cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Pendampingan Metode Montessori untuk Anak kepada Anggota Women Skills Academy di Desa Sidomulyo, Bantul Pratiwi, Ambar; Jinan, Rifa Fatma; Wibawati, Kholifatul Asysyifaa Nur; Setiawan, Bayu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.660

Abstract

Penduduk perempuan Desa Sidomulyo berpendidikan setingkat Sekolah Dasar dan sekolah menengah sehingga kualitas SDM masih perlu ditingkatkan, hal ini tentu saja juga berpengaruh dalam pola asuh anak. Salah satu pola asuh yang baik untuk diterapkan baik dirumah maupun di sekolah adalah metode Montessori, yang tepat digunakan dalam upaya pembentukkan karakter bagi anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu ibu Desa Sidomulyo yang diwadahi oleh Women Skills Academy (WSA) mengenai pola asuh metode Montessori melalui penyuluhan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi terhadap anggota WSA usia 15-45 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 20 ibu-ibu desa Sidomulyo yang sangat antusias. Ibu-Ibu desa Sidomulyo semangat mengikuti penyuluhan ini karena adanya praktik sederhana permainan menggunakan media seperti plastisin dan origami untuk meningkatkan kemampuan motorik anak-anak. Adanya peningkatan hasil pengukuran pemahaman ibu-ibu desa Sidomulyo mengenai metode Montessori setelah penyuluhan. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya pemahaman peserta dari 49,58% menjadi 76,25% yaitu meningkat sebesar 27,67%. The female population of Sidomulyo Village is educated at the primary and secondary school levels, so the quality of human resources still needs to be improved, which of course also affects parenting. One of the good parenting methods to be applied both at home and at school is the Montessori method, which is appropriate for use in character building efforts for children. This service activity aims to increase the understanding of Sidomulyo Village mothers who are accommodated by the Women Skills Academy (WSA) regarding the Montessori method of parenting through counseling. The method used was lectures and discussions for WSA members aged 15-45 years. Data collection was done by pre-test and post-test. This activity was attended by 20 Sidomulyo village mothers who were very enthusiastic. Sidomulyo village mothers were enthusiastic about participating in this counseling because of the simple practice of games using media such as plasticine and origami to improve children's motor skills. There is an increase in the measurement of Sidomulyo village mothers' understanding of the Montessori method after counseling. This is evidenced by the increase in participants' understanding from 49.58% to 76.25%, an increase of 27.67%.
Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Kebun Sayur Bersama sebagai Upaya Peningkatan Gizi Keluarga Maku, Grace; Oematan, Grouse; Nabuasa, Christin; Bunga, Eryc Haba; Liufeto, Mega; Missa, Yudishinta
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.674

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai gizi merupakan salah satu penyebab munculnya persoalan gizi dan kesehatan, selain itu minimnya akses terhadap pangan yang sehat dan bergizi juga juga menjadi salah satu pemicu yang ikut andil dalam menambah kompleksitas persoalan gizi di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kebun sayur bersama sehingga mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap pangan yang sehat dan bergizi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dengan ceramah disertai diskusi sementara untuk pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menginisiasi kebun sayur. Kegiatan ini dipandang sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi persoalan rendahnya pengetahuan dan minimnya akses terhadap pangan sehat. Kegiatan penyuluhan gizi yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi hal dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan gizi setelah dilakukan edukasi, dimana sebelum edukasi mayoritas peserta masih berpengetahuan kurang dan setelah dilakukan edukasi terdapat 26 peserta (87%) yang pengetahuannya meningkat menjadi baik, sementara untuk kebun sayur bersama yang diinisiasi oleh tim pengabdian berhasil sudah dimanfaatkan dengan baik. Kebun sayur bersama ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mendatangkan lebih banyak manfaat ekonomi dan sekaligus menjadi kebun percontohan bagi masyarakat yang ada di Desa Tanah Putih. Low public knowledge and understanding of nutrition is one of the causes of the emergence of nutrition and health problems, apart from that, the lack of access to healthy and nutritious food is also one of the triggers that contributes to increasing the complexity of nutritional problems in society. The aim of this service activity is to increase knowledge while empowering the community through community vegetable gardens so that they have better access to healthy and nutritious food. The method used in this service is outreach with lectures accompanied by discussions, while community empowerment is carried out by initiating vegetable gardens. This activity is seen as an effective solution to overcome the problem of low knowledge and minimal access to healthy food. The nutrition education activities carried out succeeded in increasing public knowledge regarding nutrition, which was proven by an increase in nutritional knowledge after the education was carried out, where before the education the majority of participants still had poor knowledge and after the education there were 26 participants (87%) whose knowledge increased to good, while for gardens The shared vegetables initiated by the community service team have been put to good use. It is hoped that this joint vegetable garden can fulfill the family's food needs, bring more economic benefits and at the same time become a demonstration garden for the community in Tanah Putih Village.
Aktivitas PKM berupa Penguatan Desa Wisata dalam Bentuk Pelatihan Pemasaran Digital di Desa Wisata Cemagi Diwyarthi, Ni Desak Made Santi; Pratama, I Wayan Adi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.678

