Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2025): Mei"
:
11 Documents
clear
Pengembangan Konsep Dasar Matematika Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Maluku Utara
Umar, Wahid;
Sirajudin, Nuraini;
Miliyawati, Bety
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10071
Kemampuan abstraksi peserta didik umumnya ditopang oleh pengalamaan dan pengamatan yang ada di lingkungan mereka. Pembelajaran konsep-konsep dasar matematika seringkali dimulai melalui pengalaman dan pengamatan secara sistematis dan terencana menggunakan alat, bahan dan benda-benda yang dikenal peserta didik sehari-hari sehingga memiliki waktu retensi lebih lama dalam ingatan peserta didik. Selain itu pemaknaan konsep-konsep dasar matematika akan menjadi lebih mudah karena dikaitkan dengan kearifan lokal yang sesuai. Hal inipun terkait dengan Undang-undang Guru dan Dosen, salah satu kemampuan yang diharapkan dari guru matematika adalah kemampuan pedagogik yang diantaranya merancang bahan ajar kontekstual yang dapat digunakan sebagai peningkatan kualitas proses belajar mengajar di kelas. Pada tulisan ini akan mendiskusikan proses pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal yang sangat dikenal masyarakat provinsi Maluku Utara. Pembahasan didahului dengan menguraikan topik bahasan dunia budaya matematika, matematika kontekstual, kemudian dibahas bahan-bahan kearifan lokal yang digunakan sebagai basis pembelajaran, berturut-turut untuk menanamkan konsep peluang dan statistika, geometri, bilangan, dan aritmetika sosial. Pembelajaran terkait konsep-konsep matematika dirancang dengan memanfaatkan bahan-bahan kearifan lokal tersebut berpotensi meningkatkan hasil belajar peserta didik setempat.
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 5 No.2, Mei 2025
Redaksi, Ketua Dewan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10162
Kover, Dewan Redaksi, Daftar Isi, Vol. 5 No.2, Mei 2025
Pengaruh Pendekatan Open-Ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa pada Materi Segiempat
Sampurno, Putri Istiqamah;
Afandi, Ahmad;
Saidi, Soleman
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9929
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah diterapkan materi segiempat melalui pembelajaran pendekatan Open-Ended dan konvesional; 2) mengetahui apakah pendekatan Open-Ended berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian yang menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII-9 sebagai kelas eksperimen Negeri 2 Kota Ternate setelah diterapkan pendekatan Open-Ended pada materi persegi panjang, diperoleh kualifikasi kreatif sekali 3 siswa (27%) kualifikasi kreatif 3 siswa 27%, kualifikasi cukup kreatif 4 siswa (36%), kualifikasi kurang kreatif 0 siswa (0%) kualifikasi tidak kreatif sebanyak 1 siswa (9%).Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Open-Ended tidak saja berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, namun juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa khususnya pada materi segiempat.
Pengaruh Collaborative Teamwork Learning Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis dan Motivasi Belajar Peserta Didik
Pebrian, Syahid;
Supratman, Supratman;
Rustina, Ratna
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10108
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meneliti pengaruh Collaborative Teamwork Learning terhadap kemampuan penalaran matematis dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menerapkan metode true experimental design dengan desain posttest-only control group design. Populasi penelitian yaitu seluruh peserta didik kelas X SMK YPC Tasikmalaya. Dengan sampel penelitian kelas X PPLG (eksperimen) dan X TO 3 (kontrol). Tes uraian dan angket digunakan sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial dengan menggunakan uji hipotesis yaitu uji t Independent Samples Test. Temuan dari analisis data dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Collaborative Teamwork Learning terhadap kemampuan penalaran matematis, (2) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Collaborative Teamwork Learning terhadap motivasi belajar peserta didik
Studi Literatur: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dai Tahapan van Hiele
Ruhama, Mustafa A.H.;
Hamid, Hasan;
Ardiana, Ardiana;
Bani, Asmar
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9931
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari tahapan Van Hiele. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kepustakaan (library reserch) dimana peneliti mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian dengan teknik analisis data dengan cara menelaah, mengeksplorasi, membandingkan, menggabungkan, berbagai informasi yang didapat baik melalui jurnal, buku, dan prosiding yang dianggap sesuai atau relevan dengan penelitian sehingga dapat dibuat kesimpulan. Tahap-tahap berpikir Van Hiele tidak bergantung pada usia sebagaimana yang dipahami dalam tahap perkembangan Piaget. Usia siswa jelas terkait dengan banyaknya pengalaman geometri dan jenis-jenis pengalaman geometri. Pengalaman geometri siswa merupakan faktor tunggal atau dominan yang mempengaruhi kemajuan untuk melewati tahap-tahap berpikir Van Hiele. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari tahapan Van Hiele sangat bergantung pada tahap berpikir yang dicapai siswa dalam mempelajari geometri. Semakin tinggi tingkat tahap berpikir Van Hiele siswa semakin tinggi atau baik pula kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengaruh Kecemasan Matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika Berdasarkan Gender dalam Poses Pembelajaran Matematika
Agustina, Veni;
Granita, Granita
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10124
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat kecemasan matematika terhadap pembelajaran matematika di kalangan mahasiswa pendidikan matematika, dengan fokus pada perbedaan gender. Kecemasan matematika merupakan kondisi psikologis yang dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk memproses konsep matematika secara efektif, dan intensitasnya dapat bervariasi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Sampel terdiri dari 60 mahasiswa, yang dibagi secara merata berdasarkan jenis kelamin, yang dipilih dengan menggunakan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kecemasan matematika yang telah divalidasi yang terdiri dari 23 item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan memiliki tingkat kecemasan matematika yang lebih tinggi (rata-rata = 73,70) dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki (rata-rata = 64,67). Uji-t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (Sig. 2-tailed = 0.000 0.05), yang menunjukkan bahwa jenis kelamin secara signifikan mempengaruhi kecemasan matematika. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengatasi faktor emosional dalam pengajaran matematika dan merancang strategi pembelajaran inklusif yang mendukung semua mahasiswa tanpa memandang jenis kelamin.
