cover
Contact Name
Mulyawan Safwandy Nugraha
Contact Email
mulyawan77@gmail.com
Phone
+628121117577
Journal Mail Official
jurnal.lektur@gmail.com
Editorial Address
Gedung kementerian Agama RI lantai 20 Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebon Sirih Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lektur Keagamaan
ISSN : 16937139     EISSN : 2620522X     DOI : DOI: 10.31291/jlka
the studies of classic religious manuscripts; the studies of contemporary religious manuscripts; religious history and society; religious archaeology; and religious arts on the scope of Nusantara.
Articles 309 Documents
THE URGENCY OF SUNNI TASAWUF OF K.H. AHMAD SANUSI IN TATAR SUNDA: A STUDY OF SIRĀJ AL-AŻKIYĀ’ FĪ TARJAMAH AL-AZKIYĀ’ Tsamrotus Saadah, Rifa; Mumtaz Ali, Zaky
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 20 No 2 (2022): Bahasa Inggris
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.077 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v20i2.1086

Abstract

ABSTRACT    This article focuses on Sanusi's journey in promoting Sunni Sufism through his book Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’ in the Sukabumi region of West Java. In his book, Sanusi not only focuses on Dakwah but also strengthens his position as a Sundanese ajeng who influences the way of Sunni Sufism in Sukabumi. The present study analyzed the preaching of Sanusi in the book Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’ and the authority of Sanusi which strengthened the Sundanese people to be guided by the tarekat Islam (the teachings of the Sufis' journey). By using qualitative methods and deductive analysis, this article aims to present Sanusi's response and the power of his Dakwah in Suni Sufism through his book Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’. The study found that on the one hand, the Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’ shows the renewal of the integration of Sufism studies at the community level, Pesantrens and several taklim assemblies in Sukabumi, West Java. On the other hand, the book becomes an important reference for Sun­­­ni tarekat learners, especially the Sundanese people in Sukabumi. Keywords: Ahmad Sanusi, Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’, Tasawuf Sunni.   ABSTRAK Artikel ini memaparkan perjalanan K.H. Ahmad Sanusi dalam mempromosikan Tasawuf Sunni melalui kitabnya Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’ di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Dalam kitabnya, Sanusi tidak hanya fokus pada dakwah saja, namun ia juga menguatkan posisinya sebagai Ajengan Sunda yang mempe­ngaruhi wacana Tasawuf  Sunni di Sukabumi. Dengan mengguna­kan metode kualitatif dan analisis deduktif, artikel ini bertujuan untuk menghadirkan respon Sanusi dan kekuatan dakwahnya dalam Tasawuf Suni melalui kitabnya Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’. Tulisan ini menganalisa dakwah khasnya dalam kitab Sirāj al-Ażkiyā’ dan otoritas Sanusi dalam mengukuhkan masyarakat Sunda untuk berpedoman pada tarekat Islam. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pembaharuan dan integrasi kajian Tasawuf di tataran masyarakat, lembaga pesantren dan beberapa majelis tak­lim di Sukabumi, Jawa Barat. Sisi lainnya menunjukkan bahwa kitab Sirāj al-Ażkiyā’ menjadi referensi penting bagi pembelajaran tarekat Suni untuk masyarakat Sunda di Sukabumi.  Kata kunci: Ahmad Sanusi, Sirāj al-Ażkiyā’ fī Tarjamah al-Azkiyā’, Tasawuf Sunni.
SHARIA FINANCIAL LITERATURE IN PROMOTING RELIGIOUS MODERATION IN INDONESIA Bahri S, Andi; Mahmadah Hanafi, Syafiq; Markarma, Andi; Megandani, Adi
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 20 No 2 (2022): Bahasa Inggris
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.031 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v20i2.1091

