatan budaya belajar sepanjang hayat. Selain itu, keterlibatan aktif perempuan dalam pendidikan nonformal turut mendorong partisipasi masyarakat dan meningkatkan keberlanjutan program pendidikan berbasis komunitas. Artikel ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan nonformal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan SDM di tingkat lokal..
Fenomena Fear of Missing Out dalam Self Branding Mahasiswa Kota Semarang di Instagram Rana Indera Reksa; Ferani Mulianingsih
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya Instagram, telah mengubah pola interaksi sosial mahasiswa sekaligus memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dan praktik self-branding di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara FoMO dan praktik self-branding mahasiswa di Instagram dalam konteks budaya digital perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kolektif dan metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi akun Instagram, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi digital terhadap 30 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Semarang yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori FoMO tinggi, yang ditandai dengan dorongan kuat untuk terus terhubung, memantau aktivitas sosial, dan menjaga kehadiran digital. Praktik self-branding mahasiswa terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu personal identity, estetika visual, dan professional akademik. Penelitian juga mengungkap bahwa FoMO berperan dalam memperkuat tekanan untuk mengunggah konten secara konsisten, mendorong perfeksionisme visual, serta meningkatkan kebutuhan akan validasi sosial. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa self-branding mahasiswa tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika psikologis dan sosial dalam budaya digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan regulasi diri agar mahasiswa dapat membangun identitas digital seimbang tanpa mengabaikan kesejahteraan akademik dan psikologis.
Chat GPT Sebagai Ruang Konsultasi Emosional dan Sosial Bagi Gen Z: Kajian Dalam Perspektif Sosiologi Digital Fergi Resqiyusna Almajid; Sanita Carolina Sasea
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah melahirkan bentuk interaksi baru antara manusia dan mesin, termasuk dalam ranah emosional dan sosial. Salah satu fenomena yang menonjol adalah meningkatnya praktik konsultasi emosional dan sosial oleh Generasi Z melalui platform AI generatif seperti ChatGPT. Fenomena ini menunjukkan bahwa ChatGPT tidak lagi diposisikan semata sebagai alat pencari informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang sosial alternatif yang berperan dalam ekosistem kehidupan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT oleh Gen Z sebagai ruang konsultasi emosional dan sosial, serta memahami motif, pengalaman interaksi, dan bentuk dukungan sosial yang dicari oleh penggunanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dalam perspektif sosiologi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa Generasi Z berusia 20–23 tahun di Kota Semarang yang aktif menggunakan ChatGPT. Analisis data dilakukan dengan menelusuri makna subjektif pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan AI sebagai entitas non-manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memanfaatkan ChatGPT untuk memperoleh solusi praktis atas permasalahan personal, validasi emosional, serta kenyamanan psikologis yang dirasakan aman karena minimnya stigma dan penilaian sosial. ChatGPT dipersepsikan sebagai ruang netral yang responsif, mudah diakses, dan memberikan rasa kontrol atas proses konsultasi. Temuan ini mengindikasikan pergeseran pola pencarian dukungan sosial pada Gen Z, dari relasi interpersonal konvensional menuju interaksi berbasis teknologi AI, yang berimplikasi pada dinamika relasi sosial dan kesehatan mental di era digital.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying Siswa SMP Negeri 29 Buton Foni Sipala; Abdul Rahim; Jufri
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas persoalan meningkatnya praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang berdampak pada rasa aman, martabat, dan perkembangan psikososial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter anti-bullying serta mengkaji peran guru PAI di SMP Negeri 29 Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi pembelajaran serta interaksi sosial di sekolah, dan dokumentasi program keagamaan serta tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai PAI berlangsung secara sistematis melalui tahap transformasi nilai (penanaman pemahaman akhlak), transaksi nilai (dialog dan pengaitan materi dengan fenomena bullying), hingga internalisasi (pengamalan nilai menjadi kebiasaan). Proses ini diperkuat oleh pembelajaran PAI yang kontekstual dan partisipatif (diskusi, refleksi akhlak, media edukatif), pembiasaan religius dan sosial (doa bersama, budaya 5S, antre, gotong royong, pesantren kilat, pembinaan Ramadan), serta penegakan tata tertib berbasis pembinaan moral. Guru PAI berperan strategis sebagai pendidik nilai, teladan, pembimbing, dan pembina yang mengedepankan pendekatan edukatif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah efektif menumbuhkan karakter anti-bullying.
