cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 164 Documents
ANALISA KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN METODE COMPRESSION TEST DAN HAMMER TEST MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS PASIR TENGGARONG Muhammad Alifsyah A.R; Mardewi Jamal; Triana Sharly P. Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11230

Abstract

Beton merupakan suatu bahan komposit yang dihasilkan dari pencampuran bahan-bahan agregat halus, agregat kasar, air, semen atau bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pengikat hidrolis, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Kuat tekan beban beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu yang dihasilkan oleh mesin tekan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari metode compression test dan hammer test menggunakan agregat halus Pasir Tenggarong. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini ada 2 jenis yaitu silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, kubus berukuran 15 cm X 15 cm X 15 cm dengan total 16 buah sampel benda uji yang dibagi menjadi 8 sampel untuk silinder dan 8 sampel untuk kubus, dengan sampel direndam/curing selama 28 hari. Hasil penelitian yang didapat untuk metode compression test benda uji kubus nilai tertingginya yaitu 307,73 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 269,20 kg/cm2 sedangkan untuk benda uji silinder nilai tertingginya yaitu 293,28 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 253,26 kg/cm2. Lalu untuk metode hammer test benda uji kubus nilai tertingginya yaitu 193,74 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 142,76 kg/cm2 sedangkan untuk benda uji silinder nilai tertingginya yaitu 203,94 kg/cm2 dan nilai terendahnya yaitu 122,36 kg/cm2. Yang terakhir nilai persentase hammer test terhadap compression test untuk benda uji kubus nilai tertingginya 70,08% dan terendahnya 51,55% sedangkan benda uji silinder nilai tertingginya 69,54% dan terendahnya 46,48%.
ANALISIS TARIF ANGKUTAN ANTAR KOTA SAMARINDA – BALIKPAPAN BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) Zulfa Lisgia Salsabila; Tiopan H. M Gultom; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11236

Abstract

Keberadaan angkutan umum mulai tingkat penurunan karena peningkatan jumlah kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4 pribadi menjadikan tingkat load factor bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) cenderung mengalami penurunan, menjadikan estimasi tarif angkutan umum juga mengalami perubahan. Apalagi penurunan loadfactor selama ini juga dibarengi dengan kenaikan bahan bakar minyak sehingga biaya operasional bus semakin tinggi. Penelitian ini menganalisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada setiap armada yang telah dipilih. Data di dapat dengan survey loadfactor pada setiap armada dan juga wawancara dengan pengelola bus AKDP PO.Jahe Raya, PO.Araffat Transport, PO.Pulau Jaya Indah, dan PO.Bone Indah Jaya. Dari hasil analisis biaya operasional kendaraan (BOK) yang ada dilakukan evaluasi perbandingan dengan analisis menggunakan metode yang sesuai dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Republik Indonesia (SK.687/AJ.206/DRJD/2002). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang didapatkan ialah Tarif bus AKDP pada analisis tarif berdasarkan BOK menggunakan loadfactor ideal (70%) sebesar Rp.34.000, Sedangkan tarif berdasarkan BOK menggunakan loadfactor di lapangan (37%) sebesar Rp.64.000, Sedangkan tarif yang berlaku dilapangan adalah Rp.43.000, dan tarif yang ditetapkan pemerintah ialah Rp.28.500. Terdapat perbandingan tarif loadfactor ideal 70% dan loadfactor lapangan 37% dalam 1 rit perjalanan. Seharusnya dalam kondisi normal pendapatan 1 rit adalah sebesar Rp.1.088.000. Selama pandemik load factor 1 rit perjalanan adalah 37% sama dengan 17 orang penumpang, tarif yang dikenakan adalah Rp.43.000 sehingga pendapatan per rit adalah Rp.731.000. Untuk mengejar pendapatan ideal dengan load factor 70%, seharusnya tarif dinaikan menjadi Rp.64.000. Artinya sekali perjalanan operator bus mengalami kerugian sebesar Rp.357.000. Tarif Rp.64.000 sudah setara dengan nilai Biaya Operasional Kendaraan, yang artinya operator tidak mengalami kerugian. 
PENERAPAN BALOK BERTULANGAN TUNGGAL PADA RING BALK UNTUK MENEKAN BIAYA KONSTRUKSI (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Kantor DENMA) Ananda Putera Novian Milleandra Madani; Fachriza Noor Abdi; Budi Haryanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11226