Abstract

ABSTRACT Sharia financial literacy, especially for the younger generation is one among focuses of the Financial Services Authority (OJK) programs. As the largest age group in Indonesia, young people have the potential to become the users and actors of Islamic finance. On the other hand, this age group is also vulnerable to associating 'sharia' with economic active­ties which may not be in line with the national vision of religious modera­tion. One of the efforts made by OJK is publishing Sharia finance text­books. This study examines the content of values and culture in the Sharia financial literacy textbook by the OJK and its relation to the national vision of religious moderation. This research employs qualitative descript­tive method, where data was collected through interviews, observations and text analysis. The main data of this study were financial literacy textbooks by OJK, which were analyzed to obtain the elements of Islamic financial literacy and cultural characteristics that uphold tolerance and religious moderation. The study found that the Islamic financial literacy series contains inclusive content where the characters in the book use local Indonesian names from diverse ethnics and religious backgrounds. In addition, the Sharia financial literacy series also promotes the values of professionalism, commitment and tolerance. Thus, it can be concluded that the content of Islamic financial literacy published by OJK is in accor­dance with the vision of religious moderation. Keywords: Financial Services Authority (OJK), Religious Moderation, Sharia Financial Literature, Young Generation.  ABSTRAK Literasi keuangan syariah terutama terhadap generasi muda men­jadi salah satu fokus program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dikarenakan generasi muda yang menjadi kelompok usia terbesar di Indonesia berpotensi menjadi pengguna dan pelaku keuangan syariah. Di sisi yang lain, kelompok usia ini juga rentan mengasosiasikan ‘syariah’ dengan kegiatan perekonomian yang bisa jadi tidak sejalan dengan visi moderasi beragama. Salah satu upaya yang dilakukan OJK untuk mening­katkan tingkat literasi keuangan generasi muda adalah dengan menerbit­kan buku teks keuangan syariah. Penelitian ini mengkaji muatan nilai dan budaya dalam buku literasi keuangan syariah oleh OJK dan kaitannya dengan visi nasional moderasi beragama. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan analisis teks. Data utama penelitian ini adalah buku teks literasi keuangan, yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan esensi literasi keuangan syariah serta karakter budaya yang menjunjung sikap toleransi dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seri lite­rasi keuangan syariah memuat konten yang inklusif dimana karakter yang ada di buku tersebut menggunakan nama-nama lokal khas Indonesia dari latar belakang etnik dan agama yang beragam. Selain itu, seri literasi keuangan syariah ini juga mempromosikan nilai profesio­nalis­me, komit­men dan toleransi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konten literasi keuangan syariah yang diterbitkan oleh OJK ini sesuai dengan visi moderasi beragama.  Kata kunci, Generasi Muda, Literasi Keuangan Syariah, Moderasi Beragama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
PLAGUE AND PESTILENCE IN THE EARLY ISLAMIC LITERATURE VIEWED FROM A CULTURAL RESILIENCE FRAMEWORK: Wabah dalam Puisi Islami: Sebuah Pendekatan Ketahanan Budaya Muna, Nailil; Nurhamidah, Idha; Idriz, Mesut
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 20 No 2 (2022): Bahasa Inggris
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.358 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v20i2.1092

