cover
Contact Name
Budi Hartoyo
Contact Email
budi-hartoyo@untagsmg.ac.id
Phone
+6285385059811
Journal Mail Official
agrifoodtech@untagsmg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Agrifoodtech
ISSN : 29637422     EISSN : 29637414     DOI : -
Jurnal Agrifoodtech is a peer-reviewed and open-access journal that aims to expose the scientific discoveries or innovations that focus on food and agricultural technology, i.e., food quality and safety, food biotechnology, food biochemistry, food processing technology and agricultural products, food nutrition and functional food, agroindustry management, and non-food agricultural product processing technology (essential oil, bio-energy, etc.). Focus and Scope: Food Quality and Safety Food Biotechnology Food Biochemistry Food and Agricultural Products Processing Technology Agro-industry Management Postharvest of Agricultural Products Food Nutrition and Functional Food Non-food Agricultural Product Processing Technology (bio-energy, essential oil, etc.)
Articles 91 Documents
TEKNOLOGI HIGH PRESSURE PROCESSING (HPP) TERHADAP KEAMANAN MIKROBIOLOGIS DAN KUALITAS PRODUK PANGAN BEKU (FROZEN FOOD) Stephen, Stephen Davtaniel Brenario; Tahara, Talitha Azmi; Boangmanalu, Tania Roitona; Safitri, Tyara Dewi
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/tpekfm13

Abstract

Frozen food merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari masyarakat modern karena daya simpan yang lama dan kemudahan dalam penyajian. Namun, proses pembekuan konvensional dengan suhu tinggi dapat menurunkan kandungan nutrisi dan kualitas sensorik produk. Oleh karena itu, teknologi non-termal seperti High Pressure Processing (HPP) menjadi solusi inovatif untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan sensorik makanan beku tanpa perlu pemanasan tinggi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi penerapan teknologi HPP pada Frozen food untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Metode kajian dilakukan melalui telaah pustaka dari berbagai penelitian terkini yang membahas prinsip kerja, efektivitas, serta dampak HPP terhadap karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPP mampu menonaktifkan mikroorganisme patogen dan pembusuk pada tekanan 200–600 MPa tanpa merusak komponen sensitif seperti vitamin, protein, dan pigmen alami. Namun, dampak HPP sangat bergantung pada karakteristik bahan pangan, seperti kadar air, jenis protein, dan kandungan lemak. Beberapa bahan seperti daging menunjukkan perubahan warna dan tekstur akibat denaturasi protein, sementara bahan rendah lemak lebih rentan terhadap oksidasi pigmen. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa HPP merupakan teknologi non-termal yang efektif dan fleksibel untuk aplikasi pada frozen food , dengan catatan perlunya penyesuaian parameter proses sesuai karakteristik produk untuk mengoptimalkan hasil akhir.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KEMASAN WEDANG UWUH SIAP SAJI MENGGUNAKAN METODE KONJOIN Fasya Aqila Abiyyanada; Puspitojati, Endah; Munambar, Siwitri
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/701xzs11

Abstract

Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri wedang uwuh di Imogiri mendorong UMKM Taruna Agro Nusantara untuk berinovasi melalui produk wedang uwuh siap saji dalam kemasan paper cup yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut kemasan wedang uwuh. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui diskusi dengan pemilik UMKM dan pakar desain untuk merumuskan atribut kemasan. Selanjutnya, pendekatan kuantitatif dilakukan melalui analisis konjoin untuk mengetahui kombinasi atribut yang paling disukai konsumen. Atribut kemasan yang dipilih yaitu slogan, warna, informasi produk, dan ukuran kemasan yang kemudian ditentukan level atributnya. Dari 9 level atribut menghasilkan 54 stimuli yang kemudian direduksi menjadi 9 stimuli menggunakan  orthogonal array. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa Persentase tingkat penerimaan responden terhadap stimuli tertinggi yaitu pada stimuli 4 sebesar 78%  kategori tinggi dengan kombinasi slogan “manfaat terasa, tradisi terjaga”, berwarna merah, menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta berukuran 240 ml. Nilai kepentingan tertinggi terdapat pada atribut ukuran dengan nilai 47,147. Nilai kegunaan tertinggi untuk atribut slogan adalah “kehangatan dalam tiap genggaman”, atribut warna terdapat pada warna merah, atribut informasi terdapat pada informasi yang menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, sedangkan nilai kegunaan tertinggi dalam atribut ukuran yaitu pada ukuran 240 ml. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk wedang uwuh siap saji yang lebih inovatif dan sesuai dengan selera pasar.
INOVASI RESEP KUE MALAKA BERBASIS ISIAN GULA NIPAH SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN TRADISIONAL Azis, Tengku Abdillah; Azzarah, Regita Asiah; Harahap, Muhammad Alfi; Gultom, Maria Joito; Harefa, Meilinda Suriani; Restu, Restu
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/6wx6yj06

