cover
Contact Name
Mulyawan Safwandy Nugraha
Contact Email
mulyawan77@gmail.com
Phone
+628121117577
Journal Mail Official
jurnal.lektur@gmail.com
Editorial Address
Gedung kementerian Agama RI lantai 20 Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebon Sirih Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lektur Keagamaan
ISSN : 16937139     EISSN : 2620522X     DOI : DOI: 10.31291/jlka
the studies of classic religious manuscripts; the studies of contemporary religious manuscripts; religious history and society; religious archaeology; and religious arts on the scope of Nusantara.
Articles 309 Documents
HISTORICAL INTERPRETATION OF RADEN KH SHOLEH DRAJAT’S AL-QUR’AN MUSHAF MANUSCRIPT THROUGH THE CODICOLOGICAL APPROACH Zaidatul Awwaliyah, Mamlu’il; Faizah, Fatikhatul; Alwi HS, Muhammad; Hasanah, Nurul
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1112

Abstract

ABSTRACT This study aims to discuss the interpretation of history in Raden KH Sholeh Drajat’s Al-Qur’an ManuscriptinLamongan, East Java, focusing on the codicology aspect. The study was conductedby combining field research and literature study followingphilological theory based on a codicological approach.The results of this study indicated that thismanus-cript appeared in the village of Drajat, subdistrict of Paciran, Lamongan city in the 19thcentury, based on the type of the paper and the illumination. The paper was European paper with medallion watermark encrypted with Propatria. The scripts used mixed rasm and simple writing mechanics (without tajwidand mad). The use of floral illuminations in manuscripts shows that the manuscript was born with nuances of the archipelago. The writing of verses and pronunciations wasnot free from errors or corrupt texts, with classifications in the form of corrected errors, addition,and subtraction of pronunciations.This study strengthens the context-historical description of the manuscript, especially throughcodicological text analysis. Keywords: Quran Manuscript, Mushaf Raden KH. Sholeh Drajat, Codicology, Historical Interpretation.   ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk membahas penafsiran sejarah dalam Naskah Al-Qur’an Raden KH Sholeh Drajat di Lamongan, Jawa Timur, dengan fokus pada aspek kodikologi. Kajian dilakukan dengan menggabungkan penelitian lapangan dan studi literatur mengikuti teori filologi berdasarkan pendekatan kodikologis. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa mushaf ini ditemukan di desa Drajat, kecamatan Paciran, kota Lamongan pada abad ke-19, berdasarkan jenis kertas dan penerangannya. Kertas itu adalah kertas Eropa dengan tanda air medali yang dienkripsi dengan Propatria. Aksaranya menggunakan rasm campuran dan mekanisme penulisan sederhana (tanpa tajwid dan mad). Penggunaan iluminasi bunga pada manuskrip menunjukkan bahwa manuskrip lahir dengan nuansa nusantara. Penulisan ayat dan lafalnya tidak lepas dari kesalahan atau korup teks, dengan klasifikasi berupa kesalahan koreksi, penambahan, dan pengurangan lafal. Kajian ini memperkuat deskripsi konteks-historis naskah, khususnya melalui analisis teks kodikologis. Kata Kunci: Manuskrip Al-Qur’an, Mushaf Al-Qur’an Raden KH. Sholeh, Kodikologi, Penafsiran Sejarah.
MANUSKRIP AL-QUR`AN DI ‘BUMI SENENTANG’: ASPEK KODIKOLOGI PADA MANUSKRIP AL-QUR`AN KOLEKSI KESULTANAN AL-MUKARRAMAH KABUPATEN SINTANG, KALIMANTAN BARAT Parwanto, Wendi; Riyani, Riyani
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1116