Abstract

ABSTRACT Studies have found that engaging with poetry through poetry reading helps individuals develop positive outlook in life and cope with difficult experience. Poetry has a unique ability to express complex emotions, making it useful for building resilience. This study aims to explore how poetry especially Islamic poetry could serve as a cultural resilience strategy during the pandemic. Cultural resilience refers to the unique way cultural backgrounds such as values, norms, supports, langu­age, and customs can help facilitate an individual or a community to overcome adversity (Clauss-Ehler, 2004). This present study employed reader-response method, involving 21 student-readers who attended Poetry class at Sultan Agung Islamic University, Indonesia. The class was conducted during the Covid-19 pandemic. Three plague-themed Islamic poems were introduced in the poetry reading, such as: The Cholera (1974) by Al-Malaika, The Black Death Plague (1348) by Ibn al-Wardi, and The Night Visitor (c.960) by Al-Mutannabi. This study found that reading poetry positively affected students who have genuine interest in aesthetic reading. The enjoyment in poetry reading could serve as a protective factor for the readers through three major mechanisms: a reminder to the Islamic concept of qadr or preordainment, the consciousness cultivation of pandemics as a shared experience, and the development of empathy out of those experiences. Keywords: Cultural Resilience, Covid-19 Pandemic, Islamic Poetry, Plague, Readers Response. ABSTRAK Studi menunjukkan bahwa penghayatan puisi dapat membantu individu mengembangkan pandangan positif dalam hidup dan mengatasi pengalaman sulit. Puisi memiliki kemampuan unik untuk mengungkapkan emosi yang kompleks, sehingga berguna untuk membangun resiliensi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana puisi khususnya puisi Islami dapat menjadi strategi ketahanan budaya di masa pandemi. Ketahanan budaya mengacu pada cara unik berlatar belakang budaya seperti nilai, norma, dukungan, bahasa, dan adat istiadat dapat mem­bantu memfasilitasi individu atau komunitas untuk mengatasi kesulitan (Clauss-Ehler, 2004). Penelitian ini menggunakan metode reader-res­ponse, melibatkan 21 mahasiswa-pembaca yang mengikuti kelas Puisi di Universitas Islam Sultan Agung, Indonesia. Kelas diadakan selama pandemi Covid-19. Tiga puisi Islam bertema wabah diperkenalkan dalam pembacaan puisi tersebut, seperti: The Cholera (1974) oleh Al-Malaika, The Black Death Plague (1348) oleh Ibn al-Wardi, dan The Night Visitor (c.960) oleh Al -Mutannabi. Studi ini menemukan bahwa membaca puisi berdampak positif bagi siswa yang memiliki minat dalam membaca este­tika. Kenikmatan membaca puisi dapat menjadi faktor pelindung bagi pembacanya melalui tiga mekanisme: pengingat akan konsep Islam tentang qadr atau takdir, penanaman kesadaran akan pandemi sebagai pengalaman bersama, dan pengembangan empati dari pengalaman tersebut. Kata Kunci: Ketahanan Budaya, Pandemi Covid-19, Puisi Islami, Respon Pembaca, Wabah.
Resepsi Naskah Masa'il As-Samarqandi Karya Syeikh Abu Laits As-Samarqandi Supriatna, Agus; Marhadi, Akhmad; Hayunira, Sasadara; Rasiah, Rasiah
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.996

Abstract

Information on the acceptance of the text manuscript is essential as a reference for Islamic teaching materials in Nusantara. This article aims to explain the reception of the ancient manuscript entitled "Masa'il As-Samarqandi" written by Sheikh Abu Laits As-Samarqandi. The study em­ployed philology research and descriptive analytic method with a literary reception theory approach. This ancient manuscript of Masa'il As-Samarqandi (MS) contains questions related to Islamic Aqidah. The study found that Masa'il As-Samarqandi manuscript is an explanatory text about the Islamic Aqidah. The text reception of MS is Qathrul Ghaits (Syarah Masa’il As-Samarqandi ) written by Syeikh Imam Nawawi Al-Bantani). Qathrul Ghaits makes commentary on the MS and adds the explanation from Qur’an and Hadist. The commentary contains the meaning of faith, the branches of faith, faith in Allah swt, faith in Angels, faith in the Prophets, faith in Allah's books, faith in the Last Day, and also discusses the explanation of the consequences of that faith, as well as its reflection on worship. This study indicates that Sheikh Imam Nawawi tried to explain each description of the text based on the reference source referred to. Keywords: Reception of text, manuscript, Masa’il As-Samarqandi, Imam Nawawi   ABSTRAK Informasi penerimaan teks suatu naskah penting diketahui, termasuk naskah kuno Masa’il As-Samarqandi ini yang merupakan naskah yang banyak digunakan sebagai rujukan materi ajaran aqidah Islam di Nusantara.  Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai resepsi teks naskah kuno yang berjudul "Masa'il As-Samarqandi" karya Syeikh Abu Laits As-Samarqandi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian filologi dan metode deskriptif analitik dengan pendekatan teori resepsi sastra. Naskah kuno Masa'il As-Samarqandi ini berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Aqidah Islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa teks Masa'il As-Samarqandi (selanjutnya disingkat MS) merupakan teks penjelasan mengenai Aqidah Islam, salah satu kitab hasil pembacaan MS adalah Kitab Qathrul Ghaits (Syarah Masa’il As-Samarqandi Karya Syeikh Imam Nawawi Al-Bantani). Kitab syarah ini menjelaskan setiap bagian isi teks MS disertai dalilnya dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. Awal penjelasannya berisi mengenai pengertian iman, penjelasan-khusus iman, iman kepada Allah swt, iman kepada Malaikat, iman kepada para nabi, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada hari Akhir, dan dibahas pula tentang penjelasan konsekuensi keimanan tersebut, juga refleksinya terhadap ibadah. Dilihat dari sisi pembacaan terhadap teks Masa’il As-Samarqandi, Syeikh Imam Nawawi berusaha menjelaskan setiap uraian teks berdasarkan sumber referensi yang dirujuk.  Kata kunci : Resepsi Teks, Naskah Kuno, Masa’il As-Samarqandi, Imam Nawawi
TRADISI ZIARAH DI MAKAM KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI TEGALSARI, PONOROGO, JAWA TIMUR Saefullah, Asep; Cahyadi, Indrawan
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1078

