cover
Contact Name
Muhammad Afdal
Contact Email
m.afdal@unja.ac.id
Phone
+6281363080773
Journal Mail Official
jiip@unja.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Gedung A Lt. 2, Fakultas Peternakan Universitas jambi Kampus Mendalo Jl. Jambi - Muara Bulian No.KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 14107791     EISSN : 25280805     DOI : -
Focus and Scope Animal Breeding and Genetics It covers a wide range of applied animal breeding, genetic evaluation technology, quantitative and molecular genetics, evolution as well as genomics and bioinformatics of farm animals. Animal Reproduction and Physiology Different aspects of reproduction and physiology of farm animals are covered in this scope including and not limited to physiology of fertilization, early development, growth and lactation. Feed and Nutrition It covers microbiology and function of rumen, ruminants/non-ruminants nutrition, physiology and metabolism related to feeding, forage nutrion and provision, feed and feed additive evaluation, technology of feed processing, poultry and other non-ruminants farm animals nutrition and its physiology. Animal Products It covers technology of post harvest of farm animal products, food safety, food security, functional foods, biology of muscle, product composition, and science of milk, meat and egg. Animal Biotechnology Some aspects of animal biotechnology of farm animals are covered including and not limited to molecular nutrition, transgenetics as well as genes identification and manipulation. Animal Health It includes studies about animal modeling on animal health, infection and immunity, physiology of stress, vaccine and therapeutics of farm animals. Animal Behaviour and Welfare Social and sexual behaviour, adaptation, and welfare of farm animals are included in this topic. Environment, Management, and Socio-Economics It covers topics on management of waste and by-products, livestock and environment, farming system, and socio-agribusiness of animal production.
Articles 282 Documents
Kandungan Fraksi Serat Hijauan Pakan Alami yang Tumbuh Diantara Tanaman Hutan Industri Eucalyptus sp pada Umur yang Berbeda Akbar Hira Surbakti; Adriani Adriani; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.605 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.20088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi serat hijauan pakan alami yang tumbuh diantara tanaman hutan industri eucalyptus sp pada umur yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di hutan tanaman industri (HTI) perusahaan Wirakarya Sakti (WKS) Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah hijauan yang tumbuh dibawah tanaman eucalyptus sp pada umur yang berbeda yaitu 1,5, 2,5 dan 3,5 tahun yang terdapat pada hutan tanaman industri (HTI) yang meliputi (rumput, legume dan gulma). Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah plot atau petak yang berukuran 2m x 2m, gunting, kantong, karung, timbangan, kalkulator, GPS, tali plastik, cutter, camera, tally sheet, lightmeter, soil tester. Alat alat laboratorium yang digunakan untuk analisis van soest dan proksimat. Parameter yang diukur yaitu NDF, ADF dan LK. Hasil penelitian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NDF dan ADF gulma terendah ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun (38,98% NDF dan 24,38% ADF) .Kandungan LK gulma terendah ada pada petak umur 3,5 tahun dengan persentase LK sebesar 2,4%. Kandungan NDF dan ADF rumput terendah ada pada petak umur 1,5 tahun dengan persentase sebesar 71,28%(NDF) dan 40,62% (ADF) . Kandungan LK rumput terendah ada pada petak umur 2,5 tahun dengan persentase sebesar 2,93%. Hijauan jenis leguminosa tidak ditemukan pada ketiga petak tanaman eucalyptus sp. Pada petak umur 3,5 tahun tidak ditemukannya sama sekali hijauan jenis rumput sehingga mempengaruhi kandungan NDF, ADF dan LK yang ada pada petak umur 3,5 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan petak yang lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kandungan NDF dan ADF gulma terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun sedangkan kandungan NDF dan ADF rumput terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 1,5 tahun
