cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
abdimasperkhasa@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
abdimasperkhasa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pertamina Sengkuang KM. 4,KotakPos 126 Telp. (0565) 2025366,Sintang Kalimantan Barat.
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29631661     DOI : https://doi.org/10.31932/jppm.v1i2
Core Subject : Education,
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. JPPM terbit dua kali dalam setahun, yaitu April dan November.
Articles 60 Documents
PEMBENTUKAN FORUM ANAK DESA SINAR HARAPAN KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG Fiony, Fiony; Wedyawati, Nelly; Aristo, Thomas Joni Verawanto
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i2.2596

Abstract

Salah satu indikator untuk menuju Desa Layak Anak adalah adanya organisasi anak. Salah satu organisasi anak yang dapat dibentuk adalah forum anak. Forum Anak merupakan media atau wadah untuk memenuhi hak partisipasi anak, hal tersebut yang ditegaskan secara khusus dalam UUPA No 35 tahun 2014 pasal 10. “Setiap anak berhak untuk menyatakan pendapatnya, menerima dan mencari  dan memberikan informasi sesuai tingkat kecerdasan  dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai kesusilaan dan kepatuhan”. Forum Anak di Desa Sinar Harapan Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang di bentuk untuk mendukung komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan atas pemenuhan hak dan perlindungan seluruh anak Indonesia. Melalui forum anak desa maka desa tersebut dapat menuju desa layak anak, setelah itu menuju kecamatan layak anak, kemudian menuju kota/kabupaten layak anak, hingga bisa menuju Indonesia layak anak. Sebelum forum anak dibentuk, ada peningkatan kapasitas calon pengurus/anggota forum anak terlebih dahulu yaitu melalui kegiatan Life Skill.
PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN DARI POTENSI LOKAL DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN Julung, Hendrikus; Ege, Benediktus; Bustami, Yakobus
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i1.3427

Abstract

Abstrak:Melimpahnya sumber daya alam sebagai potensi lokal berupa limbah rumah tangga, limbah pertanian dan tumbuhan yang dapat dijadikan bahan pembuatan pakan ikan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut belum dikelola dengan baik karena masyarakat kurang mengetahui nilai manfaatnya serta kurangan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha perikanan dan pembuatan pakan alternatif dari bahan baku lokal, padahal peluang usahanya menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat. Tujuan PKM ini adalah memberikan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat tentang sumber daya lokal yang dapat dikelola menjadi pakan alternatif bagi ikan. Metode PKM yang digunakan berupa penyuluhan dan pelatihan. Hasil PKM ini bahan alternatif pembuatan pakan dari limbah rumah tangga seperti; air cucian beras, limbah sayuran, limbah buah-buahan dan dari limbah ertanian berupa dedak halus dari sekam serta limbah industri dan pasar seperti kepala ikan teri dan ampas tahu. Tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan campuran bahan pakan seperti; Umbi-umbian, rebung, bongol pisang, kelor, kelapa, eceng gondok.  Kata Kunci: Pakan Alternatif, Potensi Lokal, Perikanan.
IMPLEMENTASI POJOK BACA OLEH MAHASISWA KM5 UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Safira, Bella Indah; Wibowo, Dwi Cahyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i2.2617

Abstract

Program kampus mengajar merupakan salah satu program pemerintah untuk mewujudkan kegiatan MBKM  (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka). Program ini diperuntukan mahasiswa dari seluruh program studi di  perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan dasar terutama di daerah 3T. Adapun  kegiatan kampus mengajar ini meliputi: kegiatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi  sekolah. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah melihat perkembangan  keterampilan literasi numerasi siswa SD Negeri 02 Jantaan di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Landak yang terdapat  hambatan dan tantangan tersendiri dalam proses meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi. Metode  penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti bertindak sebagai observer. Hasil  penelitian menunjukan bahwa siswa SD Negeri 02 Jantan sangat tertarik dengan pojok baca yang dibuat untuk mempermudah siswa untuk membaca buku. Pojok baca dapat digunakan kapan saja terkhususnya pada wajib membaca 10 menit sebelum pelajaran dimulai hal ini dilakukan agar literasi dan numerasi siswa meningkat dengan  efektif sehingga perkembangan keterampilan dan numerasi dapat terlihat melalui peningkatan pada  siswa belum  fasih membaca dan semakin baik pada kelompok siswa yang sudah fasih membaca.
PERAN MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA, MENULIS DAN BERHITUNG SISWA Selviyanti, Selviyanti; Rusdi, Rusdi; Wibowo, Dwi Cahyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i1.2618

