cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Analisis Kandungan DNA Babi pada Tempat Penggilingan Daging di Pasar-Pasar Kelurahan Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Widiyaningsih, Anggun; Suciati, Yulia; Astiwara, Endy Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3790

Abstract

Cemaran daging babi masih menjadi salah satu permasalahan dalam berlangsungnya kegiatan perekonomian pengadaan daging di masyarakat, salah satunya ada pada produk daging giling. Tidak seluruh tempat penggilingan daging di pasar-pasar dapat menjamin bahwa daging yang digiling merupakan daging halal tanpa adanya kontaminasi babi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis cemaran DNA babi pada 5 sampel daging giling yang diperoleh dari tempat penggilingan daging di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih. Proses analisis DNA dilakukan dengan menggunakan metode RT-PCR (Real-Time Polymerase Chain Reaction). Kelima sampel akan dilakukan isolasi DNA menggunakan Mericon Food Kit lalu dianalisis kemurnian dan konsentrasinya dengan menggunakan alat sprektrofotometer, selanjutnya sampel akan dilakukan proses RT-PCR dengan menggunakan Mericon Pig Kit. Analisis DNA sampel menunjukkan hasil negatif diseluruh sampel daging giling dan kontrol negatif ditandai dengan tidak adanya kenaikan garis kurva amplifikasi pada chanel FAM, sementara kontrol positif DNA babi menunjukkan hasil positif dengan adanya kenaikan nilai Cq (quantification cycle) pada kurva amplifikasi chanel FAM. Hal ini menandakan proses RT-PCR berlangsung dengan baik dan 5 sampel daging giling tidak mengandung DNA babi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia pada Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesmas Kelurahan Kampung Melayu Periode Januari–Desember Tahun 2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Silviani, Syarah Kartika; Laksono, Sonny Pamudji; Arsyad, Muhammad; Sachrowadi, Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3899

Abstract

Latar Belakang: Kasus anemia pada ibu hamil cukup tinggi terutama di negara-negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) 2019,  prevalensi anemia terhadap ibu hamil usia 15–49 tahun di dunia mencapai 42%. Menurut data Kementerian Kesehatan RI (2019), angka kematian janin yang disebabkan oleh anemia sebesar 28%.Metode: penelitian ini menggunakan 52 data rekam medis pasien anemia ibu hamil  di Puskesmas Kampung Melayu periode Januari –Desember  tahun 2022 dengn desain penelitian cross-sectional dengan jenis sampel yang diambil yaitu melalui teknik Purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Selanjutnya data akan dianalisis secara analitik melalui metode chi-square.Hasil: Berdasarkan hasil analisis chi-square, hanya status gizi yang memiliki hubungan bermakna terkait kejadian anemia pada ibu hamil trimester satu di Puskesmas Kelurahan Kampung Melayu Periode Januari—Desember tahun 2022.Kesimpulan: Dari faktor yang mempengaruhi anemia pada kehamilan seperti usia ibu haml, paritas, status gizi, tingkat pendidikan, dan status social ekonomi, hanya status gizi yang memiiki hubungan bermakna.
The Effect of Honey Fermentation on the Cell Appearance in the Seminiferous Tubule Wall of Rats Induced by Cisplatin Ulviena, Lulu; Hadi, Restu Syamsul
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3917

Abstract

Background: Cisplatin is the most effective cancer treatment used in chemotherapy. Cisplatin works by inducing oxidative stress, but it also has toxic side effects on healthy cells in the male reproductive organs. Therefore, there is a need for a solution to reduce the side effects of cisplatin. Honey fermentation is a natural substance that can reduce the toxicity of cisplatin. Honey is known as “The food of God” which is a gift of sustenance from Allah SWT due to its extraordinary benefits. Methodology: This study utilized primary data with an experimental posttest-only control group design conducted in vivo. The research involved four experimental groups of rats: a control group without any treatment, a cisplatin group, a 5% honey fermentation group exposed to cisplatin, and a 10% honey fermentation group exposed to cisplatin. All rats were weighed before, during, and after the treatment. Subsequently, HE staining was performed for both descriptive and quantitative observations. Results: Honey fermentation can provide a protective effect on primary spermatocytes and Leydig interstitial cells, almost reaching normal levels. The highest improvement was observed in the 5% honey fermentation group for primary spermatocytes and the 10% group for Leydig interstitial cells. Conclusion: Honey fermentation administration can be protective for testicular organ cells against the side effects of cisplatin. From an Islamic perspective, Allah has created honey for consumption, as mentioned in Surah An-Nahl.
Hubungan Pola Tidur dan Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan 2021 pada Masa Pandemi Kaziah, Rihadatul Ais; Aryenti; Edward Syam
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3921

Abstract

Dampak yang ditimbulkan dari virus Covid-19 ini menyebabkan kekhawatiran yang sangat luas sehingga mempengaruhi kondisi psikologis individu yang dapat merubah kualitas tidur. Terdapat kaitan antara tidur larut malam dengan kejadian acne vulgaris, Acne vulgaris adalah kelainan pada kelenjar pilosebaceous yang biasanya muncul di bagian wajah, tubuh bagian atas dan lengan atas. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan pola tidur dan kejadian acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dan 2021 pada masa pandemi. Responden yang mengikuti penelitian analitik observational ini sebanyak 55 orang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi kuesioner melalui google formulir. Dari 42 responden yang memiliki pola tidur yang baik, sebanyak 35 responden (83,3%) tidak memiliki acne vulgaris. Sedangkan dari 13 orang responden yang memiliki pola tidur yang tidak baik, sebanyak 11 responden (84,6%) memiliki masalah acne vulgaris dengan p value (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan antara pola tidur dengan kejadian acne vulgaris.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah pada Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara (Analisis Data Sekunder Rekam Medis Tahun 2022) Lee, Natasha; Rifqatussa'adah; Erlina Wijayanti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3923

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit metabolisme yang prevalensinya tinggi di seluruh dunia, ditandai oleh kadar gula darah sewaktu melebihi 200mg/dL. Pada tahun 2018, di Indonesia, DM menempati peringkat ketujuh di dunia, dengan Provinsi Banten berada di peringkat kesembilan dalam jumlah kasus diabetes melitus yang terjadi dibandingkan dengan provinsi lainnya. Pada masyarakat jenis diabetes yang paling umum terjadi adalah DM tipe II, dengan obesitas menjadi salah satu faktor risiko yang signifikan. Obesitas merujuk pada penumpukan lemak yang berlebihan atau tidak normal dalam tubuh. Selain obesitas, faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan DM  antara lain adalah kurangnya aktivitas fisik, bertambahnya usia, tingginya kadar insulin dalam tubuh, serta distribusi lemak tubuh yang tidak merata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai korelasi antara IMT dengan tingkat gula darah sewaktu pada pasien DM tipe II di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara pada tahun 2022. Penelitian ini menerapkan pendekatan cross-sectional dalam kerangka metodologi kuantitatif melibatkan seluruh pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara yang berjumlah 72 orang sebagai sampel. Hasil analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara pada tahun 2022, dengan nilai p=0,248 dan koefisien korelasi sebesar -0,163. Ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan kadar gula darah sewaktu yang tinggi pada pasien DM II tidak secara signifikan berkaitan dengan IMT yang rendah. Koefisien korelasi yang sangat rendah menunjukkan bahwa IMT bukanlah faktor risiko utama yang berperan dalam meningkatkan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II.
Angka Kejadian Hepatitis pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali Periode 2018-2022 Wahyudin, Anto; Ferryal Basbeth
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3942

Abstract

Pendahuluan Tindakan hemodialisis merupakan tindakan invasif yang mempunyai risiko untuk terjadinya infeksi Blood Borne Virus seperti Hepatitis B dan Hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian Hepatitis dan karakteristik pasien yang menjalani hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali.Metodologi Penelitian ini menggunakan studi deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis di RSUI Banyubening Boyolali periode 2018-2022 dengan jumlah sampel 16.Hasil Prevalensi Hepatitis pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah 16 dari 292 pasien (5.47%), terdiri dari HCV 11 kasus (3.7%) dan HBV  5 kasus (1.7%). Serokonversi HBV terbanyak pada usia 50-59 tahun (3/60%) dan  serokonversi HCV pada usia 60-69 tahun (5/45.5%) yang keduanya didominasi oleh laki-laki (68.8%) dengan PGK menjadi etiologi menjalani hemodialisis (100%). Faktor komorbid terbanyak pada pasien serokonversi HBV adalah anemia (3/42.9%) dan pada serokonversi HCV adalah anemia dan hipertensi (6/35.3%) yang serokonversi keduanya lebih banyak terjadi pada pasien dengan frekuensi hemodialisis 2 kali perminggu (10/62.5%). Serokonversi HBV lebih banyak terjadi pada pasien dengan frekuensi hemodialisis antara 101-200 dan 201-300 kali (2/40%) dengan lama menjalani hemodialisis >24 bulan (2/40%), dan pada serokonversi HCV lebih banyak terjadi antara 201-300 kali (6/54.5%) dengan lama menjalani hemodialisis >30 bulan (5/45.5%).Simpulan Prevalensi Hepatitis pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali mencapai 5.47%yang terdiri dari Hepatitis B dan Hepatitis C dengan karakteristik pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, etiologi, faktor komorbid, frekuensi hemodialisis, dan lama menjalani hemodialisis.
Pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Dan Pandangannya Menurut Islam Putri, Geby Zalbila; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3943

Abstract

Pendahuluan: Hybrid learning merupakan sebuah pola pembelajaran kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Metode hybrid learning membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dengan jadwal yang padat dan aktivitas yang monoton sehingga hal ini dapat memunculkan kejenuhan pada diri mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dan pandangannya menurut Islam.Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square, Mann-Whitney dan Kolmogorov-Smirnov.Hasil: Pada penelitian ini terdapat 98 (54,4 %) mahasiswa yang mengalami kejenuhan tingkat sedang. Hasil analisa uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan p-value sebesar 0,011 yang berarti nilai tersebut < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan dan tidak terdapat pengaruh antara jenis kelamin dan usia dengan kejenuhan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan.
Penggunaan Obat Antidiabetik Sebagai Terapi Diabetes pada Pasien Geriatri di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang Tumeko, Eldita Luthfia; Dharma Permana; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3944

Abstract

Menurut data yang dipublikasikan oleh InternationalFederation (IDF) Atlas (2019), Indonesia berada di urutan ke tujuh diantara 10 negara dengan jumlah penderita diabetes dewasa terbanyak dunia. Pada tahun 2019 ini, jumlah penderita diabetes dewasa di Indonesia terhitung sebanyak 10,7 juta jiwa dan menjadikan Indonesia satu-satunya negara di asia tenggara dengan jumlah penderita terbanyak. Terdapat lima prinsip penatalaksanaan diabates melitus sesuai dengan Konsensus Pengelolaan DM di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah dengan perubahan pola hidup hingga intervensi menggunakan obat antidiabetik yang meliputi antidiabetik oral dan insulin. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat obat- obatan antidiabetes yang digunakan sebagai terapi pada pasien geriatri dengan diabetes di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, yaitu data rekam medis pasien diabetes berusia 65-75 tahun yang datang ke RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang. Total pasien untuk penelitian ini didapatkan sebanyak 105 pasien. Pada penelitian ini didapatkan terapi terbanyak dilakukan menggunakan terapi kombinasi dua obat, yaitu pada pasien diabetes tipe tidak spesifik (40,95%) dan pasien diabetes melitus tipe 2 (10,47%). Terapi kombinasi dua obat yang paling banyak digunakan merupakan kombinasi metformin dengan glimepiride. Jenis obat antidiabetes terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini adalah metformin sebesar 65 kali (32,17%), dilanjut oleh glimepiride (12,87 %), dan diikuti oleh oleh insulin novorapid flex (10,39%).
Penggunaan Obat Antihipertensi Sebagai Terapi Hipertensi pada Pasien Geriatri Rawat Jalan di Rsud Dr. Drajat Prawiranegara Serang dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Putri, Az-zuhra Irmi; Permana, Dharma; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.3945

Abstract

Penyebab morbiditas terbesar dan sering mempunyai sebutan pembunuh diam-diam di dunia merupakan hipertensi. Prevalensi hipertensi tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter munurut karakteristik usia didapatkan bahwa presentase prevalensi tertinggi terdapat di lanjut   usia . Jenis obat yang digunakan untuk terapi awal diantaranya: diuretik tiazid, penghambat ACE, ARBs, dan CCB. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat obat antihipertensi yang digunakan sebagai terapi pada pasien geriatri rawat jalan dengan hipertensi di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, yaitu data rekam medis pasien rawat jalan hipertensi berusia 65-75 tahun yang berkunjung ke rumah sakit tersebut. Total pasien didapatkan sebanyak 80 pasien. Didapatkan hasil pemberian obat secara monoterapi  paling banyak pada pasien hipertensi sistolik terisolasi (16%) dengan obat terbanyak Amlodipine (18,5%), kombinasi 2 obat paling banyak diberikan pada hipertensi sistolik terisolasi (9,9%) dengan kombinasi obat terbanyak digunakan candesartan dan bisoprolol (11,1%), kombinasi 3 obat paling banyak ditemukan pada hipertensi sistolik terisolasi (4,9%) dengan kombinasi obat terbesar candesartan, amlodipin, dan bisoprolol (11,1%), dan  kombinasi 4 obat juga paling banyak ditemukan pada hipertensi sistolik terisolasi (3,7%) dengan kombinasi obat terbanyak amlodipin, candesartan, bisoprolol, metildopa dan candesartan, bisoprolol, amlodipin, spironolactone dengan jumlah yang sama (2%). Jenis obat antihipertensi terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini adalah candesartan sebesar 48 kali (30,4%), dilanjut oleh amlodipine (26,6 %), dan diikuti oleh oleh bisoprolol (22,8%).
Pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning terhadap Pemahaman Materi Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan Menurut Pandangan Islam Regar, Maheswari Madina; Miranti Pusparini; Siti Nur Riani
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3949

Abstract

Pendahuluan: Hybrid learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka secara teratur dan efektif dengan pembelajaran berbasis teknologi komputer dan internet. Sistem pembelajaran ini diharapkan dapat mempermudah peserta didik dalam menjangkau kegiatan belajar mengajar di situasi pandemi covid-19, dengan mengetahui keterbatasan sistem pembelajaran dan kendala- kendala yang dihadapi. Penelitian ini akan mengkaji mengenai pengaruh model pembelajaran hybrid learning dengan pemahaman materi mahasiswa/i sebagai alternatif strategi pembelajaran di era pandemi bagi mahasiswa/i fakultas kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan pandangannya menurut Islam.Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan observasi analitik yang menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Cara penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden dan dikumpulkan melalui Google Form dan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui pengambilan data IPK. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil:  Pada penelitian ini terdapat 174 (96,7%) mahasiswa yang mengalami penurunan pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Hasil analisa dengan uji Wilcocon didapatkan Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran hybrid learning terhadap pemahaman materi mahasiswa/I fakultas kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021 dan terdapat perbedaan tingkat pemahaman materi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning terhadap pemahaman materi.