cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pemanfaatan E-Learning dalam Uji Coba Persiapan Ujian Nasional di PKBM Anak Negri Paket B Yudi Wiharto; Mufti Mufti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.656 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.627

Abstract

ABSTRACTPKBM (Teaching and Learning Activity Center) Anak Negri in Ciledug organizes a Package B equivalent to a Junior High School which will take the Computer-Based National Examination (UNBK). Because in the PKBM Anak Negri there are no facilities for their students to do computer-based exam training because that is a problem for the Negri Children PKBM. Therefore, we provide a solution for PKBM Anak Negri to provide Computer Based National Examination (UNBK) training by utilizing the Moodle e-learning application with 2 trials and 2 tests. It is expected that all participants who participate in this training can produce a satisfactory value. Keywords: training, e-learning, PKBM, UNBK, moodle ABSTRAKPKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) Anak Negri di Ciledug menyelenggarakan Program Paket B setara SMP yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK). Karena pada PKBM Anak Negri belum ada fasilitas untuk peserta didiknya melakukan pelatihan ujian berbasis komputer karena itu menjadi permasalahan pihak PKBM Anak Negri. Maka dari itu kami memberikan solusi bagi PKBM Anak Negri untuk memberikan pelatihan Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan memanfaatkan aplikasi e-learning Moodle dengan metode 2 kali test percobaan dan 2 kali test Ujian yang nantinya diharapkan semua peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menghasilkan nilai yang cukup memuaskan. Kata Kunci: pelatihan, e-learning, PKBM, UNBK, moodle 
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Melalui Program English Day pada Madrasah Aliyah Moh. Arif Mahbub; Dyah Ayu Nugraheni; Suhaimah Bulqiyah; Devi Nur Indah Sari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.603 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1511

Abstract

ABSTRACTTo get fluent in English is certainly a dream for many individuals to compete in today’s workplace. However, the empirical data from several previous studies show that the ability to speak English has become a serious problem for most of English Language Learners (ELLs). This phenomena have also emerged in one of a private Madrasah Aliyah (Islamic Senior High School) in Jember, Indonesia. Therefore, it is highly necessary to execute the English Day Program to facilitate them to develop their English speaking proficiency. This community service program is carried out for approximately more than three months from August – October 2018 which is consisted of eight meetings and several weeks for program evaluation. This community service program has received a big welcome from both participants and that institution. The majority of participants were largely enthusiastic participating in this program. Conclusion and recommendations are then discussed at the last part of this report.Keywords: Communicative English Language, Effective Communication, English Day Program. ABSTRAKMenjadi seseorang yang mahir berbahasa inggris tentunya menjadi impian bagi banyak kalangan untuk menjawab tuntutan berkompetisi di tempat kerja. Namun, data empiris dari beberapa riset terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan untuk berbahasa inggris menjadi permasalahan yang serius untuk kebanyakan pelajar Bahasa Inggris (ELLs). Fenomena  ini juga telah dialami di salah satu Madrasah Aliyah Swasta di Jember, Indonesia. Oleh karena itu, sangat perlu untuk melaksanakan Program Hari Bahasa Inggris untuk memfasilitasi mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Program ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan antara bulan Agustus – Oktober 2018 yang terdiri atas delapan kali pertemuan dan beberapa minggu untuk evaluasi. Program English Day ini mendapatkan sambutan yang sangat positif baik dari peserta maupun pihak sekolah. Sebagian besar peserta sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan ini. Simpulan dan rekomendasi juga didiskusikan pada akhir laporan ini
Pendampingan Pengembangan Media Pembelajaran Sains Sekolah Dasar untuk Para Guru Elisabeth Pratidhina Founda Noviani; Herwinarso Herwinarso; Jane Koswojo; Hady Sutris Winarlim
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.618 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.630

Abstract

A program to train Elementary School teacher in developing science learning media has been conducted in Dapena Elementary School and St Theresia II Catholic Elementary School, Surabaya. The training aims to improve teachers’ skills on making science learning media and teachers’ understanding on science concepts. In this training, teachers have made science learning media on the themes of air, electricity, and energy. According to pre- and post-test result analysis, teachers gain knowledge on scientific approach learning and science concept related to air, electricity, and energy themes. The calculated gain of average can be categorized as medium gain. In addition, according to the evaluation by participants, the program has been conducted very well.
Peningkatan Pemahaman Guru dalam Menulis dan Mempublikasikan Artikel Ilmiah pada Jurnal Online Rino Richardo; Ahmad Anis Abdullah; Tri Rochmadi; Siti Rohayati; Asrifatun gustini
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.094 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.599