Abstract

Ruang lingkup kegiatan Kampus Mengajar mencakup pembelajaran di semua mata pelajaran yang berfokus literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan bantuan administrasi manajerial sekolah. Program Kampus Mengajar diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan karakter serta menambah pengalaman mengajar dan berkolaborasi dengan guru di Sekolah Dasar untuk menyelenggarakan pembelajaranMetode pelaksanaan menggunakan metode pokok. Program pokok ditentukan oleh kesepakatan antara mahasiswa, guru pamong, kepala sekolah, dan dosen pembimbing lapangan. Hasil koordinasi bersama, tujuh program antara lain: Madding sekolah, pojok baca, pohon literasi, poster numerasi, membaca sepuluh menit, bimbingan belajar, dan tameng literasi dan numerasi. Subjek penelitian ini adalah SDN 02 Jantaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Melalui program Kampus Mengajar, mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam membantu kegiatan mengajar, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi. Selain membantu kegiatan mengajar, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi kami juga membantu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa dengan membuat 7 program kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa.Program Kampus Mengajar merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang mengajak mahasiswa di Indonesia untuk menjadi guru dan mengajar siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah 3T yakni terdepan, tertinggal dan terluar. 
PEMBUATAN MEDIA PENGECAP DAUN PADA KERTAS TK B SANTA MARIA Sudarto, Sudarto; Fransiska, Fransiska; Sarayati, Sarayati
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i2.3015

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman melalui aktivitas pembuatan media pengecap daun pada siswa/siswi TK Santa Maria DAK Jaya dalam pengenalan media daun sebagai media pembelajaran. Kegiatan Pembuatan media ini dilakukan di taman kanak-kanak karena kegiatan ini akan menuju pada praktek secara langsung tentang aktivitas pembuatan media ini dapat meransang aspek perkembangan anak yaitu aspek kognitif, motorik halus, dan sosial emosional. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan. Pelatihan dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim pengabdian, siswa/siswi, dan guru TK Santa Maria Dak Jaya Kecamatan Binjai Hulu. Dalam pelaksanaannya, program ini melalui 3 tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para siswa terlihat antusias dapat melaksanakan kegiatan pembuatan media dan mereka dapat melakukan semua tahapan kegiatan dengan baik mulai dari pengenalan tentang daun, pengenalan warna, serta cara membuat media pengecap,  kegiatan mencuci tangan serta evaluasi dari kegiatan membuat media.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BERBAHAN BEKAS BAGI GURU TK LABORATORIUM PERSADA KHATULISTIWA Mulyadi, Yohanes Berkhmas; Suryameng, Suryameng; Adpriyadi, Adpriyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i1.3420

Abstract

Hakekat dasar anak usia dini adalah bermain. Belajar sambil bermain adalah salah satu karakteristik anak usia dini. Kegiatan bermain memiliki unsur edukasi yang disebut dengan permainan edukatif. Pembelajaran lebih menarik, anak tidak jenuh dan bosan apabila guru menggunakan media alat permainan edukatif. Salah satu  media yang digunakan guru TK untuk dijadikan alat permainan edukatif adalah bahan bekas seperti kardus. Kardus bisa dibuat menjadi kincir angin.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertolak dari permasalahan bahwa guru TK Laboratorium Persada Khatulistiwa belum pernah membuat kincir angin sebagai alat permainan edukatif dari bahan bekas kardus.Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah guru TK Laboratorium Persada Khatulistiwa,dapat mengetahui cara membuat kincir angin sebagai alat permainan edukatif berbahan bekas kardus. Selain itu dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik anak TK Laboratorium Persada Khatulistiwa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi dengan bentuk pelatihan. Hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu guru mengetahui manfaat, proses dan cara membuat alat permainan edukatif dari bahan bekas kardus.Kata kunci : Media Alat permainan edukatif, Bahan bekas
PEMBUATAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SAPE DI DESA DEDAI KANAN KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT Rusdi, Rusdi; Wibowo, Dwi Cahyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i2.2668

Abstract

This Pkm activity has the aim of providing a solution to lovers of traditional sape musical instruments, namely by making traditional Dayak musical instruments where the Sape musical instrument is an original Indonesian art product. This PkM activity also aims to foster the creativity of youth and traditional music lovers, as well as to maintain the artistic values of music in today's society. It is hoped that this product can foster enthusiasm for youth and village youth and the community to love the traditional values possessed by the Dayak tribe and to be able to innovate and be entrepreneurial in the products they produce. the implementation we started with the planning of product manufacture, namely the collection of materials. Then we made observations of market conditions and needs.Then make a prototype first and do a feasibility test on the product. After the product was deemed suitable, we produced it and studied the sape making process. After the product is finished, then do the finishing to beautify the product. The next stage describes the process of selecting wood raw materials, both selecting the shape of the sape and the shape you want to make. The three finishing considerations are made for selecting the concept and theme to match what you want to create.Keywords: Sape Traditional Musical Instruments, Sape Making Process
MEMBANGUN KOMPETENSI GURU DALAM MEMANFAATKAN BAHAN DAUR ULANG SEBAGAI ALAT PERAGA MATEMATIKA YANG EFEKTIF Rismawati, Melinda; Sopia, Nurapni; Setiawan, Beni; Anggi, Grecia; Mambang, Juil
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i2.4068

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan bahan daur ulang sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika, terutama di sekolah-sekolah dengan keterbatasan anggaran. Pelatihan intensif diberikan kepada guru untuk merancang, membuat, dan mengaplikasikan alat peraga berbahan daur ulang yang dapat membantu visualisasi konsep-konsep matematika. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan guru sebesar 85% dalam penggunaan bahan daur ulang. Penerapan alat peraga di kelas terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, dengan 82% siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, efektivitas alat peraga dapat dilihat dari peningkatan nilai tes prestasi siswa dari 65% menjadi 82%. Alat peraga berbahan daur ulang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga memberikan solusi efisien dan ramah lingkungan dalam pembelajaran matematika. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan bahan daur ulang yang kreatif dan inovatif.Kata Kunci: alat peraga, bahan daur ulang, pembelajaran matematika
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: MEMENUHI KEBUTUHAN UNIK SETIAP SISWA DI DESA PERUAN DALAM KABUPATEN SANGGAU Andri, Andri; Sirhi, Sirilius; Wibowo, Dwi Cahyadi
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i2.4067

Abstract

Penelitian ini fokus pada dampak pembelajaran berdiferensiasi dan penggunaan barang bekas sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi guru dan keterlibatan siswa di Desa Peruan Dalam. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, serta menilai efektivitas penggunaan media barang bekas dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan penilaian sebelum dan sesudah pelatihan, observasi, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk merancang dan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi, dengan peningkatan sebesar 40% dalam kompetensi mereka. Selain itu, penggunaan barang bekas sebagai media pembelajaran menyebabkan peningkatan partisipasi dan kepuasan siswa sebesar 30%. Temuan ini menyoroti efektivitas baik dari pembelajaran berdiferensiasi maupun media kreatif dan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menarik. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru dan integrasi material ramah lingkungan dalam pengajaran di kelas.
LANGUAGE AND CULTURE IMMERSION: MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS DAN PEMAHAMAN BUDAYA DI PERBATASAN Dharma, Yokie; Elisa, Henry; Meo, Ferdinanda Itu
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i2.4175

Abstract

Community Service Activities by the English Language Education Lecturer Team of STKIP Persada Khatulistiwa Sintang at PKBM Dorit Tunggal, Sebuduh Village, Kembayan District, Sanggau Regency, aim to improve English language skills based on culture. This program involves 25 participants consisting of students and PKBM tutors through interactive approaches such as presentations, discussions, and practices. The first material discusses the integration of local cultural elements—such as folklore, dances, and traditional songs—in English language learning, in order to introduce Indonesian cultural identity to the world. The second material teaches daily conversations based on relevant local contexts, helping participants practice using English in real life. The results of the activity show that this culture-based approach increases participants' motivation, confidence, and understanding of English while strengthening their appreciation of local culture. Active discussions and independent practice help participants develop language skills with more confidence. This program also promotes local culture to the global level, creating synergy between the academic world and society. Through collaboration between lecturers, students, and the community, this activity not only provides short-term benefits but also builds a foundation for ongoing learning and broader cultural promotion. This approach is expected to become a model for community empowerment in other areas.