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat merupakan langkah bijak dalam mengembangkan potensi desa. Pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 21-22 bulan september tahun 2023 di desa wisata cemagi. pengabdian masyarakat berupa pelatihan digital marketing pada 25 pemuda desa. Program pengabdian kepada masyarakat sangat dibutuhkan terkait keberadaan desa wisata Cemagi dalam perkembangan pariwisata global. Program pelatihan terkait digital marketing diselenggarakan selama dua hari, bertempat di balai desa wisata Cemagi. Program pengabdian kepada masyarakat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penerapan digital marketing menjadi langkah esensial dalam mendukung perkembangan desa wisata dan meningkatkan daya saingnya di era digital saat ini. Dengan menggunakan alat-alat digital yang sesuai dan melibatkan penduduk setempat, desa wisata dapat mengoptimalkan potensi wisatawan, menciptakan pekerjaan lokal, serta mempromosikan dan melestarikan warisan budaya mereka secara global. Oleh karena itu, penggunaan digital marketing merupakan investasi yang sangat bernilai untuk memajukan masa depan desa wisata.Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat desa wisata Cemagi terkait pemasaran digital, terhadap produk industry pariwisata, seperti pondok wisata, paket wisata, dan produk UMKM. Community engagement programs are a wise step in harnessing the potential of a village. This community engagement program will take place for two days, from September 21st to 22nd, 2023, in the Cemagi tourism village. The community engagement program consists of digital marketing training for 25 young individuals from the village, in two days training program. The community engagement with digital marketing training was needed as global development in tourism village. Contributing to the community through digital marketing is a crucial step in helping rural tourism villages thrive and compete in this digital age. By utilizing the right digital tools and involving local residents, tourism villages can harness the potential of a larger tourist influx, create local job opportunities, and promote their cultural heritage to the world. Therefore, digital marketing represents a highly valuable investment for the future of tourism villages. The result was community competence of Cemagi tourism village in digital marketing, especially in tourism industry product, such as guesthouse, tour packages, and UMKM’s product.
Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai Sumber Penerangan di Dusun Tanggang, Pesawaran, Lampung Hardyan, Ananda Reza; Madi, Madi; Arysandi, Devy; Bapera, Dias Tiara Balia; Anggraini, Rina; Pratiwi, Widiya; Arzzella, Ria Nur; Gamas, Fino Agustian Jourdan; Ronaldo, Arif; Susanto, Aldyansyah; Sitompul, Rendi Perdinan; Ananda, Rizky Jul; Gaol, Risky Suparman Lumban
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.680

