cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Penyusunan Bahan Ajar Matematika Berbasis IT (Edmodo-QR Code, Cabry 3D, dan Screen Shoots O Matic) untuk Guru SMK Se-Kabupaten Karawang Rikayanti, Rikayanti; Abadi, Agung Prasetyo; Dewi, Iyan Rosita; Adham, M.Januar Ibnu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.793

Abstract

Makalah ini menjelaskan mengenai program pelatihan bagi guru-guru SMK se-Kabupaten Karawang tentang penyusunan bahan ajar matematika berbasis IT. Kegiatan ini berlandaskan pada kebutuhan guru-guru SMK mengenai pemanfaatan dan pengoptimlan IT dalam kegiatan pembelajaran matematika di dalam kelas atau di luar kelas. Pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi guru dalam merancang pembelajaran yang dapat mengontrol aktivitas belajar siswa di luar kelas. Pelatihan dialokasikan sebanyak 30 jam pelajaran selama 3 hari dengan pembagian ke dalam kegiatan kuliah umum sebagai motivasi, pelatihan screen shoots o matic dikolaborasikan dengan Cabry 3D, pelatihan Edmodo, dan pelatihan video subscribe serta QR-Code. Program pelatihan yang bersifat lokal insidental ini memberikan pengalaman baru dan menambah wawasan para guru SMK di Kabupaten Karawang. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan suatu kumpulan kegiatan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis IT dengan mengaplikasikan Cabry 3D, Edmodo, QR code, video subscribe, dan screen shoots o matic. This paper describes a training program for vocational school teachers throughout Karawang Regency regarding the preparation of IT-based mathematics learning materials. This activity is based on the needs of vocational school teachers regarding the use and optimization of IT in mathematics learning activities in the classroom or outside the classroom. This training aims to facilitate teachers in designing learning that can control student learning activities outside the classroom. The training provided aims to be able to control students learning activities outside the classroom. The training was allocated 30 hours of lessons over 3 days with division into general lecture activities as motivation, automatic screen shoots training in collaboration with cabry 3D, Edmodo tarining, and video subscribe and QR code training. This local incidental training program provides new experiences and broadens the insight of vocational school teachers in Karawang regency. Apart from that, this activity resulted in a collection of teacher activities in compiling IT-based teaching materials by applying cabry 3D, Edmodo, video subscribe, and screen shoots o matic.
Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru di Pulau Tunda Sumantri, Mohamad Syarif; Edwita, Edwita; Abustang, Perawati Bte; Wijaya, Sastra; Triana, Hana; Jayadi, Jayadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.587

Abstract

Perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum belajar mandiri paling esensial yang terjadi pada tingkat sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran tematik integratif, dimana siswa diajak melihat, memperhatikan, dan mengamati lingkungan sekitar, serta tidak lagi berorientasi pada hafalan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami penerapan kurikulum belajar mandiri dan meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang pengetahuan dan keterampilan. Pelatihan ini dihadiri oleh kepala sekolah dan guru. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan guru dapat memahami materi yang diberikan dengan baik. Peserta pelatihan adalah kepala sekolah dan guru di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan kepada seluruh guru dan kepala sekolah agar dapat memahami penerapan kurikulum merdeka belajar dan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar sesuai kondisi sekolah masing-masing. The change of the 2013 curriculum to the most essential independent learning curriculum that occurs at the elementary school level requires an integrative thematic learning approach, where students are invited to see, pay attention, and observe the environment, and are no longer oriented to memorization. The purpose of this training is to improve teacher competence in understanding the implementation of the independent learning curriculum and to improve the competence of students in the fields of knowledge, and skills. This training was attended by the principal and teachers. The results of the training show that before training and after training teachers can understand the material provided well. The training participants were school principals and teachers in Wargasara Village, Tirtayasa District, Serang Regency, Banten Province. It is expected that this training will be carried out for all teachers and principals so that they can understand the implementation of the independent learning curriculum and improve the ability of teachers to implement the independent learning curriculum according to the conditions of their respective schools.
Edukasi Pengolahan Air Bersih di Desa Simpang Kasturi Kecamatan Mandor Widiastuti, Tri; Roslinda, Emi; Astiani, Dwi; Latifah, Siti; Lestariningsih, Siti Puji
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.589