Aplikasi Kombinasi Pupuk Anorganik Dan Trichokompos Terhadap Produktifitas Dan Limbah Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Hermansyah Hermansyah; Sri Arnita Abu Tani; Endri Musnandar
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.48 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.20285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai level pupuk anorganik dan trichokompos berbasis feses sapi potong dan limbah jerami padi (FJP) terhadap produksi dan limbah jagung manis (Zea mays L.Sacchrata). Penelitian ini menggunakan lahan ± 0,07 Ha, benih jagung manis varietas Bonanza F1 sebanyak 2450 biji, FJP sebanyak 151,51 kg dan pupuk anorganik yang terdiri dari Urea 14,2 kg, SP-36 9,46 kg dan KCL 4,73 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), 7 perlakuan 5 kelompok. Perlakuan yang diberikan antara lain: P0 (0 N-P-K + 0 Organik), P1 (1N-P-K), P2 (¾ N-P-K ), P3 (¾ N-P-K+½ Organik), P4 (¾ N-P-K+1 Organik), P5 (¾ N-P-K+1 ½ Organik) dan P6 (1 N-P-K+1 Organik). Peubah yang diamati daya tumbuh (%), bobot jagung berklobot (g), produksi jagung manis (ton/ha) dan limbah jagung manis (ton/ha). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam. Jika berpengaruh nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk (Trichokompos FJP) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tumbuh, bobot tongkol, produksi dan limbah jagung, lebih lanjut terlihat bahwa penambahan Trichokompos (FJP) pada P4menunjukkan hasil yang terbaik dibandingkan P0, P1, P2, P3, P4 dan P6. Hasil terbaik dicapai pada P5 yaitu aplikasi ¾ NPK (Urea, SP-36 dan KCL) + 1 ½ organik dengan hasil daya tumbuh 87,20 (%), bobot tongkol 580,96 (g), produksi jagung manis 15,34 (ton/ha), produksi limbah jagung manis 13,15 (ton/ha). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan(1) Penambahan pupuk organik (Trichokompos FJP) yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan daya tumbuh, bobot tongkol, produksi jagung dan limbah jagung manis. (2) Pemanfaatan pupuk organik (Trichokompos FJP) dengan pemberian ¾ pupuk anorganik+ 1½ organik menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan pola aplikasi yang lainnya
Penambahan multienzim dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawit terhadap performa pertumbuhan dan morfometrik usus halus broiler Berliana Berliana; A. Azis; Yusrizal Yusrizal; Noferdiman Noferdiman
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.617 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.23217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan multienzim dalam ransum yang mengandung bungkil inti sawitterhadap performa pertumbuhan dan morfometrik usus halus pada broiler.Penelitian menggunakan 112 ekor DOC broiler, multienzim komersil Solagri-3 yang merupakan kombinasi beberapa enzim unggulan, yaitu enzim amylase, cellulase, glukanase, pectinase, phytase, protease dan xilanase.Ransum disusun dengan kandungan bungkil inti sawit sebanyak 30% dan disuplementasi dengan 3 (tiga) level multienzim Solagri-3 yaitu 0.03%, 0.06% dan 0.09%. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 7 ekor ayam. Perlakuan yang diujikan terdiri dari; P0= Ransum basal (kontrol), P1= P0 + 0.03% Solagri-3, P2= P0+ 0.06% Solagri-3 dan P3= P0+ 0.09% Solagri-3. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, karkasrelatif, persentase hati,pancreas, gizard, bobot dan panjangusus halus sertabagian-bagiannya. Data dianalisis sesuai rancangan dan jika terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan multienzim berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase hati, pancreas dan gizzard. Penambahan multienzim berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bobot karkas, persentase bobot dan panjang usus halus. Uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan multienzim Berpengaruh nyata (P<0.05) dapat meningkatkan bobot relatif karkas, persentase bobot dan panjang usus halus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan multienzim solagri-3 dalam ransum yang mengandung BIS 30% sebanyak 0.06% dalam ransum dapat meningkatkan bobot karkas dan usus halus pada broiler.