Abstract

ABSTRACTThe ability to write scientific articles for teachers is still quite low. While the career development of a teacher, especially in Submitting a Credit Score for promotion,  it is very necessary to publish scientific articles as a condition. The writing of this article is part of the implementation of community activities with the aim of increasing teacher understanding in writing and publishing scientific articles carried out in the form of training (workshops). The methods used in this training are lectures, questions and answers, practice to mentoring. The instrument used to measure teachers' understanding abilities related to writing and publication was a pre-test and post-test questionnaire with a Likert scale and was validated. In addition, to measure the level of success of community service activities, an evaluation questionnaire was given to the participants. Based on the results of questionnaire data obtained that the teacher's understanding in writing to submit / publication in online journals increased. Keywords:  Writing, Publication, Scientific Articles, Understanding, Teachers  ABSTRAKKemampuan dalam menulis artikel ilmiah bagi para guru masih cukup rendah. Sementara pengembangan karir seorang guru terutama dalam Pengajuan Angka Kredit untuk kenaikan golongan sangat diperlukan publikasi artikel ilmiah sebagai salah satu syarat. Tulisan artikel ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan masyarakat dengan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan (workshop). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yakni ceramah, tanya jawab, praktek hingga pendampingan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman guru terkait menulis dan publikasi adalah angket pre-test dan post-test dengan skala likert dan telah divalidasi. Selain itu, secara umum untuk mengukur tingkat keberhasilan kegaitan diberikan instrumen angket evaluasi kepada para peserta. Berdasarkan hasil isian data angket diperoleh bahwa pemahaman guru dalam menulis hingga mensubmit/publikasi pada jurnal online meningkat. Kata Kunci: Menulis, Publikasi, Artikel Ilmiah, Pemahaman, Guru
PEMBERDAYAAN SISWA KELAS VI DALAM MERAJUT KEBINEKAAN BAHASA TULIS SESUAI AMANAT PERMENDIKBUD NOMOR 50 TAHUN 2015 Cahyo Hasanudin; Fathia Rosyida; Masnuatul Hawa; Sutrimah Sutrimah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.614 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.79

Abstract

The target of devotion at SDN Sumberwangi 2 Kanor District, Bojonegoro Regency is to increase the understanding of the sixth-grade students in writing capital letters, writing di- and ke- as prefixes and forecasts, commas (,), and periods (.) according to Permendikbud mandate number 50 years 2015. Working procedures on this service begins with making a matter for pretest and posttest as much as 20 questions, then compile the teaching materials and then carry out counseling. To measure the level of truth and proficiency of students in writing according to the contents of Permendikbud number 50 year 2015 then the devotion team makes a devotional scheme into three steps starting from before devotion, devotion, and after devotion. At the end of devotion, the PKM team rewards students. The result of devotion shows an increase in understanding in writing capital letters of 42.36%, writing di- and ke- as prefixes and forecasts of 46.73%, comma-writing (,) of 29.1%, and writing the dot ( .) of 44.9%. Keywords: Community Service, Permendikbud number 50 year 2015ABSTRAKTarget pengabdian di SDN Sumberwangi 2 Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VI dalam menulis huruf kapital, menulis di- dan ke- sebagai awalan dan kata depan, tanda koma (,), dan tanda titik (.) sesuai amanat Permendikbud nomor 50 tahun 2015. Prosedur kerja pada pengabdian ini diawali dengan membuat soal untuk pretes dan postes sebanyak 20 soal, kemudian menyusun bahan ajar dan selanjutnya melaksanakan penyuluhan. Untuk mengukur tingkat kebenaran dan kemahiran siswa dalam menulis sesuai isi Permendikbud nomor 50 tahun 2015 maka tim pengabdian membuat skema pengabdian menjadi tiga langkah yang dimulai dari prapengabdian, pengabdian, dan pascapengabdian. Di akhir pengabdian, tim PKM memberikan reward kepada siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam menulis huruf kapital sebesar 42,36%, menulis di- dan ke- sebagai awalan dan kata depan sebesar 46,73%, menulis tanda koma (,) sebesar 29,1%, dan menulis tanda titik (.) sebesar 44,9%.Kata Kunci: Pengabdian kepada Masyarakat, Permendikbud nomor 50 tahun 2015
Pelatihan Video Animasi untuk Meningkatkan Profesionalsime Guru di SMP Alam Karawang pada Masa Pandemi Covid-19 Attin Warmi; Alpha Galih Adirakasiwi; Ahmad Nawawi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.945 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2230

