cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
snh@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
snh@unja.ac.id
Editorial Address
Jalan Jambi - Ma Bulian, KM 15, Mendalo Indah, Gedung G, Jurusan Sejarah, Seni dan Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29641780     EISSN : 29641217     DOI : -
Seminar Nasional Humaniora adalah kumpulan artikel ilmiah prosiding pada konferensi Nasional tentang budaya Melayu secara lokal dan global yang diselenggarakan oleh Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi. Prosiding meliputi bidang studi humaniora (budaya) yang meliputi kajian Sejarah, Budaya, Hukum, Antropologi, Bahasa (linguistik), Sastra, Seni (Kesenian), Kearifan lokal. Penerbitan Prosiding ini terbuka untuk mempublikasikan berbagai artikel penelitian, studi literatur, studi lapangan, ide konseptual, studi aplikasi dalam perspektif teori humaniora. Prosiding ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.
Articles 52 Documents
Makna Leksikal dan Makna Kultural Pedang Tradisional dalam Masyarakat Melayu Jambi Haswa, Amanda Fitria; Angellica, Bunga; Dewi, Hartika; Putri, Aprilia Kartika
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the lexical and cultural meanings of various traditional Jambi swords through an ethnolinguistic perspective. The study aims to reveal the cultural, historical, and spiritual values embedded in these traditional weapons, as well as their role in shaping the identity of the Malay Jambi community. Employing a qualitative descriptive analysis method, the research focuses on interpreting both the literal and symbolic meanings of four types of swords, namely Kampilan, Kelewang, Hulubalang, and Pedang. The findings indicate that traditional swords are not merely physical weapons, but also serve as symbols of power, resistance, spirituality, and social relations within the context of the Jambi Sultanate. Thus, these swords reflect the interconnection between language, symbol, and culture, and deeply embody the identity and noble values of the Jambi people. Abstract Artikel ini menelaah makna leksikal dan kultural berbagai jenis pedang tradisional Jambi melalui perspektif etnolinguistik. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai budaya, historis, dan spiritual yang terkandung pada senjata tradisional tersebut sekaligus menegaskan perannya dalam pembentukan identitas masyarakat Melayu Jambi. Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, kajian difokuskan pada penafsiran makna harfiah dan simbolik dari empat jenis pedang, yaitu Kampilan, Kelewang, Hulubalang, dan Pedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedang tradisional tidak hanya berfungsi sebagai alat fisik, melainkan juga menjadi representasi kekuasaan, perlawanan, spiritualitas, serta relasi sosial dalam konteks Kesultanan Jambi. Dengan demikian, pedang-pedang ini mencerminkan keterpaduan antara bahasa, simbol, dan budaya, sekaligus merefleksikan identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat Jambi secara mendalam.
Budaya: Jiwa di Balik Penelitian Bahasa dan Sastra Wulandari, Yosi
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran strategis budaya dalam penelitian bahasa dan sastra serta mengidentifikasi peluang dan strategi pengembangannya di era digital. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan teori yang relevan di bidang linguistik budaya dan kajian sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya merupakan unsur esensial yang menyatukan bahasa dan sastra sebagai representasi cara berpikir dan cara merasa manusia. Peluang penelitian berbasis budaya sangat luas, mencakup antropolinguistik, pragmatik lokal, ekolinguistik, hermeneutika sastra klasik Melayu, feminisme lokal, serta alih wahana sastra ke media digital. Selain itu, strategi penelitian berbasis budaya meliputi eksplorasi data lokal, pendekatan interdisipliner, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi partisipatif dengan masyarakat adat dan komunitas lokal. Pendekatan reflektif dan etis juga menjadi landasan penting agar penelitian tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berperan dalam pelestarian nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Dengan menjadikan budaya sebagai inti penelitian, bahasa dan sastra tidak hanya berfungsi sebagai objek kajian ilmiah, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas, memperkuat karakter bangsa, dan melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Abstract This study aims to describe the strategic role of culture in language and literature research and to identify its potential and development strategies in the digital era. The article employs a qualitative descriptive method with a literature review approach, analyzing previous studies and theoretical perspectives in