cover
Contact Name
Yuli Hartat
Contact Email
jurnalpustakapadi@gmail.com
Phone
+6285264454350
Journal Mail Official
jurnalpustakapadi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batu Kasek Blok E 11 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi
Published by Pustaka Galeri Mandiri
ISSN : -     EISSN : 28301889     DOI : https://doi.org/10.55382/jurnalpustakapadi
Jurnal Pustaka Padi adalah sebuah jurnal Double blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang ilmu Pangan dan Gizi. Semua publikasi di Jurnal Pustaka Padi bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun.
Articles 50 Documents
Gambaran Konsumsi Buah dan Sayur serta Aktivitas Fisik pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu Haryani, Yustika; Yati, Jumi; Wahyudi, Anang
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i3.658

Abstract

Indonesia termasuk negara yang memasuki era dengan penduduk yang mayoritas lansia karena mengalami peningkatan sebesar 48,2 juta jiwa (15,77%) pada tahun 2035. Kota Bengkulu merupakan termasuk kota di Indonesia dengan jumlah penduduk lansia 162.000 jiwa. Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu merupakan tempat tinggal panti jompo, sehingga mengingat tempat tinggal sangat mempengaruhi kesehatan lansia. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang konsumsi sayur, buah dan aktivitas fisik pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu tahun 2022. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022 di Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu. Populasi dalam penelitian adlah lansia berjumlah 64 orang. Data primer tentang buah dan sayur melalui wawancara menggunakan formulir food recall serta aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAR. Sedangkan data sekunder mengenai panti sosial diperoleh dari petugas panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 100% lansia kurang mengkonsumsi buah, 93.8% lansia kurang mengkonsumsi sayuran dan sebanyak 89.1% lansia melakukan aktivitas fisik ringan. Disarankan kepada lansia untuk mengkonsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik guna mempertahankan daya kesehatan tubuh. Disarankan kepada peneliti agar lebih lanjut dengan variabel konsumsi buah dan sayur serta aktivitas fisik menggunakan metode yang berbeda.
Gambaran Konsumsi Buah dan Sayuran Serta Aktivitas Fisik pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu Haryani, Yustika; Yati, Jumi; Wahyudi, Anang
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.660

Abstract

Indonesia termasuk negara yang memasuki era dengan penduduk yang mayoritas lansia karena mengalami peningkatan sebesar 48,2 juta jiwa (15,77%) pada tahun 2035. Kota Bengkulu merupakan termasuk kota di Indonesia dengan jumlah penduduk lansia 162.000 jiwa. Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu merupakan tempat tinggal panti jompo, sehingga mengingat tempat tinggal sangat mempengaruhi kesehatan lansia. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang konsumsi sayur, buah dan aktivitas fisik pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu tahun 2022. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022 di Panti Sosial Tresna Werdha Bengkulu. Populasi dalam penelitian adlah lansia berjumlah 64 orang. Data primer tentang buah dan sayur melalui wawancara menggunakan formulir food recall serta aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAR. Sedangkan data sekunder mengenai panti sosial diperoleh dari petugas panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 100% lansia kurang mengkonsumsi buah, 93.8% lansia kurang mengkonsumsi sayuran dan sebanyak 89.1% lansia melakukan aktivitas fisik ringan. Disarankan kepada lansia untuk mengkonsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik guna mempertahankan daya kesehatan tubuh. Disarankan kepada peneliti agar lebih lanjut dengan variabel konsumsi buah dan sayur serta aktivitas fisik menggunakan metode yang berbeda.
Edukasi Diet Gastritis Terhadap Masalah Defisit Nutrisi Pada Pasien Gastritis Hartati, Sri; wiyanti, Sri
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v2i3.665

Abstract

Latar Belakang : Gastritis merupakan peradangan dari mukosa lambung yang disebabkan oleh factor iritasi dan infeksi. Gejala umum pada penyakit gastritis yaitu mual dan muntah disertai tidak nafsu makan dan terasa nyeri pada perut. Penyakit Gastritis yang cenderung mengalami kekambuhan menyebabkan klien harus berulang kali untuk berobat. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan intervensi keperawatan berbasis bukti yaitu Pemberian Edukasi Diet untuk mengatasi masalah Defisit Nutrisi pada Pasien Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagar Agung. Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yaitu pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Subyek yang diteliti berjumlah dua orang dengan kasus dan masalah keperawatan yang sama, yaitu klien gastritis defisit nutrisi di wilayah kerja puskesmas pagar agung lahat. Hasil : Setelah dilakukan Implementasi Keperawatan didapatkan hasil bahwa penerapan edukasi diet mampu meningkatkan nafsu makan klien ditandai dengan kenaikan berat badan klien. Kesimpulan : Diharapkan klien dan keluarga dapat menerapkan edukasi diet secara mandiri.
Pengaruh Penambahan Tepung Beras Merah terhadap Karakteristik Kue Telur Gabus Sari, Yulina; Syafutri, Merynda Indriyani; Syaiful, Friska; Lidiasari, Eka; Parwiyanti, Parwiyanti; Defira, Citra
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.694

