cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 861 Documents
Rancang Bangun Sistem Monitoring Transformator Distribusi Berbasis ESP-32 Guna Deteksi Dini Kondisi Abnormal Abimanyu Furqan Al-Hagus; Taryana; Nurul Azizah Syahbilla
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9140

Abstract

Peningkatan beban pada transformator distribusi dapat menyebabkan kenaikan arus tiap fasa, ketidakseimbangan beban, dan peningkatan suhu yang berpotensi menurunkan keandalan serta umur operasi transformator. Pemantauan yang masih dilakukan secara berkala belum mampu memberikan informasi kondisi transformator secara kontinu dan real-time, sehingga diperlukan sistem monitoring yang dapat memberikan informasi kondisi abnormal secara lebih cepat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring transformator distribusi berbasis mikrokontroler ESP-32 yang mampu memantau arus tiap fasa dan suhu serta mengolah data menjadi informasi overload, overheat, dan unbalance. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) karena penelitian berorientasi pada pengembangan dan pengujian purwarupa secara bertahap. Tahapan penelitian meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, perancangan produk, validasi rancangan, revisi, pengujian produk, revisi produk, dan uji coba pemakaian. Purwarupa menggunakan tiga sensor SCT-013 untuk pengukuran arus fasa R, S, dan T, sensor suhu DS18B20, mikrokontroler ESP-32, Firebase Realtime Database, serta web monitoring. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca data arus dan suhu, mengolah parameter overload, overheat, dan unbalance, mengirimkan data ke Firebase Realtime Database, serta menampilkan informasi kondisi transformator melalui web secara real-time. Sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pemantauan kondisi transformator distribusi berdasarkan parameter arus dan suhu untuk mendukung deteksi dini kondisi abnormal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi sensor arus, menambahkan parameter pengukuran lain, mengembangkan penerapan langsung pada transformator distribusi, serta menambahkan fitur keamanan siber, SOP penanganan, dan notifikasi otomatis.
Analisis Dampak Perubahan Minimum Equipment List terhadap Operational Limitation ATR 42-500 Pelita Air Service Salsabila Pramudita; Triyani Retno Putri Sari Dewi; Rivandi Hafieza
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9149

Abstract

Minimum Equipment List (MEL) merupakan dokumen operasional yang menjadi dasar penentuan kelayakan dispatch pesawat ketika terdapat peralatan yang tidak berfungsi. Revisi MEL ATR 42-500 Pelita Air Service tahun 2025 mencakup perubahan pada 118 item, namun dampak operasional dari perubahan tersebut terhadap operational limitation belum dikaji secara sistematis di tingkat operator. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan MEL ATR 42-500 Pelita Air Service tahun 2025, menganalisis dampaknya terhadap operational limitation, serta menjelaskan implikasinya terhadap pengambilan keputusan operasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif-komparatif melalui gap analysis terhadap dokumen MEL sebelum dan sesudah revisi, ditunjang wawancara semiterstruktur dengan Flight Operations Officer, Pilot, dan Aircraft Maintenance Technician. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Metode ini dipilih karena mampu menggali makna dan konteks operasional yang tidak dapat diperoleh hanya melalui data kuantitatif semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 118 perubahan pada MEL Operations Part, sembilan item tergolong signifikan karena berkaitan langsung dengan perubahan rectification interval (tujuh item) dan penambahan item baru (dua item). Perubahan tersebut memberikan dampak yang berbeda-beda, mulai dari perpanjangan fleksibilitas operasional hingga pengetatan kategori dispatch pada item yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Revisi MEL juga memengaruhi keputusan dispatch, jenis penerbangan yang diizinkan, prioritas pemeliharaan, serta koordinasi antara pilot, Flight Operations Officer, dan maintenance. Perbedaan interpretasi yang pernah terjadi pada salah satu item menunjukkan bahwa kategori perbaikan tidak dapat dibaca secara terpisah dari dispatch condition serta prosedur operasional dan pemeliharaan. Dengan demikian, revisi MEL ATR 42-500 meningkatkan kejelasan batas operasional dan konsistensi keputusan dispatch, tetapi efektivitas penerapannya tetap bergantung pada sosialisasi, keseragaman pemahaman, dan koordinasi lintas fungsi. Penelitian lanjutan disarankan mengumpulkan data kuantitatif dispatch reliability untuk mengukur secara empiris dampak revisi MEL terhadap keandalan operasional armada pasca-revisi.
Formulasi Antiseptik Alami dari Ekstrak Daun Mikania micranata kunth Berbasis Kearifan Lokal Tanaman Obat Tradisional Batak Toba Mei Jelina Nadeak; Awy Silaban; Anggi Putri Simamora; Cindy Simanullang; M Rizky Fauzan Tampubolon; Sri Masnita Pardosi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9150

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan berbagai tanaman obat yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Batak Toba adalah Toppas Para (Mikania micrantha Kunth) yang digunakan untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan memformulasikan antiseptik alami berbasis ekstrak daun Toppas Para serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium melalui tahapan pengambilan sampel, preparasi simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, formulasi sediaan antiseptik, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 kg daun segar diperoleh sekitar 500 g simplisia kering dan 6 g ekstrak kental. Formulasi antiseptik yang dihasilkan berbentuk cair homogen berwarna hijau gelap dengan aroma khas sereh. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 26,69 mm terhadap Escherichia coli yang termasuk kategori sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Toppas Para berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif antiseptik alami berbasis kearifan lokal yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Blend-Out Terhadap Kekuatan Tarik pada AFT Cargo Door Pesawat Airbus A330 Abudzar Sulistyo Alghifari; Lilies Esthi Riyanti; Abdan Mughni Syafa'at
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9153

Abstract

Pemeliharaan struktur pesawat merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional, khususnya pada komponen aft cargo door pesawat Airbus 330 yang berperan mempertahankan integritas fuselage dan tekanan kabin. Dalam praktik maintenance, kerusakan seperti dent, scratch, dan chafing sering ditemukan dan berpotensi menurunkan kekuatan struktural material Aluminium Alloy 2024-T3, sehingga diperlukan metode perbaikan yang sesuai dengan batasan kerusakan pada Structural Repair Manual (SRM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh repair blend-out terhadap kekuatan tarik (tensile strength) struktur aft cargo door menggunakan metode kuantitatif eksperimental melalui pengujian tarik berdasarkan standar ASTM E8/E8M pada dua kondisi spesimen, yaitu tanpa repair (initial thickness) dan setelah repair blend-out sedalam 0,25 mm (kategori repair B sesuai SRM), dilanjutkan dengan uji statistik Independent Samples T-Test. Hasil pengujian menunjukkan spesimen initial thickness memiliki rata-rata Ultimate Tensile Strength (UTS) 482,72 MPa, yield strength 344,84 MPa, dan elongation 17,92%, sedangkan spesimen repair blend-out menghasilkan rata-rata UTS 440,64 MPa, yield strength 311,42 MPa, dan elongation 14,68%. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada seluruh parameter, dengan penurunan tensile strength sebesar 8,72%, yield strength 9,69%, dan elongation 18,08% akibat berkurangnya luas penampang efektif material. Meskipun demikian, kedalaman blend-out pada penelitian ini masih berada dalam batas allowable SRM kategori B, sehingga metode repair blend-out tetap dinyatakan valid dan efektif untuk diterapkan pada aft cargo door, dengan catatan penurunan kekuatan tarik perlu diperhitungkan dalam analisis structural safety margin sesuai prosedur airworthiness yang berlaku.
Pengaruh Tingkat Usabilitas Terhadap Pemanfaatan Electronic Flight Bag oleh Pilot Lion Air pada Fase Approach Alexander David Budi Mulyawan; Dian Anggraini P; Desy Apriliana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9154

Abstract

Fase approach merupakan fase penerbangan dengan tuntutan kognitif tertinggi dan risiko keselamatan terbesar. Penggunaan Electronic Flight Bag (EFB) sebagai pengganti dokumen penerbangan berbasis kertas memiliki implikasi langsung terhadap efisiensi dan keselamatan pilot pada fase tersebut. Penelitian ini dilakukan karena sejauh mana pilot memanfaatkan EFB secara optimal pada fase approach sangat bergantung pada persepsi usabilitas alat tersebut, namun kajian pada pilot maskapai komersial di Indonesia masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi usabilitas EFB terhadap tingkat pemanfaatan operasional EFB oleh pilot Lion Air pada fase approach. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal, dipilih karena dapat mengukur besaran pengaruh antarvariabel secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi usabilitas EFB berada pada kategori Excellent (rata-rata 81,97) dan tingkat pemanfaatan operasional berada pada kategori tinggi. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi usabilitas terhadap tingkat pemanfaatan operasional EFB dengan koefisien determinasi sebesar 67,7%. Kesimpulannya, usabilitas sistem EFB merupakan prediktor penting dalam optimalisasi pemanfaatan perangkat di kokpit. Direkomendasikan bagi maskapai untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas antarmuka aplikasi EFB.
Pemanfaatan Trichoderma Harzianum Sebagai Agen Hayati Dalam Mempercepat Pengomposan Daun Mahoni (Swietenia Mahagoni) Ayyu Rizkia Nasution; Dea Clara May Christin Sijabat; Davina Alyanti; Dita Salsabila; Raudatul Fadilla; Sri Masnita Pardosi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9160

Abstract

Limbah daun mahoni (Swietenia mahagoni) merupakan salah satu limbah organik yang banyak ditemukan di lingkungan Universitas Negeri Medan dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos. Namun, daun mahoni relatif sulit terurai sehingga diperlukan pemanfaatan agen hayati untuk mendukung proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Trichoderma harzianum sebagai agen hayati dalam proses pengomposan daun mahoni serta mengetahui perubahan suhu, pH, dan karakteristik organoleptik kompos selama proses pengomposan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif karena penelitian difokuskan pada pengamatan dan pendeskripsian perubahan parameter pengomposan selama proses berlangsung. Bahan penelitian berupa daun mahoni kering yang dicampurkan dengan tanah dan T. harzianum, kemudian dikomposkan selama tiga minggu. Pengamatan dilakukan pada tiga perlakuan (P1, P2, dan P3) dengan parameter suhu, pH, warna, bau, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pada ketiga perlakuan mengalami penurunan dari 38–40°C pada minggu pertama menjadi 30–32°C pada minggu ketiga. Nilai pH mengalami perubahan selama proses pengomposan dan pada minggu ketiga seluruh perlakuan mencapai pH 7. Pada akhir pengamatan, seluruh perlakuan menghasilkan kompos berwarna coklat kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur gembur. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa proses dekomposisi berlangsung dan mengarah pada kondisi kompos yang lebih matang. Penggunaan T. harzianum pada pengomposan daun mahoni menunjukkan potensi dalam mendukung proses dekomposisi dan pemanfaatan limbah daun mahoni menjadi bahan organik yang lebih bernilai guna. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol, variasi dosis T. harzianum, dan parameter kualitas kompos yang lebih lengkap untuk mengetahui pengaruhnya secara lebih terukur.
Perbedaan Nafsu Makan Balita Sebelum dan Sesudah Pemberian Puding Madu Kurma di Posyandu Desa Bugelan Khansa Atikah Rahma; Enny Yuliaswati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9161

Abstract

Latar Belakang: Nafsu makan yang baik berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, puding madu dan kurma kurma dipilih sebagai alternatif peningkat nafsu makan karena mengandung zat gizi yang bermanfaat, bercita rasa manis, serta memiliki tekstur lembut dan penyajian yang menarik bagi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan nafsu makan balita sebelum dan sesudah pemberian puding madu dan kurma di Posyandu Desa Bugelan. Metode penelitian: Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 25 balita dipilih secara simple random sampling. Hasil menunjukkan rata-rata skor nafsu makan sebelum intervensi adalah 4,44 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 5,04. Uji Paired T-Test memperoleh nilai p = 0,053 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian puding madu dan kurma terhadap peningkatan nafsu makan balita. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik, namun ada peningkatan rata-rata skor nafsu makan balita setelah pemberian puding madu dan kurma selama 14 hari. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan nafsu makan setelah intervensi. Kesimpulan: Pemberian puding madu dan kurma dapat menjadi alternatif makanan tambahan yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan balita.
Strategi Ketahanan Pangan Melalui Integrasi Kapabilitas Militer dan Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Budiman; Martinus Dwi Arjanto Widodo; Slamet Sarjianto
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9165

