cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
abdimasperkhasa@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
abdimasperkhasa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pertamina Sengkuang KM. 4,KotakPos 126 Telp. (0565) 2025366,Sintang Kalimantan Barat.
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29631661     DOI : https://doi.org/10.31932/jppm.v1i2
Core Subject : Education,
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. JPPM terbit dua kali dalam setahun, yaitu April dan November.
Articles 65 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN ADAPTASI TEKNOLOGI SISWA KELAS 5 SDN 03 MENSIKU MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR Destauri, Rintan; Zasmani, Zasmani; Pelipa, Emilia Dewiwati
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.3218

Abstract

Kampus mengajar merupakan salah satu program merdeka belajar kampus merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan merasakan lingkungan disekolah penugasan selama satu semester. Dalam program ini salah satu tim bertugas di SDN 03 Mensiku yang bertempat di desa Mensiku Kecamatan Binjai hulu Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Rumusan masalah antara lain untuk mengetahui hasil dari program kerja bimbingan simulasi ANBK dan pelatihan menggunakan teknologi, Tugas utama program kampus mengajar ini adalah membantu para guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. banyak sekali program yang dirancang seperti pembelajaran literasi dan numerasi,adaptasi teknologi, administrasi sekolah dan SDGs,  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti bertindak sebagai observer. Hasil penelitian menunjukan bahwa para siswa jadi lebih mengetahui pemanfaatan  teknologi program kampus mengajar ini diharapkan memiliki manfaat baik bagi mahasiswa, para guru, siswa, orang tua serta dosen pembimbing lapangan.
ENGLISH CLUB FOR YOUTH: WADAH KREATIF PEMUDA PERBATASAN DALAM MENGUASAI BAHASA INGGRIS Tuti, Tuti; Sijono, Sijono; Ilinawati, Ilinawati
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.4864

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial bagi pemuda di daerah perbatasan guna meningkatkan peluang akademik dan profesional mereka. Kegiatan English Club for Youth ini bertujuan untuk menganalisis peran English Club sebagai wadah kreatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pemuda di wilayah perbatasan. Salah satu langkah utama dalam program ini adalah meningkatkan akses terhadap sumber daya pembelajaran dengan mengidentifikasi kebutuhan materi, mengumpulkan bahan ajar melalui donasi atau kerja sama, serta mendistribusikan materi dalam bentuk cetak dan digital. Selain itu, program ini mengembangkan akses e-learning agar peserta dapat belajar secara fleksibel. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas penggunaan sumber daya yang telah disediakan. Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah terbentuknya Komunitas Belajar Bahasa Inggris. Komunitas tersebut berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung bagi peserta untuk berlatih bahasa Inggris secara aktif. Selain itu, kegiatan ini telah berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris, kepercayaan diri, serta motivasi belajar para peserta. Program ini tidak hanya menyediakan akses pembelajaran yang lebih baik melalui materi dan sesi interaktif, tetapi juga membentuk komunitas belajar yang aktif dan berkelanjutan.Program ini merekomendasikan pengembangan program yang lebih terstruktur dan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk mendukung keberlanjutan English Club di komunitas perbatasan.Kata kunci: English Club, pemuda perbatasan, pembelajaran bahasa Inggris, kreativitas, komunitas belajar 
PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN MATERI LIMBAH MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DASAR SISWA NANGA UBAT Gracella, Elsi; Wedyawati, Nelly
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.2614

Abstract

The use of modules in education for children in remote areas has many benefits, especially for increasing literacy skills. Literacy ability refers to a person's ability to read, understand, interpret, evaluate, and use written information in various contexts. Literacy includes not only the ability to read and write, but also an in-depth understanding of texts, critical thinking skills, and effective communication skills. The purpose of this research is to improve students' literacy skills, especially reading and writing skills, by using learning modules. In carrying out research researchers used a qualitative approach. Results student changes were so clear that there were some students who experienced rapid increases and there were students whose changes were only slight.
PROGRAM PENDAMPINGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SEKOLAH DASAR Kurniati, Agusta; Oktaviani, Ursula Dwi; Serani, Gabriel
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.4734

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk memperbaiki proses pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada sekolah perintis kurikulum merdeka, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan konsep yang sebenarnya. Pendampingan projek penguatan profil pelajar Pancasila pada sekolah tingkat dasar merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan implementasi kurikulum merdeka. P5 berfokus pada pendekatan Projek, yakni kegiatan kokurikuler yang berbasis Projek dan bersifat interaktif. Peserta didik akan belajar dalam situasi non-formal, dengan struktur belajar yang fleksibel dan relevan dengan lingkungan sekitar. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sangat fleksibel dan terbuka. Guru memiliki keleluasaan untuk mengembangkan tema Projek yang sesuai dengan kebutuhan, tahapan perkembangan, dan karakteristik peserta didik. Tema-tema yang dapat diangkat sangat beragam dan luas, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menggali dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan Projek yang fleksibel dan bersifat non-formal, P5 memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang secara holistik, membentuk karakter Pancasilais yang mumpuni dan siap menghadapi tantangan masa depan.
PELATIHAN KEBUN GIZI DI DUSUN TANJUNG KERAMAT DESA NANGA TEMPUNAK KECAMATAN TEMPUNAK Rosari, Peronika Elia; Wibowo, Dwi Cahyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.2598