Abstract

Kue Malaka merupakan salah satu kuliner tradisional khas wilayah pesisir Sumatera yang identik dengan cita rasa manis dan tekstur lembut. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi makanan tradisional seperti kue Malaka mulai terpinggirkan oleh kehadiran makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kue Malaka dengan isian gula nipah sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tahapan mencakup pengumpulan bahan, pengembangan resep, pembuatan produk, uji organoleptik oleh 20 panelis, serta analisis data secara deskriptif. Inovasi dilakukan dengan mengganti isian gula aren menjadi gula nipah dan menambahkan taburan parutan buah nipah. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kue Malaka dengan isian gula nipah diterima baik oleh panelis dari segi rasa, aroma, dan tekstur, serta memiliki potensi sebagai produk alternatif yang menarik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kuliner tradisional berbasis potensi lokal untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PERBANDINGAN KEUNGGULAN COKELAT HITAM DAN COKELAT PUTIH SEBAGAI BAHAN DASAR COKELAT BAR WEDANG UWUH Amanda, Annisya Rekha; Munambar, Siwitri; Nalinda, Rika
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/s0591v47

Abstract

Di era modern, eksistensi minuman tradisional mulai tergeser oleh minuman modern, termasuk wedang uwuh yang merupakan minuman khas Yogyakarta. Salah satu upaya pelestarian wedang uwuh adalah melalui inovasi dan difersifikasi produk, seperti pengembangan produk coklat bar dengan rasa wedang uwuh. Cokelat dipilih karena memiliki daya tarik tinggi di berbagai segmen pasar serta nilai komersial dan khasiat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis cokelat yang paling sesuai sebagai bahan dasar utama dalam pengembangan produk coklat bar wedang uwuh dengan membandingkan cokelat hitam dan cokelat putih berdasarkan atribut visual, khasiat, dan nilai komersial. Metode yang digunakan adalah Focus Grup Discussion (FGD) bersama perusahaan yang bergerak di bidang produksi wedang uwuh, dengan melibatkan 9 orang peserta. Hasil kajian menunjukan bahan dasar untuk produk cokelat bar wedang uwuh, cokelat hitam lebih unggul baik dari aspek visual, kandungan, dan nilai komersilnya. Secara visual, uji organoleptik seperti warna, bau, rasa masih lebih unggul cokelat hitam. Cokelat hitam kaya akan flavonoid, polifenol, teobromin, asam askorbat, zat besi, magnesium, dan serat sehingga lebih memberikan khasiat yang lebih baik untuk tubuh. Margin harga cokelat hitam lebih tinggi tetapi tidak signifikan bedanya dengan cokelat putih, sehingga penggunaan cokelat hitam sebagai bahan dasar produk cokelat bar wedang uwuh sangat direkomendasikan.  
MARKETING STRATEGY PLANNING FOR TAHU BAKSO IN MSMEs THROUGH THE MARKETING MIX FRAMEWORK AND TOPSIS Putri, Ade Aisyah Arifna; Purwaningsih, Ratna; Afifah
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/gy3spv72