Abstract

Balok merupakan elemen struktur penting yang menahan beban secara horizontal. Terdapat dua jenis balok berdasarkan formasi penulangannya yakni balok bertulangan tunggal dan balok bertulangan rangkap. Balok bertulangan rangkap banyak digunakan masyarakat karena dianggap lebih kuat karena banyaknya tulangan di dalamnya. Namun pada dasarnya penggunaan tulangan rangkap menimbulkan biaya yang besar padahal dalam keadaaan-keadaan tertentu bisa digunakan tulangan tunggal agar biaya lebih murah sehingga dapat menekan biaya konstruksi. Studi kasus penelitian ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Kantor DENMA (Detasemen Markas Besar Tentara Nasional Indonesia) yang penelitiannya berfokus pada ring balk saja karena beban yang diterima oleh elemen struktur tersebut tidak besar. Penelitian dimulai dengan mencari data yang diperlukan yakni data beban, data biaya, dan data ukuran yang diperoleh dari data proyek tersebut dan literatur yang ada. Data kemudian diolah sehingga diperoleh nilai kuat nominal apabila balok ring balk diubah  menjadi bertulangan tunggal serta nilai kuat perlu. Nilai kuat nominal dan nilai kuat perlu tersebut dibandingkan dan diperoleh hasil balok bertulangan tunggal dapat dipasang pada ring balk Proyek Pembangunan Gedung Kantor DENMA apabila nilai kuat nominal lebih besar dibandingkan nilai kuat perlunya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa secara teoritis balok bertulangan tunggal dapat dipasang pada ring balk proyek studi kasus, namun terkendala di bagian teknis lapangan. Hal ini disebabkan momen negatif yang mengakibatkan pemasangan tulangan banyak terputus sehingga dibutuhkan banyak potongan tulangan. Pemasangan pula perlu diawasi dengan ketat karena harus sesuai dengan diagram momennya. Desain balok bertulangan tunggal memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan balok di lapangan yakni sebesar Rp. 60.458.159,- sedangkan biaya balok lapangan adalah 71.135.579, selisih dengan biaya balok di lapangan adalah sebesar Rp.10.677.420,- sehingga didapat penekanan biaya sebesar 15 %. 
ANALISIS JALUR PEJALAN KAKI DAN AREA PARKIR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA JALAN (STUDI KASUS: JALAN PRAMUKA) Muhammad Arief Fakhrur Rozi; M. Jazir Alkas; Masayu Widiastuti
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11232

Abstract

Jalan Pramuka menjadi akses penting bagi masyarakat Kota Samarinda karena menghubungkan berbagai lokasi perguruan tinggi, yaitu Universitas Mulawarman, Universitas Widya Gama Mahakam, IKIP PGRI Kalimantan Timur, dan STMIK Widya Cipta Dharma. Lokasi yang berdekatan dengan perguruan tinggi menjadikan Jalan Pramuka sebagai kawasan tempat tinggal mahasiswa, dan secara bertahap menjadi area komersial. Aktivitas komersial ini menimbulkan permasalahan lalu lintas yaitu hambatan samping yang disebabkan oleh pejalan kaki, kendaraan parkir badan jalan, kendaraan melambat, dan keluar masuk kendaraan. Pada analisis ini digunakan metode survei perhitungan jumlah hambatan samping, jumlah pejalan kaki, jumlah kendaraan parkir badan jalan, dan volume lalu lintas harian. Survei dilakukan selama 3 hari dengan durasi per hari selama 16 jam, dimulai dari pukul 06.00 hingga 22.00. Survei dilaksanakan pada hari Minggu, Senin, dan Selasa. Setelah seluruh data survei didapatkan maka digunakan analisis berdasarkan MKJI untuk mengetahui kinerja jalan, kemudian analisa kebutuhan parkir untuk mengetahui besaran jumlah area parkir yang dibutuhkan, dan analisa pedestrian untuk mendesain trotoar di Jalan Pramuka berdasarkan volume pejalan kaki. Hasil survei menunjukkan bahwa kebutuhan parkir di sepanjang Jalan Pramuka untuk sepeda motor (MC) adalah 186 petak, dan kendaraan ringan (LV) sebesar 36 petak, sedangkan untuk trotoar lebar minimum yang dibutuhkan adalah sebesar 1.54 meter per sisi. Berdasarkan data tersebut maka perencanaan dilakukan dengan menyediakan 2 area parkir yang berada di kedua ujung Jalan pramuka dengan kapasitas parkir kendaraan parkir (LV) 52 petak, sepeda motor (MC) 215 petak, untuk perencanaan trotoar direncanakan memiliki lebar 2 meter di sepanjang Jalan Pramuka, dilengkapi dengan fasilitas pemandu tunanetra (Guiding Block), bollard untuk menghalangi kendaraan memasuki trotoar, dan Teras Pramuka sebagai wadah relokasi pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di bahu jalan, dipindahkan dalam 1 kawasan PKL yang berada terhubung dengan area parkir, sehingga tidak menimbulkan hambatan samping.
ANALISIS dan PERBAIKAN STABILITAS LERENG dengan PERKUATAN (Studi Kasus : Ruas Jalan Poros Sangatta – Rantau Pulung, Kab. Kutai Timur) Annisa Vidia Fajarini; Heri Sutanto; Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11227