Abstract

ABSTRACT This article aims to describe the codicological aspects of the Qur'anic manuscripts, including the historiology, form, illumination, symbols, and others. The study employed library research with primary data on al-Qur`an manuscripts at the Al-Mukarramah Sintang palace. The study found that that this manuscript is the only manuscript of the Al-Qur`an in the Sintang palace, estimated to be 340 years old, written by Sultan Abang Nata and H. Abdul Karim, and its authorship was sponsored by the Al-Mukarramah Sintang palace. The base of the manuscript is tapa bark wood typical of the Dayak community in rural West Kalimantan, indicating the integration of Kalimantan culture with the writings of the Quran at that time. Furthermore, the type of khat used in the manuscript is naskhi using black ink on the Arabic text and red ink on letter descriptions, waqaf and vowel (syakl). Seventh, there is no thick illumination, only the use of simple lines and circle models as markers of waqf and juz markers. Keywords: Codicology, Quran manuscripts, Al-Mukarramah Palace, Sintang ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan aspek kodikologi pada manus­krip al-Qur`an, seperti historisitasnya, bentuk, iluminasi, simbol dan lainnya. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan data primer manuskrip al-Qur`an di istana Al-Mukarramah Sintang. Kesim­pulan artikel ini menjelaskan bahwa: Pertama, manuskrip ini merupakan manuskrip al-Qur`an satu-satunya yang ada di keraton Sintang diperkira­kan berumur 340 an tahun, ditulis oleh Sultan Abang Nata dan H. Abdul Karim dan kepenulisannya disponsori oleh istana Al-Mukarramah Sintang. Alas manuskrip adalah jenis kayu tapa kulit kayu khas masya­rakat Dayak di pedalaman Kalimantan Barat, mengindikasikan bahwa adanya integrasi budaya Kalimantan dengan penulisan al-Qur`an pada masa itu. Selanjutnya, jenis khat yang digunakan dalam manuskrip adalah naskhi menggunakan tinta berwarna hitam pada teks Arab dan tinta berwarna merah pada keterangan surat, waqaf dan harakat (syakl). Ketu­juh, tidak ditemukan iluminasi yang kental, hanya berupa penggunaan garis dan model lingkaran sederhana sebagai penanda waqaf dan penanda juz.  Kata Kunci: Kodikologi, Manuskrip Al-Quran, Istana Al-Mukarramah, Sintang.
SEJARAH PERKEMBANGAN KERATON CIREBON (1452 – 1680 M.) Hernawan, Wawan
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1122

Abstract

ABSTRACT This study aims at reconstructing the history of the development of the Kraton Cirebon based on museum information, libraries, archives, and the community. It employed qualitative research through four stages in historical research methods, namely: heuristics, criticism, interpretation, and historiog­raphy. Ibn Khaldun's cycle theory with a multidisciplinary approach was used to enrich the study. The study found that Kraton Cirebon that was finally divided into Kasepuhan, Kanoman, and Kacirebonan kraton formed from the war of influence from the rulers of Java at that time, namely the Sultanates of Mataram, Banten, and Cirebon. The study concludes that Kraton Cirebon was a strategic choice of Banten Sultanate leader in protectting the Cirebon Sultanate from the competitions among brothers (both descendants of Sunan Gunung Djati), even though it ended up weakening the sultanate. This research is important as a basic reference for micro-political history in the development of the History of Islamic Civilization in West Java and Indonesia. Keywords: Cirebon kraton, Colonial, History, Sultan. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk melakukan rekonstruksi historis mengenai sejarah perkembangan keraton di Cirebon berdasarkan sumber-sumber yang tersimpan di museum, perpustakaan, tempat arsip, dan masyarakat. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif melalui empat tahapan dalam metode penelitian sejarah, yaitu: heuristik, kritik, interpret­tasi, dan historiografi. Teori siklus dari Ibn Khaldun dengan pendekatan multidisipliner sengaja digunakan untuk memperkaya kajian. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah sejarah perkembangan keraton di Cirebon sejak didirikan hingga terpecah menjadi Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan yang terbentuk dari perebutan pengaruh dari penguasa Jawa saat itu, yaitu Kesultanan Mataram, Banten, dan Cirebon. Kesimpulan penelitian ini adalah pilihan strategi dari penguasa Kesultanan Banten dalam pengayoman kepada para pihak dari Kesultanan Cirebon yang merupakan saudara (sama-sama keturunan Sunan Gunung Djati), meskipun berujung melemahkan kesultanan itu karena saling berebut pengaruh pula di Cirebon. Penelitian ini menjadi penting sebagai rujukan dasar sejarah politik-mikro dalam perkembangan Sejarah Peradaban Islam di Jawa Barat dan Indonesia. Kata Kunci: Keraton Cirebon, Kolonial, Sejarah, Sultan.
KONTEKSTUALISASI MISTERI KENOSIS ALLAH DALAM TEOLOGI ST. MONTFORT DAN KAITANNYA DENGAN PENERAPAN OMNIBUS LAW Adon, Mathias Jebaru; Wotan, Fidelis Bolo; Riyanto, Eko Armada
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 22 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v22i1.1041