Abstract

Micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) producing tahu bakso face intense market competition and need efficient marketing strategies to maintain competitiveness. This study aims at developing strategy by identifyng criteria and selecting the optimal strategies. The research adopts the 4P marketing mix framework-product, price, place, and promotion-combined with the TOPSIS (Teqnique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) method. Five main criteria were identified: product price, retail location, product promotion, customer service quality, and product development. The weighting results show that produc price and customer service quality are the most importan factors, each with a weigh of 0.208. TOPSIS analisys indicates that stategy A8 - improving employee performance through targeted training and development-achieves the highest preference value. Improving employee performance is a strategyc priority, as it directly enhances service quality, customes satisfaction, and overall marketing effectiveness.  
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PERMASALAHAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL  (STUDI KASUS : PASAR JANGLI, KOTA SEMARANG) Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sri Subekti; Nurtekto
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/9wb8y722

Abstract

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun sering menghadapi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah pasar jangli Kota   Semarang telah berjalan, dengan mengutamakan fokus pada partisipasi masyarakat dan pedagang,  ketersediaan  fasilitas,  serta dampak  lingkungan   yang  ditimbulkan.  Pendekatan  yang digunakan berupa  deskriptif  kualitatif,  dengan  data  dikumpulkan  melalui  observasi  serta   wawancara. Hasil   penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan pasar masih rendah, sebagian besar hanya mengandalkan petugas kebersihan. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai, ketiadaan sistem pemilahan, dan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pasar, aroma yang menyengat, kehadiran lalat, dan potensi penyebaran penyakit. Implikasi dari kajian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penguatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penegakan aturan, melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management).
EKSISTENSI SERTIFIKASI PRODUK PANGAN HALAL DALAM PERSPEKTIF IMPLEMENTASI SISTEM KEAMANAN TERPADU Hermanu, Bambang; Kartikawati, Diah; Hartoyo, Budi
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/1dkjr526

Abstract

Artikel ini menganalisis hubungan simbiotik antara sertifikasi produk pangan halal dan Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) di Indonesia. Dalam hal ini, meskipun memiliki fokus yang berbeda antara kehalalan dan keamanan pangan secara umum, namun keduanya pada dasarnya dapat saling melengkapi dan memperkuat dalam membangun kepercayaan konsumen. Keberadaan sertifikasi halal dengan persyaratannya yang ketat dapat meningkatkan aspek keamanan pangan dalam SKPT, sementara SKPT menyediakan kerangka kerja keamanan pangan yang menjadi prasyarat kehalalan. Dengan mengidentifikasi potensi sinergi antara kedua sistem, menyarankan harmonisasi standar, penguatan kerjasama antar lembaga, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptkan sistem pangan yang aman dan terpercayan bagi seluruh konsumen.
UJI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN TERI (Stolephorus sp) KOMERSIAL DI PASAR BOJA KABUPATEN KENDAL Ilminingtyas WH, Dyah Ilminingtyas WH; Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sandy, Addin Kurnia
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/ybwmfr41

Abstract

Formalin adalah zat kimia berbahaya yang sering digunakan secara ilegal untuk mengawetkan ikan dan mencegah pembusukan. Kehadiran formalin dalam makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji berapa banyak kadar air dan keberadaan formalin pada ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal. Bahan penelitian yang digunakan adalah ikan teri dengan  jenis ikan teri asin, ikan teri cop, dan ikan teri tawar. Analisis kadar air dilakukan dengan metode gravimetri, dan analisis kandungan formalin dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan tes kit formalin yang menghasilkan perubahan warna, sehingga dapat diketahui kandungan formalin apakah positif atau negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang diuji menunjukkan nilai rata-rata kadar air berkisar antara 19,031%-31,358%. sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ikan Teri Asin Kering (SNI 8273-2016) dengan kadar air maksimal 40%. Hasil uji formalin menunjukkan bahwa sampel ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal tidak mengandung formalin, karena tidak adanya perubahan warna setelah dilakukan pengujian menggunakan tes kit formalin yang mengindikasikan bahwa ikan teri yang dijual di Pasar Boja Kabupaten Kendal sangat aman untuk dikonsumsi.
Lingkungan Zero Waste Melalui Pengolahan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Briket Ni Komang Ayu Artiningsih, Ayu
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.199