cultural linguistics and literary studies. The findings indicate that culture serves as an essential element that unites language and literature as representations of human thought and emotion. Cultural-based research presents wide opportunities, including anthropological linguistics, local pragmatics, ecolinguistics, hermeneutic analysis of classical Malay literature, local feminism, and the digital adaptation of traditional texts. Furthermore, cultural research strategies include the exploration of local data, interdisciplinary approaches, the use of digital humanities, and participatory collaboration with local communities and traditional leaders. A reflective and ethical orientation is also emphasized to ensure that research not only fulfills academic purposes but also contributes to the preservation of humanistic and cultural values. By positioning culture at the core of research, language and literature become more than academic subjects—they serve as vital tools for identity formation, national character development, and the preservation of local wisdom amid globalization.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Partuturon dan Facebook dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Kesantunan Pulungan, Alpi Anwar; Huriyah Padhilah Anasti; Sari, Lucky Pesona
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan materi kearifan lokal berupa partuturon dan media sosial Facebook dalam pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan untuk menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partuturon memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis cerpen, baik sebagai sumber ide maupun pengembangan unsur intrinsik seperti tema, tokoh, dan penokohan. Selain itu, penerapan partuturon dalam pembelajaran dapat menjadi sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sekaligus membentuk kesantunan berbahasa dan karakter siswa yang berakar pada budaya Batak. Sementara itu, pemanfaatan media sosial Facebook terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran menulis cerpen. Berbagai fitur seperti like, comment, dan share, memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi aktif, berinteraksi, dan saling memberikan umpan balik terhadap karya teman sebaya. Dengan demikian, integrasi antara kearifan lokal partuturon dan media sosial Facebook dapat menciptakan pembelajaran sastra kontekstual, inovatif, dan berdaya guna dalam membentuk kompetensi sekaligus karakter peserta didik.
Tranformasi Sastra Lisan Krinok ke dalam Komposisi Musik Musik Orkestra Gunawan, Indra; Handayani, Lusi; Irianto, Ikhsan Satria; Gustyawan, Tofan
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krinok oral literature can also be called performance literature because of its delivery by means of performance or show. In this article, it is discussed how the exploration of Krinok oral literature is transformed into a musical work or musical composition with an orchestral formation. The delivery style of Krinok oral literature with a singing style becomes the basis for the creation of the music itself such as singing text, tone, vocal melody, harmony, and development of structural forms. This music composition is titled “Bungo Bermada”, this title is made based on the meaning of praise. The method used is Mixed Method from qualitative and quantitative as the development of musical and extramusical ideas (philosophical aspects) into a musical composition “Bungo Bermada”,. The collection techniques consisted of interviews, observations, and literature studies. Meanwhile, the data analysis technique used consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. For testing this product is a prototype of musical composition in the form of Digital Scoring (digital audio visual). Abstrak Sastra lisan Krinok dapat juga disebut sastra pertunjukan karena penyampaian nya dengan cara di pertunjukan atau dipertontonkan. Dalam artikel ini, dibahas bagaimana eksplorasi sastra lisa Krinok ditranspormasikan menjadi karya musik atau komposisi musik dengan formasi orkestra. Gaya penyampaian sastra lisan Krinok dengan gaya nyanyian menjadi dasar penciptaan musik itu sendiri seperti teks nyanyian, nada, melodi vokal, harmoni dan pengembangan bentuk struktur. Komposisi musik ini diberi judul “Bungo Bermada”, judul ini dibuat berdasarkan makna puji-pujian. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dari kualitatif dan kuantitatif sebagai pengembangan gagasan musikal dan ekstramusikal (aspek filosofi) menjadi komposisi musik “Bungo Bermada”,. Teknik pengumpulan yang dilakukan terdiri dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan terdiri dari, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk pengujian produk ini adalah prototipe komposisi musik berupa Scoring Digital (audio visual digital).