Indonesia DAMPAK PENGGUNAAN AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) TERHADAP CARA BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 1 BAURENO: Studi Kasus Penggunaan AI Kepada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Baureno Isnadia Fajriati; Sanita Carolina Sasea
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 2 (2026): Vol X Edisi II 2026 (In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the impact of Artificial Intelligence (AI) use on the critical thinking skills of 8th-grade students at SMP Negeri 1 Baureno in Social Studies, to understand the gap between students who use AI analytically and those who rely on AI as an instant answer source in the rapidly evolving era of educational digitalization. The study aims to analyze differences in students' interaction patterns with AI and reveal their impact on the achievement of critical thinking indicators in the learning process. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews with the Social Studies teacher, students from classes 8B and 8F, participatory classroom observation, and documentation. The main findings reveal a significant contrast between the two classes in their use of AI. Students in class 8B used AI selectively and analytically, successfully meeting all four critical thinking indicators according to Ennis, R. H. (1996). Meanwhile, students in class 8F relied on instant answers provided by AI, resulting in stagnation of their critical reasoning abilities. This study confirms that AI is not the cause of weakened critical thinking skills; rather, it is the pattern of use adopted by students that determines whether AI has a positive or negative impact on them. Practical implications include recommendations for integrated school policies and strengthening the role of teachers as active facilitators in guiding AI use. Although limited to a single school, data source triangulation ensures the validity of the findings, contributing to the development of more critical and directed technology-based learning strategies.
Optimalisasi Learning Management System Melalui Problem Based Learning Pada Pembelajaran PAI di SMK Ma’arif NU Kencong Latifah; Nurwahidah
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pendidikan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran di era digital, salah satunya melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat fokus dan keterlibatan belajar siswa dalam penggunaan LMS, mengkaji penerapan strategi Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta menganalisis integrasi LMS dan PBL dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Kencong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS mampu memfasilitasi pembelajaran secara terstruktur melalui penyediaan materi, tugas, dan evaluasi, sementara PBL mendorong siswa untuk aktif dalam menganalisis masalah dan menyusun solusi. Integrasi LMS dan PBL terbukti meningkatkan fokus, keterlibatan, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, LMS tidak hanya berfungsi sebagai media digital, tetapi juga sebagai lingkungan belajar aktif yang mendukung pembelajaran PAI yang lebih efektif dan bermakna.
Pengaruh Penggunaan Media Game Wordwall Sebagai Evaluasi Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas XI MAN 1 Kabupaten Bogor Hisbia Amalia Rizky; Retno Triwoelandari; Andri Ardiansyah
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 2 (2026): Vol X Edisi II 2026 (In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media game wordwall sebagai evaluasi interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas XI MAN 1 Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan bahwa proses evaluasi pembelajaran di madrasah masih bersifat konvensional dan monoton, sehingga menyebabkan rendahnya antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 37 siswa kelas XI-1 sebagai kelompok eksperimen dan 37 siswa kelas XI-10 sebagai kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda (pre-test dan post-test) yang terdiri dari 25 butir soal valid dengan reliabilitas sangat tinggi (r11 = 0,92). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas ekperimen (89,30) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (83,46), dengan nilai sig. sebesar 0,041< 0,05. Seluruh siswa kelas eksperimen berhasil melampaui KKM dengan nilai minimum post-test 76. Penurunan standar deviasi kelas eksperimen dari 19,638 menjadi 6,867 menunjukkan bahwa wordwall mampu memeratakan capaian belajar seluruh siswa. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media game wordwall sebagai evaluasi interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas XI MAN 1 Kabupaten Bogor.