Pengaruh Penambahan Campuran Daun Glodokan Tiang(Polyalthia Longifolia) Dan Bawang Putih (Allium Sativum) Dalam Ransumterhadap Organ Dalam Dan Panjang Usus Halus Broiler Affrian Perdana; Filawati Filawati; Heru Handoko; Wiwaha Anas Sumadja
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.42 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.23238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan bawang putih (Allium sativum) dalam ransum terhadap organ dalam dan panjang usus halus broiler.Materi yang digunakan yaitu 200 ekor DOC strain Lohman MB 202. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= Ransum Basal, P2= Ransum Basal+ 2% tepung bawang putih (Allium sativum), P3= Ransum Basal+ 2% tepung daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia), dan P4= Ransum Basal+ 2% campuran tepung daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan tepung bawang putih (Allium sativum) (3:1). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, bobot hidup, bobothati relatif,bobot jantung relatif, bobot pankreas relatif dan panjang usus halus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan bawang putih (Allium sativum) dalam ransum tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, bobot hidup, bobot hati relatif, bobot jantung relatif dan bobot pankreas relatif tetapi menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang usus halus.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan campuran daun glodokan tiang dan bawang putih kedalam ransum tidak meningkatkan bobot organ dalam namun campuran 3:1 dapat meningkatkan panjang usus halus ayam broiler.
Penggunaan Feses Kerbau Dan Sapi Sebagai Inokulum Pengganti Cairan Rumen Dalam Mendegradasi NDF,ADF Dan Hemiselulosa Pakan Ternak Secara Metoda In Vitro Ayu Silaban; M. Afdal; Darlis Darlis
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.684 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.23246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan feses kerbau dan feses sapi sebagai in-okulum dalam penggantian cairan rumen dalam mendegradasi Neutral detergent fibre (NDF), acid detergent fibre (ADF) dan hemiselulosa secara In vitro. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perla-kuan dan 6 ulangan. Perlakuan adalah P0 = Cairan rumen (kontrol) , P1 = Cairan feses kerbau + Molases 5%, dan P2 = Cairan feses sapi + Molases 5%. Peubah yang diamati adalah degradasi Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Hemiselulosa. Data diolah secara statistik dengan analisis ragam ANOVA (Analisi of Variance) dan jika terdapat pengaruh perla-kuan yang nyata dilanjutkan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa per-lakuan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap degradasi NDF, ADF dan Hemiselulosa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Penggunaan inokulum feses kerbau belum mampu menyamai cairan ru-men sebagai inokulum namun inokulum feses sapi dapat digunakan sebagai pengganti cairan rumen dalam mendegradasi NDF, ADF dan hemiselulosa karena terlihat bahwa perlakuan inoku-lum feses kerbau dan sapi lebih tinggi dibandingkan cairan rumen dalam mendegradasi NDF, ADF dan Hemiselulosa.
Karakteristik Fisik Tiga Jenis Otot dengan Lama Pelayuan yang Berbeda Karenina Dwi Yulianti; Rudy Priyanto; Henny Nuraini
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.23307

Abstract

Permintaan daging kualitas premium terus berkembang seiring dengan sapi Indonesia masih belum mampu menghasilkan daging dengan kualitas premium. Daging yang di impor tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu lebih empuk dan mempunyai derajat marbling yang tinggi sehingga sangat disukai oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi bali dengan lama pelayuan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan daging sapi bali dari tiga jenis otot yang berbeda yaitu Longissimus dorsi, Gluteus medius dan Semitendinosus. Sampel dilayukan pada suhu dingin 0 OC selama 1, 21 dan 42 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3x3x4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan daging dan susut masak daging, sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadat pH dan daya mengikat air. Jenis  daging pada otot Longissimus dorsi dan Semitendinosus yang dilayukan selama 21 hari memperlihatkan hasil keempukan daging yang terbaik.
Pengaruh Penambahan Tepung Jahe Merah Dalam Ransum Terhadap Performa Burung Puyuh Jantan Umur 2 – 6 Minggu Tunggul. F Sitorus; Joel S. Sianturi
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.23401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tepung Jahe Merah Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh Jantan Umur 2-6 Minggu. Penelitian ini  dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Peternakan Universitas HKBP Nommensen, Desa  Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilakukan  selama 6 minggu dari bulan Mei sampai Juli 2022. Penelitian ini menggunakan 200 ekor burung  puyuh jantan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan  Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 = 0% tepung jahe  merah dalam ransum, P1 = 0,75% tepung jahe merah dalam ransum, P2 = Tepung jahe merah  1,5% dalam ransum dan P3 = 2,25% tepung jahe merah dalam ransum. Perubah yang diamati  adalah konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi ransum. Dari penelitian ini  dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum puyuh berpengaruh  tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan nilai konversi  ransum.