Abstract

ABSTRACT This article describes the pilgrimage tradition at the Tomb of Kyai Ageng Muhammad Besari in Ponorogo, East Java. The article aims to reveal the figure of Kyai Ageng Muhammad Besari and its role in Ponorogo, and the form of rituals and motivations of pilgrims. Further, it explores the aspect of religious tourism of this tomb and how it could be related to the strengthening of national identity. The study employed qualitative design. The data was collected through observation, interviews, and documentation. The study results show that the tradition of pilgrimage of the tomb of Kyai Ageng Muhammad Besar has ritual and social aspects; the motivations of pilgrims are based on: mystical beliefs, worship, appreciation of ulama, and simply grave pilgrimage (ziarah kubur). This study enriches the literature on the religious tourism and socio-religious practice of the local people by visiting the grave of pious figures. Keywords: Pilgrimage Tradition, Religious Tourism, National Identity, Muhammad Besari, Tegalsari.  ABSTRAK Artikel ini mengkaji tradisi ziarah Makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Tujuannya untuk mengungkap figur Kiai Ageng Muhammad Besari dan peranannya di Ponorogo, bentuk ritual dan motivasi para ziarah. Di samping itu, artikel ini akan mengungkap potensi pengema­bangan wisata religi di Makam Kiai Ageng Muhammad Besari, baik situsnya sendiri maupun ekonomi rakyat. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tradisi ziarah makam Kiai Ageng Muhammad Besar memiliki aspek ritual dan social; motivasi peziarah antara lain karena kepercayaan mistis, ibadah, apresiasi kepada ulama, dan sekadar ziarah kubur. Kata Kunci : Tradisi Ziarah, Wisata Religi, Identitas Nasional, Muhammad Besari, Tegalsari
Islam di Pesisir Utara Jawa dalam Simbol Sufistik Naskah Sejatine Manusa Purnomo, Bagus; Dinar, Afifah
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1080

Abstract

ABSTRACT This study explores the integration process of Islam in the northern coast of Java Island, where the entrance of Islam occurred gradually. There was an assimilation process that can be demonstrated by physical evidence, one of which was the Sejatiné Manusa (SM) manuscript. The Sufistic symbols in the Sejatiné Manusa (SM) manuscript were analyzed using a qualitative method with a socio-intellectual historical approach. The study resulted in text-based strengthening of Islamic identity on the Java coast, as written manuscripts have high historical objectivity and authenticity in capturing historical dynamics. This study also demonstrates that, contrary to Geertz et al.'s conception, Islam on the coast is not Islam mixed with Hindu-Buddhist teachings and local religions, but rather the kind of Islam which adopts local elements that are not contradictory to Islam and reinforces its teachings through a continuous process of dyna-mic transformation. Furthermore, this indicates that Islam is not extreme. Keywords: Islam, the Coast, Java, Symbol, Sufis, Sejatiné Manusa   ABSTRAK Tulisan ini mendiskusikan proses asimilasi Islam di pesisir utara Pulau Jawa, di mana proses kedatangan Islam tidak semata-mata datang secara tiba-tiba, namun terdapat proses asimilasi yang dapat dibuktikan dengan bukti fisik, yakni dalam naskah Sejatiné Manusa (SM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial-intelektual, di mana akan fokus menganalisis simbol-simbol sufistik yang terdapat di dalam naskah Sejatiné Manusa (SM). Peneguhan identitas Islam di pesisir berbasis naskah menjadi hasil penelitian dalam artikel ini, karena naskah memiliki objektivitas dan otentisitas kesejarahan yang tinggi dalam merekam dinamika yang terjadi di masa lampau. Naskah ini juga membuktikan bahwa Islam di pesisir bukanlah Islam singkretik yang bercampur dengan ajaran Hindu-Budha dan agama lokal, seperti konsepsi Geertz dkk, tetapi Islam yang bercorak khas; yang mengadopsi unsur-unsur lokal yang tidak bertentangan dengan Islam dan menguatkan ajarannya melalui proses transformasi dinamis secara terus-menerus.Selain itu, juga meneguhkan bahwa Islam bukanlah agama yang ekstrem. Kata Kunci: Islam, Pesisir, Jawa, Simbol, Sufisme, Sejatiné Manusa
WOMEN'S WORLD IN SHORT STORIES ON DUNIASANTRI.CO: A READING OF SANTRIWATI'S WORKS Diah Haryanti, Novi; Fitriyah, Atiqotul; Pitaloka, Aprilia; Hudaa, Syihaabul; Rizky Utama, Virdika
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1103