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan tapioka dan tepung beras merah terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris kue telur gabus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial, dengan perlakuan yaitu perbandingan tapioka dan tepung beras merah (A). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung beras merah secara nyata meningkatkan nilai kekerasan, kadar abu, dan kadar serat kasar, tetapi secara nyata menurunkan kecerahan (lightness) dan kadar air kue telur gabus. Kue telur gabus dengan perbandingan tapioka : tepung beras merah (80% : 20%) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan uji hedonik (karakteristik sensoris), dengan nilai rata-rata kadar air 4,91%, kadar abu 1,37%, dan kadar serat kasar 4,87%.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Asupan Energi, Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Siswi Di SMA Negeri 1 Bantarujeg Majalengka Nurmala, Tita; Faridi, Ahmad
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.707

Abstract

Kelompok usia remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang khusus dibandingkan kelompok umur lainnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi adalah asupan zat gizi makro. Pada remaja, kurangnya pengetahuan tentang gizi adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya masalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi siswi di SMA Negeri 1 Bantarujeg Majalengka. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswi yang berusia 16-18 tahun di SMA Negeri 1 Bantarujeg Majalengka Jawa Barat, dengan sampel sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji keabsahan data. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi siswi di SMA Negeri 1 Bantarujeg dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Tidak terdapat hubungan antara Sikap dengan status gizi siswi di SMA Negeri 1 Bantarujeg dengan nilai p-value 0,287 > 0,05. Terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi siswi di SMA Negeri 1 Bantarujeg dengan nilai p-value 0,034 < 0,05. Terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi siswi di SMA Negeri 1 Bantarujeg dengan nilai p-value untuk asupan karbohidrat 0,027 < 0,05, nilai p-value asupan protein 0,043 < 0,05, nilai p-value asupan lemak 0,008 < 0,05.
Sistem Penyimpanan Bahan Makanan Segar dan Kering di RS Pusri Palembang Berdasarkan Suhu Penyimpanan Sihite, Nathasa; Antisa, Putri Salsabila; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Hartati, Yuli; Rotua, Manuntun
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.708

Abstract

Maintenance of hospital food is a crucial set of tasks encompassing various facets such as menu planning, determining food requirements, budgeting, procurement, reception, storage, food processing, distribution, documentation, reporting, and evaluation. This study aims to provide a descriptive overview of the storage system for both fresh and dry food ingredients at Pulri Palembang Hospital's Nutrition Facility, assessing whether it aligns with established hospital nutrition guidelines. The methodology employed in this research involves descriptive analysis, offering a comprehensive portrayal of the food storage system with a focus on storage temperature. Findings indicate that while the storage system for dry and fresh food items at the Pusri Palembang Clinic's Nutrition Facilities largely adheres to storage standards, certain aspects, particularly concerning the storage temperature of dry food items, fall short of meeting the PGRS standard criteria. For instance, the recommended temperature range is between 19 and 21 °C, whereas the average temperature for dry storage at the Pusri Clinic is approximately 23 °C. Additionally, the survey results reveal a lack of periodic monitoring of maximum temperature controls. This study underscores the importance of implementing regular checks to monitor the temperature of dry food items. Despite dry food's relative resilience to spoilage, maintaining optimal quality necessitates temperature control within the recommended range of 19 to 21 °C.
Formulasi Eskrim Mahkota Dewa Sebagai Makanan Selingan Bagi Penderita Diabetes Melitus Antisa, Putri Salsabila; Terati, Terati; Sadiq, Ahmad; Nazarena, Yunita; Widasari, Dyah Esti; Rosenda, Caroline; Oktaveriana, Dwi
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.715

Abstract

  Abstrak Pendahuluan: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol gula darah yang disebabkan oleh sekresi insulin yang tidak adekuat. Maka dari itu, dibuat sebuah formulasi makanan selingan untuk penderita diabetes melitus berupa es krim mahkota dewa Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap non factorial, dengan penetapan sampel sebanyak 3 formulasi yang kemudian di analisa menggunakan uji organoleptik dan uji proksimat serta serat pangan. Hasil: Dari ketiga formula didapatkan formulasi yang paling disukai yaitu F2 dengan hasil uji laboratorium dalam 100 g sampel mengandung kadar abu (0.60%), Energi total (189.89kkal), Karbohidrat (28.53%) serta Serat pangan (5.93%) Simpulan: Es krim mahkota dewa ini dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus dengan porsi dan takaran yang cukup dengan kandungan serat yang baik untuk penderita diabetes melitus. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Mahkota Dewa, Serat Pangan  
Daya Terima Crackers Hati Ayam dan Mocaf sebagai Selingan Tinggi Fe Rosita, Ida; Hartati, Yuli; Eliza, Eliza
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i2.724

Abstract

Anemia adalah salah satu masalah mikronutrien yang sedang berlangsung di Indonesia, terutama terjadi pada wanita. Memberikan makanan selingan tinggi Fe adalah salah satu cara untuk mencegah masalah anemia. Secara umum crackers dibuat dari tepung terigu, ragi, margarin dan garam. Untuk meningkatkan kandungan zat besi pada crackers dapat digunakan bahan pengganti seperti hati ayam dan tepung mocaf. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui formulasi terbaik, daya terima didasarkan pada sifat organoleptic serta kandungan zat besi crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf sebagai makanan olahan sumber zat besi. Bahan yang dipakai dalam pembuatan crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf sebagai selingan tinggi Fe antara lain: tepung mocaf, tepung hati ayam, margarin, garam, susu bubuk, gula, ragi instan, air dan baking powder. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digununakan pada penelitian ini untuk eksperimen. Sistem tabulasi dan Kruskall Wallis adalah metode pengolahan data yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi crackers tepung hati ayam dan tepung mocaf yang dipilih adalah F3, dan kandungan zat besinya sebesar 10,89 mg per 100 g. Berdasarkan hasil uji Kruskall Wallis, ada perbedaan warna yang nyata antar crackers (p?0,05), namun tidak ada perbedaan nyata pada aroma, tekstur, dan rasa (p>0,05).
Daya Terima, Kadar Protein dan Karbohidrat Bolu Gulung Berbasis Ubi Banggai dan Kacang Hijau sebagai Alternatif Pencegah Kekurangan Energi Kronik (KEK) Husna, Nazhifatul; Solikhah, Lilik Sofiatus; Masfufah, Masfufah
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i2.784

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi KEK pada perempuan di Indonesia mencapai 37,5% dan Sulawesi Tengah 43,7%. Ubi banggai merupakan salah satu pangan lokal sumber karbohidrat di Provinsi Sulawesi Tengah. Kacang hijau sumber protein yang banyak digemari dan terjangkau. Ubi banggai dan kacang hijau dapat diolah menjadi produk pangan yang berpotensi mencegah KEK, seperti kue bolu yang digemari berbagai kalangan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh daya terima dan kandungan protein serta karbohidrat pada bolu gulung berbasis ubi banggai dan kacang hijau. Metode: Eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 formulasi perbandingan ubi banggai dan kacang hijau F1 (5%:21%), F2 (8%:18%), dan F3 (10%:16%). Daya terima dilakukan pada 30 orang panelis semi terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis untuk daya terima dan One Way Anova untuk kandungan gizi dengan signifikansi p<0,05. Uji kadar protein menggunakan metode biuret sedangkan karbohidrat anthron. Hasil penelitian: Tidak ada pengaruh daya terima pada semua parameter dan kandungan gizi bolu gulung berbasis ubi banggai dan kacang hijau. Diketahui kandungan gizi bolu gulung F1 20,1% protein dan 125,9 g karbohidrat; F2 12,7% protein dan 122,7 g karbohidrat; serta F3 17,2% protein dan 119,7 g karbohidrat. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh daya terima dan kandungan gizi terhadap formulasi bolu gulung berbasis ubi banggai dan kacang hijau. F1 mengandung 20,1% protein dan 125,9 g karbohidrat; F2 mengandung 12,7% protein dan 122,7 g karbohidrat; serta F3 mengandung 17,2% protein dan 119,7 g karbohidrat. Saran: Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait kandungan gizi lainnya serta menambahkan atau mengganti dengan bahan pangan lainnya, seperti labu dan kacang merah. Kata kunci: Bolu gulung, Daya terima, Kacang hijau, KEK, Ubi banggai
Gambaran Variasi Menu Sayur Dan Cita Rasa Sayur Terhadap Kepuasan Makan Pasien Rawat Inap Rs Ar-Rasyid Palembang Ramawati, Ramawati; Telisa, Imelda; Muzakar, Muzakar
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i2.785

Abstract

Kepuasan merupakan perasaan yang muncul dari diri seseorang terkait kinerja dan suatu hasil yang dapat dirasakan sesuai dengan apa yang diharapkannya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran variasi menu sayur dan cita rasa sayur terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap Rs AR-Rasyid Palembang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan hasil data univariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Hasil analisis univariat menunjukan variasi menu sayur dalam kategori tidak bervariasi sebanyak 26 orang (72,3%),warna sayur dalam kategori menarik 12 orang (34,3%) ,aroma sayur dalam kategori sedap 24 orang (68,6%),bumbu sayur dalam kategori enak 25 orang (71,2%), rasa sayur dalam kategori sedap 24 orang (75,5%), porsi sayur 22 orang (62,9%) tingkat kematangan sayur 35 orang ( 100%), ketepatan waktu penyajian sayur 30 orang (79,1%) ,teknik pengolahan sayur (68,4%). Kepuasan pasien mengenai keseluruhan nilai dari total kepuasan warna, aroma, bumbu, rasa , porsi , tingkat kematangan , ketepatan penyajian dan teknik pengolahan sebagian besar responden menyatakan puas