Abstract

This research explores the role of theology in relation to socio-political challenges in Indonesia, particularly in light of the Omnibus Law Bill. The study draws on the theology of Kenosis as taught by St. Louis-Marie de Montfort, applying it to the contemporary Indonesian context. The Omnibus Law, favoring capital holders over workers, has prompted a call for the Indonesian Church to intervene. This study employs quali­tative approach, relying on a literature review for data collection. The study finds parallels between the current situation in Indonesia and 17th-century France under Louis XIV, where Montfort developed the Theology of Kenosis in response to the king’s centralization of power and heavy taxation. The Theology of Kenosis, emphasizing leaders’ duty to serve their people, is found to be highly relevant to Indonesia today. The study concludes that this theological model can guide leaders in creating public policies that prioritize people’s welfare over corporate interests. This aligns with the principle of divine solidarity with humanity, particularly the poor. The application of Kenosis theology to the Omnibus Law could result in greater consideration for worker welfare, environmental sustainability, and the overall well-being of the Indonesian people.
TEKS DAN KONTEKS KITAB HADIS MELAYU PALEMBANG Muhtasor, Alimron; Agil Husin Al-Munawar, Said; Suyitno; Maryaman; Mat Zain, Farid
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1049

Abstract

ABSTRACT This study examined the manuscript titled "Sir?j al-Makrifat," authored by Muhammad Najib bin Kiagus Muhammad Sholeh in the year 1285 H/1868 AD. Further studies on hadith books produced by Palembang scholars, particularly on this kitab were still scarce. It employ­yed a philological approach, which includes inventorying, providing detailed descriptions, conducting transliterations and editing text. Data analysis was conducted through the method of hadith criticism, focusing on the aspects of sanad (chain of narrators) and matan (content of the hadith). This involves undertaking takhrij hadith (identifying sources of a hadith), i`tibar sanad (evaluating the chain of narrators), analyzing sanad and matan, and concluding the quality of the hadith. The findings of this study suggest that Palembang scholars have made significant contribu­tions to hadith studies, particularly in preserving the tradition of authentic hadith narration. The book "Sir?j al-Makrifat" was a proof of the intellect­tual legacy of Palembang scholars in the field of hadith. It comprises a collection of 206 hadiths of the Prophet SAW about Fadha'il A'mal (virtues of deeds), Targhib (desire for reward), and Tarhib (fear of punishment). A critical analysis of the authenticity of the hadiths of worship found in the book revealed that, of the 100 hadiths studied, 24 are shahih (authentic), 8 are hasan (good), 22 are dha'if (weak), and 19 are maudhu' (fabricated). The status of the other 27 hadiths remains unk­nown. A comparison of "Sir?j al-Makrifat" with the manuscripts MS 63, MS 595, A625, and EAP212/4/2 revealed common themes in hadith books across the archipelago, specifically the Targhib wa Tarhib pattern, which includes hadiths on Fadha'il A'mal and morals. However, Sir?j al-Makrifat appears more philologically comprehensive when compared to other manuscripts. This is evidenced by the book title written in the text and the colophon of the manuscript, which includes the author's name and the year the manuscript was written. Keywords: Malay Hadith Book, Sir?j al-Makrifat, Palembang scholars   ABSTRAK Studi ini membahas naskah Sir?j al-Makrifat karya Muhammad Najib bin Kiagus Muhammad Sholeh yang ditulis pada tahun 1285 H/1868 M. Kajian mendalam terhadap kitab hadis karya ulama Palembang ini belum banyak dikaji oleh para peneliti sehingga sangat penting untuk dilakukan dalam upaya untuk memberikan perhatian yang memadai terhadap keulamaan Palembang dan kontribusinya di bidang hadis. Penelitian ini menggunakan naskah sebagai sumber utama kajiannya, karenanya pendekatan filologi yang dilakukan adalah invent­tarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi dan suntingan teks. Ada­pun analisis datanya menggunakan metode kritik hadis yang mencakup aspek sanad dan matan dengan tahapannya adalah melakukan takhrij hadis, i`tibar sanad, analisis sanad, analisis matan dan menyim­pulkan kualitas hadis. Hasil penelitian menemukan bahwa Palembang mempu­nyai kontribusi besar dalam bidang kajian hadis, terutama dalam men­jaga tradisi  periwayatan hadis bersanad; kedua, Kitab Sir?j al-Makrifat sebagai salah satu warisan intelektual ulama Palembang di bidang hadis berisikan kumpulan 206 hadis Nabi SAW tentang Fadha’il A’mal, Tar­ghib dan Tarhib dan Analisis terhadap keotentikan hadis-hadis ibadah pada kitab Sir?j al-Makrifat menghasilkan temuan bahwa dari 100 hadis yang diteliti, ada 24 hadis yang shahih, 8 hadis hasan, 22 hadis dha’if dan 19 hadis maudhu’, serta 27 hadis yang belum diketahui statusnya; ketiga, berdasarkan perbandingan antara kitab Sir?j al-Makrifat dengan naskah MS 63, MS 595, A625 dan EAP212/4/2 ditemu­kan adanya kesa­maan tema utama dari kitab-kitab hadis di Nusantara yaitu pola Targhib wa Tarhib yang memuat hadis-hadis Fadha’il A’mal dan akhlak. Meski­pun demikian secara filologis naskah Sir?j al-Makrifat relatif lebih lengkap dibandingkan dengan naskah lainnya dibuktikan dengan adanya judul kitab yanag tersurat pada teks dan terdapat kolofon naskah yang menginformasikan nama penulis dan tahun penulisan naskah.   Kata kunci: Kitab Hadis Melayu, Sir?j al-Makrifat, Ulama Palembang
THE DA’WAH MOVEMENT OF USTADZ FADZLAN GARAMATAN: MUSLIM FIGURE IN ESTABLISHING ISLAMIC CIVILIZATION AT NUU WAAR (PAPUA) Ramadoni, Muhamad Afdoli; Amin, Edi; Ratnasari, WG. Pramita; Razzaq, Abdur; Mohd Nasir, Badlihisham
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1073