Abstract

ABSTRACT This paper aims to examine the world of women in short stories writ­ten by santriwati (female students) on duniasantri.co website, which was the first pioneer of student journalism with the concept of citizen journalism. There are 78% of short stories written by santri (male students) and only 22% of short stories written by santriwati. This gender-based contribution imbalance was appealing to study further. Using qualitative descriptive method to explore the santriwati short stories, this research analyzes five short stories in duniasantri.co written by santriwati. To strengthen the data and analysis, the researcher also conducted interviews with the santriwati authors. The study found that there were various themes such as matchmaking and marriage in pesantren, the search for identity, the longing for Ramadan and Lailatul Qadar, and patriarchy culture. These themes indicate that education in Islamic boarding schools produces female students with heterogeneous thinking. Therefore, it can be concluded that the world of women is not seen as uniform by santriwati. Keyword: duniasantri.co, Pesantren, Santriwati, Women's World. ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dunia perempuan dalam cerpen-cerpen yang ditulis santriwati di website Duniasantri.co yang merupakan pelopor jurnalisme santri pertama berkonsep citizen journalism. Terdapat 78% cerpen ditulis oleh santri dan hanya 22% cerpen ditulis oleh santri­wati. Ketimpangan komposisi tersebut menjadi daya tarik untuk melihat bagaimana kisah-kisah yang diproduksi oleh santriwati. Penelitian ini menggunakan metode deskrispi kualitatif dengan objek kajian cerpen-cerpen karya santriwati di duniasantri.co. Untuk memperkuat data dan analisis, peneliti juga melakukan wawancara dengan para penulis santri­wati. Berdasarkan hasil analisis terhadap lima cerpen yang ditulis oleh santriwati di duniasantri.co memperlihatkan karakteristik tema yang bera­gam seperti perjodohan dan pernikahan di pesantren, pencarian identitas para santriwati di pesantren, kerinduan terhadap bulan Ramadan dan Lailatul Qadar, serta budaya patriarki yang masih membelenggu perem­puan. Tema-tema tersebut memperlihatkan, pendidikan di pesantren menghasilkan santriwati dengan pemikiran beragam (heterogen). Dengan demikian dapat disimpulkan dunia perempuan tidak dilihat seragam oleh santriwati. Kata Kunci: Dunia Perempuan, duniasantri.co, Santriwati, Sastra Pesantren.
THE IDENTIFICATION OF BORNEO MALAY MANUSCRIPTS IN KUALA LUMPUR, MALAYSIA: A PRELIMINARY STUDY Pramono, Pramono; Mohd Dasuki Wan Hasbullah, Wan; Salman Herbowo, Ahmad
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1106