Abstract

Dusun Tanggang, Pesawaran, Lampung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang belum terjamah akses listrik dari PLN. Infrastruktur menjadi kendala untuk mengalirkan aliran listrik ke dalam dusun. Sehingga, masyarakat Dusun Tanggang memanfaatkan potensi energi air untuk dijadikan sumber energi listrik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). PLTMH Dusun Tanggang ini dibangun dari swadaya masyarakat yang tergabung dalam kelompok turbin dan sudah beroperasi sejak tahun 2009. Kapasitas dari PLTMH yang dimiliki sebesar 3 kW dan diperuntukkan untuk 5 rumah anggota kelompok turbin. Ironisnya, karena masa operasional yang sudah lebih dari 10 tahun, menyebabkan penurunan produksi energi listrik dari PLTMH. Hal ini disebabkan oleh komponen PLTMH yang mengalami kerusakan, seperti karat dan harus diganti dengan komponen yang baru. Oleh karena itu, Tim PPK ORMAWA HMSE melalui program pengabdiannya berinisiasi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penggantian komponen PLTMH berupa turbin dan generator mikrohidro berkapasitas 5 kW. Program ini dilakukan melalui metode partisipatory approach yang melibatkan masyarakat dan instansi terkait dalam pelaksanaan program. Hasil dari program yang dilakukan, yakni penerapan PLTMH yang dapat mengaliri 5 rumah dengan aliran daya mencapai 1 kW. Melalui program ini juga diharapkan Dusun Tanggang dapat menjadi role model dalam kemandirian energi dengan pembentukan Komunitas Energi Dusun Tanggang. Tanggang Hamlet, Pesawaran, Lampung is one of the areas in Indonesia that has not yet had access to electricity from PLN. Infrastructure is an obstacle to channeling electricity into the hamlet. Thus, the people of Tanggang Hamlet utilize the potential of water energy to be used as a source of electrical energy in the form of a Microhydro Power Plant (PLTMH). The Tanggang Hamlet PLTMH was built from self-help from the community members of the turbine group and has been operating since 2009. The capacity of the PLTMH is 3 kW and is intended for 5 houses of the turbine group members. Ironically, because the operational period has been more than 10 years, this has resulted in a decrease in electrical energy production from PLTMH. This is caused by PLTMH components that are damaged, such as rust and must be replaced with new components. Therefore, the ORMAWA HMSE PPK Team, through its service program, took the initiative to overcome this problem by replacing PLTMH components in the form of turbines and micro-hydro generators with a capacity of 5 kW. This program is carried out through a participatory approach method that involves the community and related agencies in implementing the program. The result of the program carried out is the implementation of PLTMH which can power 5 houses with a power flow of up to 1 kW. Through this program, it is also hoped that Tanggang Hamlet can become a role model in energy independence by establishing the Tanggang Hamlet Energy Community.
Penerapan Manajemen Risiko untuk Meminimalkan Perguliran Bermasalah di UPK-BKM Wilayah Kecamatan Pecangaan Hazmi, Faiqul; Utami, Cahyaning Budi Utami; Choeri, Imron; Silfana, Nadia; Mustofa, Bisri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.686

Abstract

UPK-BKM di wilayah kecamatan Pecangaan mengalami permasalahan Non-Performing Loan (NPL) yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan karena permasalahan (1) Penyaluran pinjaman dilakukan secara peer-to-peer lending oleh ketua koordinator dengan ketua Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) sehingga tidak transparan (2) Penanganan pinjaman dilakukan sentralistik tanpa melibatkan peran masing-masing pengurus (3) Lemahnya sistem kolektibilitas kredit. (4) Tidak mempunyai tata kelola risiko yang baik. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan Inhouse Training, pendampingan pembuatan Standar Operation and Procedure (SOP) dan Risk Mapping untuk merubah pola kerja perguliran dana yang terkonstruk sejak lama dengan pola perguliran dana yang baru dengan transparansi melalui center-meeting pada saat pencairan dana serta memasukan unsur Mubadalah atau saling melengkapi atau menggantikan antara suami atau istri ataupun penjamin pada penyaluranya atau penerimaan dana. Kegiatan pendampingan lapangan penanganan perguliran dana yang terlanjur macet (NPL existing) melalui pola rescheduling, reconditioning, restructuring, refinancing. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama delapan bulan dengan hasil berupa penambahan perguliran macet baru sebesar 0%. UPK-BKM in the Pecangaan sub-district area is encounter tremendous non-performing Non-Performing Loan (NPL) volumes. This is due to problems (1) Loan distribution is carried out peer-to-peer lending by the head of the coordinator with the head of the Independent Self-Help Group (KSM) that is making lending distribution not transparent (2) Loan handling is carried out centrally without involving the role of each administrator (3) Weak credit collectibility system. (4) Needing good Risk Management. The method of implementing the service is carried out with In-house Training, assistance in creating Standard Operations and Procedures (SOP), and Risk Mapping to change the workflow of fund lending which has been constructed for a long time with a new fund lending flow with transparency through center-meeting at the time of disbursement of funds and including elements of Mubadala is it complement or replace each other between husband or wife or guarantor in the distribution or receipt of funds. Field assistance activities for handling the circulation of funds that are already stuck (existing NPL) through rescheduling, reconditioning, restructuring, and refinancing models. This activity was carried out for eight months with results in the form of an increase in new Non-Performing Financing (NPL) weighted 0%.
Pelatihan BUDIKDAMBER sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Panti Asuhan Baiti Jannati Kota Semarang Purnamaningrum, Arifah; Na'ima, Mirtaati; Ropiah, Siti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.687