Abstract

Ruas jalan poros Sangatta – Rantau Pulung berada pada kondisi topografi berupa perbukitan dan lembah yang mengakibatkan beberapa segmen ruas jalan harus berada pada lereng. Dengan adanya faktor internal dan eksternal, terutama hujan dan aliran air tanah yang membuat tanah pada lereng kehilangan kestabilan dan kemampuan menahan geseran sehingga terjadi longsoran. Sehingga beberapa segmen jalan mengalami kerusakan akibat kelongsoran yang terjadi telah mengikis sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Sebagai upaya dalam mengatasi kemungkinan longsoran susulan pada lereng yang ada di badan jalan dan menanggulangi lereng yang sudah longsor. Maka perlu untuk mengetahui nilai angka keamanan dengan perkuatan lereng menggunakan geogrid dan perkuatan dengan dinding MSE. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dalam 3 jenis permodelan yaitu permodelan kondisi eksisting, permodelan lereng dengan perkuatan geogrid dan permodelan dengan perkuatan dinding MSE. Analisis dilakukan dengan menerapkan 4 kondisi pada setiap permodelan. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan dua metode yaitu analisis dengan perhitungan manual untuk kondisi dengan perkuatan dan dengan Midas GTS NX. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, lereng dalam kondisi tidak aman. Dengan nilai angka keamanan sebesar 1,0 pada kondisi semua beban diterapkan dan tidak memenuhi angka keamanan yang diizinkan. Pada kondisi yang sama dengan perkuatan geogrid angka keamanan meningkat menjadi 1,42 untuk perkerasan lentur. Pada kondisi dengan perkuatan dinding MSE untuk perkerasan lentur angka keamanan menjadi 1,4. Dalam perhitungan kondisi dengan perkuatan geogrid dan dinding MSE didapatkan semua perhitungan angka keamanan yang dicapai melebihi angka keamanan yang diizinkan yaitu 1,2.
EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA ANGKUTAN UMUM TRAYEK G1 DI KOTA SAMARINDA Nadia Humaira; Johannes E. Simangunsong; Ruminsar Simbolon
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i1.11233

Abstract

Kota Samarinda memiliki pengguna kendaraan bermotor dan mobil sebanyak 811.194 kendaraan pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 sebanyak 906.032 kendaraan (Badan Pusat Statistik Kota Samarinda, 2021). Peningkatan jumlah penggunaan kendaraan dari tahun ke tahun akan berdampak pada kondisi jalan raya, dimana akan terjadi kemacetan. Salah satu solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan adalah dengan beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan angkutan umum. Penggunaan angkutan umum dapat mengurangi tingginya volume kendaraan di jalan raya dikarenakan mampu membawa banyak penumpang dan mengangkut banyak barang secara bersamaan sehingga lebih efisien terutama bagi masyarakat yang tergolong dalam kelompok captive atau kelompok yang bergantung pada angkutan umum karena tidak memiliki pilihan untuk menentukan kendaraan yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tarif yang sesuai dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).Pada penelitian ini digunakan 3 metode survei untuk pengambilan data yaitu survei statis, survei dinamis dan wawancara. Survei statis yaitu survei yang dilakukan dengan mencatat plat kendaraan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang beroperasi, sedangkan survei dinamis dilakukan dengan cara mengikuti kendaraan sehingga dapat mengetahui waktu perjalanan dan jumlah penumpang naik dan turun di dalam kendaraan. Metode wawancara dilakukan kepada operator angkutan umum untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan angkutan umum. Data hasil wawancara tersebut kemudian dihitung dan dianalisis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).Hasil dari analisis perhitungan tarif diperoleh biaya pokok sebesar Rp 3.790,24/ kendaraan-km dan diperoleh tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebesar Rp 8.800,00/ penumpang.
PERBANDINGAN PENGARUH PENAMBAHAN COCA-COLA DAN GULA PASIR TERHADAP SETTING TIME DAN KUAT TEKAN BETON Miranda, Annisa; Rahman, Tamrin; Jamal, Mardewi; Ariani, Indra
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13191