Abstract

ABSTRACT Borneo manuscripts make up parts of intellectual heritage, critical in the cultural and historical construct of the Malay World. Additional information and knowledge regarding the whereabouts of Borneo manuscripts, especially the collection kept at document centers outside Borneo, is considered necessary in efforts to enhance source materials based on written texts. This study investigates a number of Borneo Malay manuscripts, which are kept at two document centers in Kuala Lumpur, Malaysia: Perpustakaan Negara Malaysia and Dewan Bahasa dan Pustaka. The Borneo manuscripts in this study are limited from 1987 to 2018, which are then categorized by actual numbers, type of manuscripts and titles, genres, and sub-genres. 155 Borneo manuscripts were identified in this study, classified into 8 genres and 21 sub-genres. These manuscripts are representative of writings at different points in time in the 10 regions of Borneo. This study contributes to mapping Borneo manuscripts as a reference for future researchers. Keywords: Borneo Manuscripts, Catalogue Studies, Manuscript Identifi­cation, Genres Classification.                                                                                           ABSTRAK Manuskrip Borneo merupakan bagian dari warisan intelektual, kritis dalam konstruksi budaya dan sejarah Dunia Melayu. Informasi dan penge­tahuan tambahan mengenai keberadaan naskah-naskah Kalimantan, khu­susnya koleksi yang disimpan di pusat-pusat dokumen di luar Kalimantan, dianggap penting dalam upaya peningkatan bahan sumber berdasarkan naskah-naskah tertulis. Studi ini menyelidiki sejumlah manuskrip Melayu Kalimantan yang disimpan di dua pusat dokumen di Kuala Lumpur, Malaysia yaitu: Perpustakaan Negara Malaysia dan Dewan Bahasa dan Pustaka. Naskah Kalimantan dalam penelitian ini dibatasi dari tahun 1987 hingga 2018, yang kemudian dikategorikan berdasarkan jumlah aktual, jenis naskah dan judul, genre dan sub-genre. 155 manuskrip Kalimantan teridentifikasi dalam penelitian ini, diklasifika­sik­an ke dalam 8 genre dan 21 sub-genre. Manuskrip-manuskrip ini mewa­­kili tulisan-tulisan pada berbagai titik waktu di 10 wilayah Kalimantan. Studi ini berkontribusi pada pemetaan naskah Kalimantan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Manuskrip Borneo, Studi Katalog, Identifikasi Manuskrip, Klasifikasi Genre
KELANTAN SI 'MEKKAH KECIL': PENGARUHNYA TERHADAP PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA (ABAD KE-15 DAN KE-19) Erasiah, Erasiah; Surya Pratama, Fikri; Mat Zain, Farid; Syauqi Ardy, Muhammad; Dalela, Resi
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1110

Abstract

ABSTRACT Kelantan has a historic role as the gateway to Islamic enlightenment in the archipelago. Kelantan has transformed into an area that has become a centerof Islamic learning. Together with Aceh and Patani, Kelantan is also called the 'Little Mecca'. The arrival of Islam raised Kelantan's status to be reckoned with in the world of Nusantara's Islamic cultural treasures and as a representative of the Muslim state in contemporary Malaysia. This paper aims to explorethe role of Kelantan as thegateway of Islamofthe archipelago in the 15th-19thcenturies, and its significance in the development of contemporary Islam in Malaysia. The study employedthe historical research, with the data collected throughliterature study. Data analysiswascarried out simultaneously with the process of source criticism. This was done interactively from the beginning of the research to the final stage of drawing conclusions. The results showed that the arrival of Islam brought many changes and impressions to the way of thinking andsocio-culture of the Kelantan Malay community. Kelantan Malay emerged as a civilization that developed the Islamic intellectuality of the archipelago in the 15th-19thcenturies. Kelantan also played an active role in the Islamic struggle against Western colonialism. Contemporary Kelantanese society has not lost its identity as an Islamic country under the secularism brought by the British. Kelantan has presented a positive image that Islamic law can be well accepted in a multicultural country and underthesecular government, such asthe Federation of Malaysia. Keywords: Islam in Archipelago, Kelantan, Little Mecca, Malay.   ABSTRAK Kelantan memiliki peran historis sebagai pintu masuknya pence-rahan Islam ke tanah Nusantara. Kelantan bertransformasi menjadisuatu kawasan yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam di Nusantara. Bersama Aceh dan Patani, ia adalah ‘Mekkah Kecil’ Nusantara. Kedata-ngan Islam menaikkan derajat Kelantan sebagai kekuatan yang patut diper-hitungkan dalam dunia khazanah peradabanIslam Nusantara, dan repre-sentatif Negeri Muslim di Malaysia Kontemporer. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran besar Kelantan sebagai ‘Serambi Mekkah’ Nusan-tara pada abad ke-15-19, dan signifikansinya bagi perkembangan Islam kontemporer di Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Proses analisa data penelitian dilakukan serentak dengan proses kritik sumber. Hal ini dilakukan secara interaktif sejak awal pene-litian hingga tahap terakhir pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan Islam telah banyak membawa perubahan dan kesan kepada corak berpikir serta sosio-budaya masyarakat Melayu Kelantan. Melayu Kelantan tampil sebagai peradaban yang mengembang-kan keintelektualan Islami Nusantarapada abad ke-15-19. Kelantan juga berperan aktif dalam perjuangan jihad Islam melawan penjajahan Barat. Masyarakat Kelantan kontemporer tidak kehilangan jati diri mereka sebagai negeri Islam di semenanjung di bawah gempuran sekulerisme yang dibawa Inggris. Kelantan menunjukkan citra positif bahwa hukum Islam dapat diterima dengan baik dalam negeri yang multikultural, serta menjadi repre-sentasinegeri berhukum Islam kaffah di bawah pemerintahan Federasi Malaysia yang sekuler.  Kata kunci: Islam di Nusantara, Kelantan, Mekkah Kecil, Melayu, Serambi Mekkah.
Lokalitas Seni Kaligrafi Masjid di Minangkabau, Analisis Fungsi dan Makna Aisyah, Siti; Hakim, Lukmanul; Yulniza, Yulniza; Rohaizat bin Abdul Wahab, Mohd
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1111