Abstract

Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak belum memiliki layanan jaringan pipa ledeng dari PDAM, tetapi memiliki air tanah yang cukup baik. Kebutuhan air harian menggunakan air sungai, sumur gali atau sumur bor. Air yang berasal dari sumur gali/bor secara fisik terlihat jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Pada kondisi tertentu air sumur dapat berubah menjadi keruh, berwarna dan berbau, sehingga diperlukan pengolahan untuk mendapatkan air bersih. Tujuan PKM adalah edukasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan pengolahan air bersih dan melakukan pengolahannya secara mandiri. Kegiatan diikuti 20 peserta perwakilan masyarakat dari 4 dusun di desa Simpang Kasturi, yaitu dusun; Delan, Singkong Luar, Kasturi dan Bobor. Sistematika pelaksanaan PKM; pemberian materi dengan ceramah, praktek penggunaan perangkat pengolah air bersih, serta evaluasi. Metode yang diterapkan adalah metode penjernihan air sederhana dengan koagulan dan filtrasi. Kapur sirih, tawas dan PAC adalah koagulan yang digunakan untuk mengendapkan partikel terlarut. Air kemudian dialirkan ke tabung penyaring yang berisi batu zeolit, arang, ijuk dan pasir sebagai media filtrasi. Air yang keluar dari tabung filtrasi terlihat bersih dan jernih. Edukasi pengolahan air bersih berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik pengolahan air bersih, meningkatkan pemahaman penggunaan bahan koagulan, bahan filtrasi serta meningkatkan ketrampilan pengolahan air secara mandiri. Simpang Kasturi Village, Mandor District, Landak Regency has no plumbing services from PDAM but has quite good groundwater. Daily water must use river water and dug or drilled wells. Water from dug/drilled wells physically looks clear, odorless, and tasteless. Under certain conditions, well water can turn cloudy, colored, and smelly. The aim of Community Service (PKM) is to educate the public to increase knowledge about clean water processing and carry out processing independently. The activity was attended by 20 participants representing the community from 4 hamlets in Simpang Kasturi village, namely hamlets; Delan, Singkong Luar, Kasturi, and Bobor. Systematic implementation of PKM; providing material with lectures and discussions, demonstrations and practice in using clean water processing equipment, and evaluation. The method applied is a clean water purification method using coagulants and filtration Betel lime, alum and PAC are coagulants used to precipitate dissolved particles. The water then flows into a filter tube containing zeolite stone, charcoal, palm fiber, and sand as a filtration medium. The water that comes out of the filtration tube looks clean and clear. Clean water processing education has succeeded in increasing knowledge about clean water processing techniques, understanding the use of coagulants and filtration materials, and improving skills in carrying out water treatment independently.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Kampus melalui Pelatihan Budi Daya Teh Telang Taufiq, Amal; Rolis, Moh. Ilyas
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.590

Abstract

Masyarakat Kelurahan Gunung anyar Kota Surabaya sejak lama memiliki kebiasaan menanam Tanaman Telang di Pekarangan rumah maupun di lahan kosong yang tak terpakai. Bunga Telang ini kemudian diolah menjadi minuman sehari-hari yang diyakini memiliki banyak khasiat bagi Kesehatan terutama saat pandemi COVID beberapa waktu lalu. Bahkan sempat diproduksi menjadi Teh Telang, tapi tidak bertahan lama dan berhenti produksi. Penyebabnya karena tidak ada ijin produksi, terdapat masalah kemitraan dengan pihak luar dan manajerial komunitas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mengoptimakan kembali usaha produksi Teh Telang serta manajemen pengorgansiasian yang diinisiasi secara mandiri oleh Komunitas setempat. Metode yang digunakan yakni pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR). Pendekatan CBPR memberi kesempatan bagi tim Perguruan Tinggi dan masyarakat kelurahan Gunung anyar untuk bermitra dan menemukan solusi masalah yang dihadapi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Setelah melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama warga dan melakukan analisis aset awal, maka peneliti Tim UINSA bersama masyarakat memfokuskan upaya pengembangan Teh Telang sebagai alternatif untuk menambah penghasilan warga. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya perubahan mindset dan kemampuan mengorganisir secara mandiri dalam kelompok Klanggri Jaya sebagai komunitas pengelola Teh Telang dengan Pembibitan bunga telang dalam jumlah besar sehingga inovasi produk yang khas yakni teh celup siap seduh dapat diproduksi. The people of Gunung Anyar Urban Village, Surabaya City, have long had the habit of planting Telang plants in their yards and on unused vacant land. Telang flowers are then processed into daily drinks which are believed to have many health benefits, especially during the COVID pandemic some time ago. It was even produced into Telang Tea, but it did not last long and stopped production. The reason is because there is no production license, there are partnership problems with outside parties and community managerial. This service activity was carried out to re-optimize the Telang Tea production business and organizational management which was initiated independently by the local community. The method used is the Community Based Participatory Research (CBPR) approach. The CBPR approach provides an opportunity for the Higher Education team and the Gunung Anyar village community to partner and find solutions to the problems faced so as to improve economic welfare. After conducting a Focus Group Discussion (FGD) with residents and conducting an initial asset analysis, the UINSA Team researchers and the community focused on developing Telang Tea as an alternative to increase residents' income. The results of this service show a change in mindset and the ability to organize independently in the Klanggri Jaya group as a Telang Tea management community by breeding telang flowers in large quantities so that typical product innovations, namely ready-to-brew tea bags, can be produced.
Pelatihan Self-Regulated Learning untuk Mengatasi Prokrastinasi pada Siswa SMA BSS Nurmala, Sukma; Mashuri, Ali
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.653