Abstract

Abstract This article explores the development and da'wah movement carried out by Ustadz Fadzlan Garamatan aimed at constructing an Islamic civilization within the Nuu Waar Papuan community. Utilizing a descriptive qualitative method with a cultural da'wah approach, the study collected primary data through observations of Ustadz Fadzlan Garamatan's da'wah activities and interviews with him in the everyday lives of the Nuu Waar people of Papua. The findings reveal that Ustadz Fadzlan, acting as a religious leader, has the ability to preach da'wah messages in the Papuan society, steering them towards productive change (taghyîr). This change stems from the people's self-awareness and desire to improve their quality of life. The civilization being built encompasses both physical welfare (material) and non-physical happiness (intellectual, mental, moral, and spiritual). Effective da'wah results in beneficial changes, ultimately leading to the creation of good ethics (akhlâq karimah). Keywords: Da'wah Movement, Islamic Civilization, Nuu Waar     Abstrak Artikel ini mengkaji pengembangan dan gerakan dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Fadzlan Garamatan dalam membangun peradaban Islam, dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis metode serta kegiatan dakwah pada masyarakat Nuu Waar Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan dakwah kultural, yang memanfaatkan data primer berupa pengamatan kegiatan dakwah Ustadz Fadzlan Garamatan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Nuu Waar Papua. Hasil penelitian ini menunjukkan Ustadz Fadzlan berperan sebagai opinion leader memiliki kemampuan pesan dakwah di masyarakat Papua menuju perubahan (taghyîr) yang produktif. Perubahan ini muncul atas keinginan dari masyarakatnya sadar akan taraf meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Proses peradaban yang dibangun ialah kesejah­teraan fisik (materi) dan terciptanya kebahagiaan non fisik (intelektual, mental, moral, dan spiritual). Dakwah yang baik akan memberikan peru­bahan yang baik, sehingga puncaknya tercipta etika yang baik (akhlâq karimah). Kata Kunci: Gerakan Dakwah, Peradaban Islam, Nuu Waar
TRACING THE NATION'S IDENTITY THROUGH THE DIVERSITY OF CONTENT AND LANGUAGE OF ANCIENT MANUSCRIPTS OF SUMEDANG LARANG PALACE Nurmutia, Syahreen; Daffa, Muhammad
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1076