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu sentral dalam pembangunan sebuah negara. Ketahanan pangan suatu negara berawal dari ketahanan pangan dalam keluarga. Keterampilan tersebut harus dimiliki oleh masyarakat, khususnya usia remaja dan produktif. Pembekalan mengenai keterampilan budidaya untuk menyediakan sumber pangan dalam keluarga sangat penting. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membekali remaja di bawah asuhan panti asuhan Baiti Jannati Kota Semarang mengenai pentingnya ketahanan pangan dan keterampilan budidaya ikan dalam ember sebagai upaya dalam membangun ketahanan pangan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pendidikan masyarakat dan pelatihan. Kegiatan diawali dengan analisis situasi, dilanjutkan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai ketahanan pangan, pelatihan budidaya ikan dalam ember, praktik budidaya, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu, masyarakat di Panti Asuhan Baiti Jannati mendapat pemahaman mengenai ketahanan pangan dan budidaya ikan dalam ember, serta sangat antusias mengikuti pelatihan. Food security is a central issue in the development of a country. A country's food security starts with food security in the family. Debriefing on cultivation skills to provide food sources in the family is very important. The purpose of this service activity is to equip teenagers under the care of the Baiti Jannati orphanage about the importance of food security and fish farming skills in buckets as an effort to build family food security. The methods that used in this service activity are community education and training. The activity began with a situation analysis, followed by community education to increase understanding of food security, training on fish farming in buckets, aquaculture practices, mentoring and evaluation. The result of this service activity is that the community at the Baiti Jannati Orphanage has gained an understanding of food security and fish farming in buckets, and is very enthusiastic about participating in training.
Peningkatan Pengetahuan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka untuk Kemampuan Berfikir Kritis dan Reflektif Matematis Guru Matematika Nindiasari, Hepsi; Syamsuri, Syamsuri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.711

