Background: Infancy is a crucial period in the human life cycle, characterized by rapid physical, cognitive, and emotional growth and development. An infant's quality of life serves as a key indicator for assessing a child's health and well-being from an early stage. Monitoring this quality of life is still largely done manually for instance, through entries in Maternal and Child Health (MCH) booklets or based on parental recall. These methods often present challenges, such as incomplete data and delays in detecting health issues. Purpose: To enhance the knowledge and skills of healthcare workers, health volunteers, and parents regarding the use of digital technology to monitor child growth and development. Method: This initiative involved interactive education and training conducted on May 18, 2026, at the Vivin Zahlia Independent Midwifery Practice (TPMB) in Barombong District, Gowa Regency, South Sulawesi. The activity aimed to teach pregnant women, breastfeeding mothers, parents of infants (aged 0–24 months), Posyandu volunteers, and supporting healthcare workers how to identify infant growth and development milestones using a digital application. Participants included 25 parents of infants, 4 Posyandu volunteers, and 1 midwife. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, with questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. The evaluation results were analyzed descriptively to assess the success of the education and training on using the mobile application for monitoring child growth and development. Results: The activity demonstrated an increase in participants' knowledge regarding the importance of monitoring infant quality of life and improved their ability to use the mobile application for tracking infant health. Most participants were able to accurately input data, interpret infant growth charts, understand age-appropriate developmental indicators, and utilize reminder features for immunizations and health check-ups. Participants also reported that the application was user-friendly and practical, facilitating a more systematic approach to recording infant health data compared to manual methods. Conclusion: This activity positively impacted public health digital literacy and strengthened collaboration among health workers, community health volunteers, and families in ensuring continuous infant health monitoring. The mobile application made the monitoring process faster, more accurate, and better documented; it also supports the early detection of growth and developmental issues, enabling timely interventions. Suggestion: It is recommended that community health volunteers or health facilitators conduct periodic educational activities so that the use of the mobile application for monitoring child growth and development can benefit a wider segment of the community. Keywords: Health education; Infant health monitoring; Infant growth and development; Mobile application dissemination Pendahuluan: Masa bayi merupakan periode yang sangat penting dalam siklus kehidupan manusia karena pada fase ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Kualitas hidup bayi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan dan kesejahteraan anak sejak dini. Pemantauan kualitas hidup bayi masih banyak dilakukan secara manual, seperti melalui pencatatan di buku kesehatan ibu dan anak (KIA) atau berdasarkan ingatan orang tua. Cara ini sering kali menimbulkan kendala, seperti data yang tidak lengkap, keterlambatan dalam mendeteksi gangguan kesehatan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta orang tua dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemantauan tumbuh kembang anak. Metode: Kegiatan ini merupakan edukasi interaktif dengan intervensi pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2026 di TPMB Vivin Zahlia, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan cara mengidentifikasi tumbuh kembang bayi melalui aplikasi digital pada ibu hamil, ibu menyusui, orang tua bayi (0–24 bulan) dan kader Posyandu atau tenaga kesehatan pendamping. Peserta kegiatan terdiri dari 25 orang tua bayi, 4 orang kader Posyandu, dan 1 orang Bidan. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi dan pelatihan penggunaan aplikasi mobile dalam memantau tumbuh kembang anak. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya monitoring kualitas hidup bayi dan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi mobile sebagai media pemantauan kesehatan bayi. Sebagian besar peserta mampu melakukan input data dengan benar, membaca grafik pertumbuhan bayi, memahami indikator perkembangan sesuai usia, serta memanfaatkan fitur pengingat untuk imunisasi dan kunjungan kesehatan. Peserta juga menyatakan bahwa aplikasi mudah digunakan, praktis, serta membantu proses pencatatan kesehatan bayi secara lebih sistematis dibandingkan pencatatan manual. Simpulan: Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital kesehatan masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga dalam melakukan pemantauan kesehatan bayi secara berkesinambungan. Dengan adanya aplikasi mobile, proses monitoring menjadi lebih cepat, akurat, terdokumentasi dengan baik, serta dapat mendukung deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu. Saran: Diharapkan kepada kader atau tenaga pendamping kesehatan untuk memberikan kegiatan edukasi secara berkala, sehingga penggunaan aplikasi mobile untuk monitoring tumbuh kembang anak dapat bermanfaat pada masyarakat yang lebih luas.