Abstract

Lingkungan zero waste adalah lingkungan yang bebas dengan limbah disekitarnya, manakala kita membicarakan lingkungan nyaman, terbersit di benak kita adalah keadaan yang bersih tanpa banyak kotoran yang ada disekitarnya. Lingkungan saat ini banyak sekali kendala yang dihadapi, salah satunya adalah sampah yang menumpuk dan menjadi masalah berkepanjangan. Untuk menjadi lingkungan yang bersih maka kita harus ada keperdulian kita, salah satu cara dengan mengolah limbah menjadi bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan janjang kosong dijadikan briket, sehingga lingkungan menjadi zero waste, mengetahui kualitas briket yang dibuat dari limbah janjang kosong.Metode eksperimental, yang dipakai dalam pembuatan briket adalah dengan cara penepungan kemudian mencampur dengan lem dan dilakukan pengovenan, selanjutnya untuk mengetahui kualitas briket yang dibuat dari limbah janjang kosong denagn cara uji analisis briket yang meliputi kadar air, kadar abu, lama nyala dan kekuatn tekan. Berdasarkan dari modifikasi metode penambahan janjang kosong yang berbeda beda. Proses awal sampel pertama dari pembuatan briket adalah melakukan penimbangan bahan baku yaitu janjang kosong, dengan diameter prallon 2 inchi, dibutuhkan janjang kosong sebanyak 30, 40, 50, 60, 70 gr dan lem sebanyak 15 gr, dalam pencampurannya tidak menggunakan air. Setelah semua bahan sudah siap, kemudian dilakukan pengadukan secara rata, dan pengovenan pada suhu 60˚C, selama 6 Jam. Test uji yang dilaksanakan adalah kuat tekan 3.035 cm, lama nyala 2.8 menit, kadar air rata-rata 8.43 %, kadar abu rata-rata 24.2 %. Kesimpulan pada penelitian ini adalah test uji pada kadar abu terlalu tinggi sehingga perlu inovasi dalam pengeringan bahan baku.
Identifikasi Jenis Mikroorganisme Patogen Dan Pertumbuhan Mikroorganisme Pada Produk Daging Sapi Segar Selama Masa Penjualan Di Pasar Tradisional Nurtekto
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.223

Abstract

Daging merupakan salah satu produk makanan yang bernilai gizi tinggi. Umumnya daging segar juga mudah rusak seiring dengan berjalannya waktu berjualan para perdagang. Tujuannya untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang tumbuh pada daging dan juga laju dari pertumbuhan mikroorganisme tersebut pada daging. Metoda Analisa yang digunakan adalah jenis Identifikasi Mikroorganisme dan juga laju pertumbuhan mikrobia pathogen. Serta Analisa statistika menggunakan geometric mean. Berdasarkan hasil uji identifikasi mikrobia pathogen maka di dapatkan 2 jenis bakteri yaitu Bacillus. Sp dan Staphylococcus sp. Dimana morfologi bacillus dalam media selektif. Hal ini terlihat dari bentuk koloni yang besar-besar, koloninya menyebar atau dalam bentuk rantai, serta terbentuknya hemolisis pada beberapa spesies bacillus dalam media Blood Agar Plate. Sedangkan Staphylococcus sp di tandai dengan terbentuknya warna reddish-purple pada media tersebut yang menunjukkan karakteristik dari warna staphylococcus. Jadi dapat disimpulkan bahwa Bacillus sp dan Staphylococcus sp umumnya hidup pada daging segar yang berada di suhu ruang. Sebaiknya daging segar disimpan pada suhu freezer agar tidak mudah rusak oleh bakteri patogen.

Page 6 of 10 | Total Record : 91