The Role of Urban Space in Wardah's TV Advertisement Putra, Yoga Mestika; Triandana, Anggi
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study deals with the role of urban space in mass media, especially in television. The purpose of the research is to describe the role of urban space in television advertising in forming the position of the product to the audience. The questions deal with the sign space. Besides visual and audio elements, television also has dynamic movements. This research looks at the role of urban space in the media, especially television. The aim of the study is to describe the role of urban space in television advertising to build a product position in the audience. The questions are about how sign space (ie the space in front of the signer's body) is used to position a structure. The data used in this study comes from a TV commercial in 2013. This study is a qualitative study conducted using semiotic analysis. The result shows that with the help of the codes of the urban space, it was possible to build Wardah as a skin protection, whitening, and moisturizing product for urban girls. The result shows that advertising gives consumers much more information about the products and also influences them to buy the products.
Keanekaragaman Mitos Masyarakat Jambi: Kajian Kritis Terhadap Makna dan Nilai Kebermanfaatannya Fitrah, Yundi; Kusmana, Ade; Aprillitzavivayarti, Aprillitzavivayarti; Gunawan, Indra; Tersta, Fricilla Wulan
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan keanekaragaman mitos masyarakat jambi; makna dan nilai kebermanfaatannya. Metode yang digunakan studi lapangan untuk memperoleh sumber data dan makna mitos pada masyarakat. Teknik penelitian studi kepustakaan terutama dalam membahas dan menyimpulkan yang secara deskriptif-kualitatif memahami manfaat mitos pada masyarakat jambi. Melalui pendekatan kualitatif, data yang diperoleh ditafsirkan berdasarkan waktu penggunaan dan tujuan mitos disampaikan. Setelah pembahasan didapatkan hasil, bahwa keanekagamanan mitos masyarakat jambi adalah mitos masa kelahiran, masa sunatan, masa pernikahan, dan masa kematian. Mitos masa kelahiran seperti, waktu magrib tidak boleh ibu hamil ke luar rumah, maknanya bayi yang dikandung tidak diganggu makhluk halus. Nilai kebermanfaatan tidak ke luar rumah pada waktu magrib untuk meningkatkan disiplin menunaikan sholat magrib tepat waktu. Mitos masa sunatan adalah anak yang disunat tidak boleh makan telur, durian, kambing, yang pedas, dan yang asam. Makna mitos ini agar tidak mudah tubuh anak menjadi panas dan luka yang dialami cepat sembuh. Manfaatnya menjadi cermat mengkonsumsi makanan. Mitos masa pernikahan, setiap bulan Safar atau Muharram tidak boleh menikah. Makna mitos jika menikah bulan Safar atau Muharram dipercaya membawa sial kepada kedua penganten, sedangkan manfaatnya meningkatkan kemandirian pemahaman bahwa semua bulan Arab tidak ada larangan melangsungkan pernikahan. Mitos masa kematian, tidak boleh menangis atau meratap. Makna mitos ini adalah agar tidak mengganggu arwah yang meninggal, dan nilai manfaatnya membina keluarga yang ditinggalkan almarhum bersikap sabar, ikhlas, dan beriman kepada Allah SwT.
Problematika Keterampilan Berbahasa Produktif pada Anak Tunarungu Anasti, Huriyah Padhilah; Ilaturahmi, Auzi
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika yang dialami oleh anak tunarungu dalam keterampilan produksi bahasa baik secara lisan maupun tulisan dan solusi yang dapat digunakan. Metode yang digunakan yaitu kajian kepustakaan dengan menggunakan literatur berupa artikel yang terbit di berbagai jurnal pada kurun waktu 5 tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2021 hingga tahun 2025 yang memiliki kajian mengenai bahasa anak tunarungu. Artikel yang digunakan berjumlah 15 artikel yang kemudian ditelaah dan dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa anak tunarungu mengalami permasalahan berupa kesulitan pengujaran huruf konsonan, huruf vokal, kesalahan pelafalam kata dan produksi kalimat. Pada tataran kalimat anak juga masih belum memahami struktur kalimat yang benar terutama pada kalimat tanya, sehingga sering terjadi kesalahan urutan struktur dan penghilangan elemen fungsional kalimat. Beberapa metode dan media dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa produktif anak tunarungu seperti metode audiolingual, phonetic replacement, index card match. Selain metode tersebut dapat pula digunakan media berupa flashcard dan media writeable.