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan. Hal ini tidak lepas darikebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju, seperti pembangunan gedungbertingkat, bendungan dan fasilitas lainnya. Namun, karena Kalimantan cenderung mengalami iklim tropisyang dikenal dengan cuaca yang hangat dan lembab, terlebih di Kota Samarinda yang rawan mengalaibanjir, maka hal ini dapat berpengaruh pada pendsitribusian material bahan bangunan antar daerah. Salahsatu material paling dibuthkan dalam pembangunan infrastruktur adalah beton. Hampir semua elemenkonstruksi dari berbagai struktur dapat dibuat menggunakan beton. Beton memiliki kuat tekan yang tinggisehingga itu menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki beton.Penelitian ini menggunakan Coca-Cola sebagai substitusi sebagian air dengan variasi 2.5%, 5%, 10% dan15% dari berat semen, serta gula pasir sebagai bahan tambah dengan variasi 0.27%, 0.54%, 1.08%, dan1.62% dari berat semen. Benda uji terdiri dari 54 silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.Pengujian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan kuat tekan pada umur beton 28 dan60 hari. Perencanaan adukan beton menggunakan metode SK SNI 2834-2000 dan mutu beton yangdirencanakan sebesar 20 Mpa.Hasil penelitian menunjukkan waktu pengikatan terlama diperoleh campuran dengan persentase Coca-Colasebanyak 15% dengan waktu ikat awal 1662 menit dan waktu ikat akhir 2511 menit. Kuat tekan betonnormal yang didapat sebesar 21,17 MPa, sedangkan hasil pengujian kuat tekan maksimum diperolehcampuran Coca-Cola 2.5% sebesar 22,56 MPa pada 28 hari dan 34,95 Mpa pada 60 hari. Berdasarkan hasilpengujian, penambahan Coca-Cola dan gula pasir terbukti dapat menunda waktu pengerasan beton dandapat meningkatkan kuat tekan beton sampai variasi tertentu (dalam penelitian ini Coca-Cola maksimal 5%dan gula pasir maksimal 0.54% dari berat semen), apabila melebihi variasi tersebut maka beton justrumenjadi rapuh dan tidak dapat digunakan.
Analisis Pengaruh Perilaku Masyarakat Terhadap Kualitas Air Baku dan Air Minum PDAM Tirta Handayani Gunung Kidul Tandi, Frederik K; Kamulyan, Budi; Nurrochmad, Fatchan
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13182

Abstract

PDAM Tirta Handayani merupakan perusahaan penyedia dan penyalur air pada masyarakat yangterletak di Gunung Kidul.. Kualitas air baku diketahui dengan membandingkan nilai yang ditetapkan PeraturanPemerintah Nomor 22 tahun 2021dan kualitas air minum berdasarkan nilai dari Peraturan Menteri KesehatanNo 492 tahun 2010. Hasil uji air baku untuk IPA Baron dan Bribin semua parameternya masuk kelas I yangperuntukannya sebagai air baku air minum. Hasil Uji kualitas air minum IPA Baron dan Bribin menunjukkanbahwa parameter fisik dan mikrobiologi melebihi kadar yang seharusnya yaitu nilai E.Coli dan Total Coliform0 pada daerah yang diuji nilai tertinggi mencapai 1200. Perilaku masyarakat sangat berpengaruh pada kualitasair baku dimana warga Gunung kidul sering mengubur jasad hewan dalam tanah sehingga bakteri dari hewanyang dikubur itu bisa mempengaruhi kualitas tanah sekitarnya. Air PDAM yang diterima masyarakat masihberbau amis sehingga mereka memasak airnya lagi untuk menghilangkan bau untuk dikonsumsi tiap hari.
Kinerja Ruas Jalan Perkotaan di Jalan Ir. H. Juanda di Kota Samarinda Kalimantan Timur P. Arifin, Triana Sharly; Jamal, Mardewi; Fajar, Muhammad Sulthan
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13187