Abstract

ABSTRACT The present study examines the exploration of national identity, as reflected in the diverse content and linguistic aspects of the historic manus­cripts housed in the Sumedang Larang Palace. The investigation emphasizes previously unexplored facets of these manuscripts. The research design employed is qualitative in nature, with a case study approach offering an in-depth understanding of the subject matter. The data collection included both primary and secondary sources. Field data served as the primary source of information, and secondary data was obtained from literary sources, thereby providing a comprehensive perspective. Data was analyzed through the stages of inventory, classification, and interpretation. The results of this study significantly enhance the understanding and preservation of cultural heritage, thereby serving the interests of both present and future generations. The analysis reveals a rich diversity in content and language within the manuscripts, showcasing a unique blend of collaboration and acculturation of religious values that have shaped the cultural identity. Moreover, this study affirms that these manuscripts are imbued with religious teachings and cultural values that contribute substantially to the formation of national identity, in alignment with the principles of Pancasila. The intellectual contributions drawn from these manuscripts are deeply rooted in religious and cultural values, leaving a substantial legacy for future scholarship. In conclusion, this research underscores that the ancient manuscripts of the Sumedang Larang Palace are a testament to the perpetuation of religious and cultural traditions, which form an integral part of the Indonesian national identity. Keywords: Culture, Manuscript, Religion, Sumedang Larang   ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pencarian identitas nasional mela­lui keragaman isi dan bahasa naskah kuno Keraton Sumedang Larang, dengan fokus pada aspek-aspek yang belum pernah diketahui sebelumnya. Melalui studi kasus, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder.  Data lapangan merupakan data primer, sedangkan data kepustakaan merupakan data sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen­tasi dan kemudian dianalisis melalui tahap inventarisasi, klasifikasi, dan interpretasi. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Terbukti dari temuan keragaman isi dan bahasa yang digunakan dalam naskah, berbagai naskah merupakan bentuk kolaborasi dan akulturasi yang tulus dengan nilai-nilai agama sehingga membentuk sebuah identitas budaya. Penelitian ini juga membuktikan bahwa berbagai naskah mengandung ajaran agama dan nilai-nilai budaya yang berkontribusi dalam membangun identitas nasional yang sejalan dengan Pancasila. Sumbangan pemikiran melalui naskah-naskah yang ditemukan memiliki makna yang dilandasi oleh nilai-nilai agama dan budaya yang meninggalkan warisan keilmuan bagi generasi mendatang. Penelitian ini menegaskan bahwa naskah-naskah kuno yang diteliti di Keraton Larang Sumedang merupakan kelanjutan dari tradisi agama dan budaya yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.  Kata kunci: Agama, Budaya, Manuskrip, Sumedang Larang
THE CONCEPT OF AT-TARIQ ILA ALLAH (THE PATH TO ALLAH) ACCORDING TO SHEIKH ZAKARIYYA AL-ANSARI IN THE AL-FUTUHAT AL-ILAHIYYAH MANUSCRIPT. Syibromalisi, Arif; Akbar, Ali; Kholis, Nurman; Firmanto, Alfan; Kurniawan, Cecep Soleh
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1090

Abstract

ABSTRACT This article examines an Arabic manuscript, al-Fut???t al-Il?hiyyah, authored by an esteemed Egyptian scholar, Sheikh Zakariyy? al-An??r?. This text encapsulates a summary (mukhta?ar) of Sufi knowledge. The primary aim of this research is to overview of the content of al-Fut???t al-Il?hiyyah and dissect the teachings of Sufism embedded within the text. The research utilizes philology and Sufism theories. Philology aids in the accurate translation of the text, preserving the integrity of the original content while making it accessible to the intended audience. On the other hand, Sufism theories provide a framework to unearth the profound meanings and teachings that the text holds within its narrative. The findings from this analysis reveal that Sheikh Zakariyy? al-An??r?'s work, al-Fut???t al-Il?hiyyah, is characterized by its emphasis on practical or ethical Sufism. The pivotal concept highlighted throughout the text is the “path to Allah” or Maq?m?t. This includes a spectrum of concepts such as Taubat (Repentance), Zuhud (Asceticism), Tawakkal (Reliance on God), 'Uzlah (Seclusion), Zikr (Habitual Remembrance), Tawajjuh il? All?h bi al-Kulliyyah (Total Focus on Allah), ?abr (Patience), Mur?qabah (Spiritual Supervision), and Ri?? (Contentment). Overall, this research underscores the depth and richness of Sufi teachings within al-Fut???t al-Il?hiyyah, and the significant role of such texts in preserving and disseminating these teachings. Keywords: al-Fut???t, al-Il?hiyyah, Maq?m?t, Zakariyy? al-An??r?   ABSTRAK Artikel ini mengkaji teks al-Fut???t al-Il?hiyyah (FI) karya seorang ulama Mesir bernama Syaikh Zakariyy? al-An??r? yang berisi ringkasan (mukhtasar) ilmu tasawuf. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan tinjauan isi teks al-Fut???t al-Il?hiyyah dan analisis ajaran tasawuf pada teks. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan teori filologi dan tasawuf. Hasil penelitian ini adalah teks FI karangan Zakariyy? al-An??r? ini mempuyai corak tasawuf amali atau akhlaki, dengan konsep “jalan menuju Allah” nya atau dikenal dengan Maq?m?t, yang meliputi Taubat, Zuhud, Tawakkal, ‘Uzlah (mengasingkan diri), Membiasakan Zikir, Tawajjuh il? All?h bi al-Kulliyyah (totalitas menghadap Allah), Sabar, Mur?qabah (pengawasan Allah), dan Ri??. Kata kunci: al-Fut???t, al-Il?hiyyah, Maq?m?t, Zakariyy? al-An??r?
THE TRANSLATION OF THE QUR’AN IN SAMBAS SCRIPT: A STUDI ON JAWI AND LATIN SCRIPT BY MUHAMMAD BASIUNI IMRAN Herlambang, Saifuddin; Kadir Naffati, Abdel; Nurmansyah, Ihsan; Kurnia Oktaviana, Sherli
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1117