Analisis Kebutuhan Materi Pembelajaran untuk Meningkatkan Skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Ernanda, Ernanda; Pratama, Deri Rachmad; D, Yusra; Rasdawita, Rasdawita
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan materi yang diperlukan peserta dalam rangka meningkatkan skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kuesioner terbuka digunakan untuk mengumpulkan data dan diisi oleh 67 responden yang telah mengikuti tes UKBI sebelumnya. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tematik terhadap jawaban responden. Penelitian ini menemukan hasil yang menunjukkan materi keterampilan menyimak adalah materi yang paling dibutuhkan oleh peserta UKBI, yang kemudian diikuti oleh materi keterampilan merespon kaidah, dan keterampilan membaca. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan materi panduan persiapan menghadapi UKBI.
Kajian Lintas Bahasa Variasi Leksikal Peralatan Rumah Tangga pada Isolek Minangkabau dan Batak Toba Amri, Ulil; Lailatul; Zubaidah; Sirait, Jeliana Veronika; Dewi, Hartika
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi leksikal bidang rumah dan peralatan rumah tangga pada dua isolek, yaitu Bahasa Minangkabau (IBM) di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, dan Bahasa Batak Toba (IBT) di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara. Data dikumpulkan dari 16 informan di masing-masing titik pengamatan menggunakan metode wawancara dan observasi langsung, dengan kriteria informan diadaptasi dari Mahsun dan Nadra. Hasil analisis terhadap 50 kosakata menunjukkan bahwa terdapat 18 pasangan leksikal yang berasal dari etimon yang sama (2 kognat dan 16 inheritance) dan 32 pasangan berasal dari etimon berbeda. Persentase kekerabatan leksikal antara IBM dan IBT adalah 36%, yang termasuk kategori kerabat sedang menurut klasifikasi Swadesh (1955). Berdasarkan perhitungan glotokronologi dengan konstanta retensi 0,86, kedua bahasa diperkirakan berpisah sekitar 3,4 milenia (±3400 tahun) dari bahasa proto yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa IBM dan IBT memiliki hubungan genetik dalam rumpun Malayo-Polinesia Barat, namun telah mengalami divergensi leksikal yang signifikan akibat faktor geografis, sosial, dan budaya.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa kepada Guru-guru SMPN 2 Kota Jambi suatu Upaya Pembudayaan Literasi di Sekolah Nazurty, Nazurty; Haryanto, Edy; Ali, Raden; Sulistyo, Urip; Sastrawati, Eka
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan dan pembudayaan literasi sudah menjadi persoalan yang harus diperhatikan dewasa ini. Leterasi bukan sekedar pengetahuan tentang tulis baca tetapi lebih daripada itu menyangkut pemahaman terhadap makna bacaan dan kemampuan menulis untuk mengungkapkan ide-ide yang ingin dituangkan dan dapat dipahamani oleh pembaca, (Yamin, 2021). Untuk meningkatkan kemampuan literasi dan pembudayaan literasi kepada peserta didik maka dilakukan pelatihan kepada guru-guru supaya mereka bisa membimbing peserta didiknya dalam memahami dan meningkatkan pembudayaan literasi di sekolah. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru dalam memahami pengetahuan tentang literasi dan pembudayaan literasisi, sehingga guru-guru mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa dan dapat pula mengarahkan siswa untuk membiasakan membaca dan menulis sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Maksudnya, membaca dan menulis menjadi budaya dalam kehidupan mereka sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 2 Kota Jambi, dengan peserta seluruh guru di sekolah tersebut. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahap, yakni identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dan pembimbingan, dan evaluasi kegiatan deangan cara pemberian angket di akhir kegiatan. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan literasi guru-guru di SMPN 2 Kota Jambi. Kemudian, guru-guru juga mampu membimbing pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah. Sehingga kegiatan literasi terhadap siswa di sekolah tersebut lancar dan bermakna. Artinya, kegiatan literasi di sekolah dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk membaca, menulis, menerjemahkan (memaknai bacaan) secara kritis, dan meningkat kemampuan berpikir kritis siswa.