Abstract

ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has forced teachers to be creative in making media so that they can convey material easily. One that can be developed is animation-based video media. The purpose of this service is to provide training in the development of animation-based videos using plotagon. The activity was carried out on October 13, 2021 online by following the stages of planning, implementation and evaluation. Based on the discussion that has been discussed, the training activities for the development of animated video media using the platform received a positive response by the trainees and were able to assist teachers in developing teacher professionalism. Keywords: Animated videos, teacher professionalism ABSTRAKPandemi Covid-19 telah memaksa guru untuk kreatif dalam pembuatan media agar meraka dapat menyampaikan materi dengan mudah. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah media video berbasis animasi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dalam pengembangan video berbasis animasi menggunakan plotagon. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2021 secara daring dengan mengikuti tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan pembahasan yang telah dibahas maka kegiatan pelatihan pengembangan media video animasi  menggunakan platogon direspon positif oleh peserta pelatihan dan mampu membantu guru dalam mengembangkan profesionalisme guru. Kata Kunci: Video animasi, profesionalisme guru
Pelatihan Penyusunan Soal HOTS untuk Mengembangkan Kemampuan Pedagogik Guru Destiniar Destiniar; Anggria Septiani Mulbasari; Nyiayu Fahriza Fuadiah; Dina Octaria; Yunika Lestaria Ningsih; Allen Marga Retta; Asnurul Isroqmi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.085 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.585

Abstract

ABSTRACTHigh Order Thinking Skill or abbreviated with HOTS is an ability that is applied in the revised 2013 curriculum. The community service activities aim to (1) help teachers improve their understanding of learning outcomes evaluation, (2) improve teacher understanding of HOTS questions, and (3) improve teachers' ability to make HOTS questions, so that later HOTS questions are in accordance with the standards 2013 revision curriculum. This community service activity was carried out in the form of short training for three meetings. This activity was held in SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, Empat Lawang Regency, South Sumatera Province, which was attended by high school teachers in Empat Lawang District. The method used in the implementation of this activity is the method of lecture, discussion, simulation and demonstration. The results of this activity were the increase in teachers' understanding of the HOTS problem and the teacher's ability to make HOTS questions. ABSTRAKKemampuan berpikir tinggi atau yang disingkat dengan HOTS merupakan kemampuan yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 revisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  (1) membantu guru dalam meningkatkan pemahaman tentang evaluasi hasil belajar, (2) meningkatkan pemahaman guru tentang soal HOTS, dan (3) meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS, sehingga nantinya diperoleh soal HOTS yang sesuai dengan standar Kurikulum 2013 revisi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan singkat selama tiga kali pertemuan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Propinsi Sumatera Selatan yang diikuti oleh guru-guru SMA dalam Kabupaten Empat Lawang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi, simulasi dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman guru tentang soal HOTS dan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS.  
Program “Desa Anak Negeri” untuk Akselerasi Recovery Literasi pada Masa Pandemi Dwi Sekar Sukma; Elsa Puspita Dewi; Yunita Khaerunika; Afnita Agil Syahdela; Desti Fitri Astuti; Anggita Cahyani Rahmat; M. Zainudin; Ima Isnaini Taufiqur Rohmah; Taufiq Hidayat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.86 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2166

Abstract

Selama masa pandemi Covid-19 Pemerintah Republik Indonesia mellaui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mencanangkan pembelajaran secara online (daring) untuk mengurangi dampak pandemic bagi para siswa disemua level. Progra ini memerlukan support secara teknologi. Selama pelaksanaannya, beberapa kendala dan permasalahan terjadi yang salah satunya adalah tidak tercapainya KI/KD dalam pembelajaran. Program Desa Anak Negeri bertjuan untuk menguatkan 6 literais dasar yang meliputi: bahasa, numerasi, sains, kewarganegaraan, budaya dan finansial. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak –anak bermain game online melalui gawai. Sasaran program ini adalah anak – anak DEsa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Program ini dilaksanakan melalui After School Program dan Weekend School Program berbantu modul. Hasil menunjukkanbahwa : 1) terdapat peningkatan yang siknifikan sekitar 60% penguasaan 6 literasi dasar anak – anak Desa Sembung melalui program ini; 2) Terdapat penurunan yang siknifikan sekitar 50% budaya ketergantuangan anak bermaik online game menggunakan gawai. Diharapkan terdapat keberlanjutan program ini dengan sasaran yang lebih luas di Bojonegoro.
Pelatihan Literasi Bahasa Inggris Pokdarwis Bukit Matoa dalam Persiapan Menjadi Kampung Wisata Dian Christina; Shally Amna; Annisha Dyuli Adha
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.685 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2620