Abstract

ABSTRACT This article presents a study examining the use of Jawi and Latin scripts in Muhammad Basiuni Imran's Quran tafseer (commentary) in Sambas. The study employed historical research, where the data was collected through literature study. The results of this study suggest that the use of Jawi and Latin script was related to the different backgrounds of reader segmenta­tion as well as Muhammad Basiuni Imran's stance towards Dutch colonialism. In practical terms, Tafsir Tujuh Surah and Ayat as-Siyam, written in Jawi script, were explicitly written for the Malay community in the Sambas Sultanate, who were only able to read Jawi. On the other hand, al-Ibanatoe wal Inshafoe, written in Latin script, was intended for a wider Indonesian audience, who were able to read Latin script. The choice of script also influenced the thematic content of Muhammad Basiuni Imran's Quranic tafseer. The Tafsir Tujuh Surah and Ayat as-Siyam, composed in Jawi script, were primarily characterized by explanations of well-known verses and surahs that are routinely recited during prayers, thereby necessitating their comprehension by the Malay community within the Sambas Sultanate. On the other hand, al-Ibanatoe wal Inshafoe, written in Latin script, predominantly contained explana­tions on the contemporary conflicts and debates within the Malay and Indonesian Muslim communities over religious issues. This was designed to facilitate a wider comprehension among the general populace, thereby fostering unity within the Muslim community. From an academic perspective, the utilization of these two scripts indicates Muhammad Basiuni Imran's moderate stance, embodying a symbolic form of resistance against Dutch colonialism. This study further reinforces the concept of religious moderation in Indonesia, specifically via the usage of Jawi and Latin script in Muhammad Basiuni Imran's tafseer in Sambas. Keywords: Jawi script, Latin script, Quranic Commentary, Muhammad Basiuni Imran   ABSTRAK Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji penggunaan aksara Jawi dan Latin dalam karya tafsir Muhammad Basiuni Imran di Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aksara Jawi dan Latin berkaitan erat dengan konteks segmentasi pembaca yang berbeda serta sikap Muhammad Basiuni Imran terhadap kolonial Belanda. Secara praktis, TafsirTujuh Surah dan Ayat as-Siyam ditulis untuk masyarakat Melayu di Kesultanan Sambas yang umumnya hanya mampu membaca aksara Jawi, sedangkan al-Ibanatoe wal Inshafoe ditulis untuk masyarakat Indonesia secara lebih luas yang mampu membaca aksara Latin. Penggunaan kedua aksara tersebut berimplikasi pada perbedaan substansi penafsiran Muhammad Basiuni Imran terhadap ayat al-Qur’an. Tafsir Tujuh Surah dan Ayat as-Siyam yang beraksara Jawi lebih dominan berisi penjelasan tentang ayat dan surah yang sudah familiar dan selalu dibaca dalam shalat, sehingga harus dihayati dan dipahami oleh masyarakat Melayu di Kesultanan Sambas. Sementara itu, al-Ibanatoe wal Inshafoe yang beraksara Latin didominasi penjelasan tentang masyarakat Muslim di tanah Melayu dan Indonesia yang sedang berselisih dan berbantah-bantahan dalam perkara agama sehingga harus dipahami oleh masyarakat secara umum untuk mendorong persatuan umat Islam. Secara akademis, penggunaan kedua aksara tersebut sebagai bentuk sikap moderat Muhammad Basiuni Imran dalam upaya perlawanan simbolis terhadap kolonial Belanda. Kajian ini memperkuat moderasi beragama di Indonesia, khususnya melalui penggunaan aksara Jawi dan Latin dalam karya tafsir Muhammad Basiuni Imran di Sambas.  Kata kunci: Aksara Jawi, Aksara Latin, Tafsir al-Qur’an, Muhammad Basiuni Imran
MANIFESTASI MASYARAKAT BERAGAMA DAN IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DALAM TRADISI BERSIH DESA BULAN MUHARAM DI BLITAR Arik Cahyani; Oktafiana, Andi Nur; Chandra, Afry Adi
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1118