Abstract

Ruas Jalan Ir.H Juanda , Kota Samarinda sering terjadi kepadatan lalu lintas pada jam-jamsibuk, khususnya di sekitar Ir.H Juanda arah simpang empat menuju Jalan Suryanata , JalanPangeran Antasari dan Jalan MT.Haryono yaitu kendaraan dari Jalan Ir.H Juanda menujusimpang 4 mengalami kemacetan, selain itu cukup banyak kendaraan yang melambat akibataktifitas sekolah sehingga menambah titik konflik yang mengakibatkan kinerja ruas Jalan Ir.HJuanda tergangguHasil analisis kinerja ruas Jalan Ir.H Juanda menggunakan MKJI 1997 diperoleh nilai derajatkejenuhan pada ruas jalan pada segmen jalan yang ditentukan tinggi yaitu 0,75, nilai derajatkejenuhan tersebut telah mencapai titik D dengan parameter 0,75- 0.84. maka tingkatpelayanan jalan pada jalan Ir.H Juanda adalah D dengan Arus mendekati tidak Stabil, Kecepatanmasih dikendalikan arus lalu lintas , kecepatan kadang terhentiAlternatif perbaikan yang direkomendasikan yaitu pelebaran Jalan dan pelebaran kereb padajalan Ir.H Juanda. perubahan membuat tingkat pelayanan ruas jalan pada segmen jalan menjadiC dengan DS 0,66 dan karakteristik arus stabil tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dibatasioleh keadaan lalu lintas, pengmudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Nilai derajat kejenuhanturun dari keadaan eksisting sebelumnya yaitu 0,75
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JL. K. H. WAHID HASYIM II – JL. PADAT KARYA, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Setyaningrum, Alviasa Ade; P. Arifin, Triana Sharly; Jamal, Mardewi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13183

Abstract

Simpang merupakan daerah terjadinya konflik yang dapat menimbulkan kemacetan. Salah satu simpangdi Kota Samarinda yang sering mengalami kemacetan adalah simpang tiga Jl. K. H. Wahid Hasyim II – Jl. PadatKarya. Simpang ini merupakan simpang tiga tak bersinyal yang cukup padat karena berada dekat dengan kawasanpemukiman, pertokoan, dan sekolah. Selain itu, pada bahu jalan sepanjang lengan digunakan sebagai lahan parkir.Analisis kinerja simpang dilakukan menggunakan MKJI 1997 dan program PTV Vissim. Hasil analisiskondisi eksisiting simpang menggunakan MKJI 1997 diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 1,44, dan tundaansimpang sebesar 71,38 detik/smp dengan tingkat pelayanan F. Selanjutnya dilakukan simulasi dengan PTVVissim. Penyesuaian terhadap model simulasi dengan kondisi lapangan dengan cara kalibrasi, validasi modelsimpang secara trial dan error, mempertimbangkan perilaku pengemudi, serta melakukan uji GEH dan uji MAPEterhadap volume kendaraan. Hasil analisis menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang sebesar44,4167 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan simpang E.Berdasarkan analisis tersebut, untuk mengatasi permasalahan pada simpang tersebut diambil solusipenanganan dengan merencanakan simpang bersinyal. Perencanaan simpang bersinyal diberikan denganpengaturan 2 fase dan 3 fase dengan menggunakan MKJI 1997 dan dilakukan simulasi dengan program PTVVissim. Hasil analisis alternatif simpang yang paling baik yaitu simpang dengan 3 fase karena menghasilkan DSrata-rata simpang sebesar 0,785, tundaan simpang sebesar 32,81 detik/smp dan tingkat pelayanan D, D, dan Dpada masing-masing pendekat. Hasil analisis menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang sebesar36,89 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan simpang D.