cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Pengaruh Work–Life Balance, Pengembangan Karier dan Transparansi Informasi terhadap Kepuasan Kerja Anggi Herdian; Endah Murtiana Sari; Ali Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, pengembangan karier, dan transparansi informasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Departemen Produksi PT XYZ. Kepuasan kerja menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas, komitmen, serta keberlanjutan kinerja organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier dan transparansi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Sebaliknya, work-life balance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja. Meskipun demikian, pengujian simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,660 menunjukkan bahwa 66,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh work-life balance, pengembangan karier, dan transparansi informasi, sedangkan 34,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan lebih dipengaruhi oleh adanya peluang pengembangan karier yang jelas serta transparansi informasi dalam organisasi dibandingkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Implementasi Sistem E-DABU dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Penonaktifan Data Peserta BPJS Kesehatan Feldiaz Pranata; Leonard Adrie Manafe
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11536

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengembangkan Sistem Elektronik Data Badan Usaha (E-DABU) sebagai upaya meningkatkan kualitas administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem E-DABU dalam meningkatkan efektivitas proses penonaktifan data peserta di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya, sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul dan upaya penyelesaian yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, dokumentasi berupa data waktu penyelesaian dan tangkapan layar antarmuka sistem, serta wawancara semi terstruktur dengan petugas bagian Kepesertaan, dan dilengkapi dengan data sekunder berupa regulasi serta studi terdahulu. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian ditinjau melalui lima dimensi efektivitas organisasi, yaitu produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, dan kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi E-DABU mampu meningkatkan efektivitas pelayanan melalui percepatan proses administrasi, kemudahan akses layanan, pengurangan penggunaan dokumen fisik, serta peningkatan akurasi data melalui integrasi dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Waktu penyelesaian penonaktifan peserta yang sebelumnya memerlukan sekitar 5-10 menit dapat dipersingkat menjadi 2-5 menit karena proses dilakukan secara daring dan terintegrasi. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa kesalahan pengisian data, keterbatasan pemahaman pengguna terhadap fitur sistem, dan gangguan jaringan. Secara keseluruhan, implementasi E-DABU memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas pelayanan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan, meskipun keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan pengguna dan dukungan infrastruktur teknologi yang berkelanjutan.
Pengungkapan ESG terhadap Biaya Utang Perbankan Indonesia dengan Moderasi Regulasi POJK No.51/POJK.03/2017 Jihan Mayassar; Mia Andika Sari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11538

Abstract

Pengungkapan ESG oleh banyak perusahaan untuk penurunan biaya utang sudah banyak dilakukan namun hasilnya masih bervariatif. Skor ESG rata-rata setiap bank yang ada di Indonesia masih relatif rendah dan belum optimal, meskipun pelaporan berkelanjutan sudah wajib untuk dilakukan sejak 2017 karena adanya Regulasi POJK No. 51/POJK.03/2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran ESG di perbankan Indonesia terhadap biaya utang dan menguji peran Regulasi POJK No. 51/POJK.03/2017 dalam memoderasi hubungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data menggunakan analisis regresi data panel. Populasi penelitian sebanyak 47 perbankan yang terdaftar di BEI dengan Metode purposive sampling diperoleh jumlah sampel 39 perusahaan dan 117 pengamatan. Penelitian ini menggunakan Variabel kontrol yang digunakan ukuran perusahaan (size), leverage, profitabilitas, dan likuiditas untuk mengurangi bias akibat variabel lain yang juga mempengaruhi biaya utang sehingga, dapat menghasilkan pengaruh yang lebih murni terhadap biaya utang. pada variabel pengungkapan ESG Hasil penelitian menunjukkan cakupan ESG berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Biaya utang perbankan Indonesia. Peraturan POJK No. 51/POJK.03/2017 memoderasi hubungan pengungkapan ESG dalam menurunkan Biaya utang dengan memberikan efek memperlemah hubungan variabel. Pengungkapan ESG. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transparansi ESG mampu menurunkan Biaya utang perbankan Indonesia. Namun, keberadaan Regulasi Keuangan Berkelanjutan OJK memperlemah pengaruh negatif tersebut, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan regulasi secara lengkap, peran penyebaran ESG dalam menurunkan Biaya utang menjadi relatif lebih kecil.
Can Petrochemical Business Be Sustainable? Chandra Asri's ESG Transformation Under Geopolitical Volatility Safira Dwi Prakusya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11539

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Environmental, Social, and Governance (ESG) PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam menghadapi volatilitas geopolitik energi serta mengevaluasi ketahanan strategi keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis deskriptif melalui pendekatan multi-framework yang meliputi PESTEL, Porter's Five Forces, VRIO, Value Chain, Legitimacy Theory, Stakeholder Theory, Carroll's Pyramid of Corporate Social Responsibility, Ethical Business Framework, dan scenario planning. Data penelitian berasal dari Laporan Tahunan PT Chandra Asri Pacific Tbk Tahun 2025, laporan lembaga internasioanl, dan berbagai literatur ilmiah bereputasi yang relevan dengan implementasi ESG, strategi bisnis, dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ESG perusahaan telah mengarah pada perubahan yang bersifat substantif, ditunjukkan oleh penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20,73%, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, implementasi Sustainability-Linked Loan, dan pengembangan program ekonomi sirkular CIRCLO® sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Analisis juga menunjukkan bahwa integrasi ESG telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan legitimasi perusahaan, penguatan tata kelola, serta akses terhadap pembiayaan berkelanjutan. Namun, strategi ESG perusahaan masih menghadapi tantangan akibat tingginya ketergantungan terhadap naphtha impor dan adanya kontradiksi antara ekspansi bisnis berbasis energi fosil dengan komitmen dekarbonisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat diversifikasi bahan baku, meningkatkan transparansi pelaporan ESG, serta mengintegrasikan keberlanjutan sebagai strategi inti untuk meningkatkan ketahanan bisnis terhadap risiko geopolitik dan transisi energi global.
Transforming Parking Systems: Exploring the Role of Manless Systems and Digitalization in Improving Operational Performance Maulana, Ryan Yudhistira; Manafe, Leonard Adrie; Safaat, Safaat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1154

Abstract

This study investigates, through practical measures, how the implementation of an unattended parking system at Semen Gresik Hospital has been able to boost the operational efficiency of the parking area. The system utilises automatic sensors, a mobile application, and a digital payment mechanism to address the acute problem of vehicle congestion in the hospital grounds. Data collection employed a qualitative approach and case study methodology; six informants from diverse fields were interviewed in depth to capture varied perspectives. Field findings revealed that parking search times decreased significantly and payment processes became faster, although sporadic sensor malfunctions and initial user anxiety regarding touchscreens remained as challenges. Physical queues have also decreased, and parking space utilisation has become more efficient; however, infrastructure improvements and additional public awareness campaigns remain essential. The study highlights the potential of digital technology in the healthcare sector and underscores the importance of regular technical maintenance and ongoing user education. Researchers recommend conducting similar experiments in other locations, with a greater focus on sustainability and how users can adapt to evolving technology.
Implementasi Deep Learning untuk Prediksi Penggunaan Resource CPU dan RAM pada Server Debian Linux Firamawati Hia; Ronita Olive Angelie; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11542

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem prediksi penggunaan sumber daya CPU dan RAM pada server Debian Linux menggunakan metode deep learning berbasis Long Short-Term Memory (LSTM). Data monitoring dikumpulkan secara otomatis dan real-time melalui modul collect.py dengan interval lima detik, menghasilkan 1.859 record yang memuat timestamp, persentase CPU, persentase RAM, penggunaan RAM dalam megabyte, dan jumlah proses aktif. Tahap pemrosesan meliputi pengurutan berdasarkan waktu, ekstraksi fitur jam dan hari, normalisasi menggunakan MinMaxScaler, serta pembentukan sequence dengan sliding window sebanyak 30 timestep. Model dibangun menggunakan PyTorch dengan dua lapisan LSTM berukuran 64 dan 32 unit, dilanjutkan lapisan fully connected, ReLU, dan dropout. Pelatihan dilakukan selama 50 epoch menggunakan optimizer Adam dan fungsi loss Mean Squared Error. Hasil pengujian menunjukkan training loss akhir sebesar 0,0140, test loss 0,0310, RMSE 0,1761, dan MAE 0,1426 pada data ternormalisasi. Modul predict.py mampu menghasilkan estimasi CPU dan RAM setiap lima detik serta memberikan klasifikasi kondisi NORMAL atau WASPADA berdasarkan ambang batas yang ditentukan. Sistem dapat berjalan stabil dengan latensi prediksi kurang dari satu detik, sehingga berpotensi mendukung monitoring dan perencanaan kapasitas server secara proaktif. Meskipun demikian, periode pengumpulan data yang singkat dan dominasi kondisi beban rendah membatasi generalisasi model, sehingga pengujian dengan data yang lebih panjang dan bervariasi masih diperlukan.
Pengaruh Kepercayaan dan Flash Sale terhadap Keputusan Pembelian Konsumen E-commerce Shopee (Studi Kasus Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam) Febby Hariyanti; Ahmad Feriyansyah; M. Junius Effendi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11543

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku belanja masyarakat dan memperluas penggunaan e-commerce Shopee hingga wilayah non-metropolitan, termasuk Kecamatan Pagar Alam Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepercayaan dan flash sale terhadap keputusan pembelian konsumen Shopee, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 100 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, koefisien korelasi, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung 3,852 dan signifikansi 0,000. Flash sale juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 3,820 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai F hitung 36,667 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,431 menunjukkan bahwa kepercayaan dan flash sale menjelaskan 43,1% variasi keputusan pembelian, sedangkan 56,9% dipengaruhi faktor lain di luar model. Kepercayaan menjadi variabel yang sedikit lebih dominan dibandingkan flash sale. Temuan ini menegaskan pentingnya keamanan transaksi, keakuratan informasi, reputasi penjual, serta perancangan promosi berbatas waktu yang transparan untuk memperkuat keputusan pembelian konsumen e-commerce di wilayah non-metropolitan secara berkelanjutan.
Pengaruh Sistem Penggajian Berbasis Insentif, Jam Kerja dan Kehadiran terhadap Kinerja Karyawan PT. Kimia Plastikindo Perkasa dan PT. Labelindo Perkasa Diajeng Cinta Dewi Ambarani; Yuli Kurniawati; Gusti Muchran Noor
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem penggajian berbasis insentif, jam kerja, dan kehadiran terhadap kinerja karyawan pada PT Kimia Plastikindo Perkasa dan PT Labelindo Perkasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan antara variabel independen dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Populasi penelitian berjumlah 46 karyawan, sedangkan sampel ditetapkan sebanyak 41 responden menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Tahapan analisis meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penggajian berbasis insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,015. Sistem penggajian berbasis jam kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,003, sedangkan sistem penggajian berbasis kehadiran berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,049. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai adjusted R-squared sebesar 0,845 menunjukkan bahwa 84,5% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh sistem penggajian berbasis insentif, jam kerja, dan kehadiran. Temuan ini menegaskan bahwa sistem penggajian yang adil, transparan, dan proporsional dapat memperkuat motivasi, kedisiplinan, serta produktivitas karyawan, sekaligus mendukung keunggulan kompetitif perusahaan berdasarkan perspektif Resource-Based View.
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Papua Tahun 2021-2025 Wulan Oktaviani; Puspa Dwi Marlita Harahap; Rebecca Yolanda Artha Uli; Fadhila Rahmah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Papua selama periode 2021-2025 menggunakan pendekatan analisis rasio keuangan daerah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Provinsi Papua yang diperoleh melalui Portal Data APBD Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan rasio pertumbuhan, rasio desentralisasi fiskal, rasio efisiensi keuangan, serta rasio keserasian belanja operasi dan belanja modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja daerah, dan belanja modal mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah tahun 2022 sebagai dampak penyesuaian kapasitas fiskal pascapembentukan daerah otonom baru di Papua. Meskipun rasio desentralisasi fiskal meningkat dari 15,41% menjadi 24,03%, peningkatan tersebut lebih dipengaruhi oleh perubahan komposisi total penerimaan daerah daripada peningkatan kemampuan penghimpunan PAD. Selain itu, rasio efisiensi keuangan selama periode penelitian berada di atas 100%, yang menunjukkan bahwa realisasi belanja masih lebih besar dibandingkan realisasi pendapatan. Struktur APBD juga masih didominasi oleh belanja operasi dengan proporsi belanja modal yang relatif rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas fiskal, peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan, serta penyeimbangan alokasi belanja operasi dan belanja modal diperlukan untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Tipe A Sumedang Menggunakan Metode IPA dan CSI Yeyen Nolandia Umairoh; Muhammad Chairill Fajrian; Indah Angelia Rahman; R. Caesario Boing
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11547

Abstract

Terminal Tipe A Sumedang merupakan salah satu simpul transportasi darat yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui penyelenggaraan pelayanan angkutan antarkota. Sebagai terminal penumpang tipe A, penyelenggaraan pelayanan wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan Terminal Tipe A Sumedang berdasarkan kondisi eksisting fasilitas, tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan, serta tingkat kepuasan pengguna jasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil observasi menunjukkan masih terdapat beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar pelayanan, antara lain lajur pejalan kaki, informasi fasilitas keselamatan dan kesehatan, petugas keamanan, media pengaduan gangguan kriminal, informasi angkutan lanjutan, fasilitas kebersihan, dan ruang laktasi. Hasil analisis IPA menempatkan atribut-atribut tersebut pada Kuadran I sebagai prioritas utama yang memerlukan perbaikan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja masih rendah. Sementara itu, hasil analisis CSI memperoleh nilai sebesar 68,56%, yang termasuk dalam kategori puas, sehingga secara umum pengguna jasa merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Meskipun demikian, peningkatan kualitas pelayanan tetap diperlukan melalui penyediaan fasilitas yang belum tersedia, peningkatan keamanan, keselamatan, kebersihan, aksesibilitas, serta penguatan sistem informasi terminal agar kualitas pelayanan semakin optimal dan sesuai dengan harapan pengguna jasa.

Page 94 of 830 | Total Record : 8292