cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 781 Documents
Kesenjangan antara Kurikulum Formal dan Praktik Pembelajaran Aktual dalam Penjaminan Mutu Pendidikan: Kajian melalui Observasi Partisipatif Ine Rahayu Purnamaningsih; Kristina Damayanti; Karmah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8428

Abstract

Educational quality is often assessed through administrative indicators that emphasize the completeness of instructional documents. However, this approach tends to privilege formal compliance over the actual dynamics of teaching and learning in the classroom. This study examines the gap between the formal curriculum and actual classroom practice, while also exploring the contribution of participant observation to educational quality assurance. Using a qualitative case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings show that quality evaluation systems remain largely oriented toward administrative compliance, resulting in representations of educational quality that do not fully capture the realities of classroom learning. In practice, teaching and learning processes are dynamic, adaptive, and context-dependent, yet these dimensions are insufficiently reflected in formal assessment mechanisms. The study also reveals differing perspectives on educational quality among school management, teachers, and students, indicating that quality cannot be adequately understood through administrative indicators alone. These findings highlight the importance of integrating participant observation into quality evaluation systems in order to produce a more authentic, contextual, and comprehensive assessment of classroom learning.
From Clicks to Carts: How Social Media Marketing Shapes Brand Awareness and Purchase Intention for Ventela Shoes in Indonesia Vira Aulia Rahmi; Lailan Tawila Berampu; Taufiqurrahman
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8429

Abstract

The rapid growth of social media has transformed how companies interact with consumers, particularly in the fashion industry where trends are strongly influenced by digital exposure. Although Social Media Marketing (SMM) enhances brand visibility, its effectiveness in directly driving purchase intention remains uncertain, especially for local brands such as Ventela. This study aims to analyze the effect of SMM on Purchase Intention with Brand Awareness as a mediating variable. A quantitative approach was employed using a survey method involving 157 respondents aged 17–26 years selected through purposive sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings reveal that SMM has a significant effect on Brand Awareness but does not directly influence Purchase Intention. In contrast, Brand Awareness significantly affects Purchase Intention and mediates the relationship between SMM and Purchase Intention. These results indicate that social media marketing is more effective in influencing purchase intention when it first strengthens brand awareness. The study implies that companies should prioritize engaging digital content and interaction strategies to enhance brand awareness as a key pathway to influencing consumer purchasing decisions.
Produksi Bibit Durian (Durio Zibethinus L.) Dengan Metode Sambung Pucuk di UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor Sumatera Utara Agnes Banjarnahor; Christnamy Ayu Pertiwi Sihole; Desi Kristina Hutagalung; Lastria Oktaviana Simbolon; Linda Lestari Sianipar; Sulvin Kurnia Gulo; Aswarina Nasution
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8430

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, Provinsi Sumatera Utara, dengan tujuan untuk menganalisis proses produksi bibit durian (Durio zibethinus L.) melalui metode sambung pucuk, mengkaji tahapan pelaksanaannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan teknik tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui praktik kerja lapangan yang meliputi observasi, partisipasi aktif, dan pendampingan teknis oleh pembimbing lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sambung pucuk merupakan metode perbanyakan vegetatif yang efektif dalam menghasilkan bibit durian unggul karena mampu mempertahankan sifat genetik tanaman induk serta mempercepat masa berbuah. Proses produksi bibit dilakukan melalui tahapan sistematis, yaitu persiapan batang bawah dari hasil persemaian biji, pemilihan entres dari tanaman induk yang sehat dan produktif, proses penyambungan dengan memperhatikan kesesuaian kambium, pengikatan sambungan, serta perawatan pasca sambung melalui penyungkupan untuk menjaga kelembapan dan stabilitas lingkungan. Keberhasilan sambung pucuk ditandai dengan terbentuknya hubungan jaringan yang baik antara batang bawah dan entres serta munculnya tunas baru. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan meliputi kualitas bahan tanam, ketepatan teknik penyambungan, penanganan entres sebelum penyambungan, serta kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Dengan demikian, teknik sambung pucuk memiliki peranan penting dalam mendukung penyediaan bibit durian berkualitas tinggi, namun memerlukan ketelitian, keterampilan, dan pengelolaan lingkungan yang optimal.
Aktualisasi Ecological Citizenship pada Generasi Muda Melalui Program Climate Warrior Silvi Amelia Widyarti; Dasim Budimansyah; Pitria Sopianingsih
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8431

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk aktualisasi ecological citizenship pada generasi muda melalui Program Climate Warrior oleh komunitas Speak Out Youth di Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi ecological citizenship terwujud secara bertahap melalui tiga fase. Fase Raise Awareness membentuk kesadaran kognitif dan empati ekologis melalui seminar, empathy mapping, dan role play. Fase Create Action mendorong partisipasi aktif peserta dalam mengidentifikasi masalah lingkungan dan merancang solusi secara kolaboratif. Fase Build Advocacies menjadikan peserta sebagai agen perubahan yang menyebarluaskan nilai kepedulian lingkungan kepada komunitas sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas pemuda grassroots efektif membentuk warga negara ekologis yang sadar, bertindak, dan mengadvokasi keberlanjutan lingkungan.
Analisis Dampak Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Teknologi yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2023) Yolanda Audy Fista; Khairudin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8432

Abstract

Studi ini mengkaji dampak pengungkapan Laporan Keberlanjutan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di BEI selama periode 2021–2023. Pengambilan sampel secara purposive digunakan untuk memilih 19 perusahaan yang secara rutin merilis laporan keberlanjutan. ROA dan ROE digunakan untuk mengukur kinerja keuangan, sedangkan Indeks Pengungkapan Laporan Keberlanjutan (SRDI) digunakan untuk mengukur tingkat pengungkapan dalam laporan keberlanjutan. Dengan nilai signifikansi 0,000, temuan studi ini menunjukkan bahwa pengungkapan Laporan Keberlanjutan secara signifikan memengaruhi ROA dan ROE. Transparansi dalam keberlanjutan terbukti meningkatkan penggunaan ekuitas dan efisiensi aset dalam menghasilkan laba. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya memasukkan keberlanjutan ke dalam strategi perusahaan untuk menghasilkan nilai jangka panjang.
Implementasi Jurnal Harian 7 Kebiasaan Anak Hebat Sebagai Pendidikan Moral Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Siswa di SMPN 12 Bandung Siska Gandari; Sapriya; Aang Supriatna
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Jurnal Harian 7 Kebiasaan Anak Hebat sebagai bentuk pendidikan moral dalam meningkatkan karakter disiplin siswa di SMPN 12 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui pengisian jurnal harian, keterlibatan orang tua, serta kolaborasi guru dalam pemantauan. Program ini berfungsi sebagai media refleksi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran diri siswa terhadap kebiasaan sehari-hari. Selain itu, terjadi perubahan positif pada aspek disiplin waktu, tanggung jawab, serta partisipasi dalam pembelajaran dan kehidupan sosial. Dengan demikian, jurnal harian berbasis 7 kebiasaan terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai moral dan memperkuat karakter disiplin siswa, meskipun memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Konsistensi Nilai Kemanusiaan dalam Kebijakan Impor Beras melalui Permendag 2018-2025 Perspektif Undang-Undang Pangan Nefya Oksarifa; Putri Khoirun Nisa; Najwa Adliah; Mira Purnama
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi nilai kemanusiaan dalam kebijakan impor beras yang diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) periode 2018-2025 dalam perspektif Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi perpustakaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebijakan impor beras bersifat fluktuatif dan disesuaikan dengan kondisi produksi domestik dan kebutuhan konsumsi nasional. Kebijakan ini mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, namun berdampak pada penurunan kesejahteraan petani akibat tekanan harga beras domestik. Dalam perspektif Undang-Undang Pangan, kebijakan ini mencerminkan nilai kemanusiaan secara parsial, karena lebih melindungi konsumen dibandingkan produsen. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang telah seimbang guna mendukung ketahanan pangan yang guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Pengaruh Media Game Edukasi Kolaboratif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 124386 Jl. Jambu Sonia Sagita Saragih; Minar Trisnawati Lumbantobing; Eva Pasaribu
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8435

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh media ajar game edukasi kolaboratif berbasis aplikasi Wordwall terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 124386 Jl. Jambu pada materi Hak dan Kewajiban Pendidikan Pancasila tahun ajaran 2025/2026. Menggunakan pendekatan kuantitatif quasi-eksperimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 38 siswa (kelas IVA eksperimen dan IVB kontrol), instrumen angket motivasi model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) 20 item skala Likert, dengan reliabilitas α=0,83-0,87. Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan peningkatan signifikan motivasi belajar kelas eksperimen rata-rata +25%, dengan Sig. 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Media aplikasi berbasis Wordwall efektif merangsang perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan siswa melalui elemen interaktif kolaboratif, selaras dengan teori Vygotsky dan flow Csikszentmihalyi, sebagai solusi rendahnya motivasi di sekolah dasar.
Pelaksanaan Service Learning pada Program We Do Care Dalam Memperkuat Sikap Empati Siswa Susan Nurlaelasari; Leni Anggraeni; Sri Wahyuni Tanshzil
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan service learning pada program we do care serta menganalisis strategi penerapannya dalam memperkuat sikap empati siswa di SMP Mutiara Bunda Bandung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kepedulian dan empati siswa yang ditunjukan melalui sikap acuh terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekolah. Service learning dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan karena mengintegrasikan kegiatan pelayanan sosial dengan tujuan pembelajaran melalui refleksi terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bunda Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan service learning pada program we do care dilaksanakan melalui 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan tahap refleksi serta evaluasi yang menjadi unsur kunci dalam memperkuat sikap empati siswa karena mengaitkan pengalaman siswa dengan nilai-nilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab sosial, empati, solidaritas, dan partisipasi sosial.
Ketidakseimbangan Kehidupan Kerja dan Dampaknya terhadap Produktivitas Pegawai Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian dalam Pengawasan Orang Asing Michelle Friscillya Sihombing; Imma Yedida Ardi; Anida Sri Rahayu Mastur
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8437

Abstract

Ketidakseimbangan kehidupan kerja (work-life imbalance) adalah kondisi ketika tuntutan pekerjaan lebih dominan dibandingkan kehidupan pribadi individu sehingga dapat memengaruhi kondisi fisik, mental, dan produktivitas kerja pegawai. Permasalahan ini menjadi relevan dalam lingkungan kerja Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian karena karakteristik pekerjaannya memiliki tingkat tekanan dan mobilitas yang tinggi dalam pelaksanaan pengawasan terhadap orang asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ketidakseimbangan kehidupan kerja pada pegawai Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian serta mengetahui dampaknya terhadap produktivitas pegawai dalam pelaksanaan pengawasan keimigrasian. Ketidakseimbangan kehidupan kerja pada pegawai dipengaruhi oleh tingginya beban kerja operasional, jam kerja yang tidak teratur, tekanan pekerjaan, keterbatasan sumber daya manusia, serta meningkatnya kompleksitas pengawasan terhadap orang asing. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi kerja, kualitas pekerjaan, efektivitas pengawasan, serta meningkatnya stres kerja dan burnout pegawai. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga keseimbangan kehidupan kerja pegawai melalui pengaturan beban kerja, pengelolaan jadwal kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat agar produktivitas pegawai tetap terjaga.