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi dengan masih rendahnya pengetahuan guru matematika akan penyusunan modul ajar dalam kurikulum merdeka, kemampuan berpikir kritis dan reflektif matematis, serta menyusun modul ajarnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka untuk kemampuan berfikir kritis dan reflektif matematis. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanara Kabupaten Serang Banten. Mitra kegiatan ini adalah guru-guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika SMA di Kabupaten serang dan guru-guru di SMKN 1 Tanara. Metode pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) Persiapan, (2). Pelaksanaan, (3). Monitoring dan Evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk kegiatan evaluasi dan monitoring, yaitu Tes pengetahuan tentang modul ajar, kemampuan berpikir kritis dan reflektif matematis, penilaian kinerja dengan didampingi oleh rubrik penilaian. . Analisis data yang digunakan menggunakan analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji t berpasangan dan uji gain ternomalisasi. Analisis Kualitatif dengan menggunakan panduan rubrik penilaian menyusun modul ajar kurikulum merdeka. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan para guru matematika terkait dengan penyusunan modul ajar, kemampuan berpikir kritis dan reflektif matematis dalam kategori sedang. Pengetahuan penyusunan modul ajar, kemampuan berpikir reflektif dan matematis lebih baik dibandingkan sebelum adanya kegiatan pelatihan. Penyusunan modul ajar telah menuangkan karakteristik esensial, menarik, relevan dan kontekstual, serta berkesinambungan dalam kategori baik. Penyusunan modul ajar sudah memuat kemampuan untuk mengembangkan berpikir kritis dan reflektif matematis. identitas, adanya konten, tujuan pembelajaran, pengetahuan prasyarat, pengetahuan pemantik atau pengajuan pertanyaan pemantik, profil pelajar pancasila, sarana prasarana, media pembelajran serta langkah kegiatan. This service activity was motivated by the low knowledge of mathematics teachers about preparing teaching modules in the independent curriculum, the ability to think critically and reflectively mathematically, and compile teaching modules. The aim this activity is to increase knowledge of preparing independent curriculum teaching modules for critical thinking and mathematical reflective skills. This activity was carried out at SMK Negeri 1 Tanara, Serang Regency, Banten. The partners of this activity are mathematics teachers who are members of the High School Mathematics Teacher Conference in Serang Regency and teachers at SMKN 1 Tanara. The implementation method is carried out in several stages: (1) Preparation and (2). Implementation, (3). Monitoring and Evaluation. Instruments used as support for evaluation and monitoring activities, namely knowledge tests about teaching modules, mathematical critical and reflective thinking skills, and performance appraisal. The data analysis used quantitative data analysis with descriptive and inferential statistics, namely paired t-test and nonalized gain test. Qualitative Analysis using the assessment rubric guide compiling independent curriculum teaching modules. This activity concluded that there was an increase in mathematics teachers' knowledge related to the preparation of teaching modules, critical thinking skills and mathematical reflectiveness in the medium category. Understanding the practice of teaching modules and reflective and mathematical thinking skills is better than before the training activities. The preparation of teaching modules has essential, engaging, relevant and contextual characteristics and is sustainable in the good category. The practice of teaching modules already contains the ability to develop mathematical critical and reflective thinking. Identity, content, learning objectives, prerequisite knowledge, lighter knowledge or lighter question submission, Pancasila student profile, infrastructure, learning media and learning models to be used, and activity steps, which include the introduction, core and closing stages.
Community Service: Communication in Digital Era: Business Presentations and Their Relevance in the Workplace Hidayat, Vinny Stephanie; Carolina, Verani; Handayani, Rini; Kambono, Herman; Wijaya, I Nyoman Agus; Setiana, Sinta; Tan , Kwang En; Surifran, Vicky Putra
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.717

Abstract

For GJKI Andir Bandung members, a community service event with the topic "Communication in Digital Era" was held on October 14, 2023, and 60 people attended. This community service project aims to improve the younger generation's comprehension of business communication and how to deliver business presentations effectively in front of an audience. "Speak Up: Changing the World By Talking" was the title of the presentational material. Counseling, group business communication exercises, business presentation exercises, conversations, and question-and-answer sessions are all used to carry out this activity. After taking part in this service activity, it can be said that the participants have a better understanding of the concept of business communication and can make straightforward business presentations.
Penyuluhan Penggunaan Aplikasi iPosyandu untuk Kader Puskesmas di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Purbasari, Ayi; Fauzaan, Muhammad Rifqi Al; Firdaus, Mohamad Fidi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.726