Abstract

Ketahanan pangan berkembang menjadi salah satu komponen strategis dalam mendukung ketahanan wilayah dan pertahanan negara karena ancaman keamanan semakin bersifat multidimensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi satuan teritorial dalam mendukung ketahanan pangan serta kesiapan operasi darat melalui integrasi kapabilitas militer, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi multiaktor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Kodim 1302/Minahasa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan unsur TNI AD, pemerintah daerah, kelompok tani, akademisi, dan sektor swasta. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan dukungan NVivo melalui proses pengkodean dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodim berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan akselerator melalui pendampingan petani, optimalisasi lahan, pemanfaatan alsintan, distribusi pangan, dan komunikasi sosial Babinsa. Strategi tersebut memperkuat ketahanan pangan, stabilitas wilayah, dan kesiapan operasi darat melalui keseimbangan Ends, Ways, dan Means.
Rancangan Reinstalasi Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran Ade Akbar Mukhlisin; KGS. M. Ismail; Rubby Soebiantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9166

Abstract

Sistem Runway Edge Light (REL) di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran masih menggunakan satu circuit tunggal dengan jarak antar lampu sekitar 120 meter, sehingga belum memenuhi ketentuan SKEP Nomor 114 Tahun 2002 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas panduan visual bagi pilot, terutama pada operasi malam hari dan kondisi visibilitas rendah, sementara rencana penghentian operasional Bandara Kertajati berpotensi meningkatkan trafik penerbangan di Nusawiru. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan reinstalasi Runway Edge Light yang sesuai standar guna meningkatkan keandalan sistem penerangan landas pacu. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, dan validasi desain, dengan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara bersama pihak Bandar Udara Nusawiru, serta studi literatur yang mengacu pada ICAO Annex 14 Volume I, ICAO Doc 9157, PR 21 Tahun 2023, dan PUIL 2020. Perancangan mencakup penentuan jumlah lampu, konfigurasi circuit, perhitungan kebutuhan daya, pemilihan kapasitas Constant Current Regulator (CCR), spesifikasi kabel, sistem proteksi, serta penyusunan Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Hasil rancangan menunjukkan bahwa untuk runway sepanjang 1.400 meter dan lebar 30 meter dibutuhkan 46 unit Runway Edge Light yang dipasang pada kedua sisi runway dengan jarak maksimum 60 meter, menggunakan dua circuit seri 6,6 A dengan CCR berkapasitas 4 kVA pada masing-masing circuit. Kebutuhan daya total diperoleh sebesar 2,666 kVA pada Circuit 1 dan 2,496 kVA pada Circuit 2. Rancangan ini telah memenuhi standar teknis yang berlaku dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan sistem Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Aplikasi Solar System Scope Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Tata Surya Kelas VII UPT SMP Negeri 29 Medan Tia Rahmatun Amanda; Wina Dyah Puspita Sari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9167

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran IPA abad ke-21, namun pada kenyataannya kemampuan tersebut masih tergolong rendah karena pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Solar System Scope terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Tata Surya, serta mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis pada tiap indikator setelah penerapan model tersebut. Penelitian dilaksanakan di UPT SMP Negeri 29 Medan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan menggunakan metode quasi experiment dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 256 siswa kelas VII, sedangkan sampel penelitian terdiri atas dua kelas dengan total 64 siswa yang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan melalui pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-test yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Solar System Scope terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dan tinggi. Indikator kemampuan berpikir kritis dengan pencapaian tertinggi pada kelas eksperimen adalah Strategy and Tactics sebesar 74%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 58%. Dengan demikian, model PBL berbantuan aplikasi Solar System Scope efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Sistem Tata Surya.