Abstract

Pokdarwis Bukit Matoa is a Tourism Awareness Group in the Bukit Matoa area. An area that is currently being proposed as a tourist village in West Sumatra. To be able to advance a tourist village, Pokdarwis members and the local community should have good English competence, especially for foreign tourists. Based on the analysis results, the team of community service from UPI YPTK Padang found that most members of the Pokdarwis Bukit Matoa who consist of housewives could not communicate in English. Therefore, the Team provides tourism English literacy training, especially for Bukit Matoa area. In addition, the team has also made Bukit Matoa Tourism English module that can be used by Pokdarwis members during the training and afterward. From the results of perception questionnaires given to 31 Pokdarwis members participated in the training, they stated that the training was very useful, fun and could improve their English skills so that they became confident to welcome foreign tourists in the Bukit Matoa tourist village. Pokdarwis Bukit Matoa adalah Kelompok Sadar Wisata di Kawasan Bukit Matoa. Sebuah daerah  yang saat ini sedang diusulkan menjadi salah satu kampung wisata di Sumatera Barat. Untuk dapat menjadi memajukan sebuah kampung wisata,  anggota Pokdarwis dan masyarakat setempat hendaknya memiliki kompetensi Bahasa Inggris yang baik, khususnya bagi wisatawan asing. Dari hasil analisa di lapangan, Tim PKM dari UPI YPTK Padang menemukan bahwa sebagian besar angota Pokdarwis Bukit Matoa yang terdiri dari Ibu Rumah Tangga belum dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Oleh karena itu Tim PKM memberikan pelatihan literasi Bahasa Inggris pariwisata khususnya untuk digunakan di kawasan Bukit Matoa. Selain itu, tim PKM juga sudah membuat modul Bahasa Inggris Pariwisata Bukit Matoa yang dapat digunakan anggota Pokdarwis selama pelatihan dan sesudahnya. Dari hasil angket persepsi yang diberikan kepada 31 orang anggota Pokdarwis yang ikut pelatihan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, menyenangkan dan dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka sehingga mereka menjadi percaya diri dalam menyambut wisatawan asing di kampung Wisata Bukit Matoa.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan PhET Simulation bagi Guru MGMP Fisika Kabupaten Serang Yoga Budi Bhakti; Irnin Agustina Dwi Astuti; Dasmo Dasmo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.265 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.574

Abstract

This program is aimed to increase teacher competency through PhET simulation training. This activity is expected to be used as reference material for teachers to implement practical simulations that caused by time constraints and incomplete laboratory facilities and laboratory facilities. Community service activities are carried out using training, discussion, and mentoring methods. Based on the results of this program, 76.9% of the training participants really need knowledge of laboratory management. The trainees looked at the PhET simulation material as very relevant to the field of physics. This is proofed by a response of 76.9% which states that the PhET simulation material is very relevant to learning physics. The trainees also rated very well (92.3%) the benefits of the knowledge of the use of this media in the physics learning process. This training can be reference for trainees to carry out practicum activities virtually in their respective schools. The trainees found of that PhET simulation easy to understand. This condition can be seen from the results of a survey which stated that 92.3% of the training participants answered that it was easy to understand this material.Keywords: Phet Simulation, Physics, Teacher Competency Improvement, Virtual Laboratory.ABSTRAK Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan PhET simulation. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru untuk menerapkan simulasi praktikum yang disebabkan oleh keterbatasan waktu dan belum lengkapnya prasarana dan sarana laboratorium praktikum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan, diskusi, dan pendampingan. Berdasarkan hasil program ini, 76,9% peserta pelatihan sangat membutuhkan pengetahuan pengelolaan laboratorium. Peserta pelatihan memandang materi PhET simulation sangat relevan dengan bidang fisika. Hal ini dibuktikan dengan respon sebesar 76,9% yang menyatakan bahwa materi PhET simulation sangat relevan dengan pembelajaran fisika. Peserta pelatihan juga menilai sangat baik (92,3%) terhadap manfaat pengetahuan penggunaan media ini pada proses pembelajaran fisika. Pelatihan ini bisa menjadi acuan bagi peserta pelatihan untuk melaksanakan kegiatan praktikum secara virtual di sekolah masing-masing. Peserta pelatihan menilai PhET simulation mudah dipahami. Kondisi ini terlihat dari hasil survei yang menyatakan 92,3% peserta pelatihan menjawab mudah dalam memahami materi ini.Kata Kunci: Phet Simulasi, Fisika, Peningkatan Kompetensi Guru, Laboratorium Virtual 

Page 7 of 43 | Total Record : 430