Abstract

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting sebesar 31,1% di Kabupaten Bandung. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat (24,5%) dan prevalensi stunting nasional (24,4%). Hal ini memunculkan sejumlah inisiatif pembangunan, salah satunya adalah pemanfaatan Pos Pelayanan Terpimpin (Posyandu). Begitu pula dengan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Desa Cimenyan. Tim kajian Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, dan Universitas Langlangbuana berkolaborasi mengembangkan aplikasi iPosyandu sebagai alat untuk membantu kader Posyandu dalam melaporkan Kesehatan Ibu dan Anak. Posyandu telah menggunakan aplikasi ini di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Fakultas Teknik Informatika Universitas Pasundan memperkenalkan aplikasi iPosyandu untuk memudahkan pelaporan temuan pemeriksaan bayi dan balita dalam rangka pemantauan kejadian stunting. Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah Mei hingga Juli 2023. Penyuluhan yang diberikan telah meningkatkan pemahaman kader mengenai stunting. Keterampilan dalam pemanfaatan aplikasi cukup kuat. Agar dapat lebih cepat melacak kejadian stunting, diharapkan aplikasi tersebut dapat terus digunakan. Based on the results of the 2021 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting is 31.1% in Bandung Regency. This number was significantly higher than the average stunting prevalence for West Java Province (24.5%) and the national stunting prevalence (24.4%). This has led to a number of development initiatives, one of which is making the most of the Guided Service Post (Posyandu). Likewise, Bandung Regency's Cimenyan Subdistrict, Cimenyan Village. A study team from Padjadjaran University, Pasundan University, and Langlangbuana University collaborated to develop the iPosyandu application as a tool to assist Posyandu cadres in reporting Maternal and Child Health. Posyandu have used this application across Indonesia. As part of the Community Partnership Program (PKM) activities, Pasundan University's Faculty of Engineering's Informatics Engineering introduced the iPosyandu application to make it easier to report the findings of infant and toddler examinations in the context of keeping track of incidents of stunting. The time frame for this activity was May through July 2023. The counseling that has been offered has improved the cadres' comprehension of stunting. Skills in application utilization are quite strong. In order to more immediately track stunting incidents, it is hoped that the application will continue to be used.
Strategi Kolaboratif dalam Implementasi Program Moderasi Beragama Bagi Napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung: Pendekatan Participatory Action Research Mustofa, Muhamad Bisri; Isnaeni, Ahmad; Iryana, Wahyu; Najah, Zuhrofiantun
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.740

Abstract

Pengabdian ini menginvestigasi penerapan strategi kolaboratif dalam implementasi program moderasi beragama bagi narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung melalui pendekatan Participatory Action Research. Tujuan utama Pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program moderasi beragama di lembaga pemasyarakatan dan untuk merancang strategi kolaboratif yang efektif untuk meningkatkan partisipasi Napi dalam program tersebut. Metodologi Pengabdian melibatkan partisipasi aktif berjumlah 30 Napi, staf lembaga pemasyarakatan, dan pemangku kepentingan terkait dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Hasil Pengabdian mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti pemahaman agama, dukungan staf, dan partisipasi aktif Napi berperan penting dalam keberhasilan program moderasi beragama. Berdasarkan temuan tersebut, Pengabdian ini mengusulkan sejumlah strategi kolaboratif, termasuk pelatihan staf, fasilitasi interaksi antara Napi dari berbagai latar belakang agama, dan peningkatan komunikasi dengan pemangku kepentingan eksternal. Hasil dari Pengabdian ini dapat menjadi panduan bagi lembaga pemasyarakatan lainnya yang ingin meningkatkan efektivitas program moderasi beragama bagi Napi, serta memberikan wawasan berharga tentang pendekatan Participatory Action Research dalam konteks ini. This service investigates the application of collaborative strategies in the implementation of religious moderation programs for prisoners (prisoners) in Bandar Lampung Class I Penitentiary through a Participatory Action Research approach. The main objective of this Community Service is to identify factors influencing the success of religious moderation programs in prisons and to design effective collaborative strategies to increase prisoners' participation in such programs. The Community Service methodology involves the active participation of 30 inmates, prison staff, and relevant stakeholders in the program planning, implementation, and evaluation process. The results of Community Service revealed that factors such as religious understanding, staff support, and active participation of prisoners play an important role in the success of religious moderation programs. Based on these findings, the Community Service proposes several collaborative strategies, including staff training, facilitation of interaction between prisoners from various religious backgrounds, and improved communication with external stakeholders. The results of this Service can serve as a guide for other prisons seeking to improve the effectiveness of religious moderation programs for prisoners, as well as provide valuable insights into Participatory Action Research approaches in this context.