Penerapan Model Inquiry Learning dalam Peningkatan Kemampuan Metakognitif Siswa SMP pada Materi Operasi Bentuk Aljabar
Rahman, Sudarto A.;
La Nani, Karman;
Chandra, Fitriana Eka
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9933
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan model Inquiry Learning dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa SMP Negeri 9 Kota Ternate pada materi operasi bentuk aljabar. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII−A yang berjumlah 17 siswa, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes untuk mengukur kemampuan metakognitif siswa. Teknik tes berupa uraian yang terdiri dari 3 butir soal, dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial yaitu tafsiran aspek metakognitif, dan gain ternormalisasi (N-Gain). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Model inquiry learning dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa pada materi operasi bentuk aljabar dengan nilai rata-rata N-Gain 0,57 pada klasifikasi sedang. Peningkatan siswa pada kategori tinggi ada 5 siswa dengan persentase (29%), pada kategori sedang ada 9 siswa dengan persentase (52%) dan pada kategori rendah ada 3 siswa dengan persentase (17%).
Intervensi Media Konkret untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka dan Penjumlahan Anak Slow Learner dengan SSR A–B–A
Wulandari, Kurnia;
Qodriyah, Rafika Siyami;
Ruby, Arcivid Chorynia
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10140
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal angka dan penjumlahan 1–10 pada anak slow learner melalui media konkret berupa gambar buah. Metode yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A, yaitu pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Subjek penelitian adalah satu siswa slow learner di sekolah dasar. Total observasi dilakukan sebanyak enam kali pertemuan yang terbagi dalam tiga fase: baseline (2 kali), intervensi (2 kali), dan reversal (2 kali). Hasil observasi awal menunjukkan bahwa anak mengalami kesulitan mengenali, menulis angka 1–10, dan memahami penjumlahan. Setelah diberikan intervensi, kemampuan anak meningkat secara signifikan. Anak mulai mengenali angka dengan benar, menulis angka lebih tepat, dan memahami konsep penjumlahan melalui bantuan visual. Selain itu, motivasi dan fokus belajar anak juga meningkat. Kesimpulannya, media konkret terbukti efektif dalam membantu anak slow learner memahami konsep matematika dasar secara menyenangkan dan bermakna, serta menjadi strategi pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi kesulitan belajar, khususnya dalam numerasi awal.
Keefektifan Mmodel Problem Based Learning (PBL) Ditinjau dai Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis dan Keyakinan Diri Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
Rasid, Asrinto;
Angkotasan, Nurma;
Hamid, Hasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9934
Study This done with objective for now: (1) How ability think reflective mathematical student after the Problem Based Learning (PBL) model is applied. (2) How confidence self-student after the Problem Based Learning (PBL) model is applied. (3) Is the Problem Based Learning (PBL) model effective reviewed from ability think reflective mathematical and confidence self-student. Type research used is type study experiment. Study This with two groups pretest - posttest design, instruments used form question test and questionnaire student. Samples taken is student class XA has 30 students and class XB has 30 students. Technique deep data collection study This obtained with method see scored score roleh from each class. Whereas technique data analysis using analysis descriptive and analysis inferential. Based on results calculation the ability thinks reflective mathematical on test normality test end obtained sample No normally distributed, then non- parametric testing that is test sign for now ability think reflective mathematical student on class control and class experiment Zh = 28.03 means Zh and Ho rejected H1 accepted It means ability think reflective mathematical student through an effective Problem Based Learning (PBL) model. Confidence self-student in testing hypothesis uses independent sample test, value tcount = 8.575 at level significant 0.05, and dk = (n-1) is obtained ttable = 2.001. so tcount ttable = so that Ha accepted and H0 is rejected, meaning the application of the Problem Based Learning (PBL) model is effective, so can concluded that effective application of the Problem Based Learning (PBL) model reviewed from ability think reflective mathematical and confidence self-student.
Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel: Profil Siswa Kelas VIII
Ningsih, Dian Wahyu;
Romlah, Nur;
Wahyuni, Reni
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.10155
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika, karena membantu siswa dalam menganalisis informasi secara mendalam serta menemukan solusi atas berbagai permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa dari salah satu SMP swasta di Pekanbaru pada tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang mengacu pada enam indikator berpikir kritis menurut Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri, serta dilengkapi dengan wawancara sebagai instrumen non-tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui telaah terhadap jawaban siswa dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% siswa berada pada kategori kemampuan berpikir kritis rendah. Indikator inferensi paling dikuasai (83,33%), sementara regulasi diri tidak dikuasai sama sekali (0%). Hasil ini mengindikasikan perlu adanya model pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual dan keterampilan refleksi diri untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis.