cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
snh@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
snh@unja.ac.id
Editorial Address
Jalan Jambi - Ma Bulian, KM 15, Mendalo Indah, Gedung G, Jurusan Sejarah, Seni dan Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29641780     EISSN : 29641217     DOI : -
Seminar Nasional Humaniora adalah kumpulan artikel ilmiah prosiding pada konferensi Nasional tentang budaya Melayu secara lokal dan global yang diselenggarakan oleh Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi. Prosiding meliputi bidang studi humaniora (budaya) yang meliputi kajian Sejarah, Budaya, Hukum, Antropologi, Bahasa (linguistik), Sastra, Seni (Kesenian), Kearifan lokal. Penerbitan Prosiding ini terbuka untuk mempublikasikan berbagai artikel penelitian, studi literatur, studi lapangan, ide konseptual, studi aplikasi dalam perspektif teori humaniora. Prosiding ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.
Articles 52 Documents
Peradaban Melayu Sebagai Khasanah Peradaban Nusantara Rizqi, Anisa Putri; Fatonah, Fatonah; Anisah, Anisah; Herunisa, Ike
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan Melayu merupakan salah satu kebudayaan khasanah nusantara yang memiliki latar belakang peradaban yang kaya dan unik. Kebudayaan adalah hasil kreativitas manusia dalam menghadapi kondisi dan lingkungan di mana mereka hidup. Peradaban melayu merupakan inti budaya nusantara dan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan budaya di wilayah Nusantara salah satunya Bahasa dan kebudayaan melayu memberikan pengaruh Globalisasi yang dapat mempengaruhi dan berdampak pada perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia. Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Penulis menggunakan beberapa buku, jurnal, artikel atau berita untuk dijadikan sebagai sumber penelitian dalam penulisan artikel berjudul “Peradaban Melayu Sebagai Khasanah Peradaban” ini. Tujuan dari penulisan jurnal Untuk memahami apa saja hal hal yang berkaitan dengan kebudayaan melayu, Untuk mengetahui bagaimana peradaban melayu dapat menjadi ini dari budaya nusantara, Untuk mengetahui dan juga memahami apa saja bentuk dari pengaruh globalisasi dan teknologi dalam peradaban melayu pada era modern saat ini. Abstract Malay culture is one of the Indonesian archipelago cultures which has a rich and unique civilizational background. Culture is the result of human creativity in dealing with the conditions and environment in which they live. Malay civilization is the core of Indonesian culture and makes a major contribution to cultural development in the Indonesian region, one of which is that Malay language and culture have the influence of globalization which can influence and impact the development of human civilization and culture. The method used by the author is a qualitative descriptive method with a literature study approach. The author used several books, journals, articles or news as research sources in writing this article entitled "Malay As A Khasanah Of Civilization". The purpose of writing a journal is to understand what things are related to Malay culture, to find out how Malay civilization can become this part of Indonesian culture, to know and understand what forms the influence of globalization and technology has on Malay civilization in the current modern era.
Menelaah Konsep Nasionalime dalam Kontruksi Sejarah Nusantara Mursal, Irhas Fansuri; Wita, Gusmira
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the birth of the concept of Indonesian Nationalism which was born from the diversity and plurality of the Indonesian people. Many factors give rise to nationalism, one of which is driven by the same feeling, namely colonialism which lasted several decades. What is interesting is the diversity and historical elements of the archipelago, which previously consisted of many kingdoms that experienced ups and downs from the era of Hindu-Buddhist influence to Islam. The research method uses historical research methods which consist of four stages, namely Heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The research results show that diversity does not hinder nationalism at all, one of which has been driven by modernization since education was implemented. Educated groups encourage the acceleration of nationalism through modern organizations which are used as a tool towards independence. Abstrak Penelitian ini bertujuan menelaah lahirnya konsep Nasionalisme Indonesia yang lahir dari keberagaman dan pluralitas Masyarakat Nusantara. Banyak factor yang melhirkan nasionalisme salahsatunya didorong oleh rasa yang sama yaitu penjajahan yang berlangsung beberapa dekade. Menariknya keberagaman dan unsur hysitoris Nusantara yang dahulunya terdiri dari banyak Kerajaan yang mengalami pasang surut dari zaman pengaruh Hindu-Budha sampai Islam. Metode Penelitian mengggunakan metode penelitian Sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu Heuruistik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Adapun hasil penelitian melihat bahwa keberagaman sama sekali tidak menghambat nasionalisme salahsatunya disorong oleh modernisasi semenjak Pendidikan diterapkan, Kelompok terpelajar mendorong percepatan nasionalisme lewat organisasi modern yang dijadikan alat menuju kemerdekaan.
Tari Taji Penciptaan Naskah Lakon Anak Bersumberkan Permainan Anak Tradisional Jambi Santoso, Ady; Utama, Galuh Tulus
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research departs from one of the Jambi traditional game collections in the Siginjei Museum, Jambi Province, namely Taji. Taji is a children's game that is usually played when durian fruit season arrives. This collection is used as a research source in the creation of children's play scripts. The method used in the research is a qualitative approach in the form of observation and documentation methods carried out at the research location, namely the Siginjei Museum, Jambi Province, with the Taji collection as the object studied. The result of the research that has been carried out is the creation of a children's play script entitled Tari Taji. The conclusion of the research is that the children's play script Tari Taji is a manifestation of efforts to preserve, introduce and revive the traditional Jambi game which has been transformed into a play script. Apart from that, the collections of Jambi traditional games in the Siginjei Museum, Jambi Province, can be transferred into the form of children's play scripts as an effort to revitalize Jambi traditional culture. Abstrak Penelitian ini berangkat dari salah satu koleksi permainan tradisional Jambi yang berada di Museum Siginjei Provinsi Jambi, yakni Taji. Taji merupakan permainan anak-anak yang biasa dimainkan saat musim buah durian tiba. Koleksi tersebut dijadikan sebagai sumber penelitian dalam penciptaan naskah lakon anak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitatif berupa metode observasi dan dokumentasi yang dilaksanakan di lokasi penelitian yakni Museum Siginjei Provinsi Jambi, dengan koleksi Taji sebagai objek yang diteliti. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah terciptanya naskah lakon anak berjudul Tari Taji. Kesimpulan penelitian bahwa naskah lakon anak Tari Taji adalah salah satu wujud dari upaya melestarikan, mengenalkan dan mengjdupkan kembali permainan tradisional Jambi yang ditransformasikan ke dalam bentuk naskah lakon. Selain itu koleksi-koleksi permainan tradisional Jambi yang berada di Museum Siginjei Provinsi Jambi sesungguhnya dapat dialihwahanakan ke dalam bentuk naskah lakon anak sebagai upaya dalam merevitalisasi budaya tradisional Jambi.
Kebudayaan dan Sastra dalam Perspektif Pascakolonial Rahariyoso, Dwi
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian culture makes Indonesia a people whose existence has been a locus for centuries. Indonesian culture is a construction that has historically produced a lot of acculturations. Colonial traces, it can be said, are still inherent and contribute to constructing how we view culture specifically. Literature is culturally romanticized in postcolonial studies, as a cultural product and postcolonialism itself is a cultural movement that helps us understand the paradigm landscape and all its implications. Literature can expose the projection of various problems in culture. In the discourse of postcolonialism, literature is used to see the extent to which colonial consciousness is embedded in the writers and readers of literature. This includes the articulation of culture and identity, all of which require critical reflection in relation to the cultural promotion program that is used as a parameter for the progress of the Indonesian nation.   Abstrak Kebudayaan Indonesia menjadikan Indonesia sebagai suku bangsa yang ada. Indonesia menjadi suatu lokus berabad silam. kebudayaan Indonesia adalah suatu konstruksi yang secara historis kebanyakan menghasilkan berbagai akulturasi. Jejak kolonial, bisa dikatakan masih inheren dan turut mengonstruksi bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan secara spesifik. Sastra secara kultural memiliki romantisme dalam kajian pascakolonial, yakni sebagai produk budaya dan pascakolonialisme sendiri merupakan pergerakan kebudayaan yang membantu kita memahami bentang alam paradigma beserta seluruh implikasinya. Sastra dapat mengekspos proyeksi berbagai masalah dalam kebudayaan. Dalam wacana pascakolonialisme, karya sastra digunakan untuk melihat sejauh mana kesadaran kolonial melekat pada diri penulis dan pembaca sastra. Termasuk di dalamnya adalah artikulasi kebudayaan dan identitas yang semuanya membutuhkan suatu refleksi kritis dalam kaitannya dengan program pemajuan kebudayaan yang dijadikan parameter kemajuan bangsa Indonesia.
Arsitektur Drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan Irianto, Ikhsan Satria; Rifandi, Ilham; Handayani, Lusi; Gustyawan, Tofan
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The architectural analysis of Soekarno's drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan aims to trace the design of Soekarno's dramatic work, as a preliminary study of Soekarno's dramatic vision. The material object in this research is the drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan while the analytical tool used is the theory of drama architecture from Ledwin, Joe and Stockadale. The research method used is a qualitative method with a text analysis approach. The result of this research is that the drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan has the theme of revenge, uses multi-plots (linear and episodic), designs characterizations in black and white characters and has a tragedy genre and a romantic style. The writing of the drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan was influenced by the spirit of the times "to destroy colonialism". Abstrak Analisis arsitektur drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan karya Soekarno bertujuan untuk menelusuri desain perancangan karya dramatik yang dilakukan oleh Soekarno, sebagai studi pendahuluan atas penelusuran visi dramatik Soekarno. Objek material dalam penelitian ini adalah drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan sedangkan piranti analisis yang digunakan adalah teori arsitektur drama dari Ledwin, Joe dan Stockadale. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Hasil dari penelitian ini adalah drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan memiliki tema pembalasan dendam yang disusun dalam alur multiplot (linier dan episodik), penokohan dirancang dalam karakter hitam-putih dengan genre tragedy dan gaya romantik. Penulisan drama Rainbow: Poetri Kjencana Boelan dipengaruhi oleh semangat zaman "mengganyang kolonialisme".
Sungai Batanghari: Silang Dinamika Sistem Pengetahuan dan Teknologi dalam Perspektif Sejarah Indrayani, Nelly
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek maritime sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa yang mengantarkan pada dinamika pelayaran, perdagangan, perkapalan, dan pelabuhan. Tulisan ini mengungkapkan maritim atau perairan/ sungai dalam kaitannya dengan sistem pengetahuan ataupun teknologi yang terjadi dalam sejarah Jambi. Metode yang digunakan kajian penelitian ini adalah metode sejarah, yakni pengumpulan sumber-sumber relevan, uji terhadap sumber, interpretasi dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan Sungai Batanghari terletak di pantai timur Sumatera memiliki tanah daratannya luas yang dilalui Sungai Batanghari luas 800 km, sehingga memungkinkan para pedagang dengan perahu-perahu besar masuk hingga pedalaman. Akibatnya silang sistem pengetahuan teknologi pun sejak awal abad masehi hingga masa kolonial memberikan dinamika dalam sosial budaya Jambi. Para pedagang atau pelaut menerapkan pengajaran Budha, seni, adat, hukum, bahasa Sanskerta, aksara, teknik menanam di delta-delta, pengobatan, jimat penolak bala, dan perkembangan teknologi kapal.   Abstract The maritime aspect is very important during the nation's history which leads to the dynamics of shipping, trade, shipping, and ports. This paper reveals the maritime or waters/river in relation to the knowledge system or technology that occurred in Jambi history. The method used in this research study is the historical method, namely the collection of relevant sources, testing of sources, interpretation and historiography or historical writing. The results showed that the Batanghari River is located on the east coast of Sumatra and has a large land area traversed by 800 km of Batanghari River, allowing traders with large boats to enter the interior. As a result, the crossing of technological knowledge systems from the early AD century to the colonial period provided dynamics in Jambi's socio-culture. Traders or sailors applied Buddhist teachings, arts, customs, laws, Sanskrit, script, planting techniques in deltas, medicine, bad luck-repelling amulets, and the development of ship technology.
Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Percakapan Pada Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan Izar, Julisah; Helty, Helty; Wilyanti, Liza Septa; Putra, Yoga Mestika; Adelia, Wahyu
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama di dalam percakapan pada novel Kambing dan Hujan karya Eka Kurniawan. Metode pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik simak dan catat dan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data,verifikasi data dan menarik kesmpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama yaitu berupa (1) Maksim kualitas yaitu maksim yang mengharuskan peserta tuturnya untuk menyampaikan sesuatu yang nyata dan sesuai dengan fakta yang ada (2) Maksim kuantitas merupakan maksim yang setiap penutur dapat memberikan informasi yang cukup dan seinformatif mungkin (3) Maksim relevansi yaitu peserta tutur yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang relevan mengenai konteks yang sedang dituturkan. (4) Maksim pelaksanaan ini peserta tutur harus mengatakan sesuatu dengan jelas, tidak samar, serta tidak berbelit-belit. Abstract This study aims to describe the compliance and violation of the principle of cooperation in conversations in the novel Kambing dan Hujan by Eka Kurniawan. The method in this research is to use a qualitative descriptive approach, while the data collection technique in this research is to use listening and note taking techniques and the data analysis techniques in this research are data collection, data verification and drawing conclusions. The results of this study indicate that there are compliance and violation of the principles of cooperation in the form of (1) Maxim of quality, which is a maxim that requires speech participants to convey something real and in accordance with existing facts (2) Maxim of quantity is a maxim that each speaker can provide sufficient information and be as informative as possible (3) Maxim of relevance, namely speech participants who are expected to make relevant contributions regarding the context being spoken. (4) The maxim of implementation is that speech participants must say something clearly, not vague, and not convoluted.
Implementasi Metode Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Kuliah Semantik Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Ernanda, Ernanda; Triandana, Anggi; Putra, Yoga Mestika
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi metode pembelajaran Project based Learning pada mata kuliah Semantik terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa prodi Sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Sejarah, Seni dan Arkeologi Kelas R002 Tahun akademik 2022/2023 dengan hasil peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada mata kuliah Semantik. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa pada tiap siklusnya setelah diterapkannya metode pembelajaran Project based Learning. Pada tahap pra siklus diketahui nilai rata-rata mahasiswa yakni sebesar 67,5. Setelah diterapkan metode PJBL pada siklus pertama  diketahui nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 69,78. Kemudian terjadi lagi peningkatan nilai rata-rata pada siklus kedua yakni menjadi 72,8. Berdasarkan hasil refleksi siklus 2 didapat data bahwa mahasiswa yang memperoleh nilai 70 ke atas menjadi 28 orang dengan persentase sebanyak 81,25% dari total 32 mahasiswa. Abstract This research aims to see the implementation of the Project based Learning learning method in the Semantics course on the creative thinking abilities of Sastra Indonesia study program students. The research method used is classroom action research. The research was conducted on students of the Sastra Indonesia program, Department of History, Art and Archeology, Class R002 for the 2022/2023 academic year with results of increasing creative thinking abilities in the Semantics subject. This can be seen from the increase in student learning outcomes in each cycle after implementing the Project based Learning learning method. At the pre-cycle stage, it was found that the average student score was 67.5. After implementing the PJBL method in the first cycle, it was found that the class average value increased to 69.78. Then there was another increase in the average value in the second cycle, namely to 72.8. Based on the results of cycle 2 reflection, data was obtained that there were 28 students who got a score of 70 and above with a percentage of 81.25% of the total 32 students.
Kajian Semiotika Pada Puisi Pagar dalam Ruang Karya Bio One Afria, Rengki; Warni, Warni; Fardinal, Fardinal; Qiftiya, Maqfirotun
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 3 (2023): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji puisi “pagar dalam ruang” karya Bio One dengan analisis semiotika. Analisis semiotika membahas tanda-tanda yang ada pada puisi “pagar dalam ruang” karya Bio One. Dalam analisis semiotika ada 4 jenis unsur yang diteliti. Pertama analisis bentuk dan bunyi yang membahas bait, larik, rima, dan suku kata. Kedua analisis sintaksis yang membahas tanda baca, huruf kapital, klausa, dan hubungan dengan makna. Ketiga analisis semantik yang membahas suasana tiap bait dan judul. Terakhir analisis pragmatik dengan membahas siapa yang berkomunikasi dalam puisi dan motif apa saja yang muncul pada puisi. Puisi ini hanya memiliki 1 bait yang terdiri dari 16 larik. Puisi ini mengandung imaji, tipografi, diksi, kata konkret, bahasa figuratif, rima dan ritme, tema, rasa, nada, dan amanat. Puisi yang menceritakan kehidupan yang menyesakkan yang dikemas dengan unik oleh pengarang. Kehidupan dengan adanya campur tangan orang lain yang membuat kehidupan terasa sesak dan engap. Semua cerita dan keadaan dikemas dengan cara yang padat namun memiliki banyak makna yang ingin disampaikan. Makna bahwa kehidupan tidak selalu menyenangkan, kehidupan pasti memiliki sisi yang gelap. Abstract This study examines the poem "Pagar Dalam Ruang" by Bio One with semiotic analysis. Semiotic analysis will discuss the signs contained in the poem "Pagar Dalam Ruang" by Bio One. In semiotic analysis there are 4 types of elements that we will examine. The first is a form and sound analysis that discusses stanzas, lines, rhymes, and syllables. The second is a syntactic analysis that discusses punctuation, capital letters, clauses, and the relationship with meaning. The third is a semantic analysis that discusses the atmosphere of each stanza and title. And the last is a pragmatic analysis which will discuss who is communicating in the poem and what motives appear in the poem. This poem only has 1 stanza consisting of 16 lines. each array has a varying number of syllables. This poem is very unique because many elements are included in this poem by the author. This poem contains images, typography, diction, concrete words, figurative language, rhyme and rhythm, theme, feeling, tone, and message. A poem that tells the stifling life that is uniquely packaged by the author. Life with the intervention of other people that makes life feel cramped and stuffy. All stories and circumstances are packaged in a dense way but have a lot of meaning to be conveyed. Meaning that life is not always fun, life must have a dark side.
Bahasa sebagai Oleh-Oleh: Pemerolehan Bahasa Kedua di Perantauan Pulungan, Alpi Anwar
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merantau is the right way to acquire a second language and even a second culture. Often migrants only bring gifts in the form of a new language and culture when going home. This paper aims to describe how the process of acquiring a second language overseas and the various factors that influence it and how culture influences the acquisition of a second language. This research is a qualitative research with an ethnographic model of communication. Data were obtained by using in-depth interviews, observation, participant tests and video recordings. The results of this study indicate that the second language acquisition process is in line with the acculturation stages, namely 1) preproduction and 2) early production in line with the honeymoon stage, 3) early speech corresponds to the culture shock stage, 4) intermediate fluency in line with integration and 5) giftedness in line with with acceptance. In addition, several factors that influence the acquisition are 1) initial knowledge, 2) environment and habits, 3) long wandering, 4) motivation and 5) the influence of the first language. Abstrak Merantau merupakan upaya yang tepat untuk memperoleh bahasa kedua bahkan juga budaya kedua. Seringkali perantau hanya membawa oleh-oleh berupa bahasa dan budaya baru saat mudik ke kampung halaman. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana proses pemerolehan bahasa kedua di perantauan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya serta bagaimana pengaruh budaya terhadap pemerolehan bahasa kedua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan metode wawancara mendalam, observasi, tes partisipan, dan rekaman video. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemerolehan bahasa kedua sejalan dengan tahapan akulturasi yakni 1) praproduksi dan 2) produksi awal sejalan dengan tahap bulan madu, 3) awal bicara sejalan dengan tahap kejutan budaya, 4) fasih menengah sejalan dengan integrasi dan 5) berbakat sejalan dengan penerimaan. Selain itu, faktor yang mempengaruhi pemerolehannya yakni 1) pengetahuan awal, 2) lingkungan dan kebiasaan, 3) lama merantau, 4) motivasi, dan 5) pengaruh bahasa pertama.