Subtitusi Ampas Jagung Pada Konsentrat Ayam Pejantan Terhadap Konversi Pakan Dan IOFC Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani; Tri Ida Wahyu Kustiyorini; Megawati Leuwerung
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.23487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konversi pakan dan IOFC pada penggunaan ampas jagung sebagai bahan subtitusi pada konsentrat ayam pejantan. Materi yang digunakan adalah ayam pejantan strain Isa Brown sejumlah 30 ekor umur 30 hari dengan rata-rata bobot badan 500 g. Metode yang digunakan adalah percobaan lapang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (konsentrat 100 %), P1 (konsentrat 90 % + ampas jagung 10 %) dan P2 (konsentrat 80 % + ampas jagung 20 %). Variabel yang diamati adalah konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan analisis ragam, jika menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi  ampas jagung memberikan pengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap konversi pakan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam pejantan dengan nilai terbaik pada P1 untuk konversi pakan yaitu 1,67 dan Income Over Cost (IOFC) Rp. 16.019. Kesimpulan dari hasil penelitian ini  bahwa substitusi konsentrat dengan ampas jagung 10% (P1) memberikan nilai terbaik pada konversi pakan dan Income Over Feed Cost ayam pejantan.
Quality of Kepok Banana Peel Silage With The Addition of Cassava Meal Ria Anjalani; Yusanti Waluwandja; Paulini Paulini; Maria Haryulin Astuti; Satrio Wibowo; Nyahu Rumbang; Rts. Sherly Dwijayanti
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.23952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung gaplek sebagai aditif silase terhadap kualitas silase kulit pisang kepok. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, yaitu P0 (Penambahan tepung gaplek pada level 0%), P1 (Penambahan tepung gaplek pada level 5%), P2 (Penambahan tepung gaplek pada 10%), P3 (Penambahan tepung gaplek pada level 15%), dan P4 (Penambahan tepung gaplek pada level 20%). Ensilase berlangsung selama  21 hari. Setiap perlakuan diulang masing-masing sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik, kualitas fermentasi, dan komposisi kimia. Hasil menunjukkan kualitas fisik silase kulit pisang kepok adalah bertekstur padat serta tidak menggumpal dan berlendir,  warna kecoklatan hingga coklat kehitaman, dengan bau asam  hingga asam kemanisan, dan keberadaan jamur dalam jumlah sedikit. Nilai pH  tidak menunjukkan  perbedaan yang sangat nyata (P>0,01). Skor Fleigh menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Kandungan bahan Kering tidak menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P>0,01). Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Penambahan aditif tepung gaplek pada silase kulit pisang kepok memberikan hasil terbaik pada  pada  level 20%.
Penggunaan Fermeherbafit Enkapsulasi Dalam Pakan Terhadap Kadar Kolesterol Darah dan Daging Ayam Broiler Amanda Hasanah; Bambang Hartoyo
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i1.24547

Abstract

Salah satu faktor pembatas konsumsi daging ayam broiler adalah kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi. Kadar kolesterol dapat diturunkan melalui manipulasi pakan, yaitu suplementasi herbal yang difermentasi dengan probiotik (fermeherbafit) dan dienkapsulasi secara mikroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap kadar kolesterol darah dan daging ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu 80 ekor DOC ayam broiler unsex strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan penelitian terdiri atas lima perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari empat ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penggunaan 1,5% fermeherbafit non-enkapsulasi, R2 = penggunaan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi. Hasil analisis variansi menunjukkan penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol darah dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol daging ayam broiler. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) terhadap kadar kolesterol daging menunjukkan R0 berbeda nyata dengan R3 dan R4. Dapat disimpulkan penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai level 4,5% dalam pakan ayam broiler menghasilkan rataan kadar kolesterol darah yang relatif sama. Penggunaan fermeherbafit non-enkapsulasi 1,5% menurunkan kadar kolesterol daging sebesar 0,79%, sedangkan penggunaan fermeherbafit enkapsulasi 4,5% menurunkan kadar kolesterol daging sebesar 1,50%.