Abstract

Salah satu Dusun sasaran bimbingan Pelatihan Kebun Gizi adalah Dusun Tanjung Keramat dengan jumlah KK 57 KK dengan jumlah jiwa laki-laki 35 orang, perempuan 84 orang, balita dengan jumlah laki-laki 14 orang dan jumlah perempuan 15 orang. Dalam kegiatan pelaksanaan Pelatihan Kebun Gizi ini kerja sama antar masyarakat sangat bagus sekali sehingga semua rencana kegiatan Pelatihan Kebun Gizi berjalan dengan lancar. Kerja sama antar masyarakat sangat diperlukan agar tercapai tujuan yang maksimal. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kebun Gizi ini adalah untuk memberikan pemahaman  pentingnya  gizi  untuk  anggota  keluarga,  terutama  untuk  ibu-ibu hami, balita serta dapat terpenuhi kebutuhan  gizi  bagi anggota keluarga lainya dengan memanfaatkan lahan pekarangan di halaman depan rumah. Maka Pelatihan Kebun Gizi mempunyai tiga kelompok sasaran, yaitu: Ibu Hamil, Bayi atau Balita dan Masyarakat bersama pemerintah daerah. Adanya kerja sama yang baik juga dengan pihak dusun sehingga semua rencana-rencana program kerja kami berjalan dengan baik. Sifat keterbukaan dan ramah perangkat desa merupakan hal yang sangat kami sukai. Pihak desa yang selalu siap membantu apapun kebutuhan-kebutuhan terkait program Pelatihan Kebun Gizi kami. Sifat kekeluargaan yang sangat begitu berasa, kami mengganggap mereka sebagai keluarga sendiri dan mereka pun demikian.
PELATIHAN PEMBUATAN (POC) DARI LIMBAH BUAH BELIMBING DI MTsN 1 KOTA PALANGKA RAYA Andinie, Jenie
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5567

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah buah belimbing dilaksanakan di MTsN 1 Kota Palangka Raya sebagai upaya mengatasi permasalahan limbah buah yang belum dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang ramah lingkungan. Pelatihan dilakukan melalui tahapan penyuluhan, praktik, dan pengaplikasian hasil. Peserta didik secara aktif mengikuti proses pembuatan POC, mulai dari pencucian bahan, pencacahan bahan, pencampuran dengan EM4 dan air gula, fermentasi, hingga penyaringan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta didik mampu menghasilkan POC yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman di kebun sekolah. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan sikap peduli lingkungan pada peserta didik, yang sejalan dengan tujuan program sekolah adiwiyata.Kata Kunci: Pupuk organik cair, Limbah belimbing, Pelatihan, Peserta didik, Peduli lingkungan.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAJAR ABAD 21 Fransiska, Fransiska; Adpriyadi, Adpriyadi; Eka Tuah, Yayan Adrianova
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5621

Abstract

Menjadi seorang guru TK harus berasal dari latarbelakang pendidikan yang sesuai akan tetapi pada kenyataannya masih terdapat guru TK dengan latar belakang pendidikan yang berbeda bahkan ada yang berasal dari lulusan SMA oleh karena itu tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru TK agar menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka serta berhubungan dengan keterampilan mengajar di abad 21. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan. Pelatihan dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim pengabdian dan guru-guru TK Rajawali Sintang. Dalam pelaksanaannya, program ini melalui 3 tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para guru terlihat antusias selama kegiatan pelatihan dan mereka memperoleh pengetahuan tentang pendidikan anak usia dini, pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka serta menerapkan 4C ketrampilan dalam praktek mengajar yaitu meliputi critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), dan collaboration (kolaborasi).Kata Kunci: Kompetensi Guru, Taman Kanak-Kanak, Keterampilan Mengajar, Abad 21.
PEMANFATAAN SAMPAH PLASTIK KANTIN SEKOLAH MENJADI KERAJINAN TANGAN KEYCHAIN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SILAT HILIR Seran, Eliana Yunitha; Awang, Imanuel Sairo; Gandasari, Adriana; Aristo, Thomas Joni Verawanto
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5700