Abstract

ABSTRACT This article discusses the function and meaning of mosque calligra-phy in one of the Minangkabau regions, whose application changes its essential function and meaning because the mosque calligraphy was applied in line with the religious and cultural conditions of the people. The purpose of this research is to describe the function and meaning of the locality of the calligraphy of the community mosque in Padang Pariaman, one of the Minangkabau areas. Qualitative research design was employed, and the data was collected through observation, interviews,and documentation. The study found that calligraphy in mosques has function to not only beautifyingthe mosque, but also distinguishingMuslim houses of worship from other buildings,so that people do not make mistakes in writing. In addition, as a symbolof the religious identity of the mosque congregation, thewritten sentences symbolizing their religious understandingwere not always understood properly. Some community membersusedcalligraphies as amulet to cast away misfortune by putting them on the front door or main window of the mosque. This assumption occurs because they understand and interpret every Arabic letter as the art of calligraphy. The stylization or indentation of the Arabic letters determines the beauty of calligraphy writing. Therefore, the mosque's calligraphy is formed with functions and meanings that are patterned in line with the religious and cultural forms of the people. Keywords: Islam in Archipelago, Kelantan, Little Mecca, Malay. ABSTRAK Artikel ini membahas tentang fungsi dan makna seni kaligrafi masjid di salah satu wilayah Minangkabau yang penerapannya merubah fungsi dan maknanya dasarnya karena kaligrafi masjid diaplikasikan sejalan dengan kondisi keagamaan dan budaya masyarakatnya. Tujuan penelitian-nya untuk mengungkapkan fungsi dan makna lokaltitas dari kaligrafi masjid masyarakat di Padang Pariaman, salah satu wilayah rantau Minangkabau. Metode penelitian kualitatif dengan teknik mendapatkan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian dite-mukan bahwa kaligrafi di masjid tidak hanya untuk memperindah masjid-nya tetapi untuk membedakan rumah ibadah umat Islam dengan bangunan lain sehingga tidak mempermasalahkan kekeliruan dalam penulisannya. Selain itu juga sebagai simbol identitas keagamaan jama’ah masjidnya yang terkesan tidak ada upaya menampilkan kalimat tulisan simbol paham keagamaanya dalam bentuk yang baik dan benar. Ada juga yang dijadikan sebagai pelindung dari malapetaka, dengan cara mengutamakan penulisan kalimat tersebut pada bagian depan atau jendelautama masjidnya. Anggapan tersebut terjadi karena mereka memahami setiap huruf Arab dimaknai dengan seni kaligrafi, dan keindahan penulisan kaligrafi dinilai dari stilasi atau bentuk lekukan dari huruf Arab tersebut, sehingga bentuk kaligrafi masjidnya terbentuk fungsi dan makna yang bercorak sejalan dengan bentuk keagaamaan dan budaya masyarakatnyaKata Kunci: Fungsi, Makna, Kaligrafi Masjid. Kata kunci: Islam di Nusantara, Kelantan, Mekkah Kecil, Melayu, Serambi Mekkah.

Filter by Year

2012 2025