Abstract

ABSTRACTThe primary objective of this study is to explore the manifes-tations of religious communities and the implementation of Pancasila values within the "Bersih Desa" tradition during Muharram in Blitar, East Java. This field research was conducted with the residents of Kendalrejo Village, Duren Village, and Jabung Village in the Talun District, Blitar Regency, East Java, who participated in the "Bersih Desa" tradition during Muharram. These villages were chosen as research sites due to the unique characteristics of the "Bersih Desa" tradition in these locales, which are absent elsewhere. The traditional procession engages all governing bodies and village commu¬nities, and its execution prominently embodies Pancasila values. Data collection was conducted through observation, interviews and documenta¬tion techniques. Observational data was obtained from event of the "Bersih Desa". Interviews were held with leaders, religious leaders, or traditional heads from each region, as well as members of the community involved in the tradition. The collected data was subsequently analyzed using a qualita¬tive descriptive method. The findings of the study indicate that the "Bersih Desa" tradition during Muharram in the Blitar region serves as a manifes¬tation of a religious community and a means of imple¬menting Pancasila values. These findings encompass (1) the procession of the "Bersih Desa" tradition, (2) the correlation between the "Bersih Desa" tradition and Pancasila values, (3) the unique aspects of Muhar¬ram, and (4) restrictions associated with the "Bersih Desa" tradition. Consequently, based on these findings, the primary topic of discussion was determined to be the manifestation of a religious community's presence and the implementation of Pancasila values. Keywords: religious community, "Bersih Desa" tradition, Muharam, Pancasila ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manifestasi masyara¬kat beragama dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tradisi Bersih Desa bulan Muharam di Blitar. Jenis penelitian ini adalah field research. Subjek penelitian yaitu warga di desa Kendalrejo, desa Duren, dan desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang melaksana¬kan tradisi Bersih Desa bulan Muharam. Subjek penelitian dipilih, karena pelaksanaan tradisi Bersih Desa di tiga desa tersebut memiliki ciri berbeda yang tidak ditemukan di tempat lain. Prosesi tradisi berjalan dengan melibatkan seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat desa. Pelaksa¬na¬anya juga sangat mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian dilaksa¬nakan pada malam 29 Juli 2022. Data dikumpulkan melalui teknik obser¬vasi, wawancara, maupun dokumentasi. Peneliti melakukan observasi terha¬dap pelaksanaan tra-disi Bersih Desa. Wawancara dilakukan kepada pimpinan, imam, atau kepala adat masing-masing daerah maupun masyarakat yang terlibat dalam tradisi Bersih Desa. Hasil pengambilan data kemudian dideskrip-sikan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa tradisi Bersih Desa bulan Muharam di daerah Blitar merupakan manifestasi masyarakat beragama dan sarana meng¬im-plementasikan nilai-nilai Pancasila. Adapun temuan yang diperoleh meliputi: (1) prosesi pelaksanaan tradisi Bersih Desa, (2) keterkaitan antara Bersih Desa dengan nilai-nilai Pancasila, (3) keistimewaan bulan Muharam, dan (4) pantangan dalam Bersih Desa. Sehingga dari beberapa temuan penelitian, peneliti mengkaji dan menentukan pokok pembahasan yaitu Manivestasi adanya masyarakat beragama dan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui tradisi “Bersih Desa” bulan Muharam di Blitar. Kata Kunci: masyarakat beragama, Bersih Desa, Muharam, Pancasila

Filter by Year

2012 2025