Abstract

AbstractThis community service activity aims to utilize plastic waste from school canteens as the primary material for creating handcrafted keychains by elementary school students in Silat Hilir District. Plastic waste is one of the most commonly produced and non-biodegradable types of waste; therefore, creative efforts are needed to reduce its negative impact on the environment. This activity was designed as both an environmental education program and a skills-training initiative for students through a simple recycling process. The method used involved practical (hands-on) activities and demonstrations, in which students directly participated in collecting plastic waste, cleaning, cutting, designing, and assembling the keychains. This community service program was carried out at SD Negeri 1 Silat Hilir and SD Negeri 2 Silat Hilir with a total of 48 fifth-grade students. The results showed that students were able to produce various attractive and usable keychain designs. Additionally, the activity had positive impacts, including increased creativity, environmental awareness, and the ability to work collaboratively in groups. Thus, the utilization of school canteen plastic waste into handcrafted keychains not only contributes to waste reduction but also plays a role in developing the character and skills of elementary school students.Keywords : plastic waste, handicrafts, keychain, recycling, elementary school students Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah plastik yang berasal dari kantin sekolah sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan tangan berupa keychain (gantungan kunci) oleh siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Silat Hilir. Sampah plastik merupakan salah satu jenis limbah yang paling banyak dihasilkan dan sulit terurai, sehingga diperlukan upaya kreatif untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi lingkungan sekaligus pelatihan keterampilan bagi siswa melalui proses daur ulang sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktikum (praktik langsung) dan demonstrasi, di mana siswa dilibatkan langsung dalam pengumpulan sampah plastik, proses pembersihan, pemotongan, pembentukan desain, hingga perakitan keychain. Kegiatan PK ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Silat Hilir dan SD Negeri 2 Silat Hilir pada siswa kelas V dengan jumlah siswa 48 orang siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan berbagai bentuk keychain yang menarik dan layak digunakan. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kreativitas, kesadaran lingkungan, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, pemanfaatan sampah plastik kantin sekolah menjadi kerajinan tangan keychain tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah, tetapi juga berperan dalam pengembangan karakter dan keterampilan siswa sekolah dasar.Kata Kunci : sampah plastik, kerajinan tangan, keychain, daur ulang, siswa sekolah dasar
ZERO WASTE SCHOOL: EDUKASI SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PELATIHAN LIMBAH DAN KOMPOSTING ANAEROB DENGAN METODE EM4 DAN MOL Ege, Benediktus
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5737

Abstract

Permasalahan sampah di sekolah masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kebersihan, kesehatan, dan kualitas lingkungan belajar. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini. Konsep Zero Waste School merupakan pendekatan untuk menciptakan sekolah ramah lingkungan melalui prinsip reduce, reuse, recycle (3R), salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi kompos. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk: (1) memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah menuju sekolah tanpa sampah, (2) melatih siswa dan guru dalam pembuatan kompos dengan metode anaerob menggunakan EM4 dan MOL, (3) mengurangi volume sampah organik di sekolah, serta (4) membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup: sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan kompos, pendampingan dan monitoring keberlanjutan, serta integrasi kegiatan dengan pembelajaran IPA/prakarya. Luaran yang diharapkan adalah terciptanya sekolah ramah lingkungan dengan sistem pengelolaan sampah mandiri, tersedianya modul panduan pembuatan kompos, pemanfaatan hasil kompos untuk penghijauan sekolah serta publikasi dalam bentuk artikel pengabdian. Kegiatan ini diikuti oleh ….. peserta yang terdiri dari Guru dan Siswa yang diwakili oleh perwakilan OSIS. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan sekolah sebagai role model Zero Waste School yang bersih, sehat, produktif, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
PELATIHAN BERMAIN MUSIK ANGKLUNG UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN MUSIKAL ANAK USIA DINI DI PAUD ST. ANTONIUS DARI PADUA SINTANG Mulyadi, Yohanes Berkhmas; Suryameng, Suryameng; Lorentina, Lorentina; Somalinggi, Agata Meli; Yolanda, Fransiska; Priskyilla, Priskyilla
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i2.5746

Abstract

Every child has artistic potential within him. Art is also one aspect of a child's growth and development. Playing angklung music is an art as well as a world heritage that needs to be developed and trained from an early age so that children have a sense of art within themselves as well as to train concentration, patience, dan calm. This community service activity stems from the problem that children of PAUD St. Antonius from Padua sometimes play angklung musical instruments as they please, lack concentration and do not follow the instructions of the teacher. The purpose of community service is that children can learn how to play angklung music well and correctly, increase children's musical intelligence, train concentration, patience and calm as the benefits of playing angklung music. The method used is training and demonstration. The results of community service are that children can play angklung musical instruments happily and happily, musical intelligence begins to appear, children begin to concentrate and patiently follow the coach's instructions