Abstract

Asesmen kebutuhan pada siswa SMA kelas 10 mengidentifikasi adanya indikasi masalah prokrastinasi. Riset sebelumnya menunjukkan bahwa perilaku prokrastinasi dapat dimitigasi dengan intervensi metakognitif self-regulated learning - seberapa siswa bisa melakukan perencanaan, monitoring, dan evaluasi dalam proses belajar yang bangkit dari motivasi internal. Desain sederhana pre-test dan post-test digunakan sebagai rancangan intervensi self-regulated learning. Sebanyak 59 partisipan direkrut, diukur tingkatan pengetahuan mengenai prokrastinasi sebelum dan setelah intervensi. Conscientiousness trait juga diukur untuk mengetahui efek intervensi mengontrol pribadi rajin-teratur yang berpotensi menjadi confounding. Hasil menunjukkan main effect dari intervensi, F (1, 56) = 49,54, p < 0,001 mengontrol jenis kelamin dan perubahan Conscientiousness trait pada baseline dan post-treatment. Intervensi self-regulated learning mampu meningkatkan pengetahuan partisipan tentang prokrastinasi. Mayoritas siswa (72,9%) mengalami peningkatan pengetahuan mengenai prokrastinasi, terutama pada pengetahuan tentang strategi menangani prokrastinasi. Melalui intervensi ini, siswa lebih strategis untuk menangani isu penundaan secara mandiri. A needs assessment of 10th-grade high school students identified some indications of procrastination problems. Previous research shows that procrastination behavior can be mitigated with metacognitive self-regulated learning interventions - how much students can plan, monitor, and evaluate in the learning process that arises from internal motivation. A simple pre-test and post-test design was used as a self-regulated learning intervention plan. A total of 59 participants were recruited, and their level of knowledge regarding procrastination was measured before and after the intervention. The conscientiousness trait was also measured to determine the intervention effects control of the diligent-organized personality which has the potential to be a confounder. Results showed a main effect of the intervention, F(1, 56) = 49.54, p < 0.001 controlling for gender and changes in conscientiousness trait at baseline and posttreatment. The self-regulated learning intervention was able to increase participants' knowledge about procrastination. The majority of students (72.9%) experienced increased knowledge about procrastination, especially knowledge about strategies for dealing with procrastination. Through this intervention, students have more strategies to deal with pending problems independently.
Bimbingan Teknis dan Pendampingan Budidaya Kopi Robusta Berbasis Agroforestri pada Kelompok Petani Muda Desa Ludai, Riau Titisari, Prima Wahyu; Elfis, Elfis; Faradinna, Syarifah; Hidayat, Fiki; Chahyana, Indry; Permatasari, Tika; Norlis, Norlis
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.654

Abstract

Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas pertanian penting bagi sebagian masyarakat pedesaan di Indonesia. Riau merupakan provinsi dengan produktivitas kopi tertinggi secara nasional, mencapai 1.173 kg/ha. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan generasi muda Kelompok Mitra Desa (KPM) Ludai dalam membudidayakan kopi Robusta berbasis agroforestri dan membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk budidaya kopi Robusta dalam konteks agroforestri. Program ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap perekonomian rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam program ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain sosialisasi, pemberian bantuan, penyuluhan, pelatihan, bimbingan/penerapan lapangan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan, bimbingan, dan dukungan budidaya kopi Robusta berbasis agroforestri telah meningkatkan pemahaman anggota KPM Desa Ludai mengenai potensi budidaya kopi Robusta berbasis agroforestri sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Berdasarkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan pasca kegiatan pengabdian masyarakat, peserta memberikan respon positif terhadap materi pelatihan, menunjukkan pemahaman komprehensif terhadap konten yang disampaikan narasumber. Robusta coffee (Coffea canephora) is one of the important agricultural commodities for some rural communities in Indonesia. Riau is the province with the highest coffee productivity nationwide, reaching 1,173 kg/ha. The goal of this community service program is to empower young members of the Ludai Village Partner Group (KPM) to cultivate agroforestry-based Robusta coffee and provide them with the skills necessary for Robusta coffee cultivation within an agroforestry context. This initiative aims to contribute to household economies. The methods involved in this program consist of several stages, including socialization, assistance provision, counseling, training, field guidance/application, as well as monitoring and evaluation of activities. The results indicate that the training, guidance, and support for agroforestry-based Robusta coffee cultivation have enhanced the understanding of Ludai Village KPM members regarding the potential of agroforestry-based Robusta coffee cultivation as a source of household income. Based on monitoring and evaluation conducted after the community service activity, participants have responded positively to the training materials, demonstrating a comprehensive understanding of the content presented by the resource persons.
Pendampingan Pembuatan Suplemen Bahan Ajar Matematika dan Penelitian Tindakan Kelas di MGMP Matematika SMA/MA Kabupaten Tanah Laut Idris, Mochammad; Lestia, Aprida Siska; Abdurrahman, Saman; Hijriati, Na’ímah; Lissa, Hermei; Gunawan, I Wayan Ari; Amalia, Zharfa Rizqi; Andriani, Asfia
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.664

Abstract

Pasca pandemi Covid-19, institusi pendidikan berbenah kembali dengan mengatur ulang pelaksanaan kurikulumnya. Hal ini menuntut guru berinovasi dalam mengembangkan keterampilannya. Guru sebagai salah satu sumber belajar menjadi tumpuan peserta didiknya dalam mencari informasi dan penjelasan, terutama mengenai kesulitan dalam memahami materi pelajaran, khususnya pelajaran matematika di tingkat SLTA. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Matematika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berinisiatif mengajak mitra yaitu forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA/MA Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan dalam kegiatan PKM dengan peserta guru anggota MGMP tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan inovasi guru dalam pembelajaran siswa dan dapat menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal nasional. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa diskusi dan sharing dengan materi tentang pembuatan suplemen pelajaran matematika, teknis dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan pengenalan metode statistika untuk analisis data. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan. Para peserta memberikan apresiasi yang baik dan bersemangat untuk membuat PTK serta menyusun materi tambahan dalam pelajaran matematika. Harapan selanjutnya, peserta didik dari anggota MGMP dapat bertambah wawasan dan semakin meningkat kualitas hasil belajarnya. After the Covid-19 pandemic, educational institutions have reorganized their curriculum implementation. This requires teachers to innovate in developing their skills. Teachers as one of the sources of learning become the focus of their students in seeking information and explanations, especially regarding difficulties in understanding subject matter, especially mathematics lessons at the high school level. The Community Service Team (PKM) from the Mathematics Study Program FMIPA Lambung Mangkurat University (ULM) took the initiative to invite partners, namely the forum for the High School Mathematics Teacher Consultation (MGMP) in Tanah Laut Regency, South Kalimantan, in PKM activities with teacher participants from the MGMP. The goal is to increase teacher innovation in student learning and be able to publish scientific articles in national journals. The method used in this activity is in the form of discussion and sharing with material on making math lesson supplements, techniques in Classroom Action Research (PTK), and introduction to statistical methods for data analysis. The implementation of the activity went smoothly and as expected. The participants gave good appreciation and were eager to make PTK and compile additional materials in math lessons. The next hope is that students from MGMP members can gain more insight and improve the quality of their learning outcomes.
Optimasi Pembuatan Abon Kaya Protein (AkaPe) dengan Food Dehydrator Suharyani, Ine; Falya, Yuniarti; Sulastri, Lela; Herliningsih, Herliningsih; Berliani, Fadiyah Romadhona; Hapsari, Dinda Alifia; Wahyuni, Popi Sri; Mas'ud, Ibnu; Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa; Setiadi, Encu Asep
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.669

Abstract

Tahu dibuat dari air perasan kedelai yang dikoagulasi dengan menambahkan kalsium sulfat atau magnesium klorida. Sisa perasan kedelai ini menghasilkan limbah berupa ampas tahu yang dapat menimbulkan bau tidak sedap bila tidak segera ditangani, Program pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa olahan pabrik tahu, yaitu ampas kedelai menjadi produk yang bermanfaat dan menambah nilai jual. Ampas tahu bersih dan segar diberi bumbu, lalu dikeringkan dengan cara disangrai dan didehidrasi dengan food dehydrator. Abon ampas tahu yang dihasilkan dengan proses ini memiliki rendemen 22,09+0,79%, dan kadar air 3,50+1,72%. Hasil abon kering ini kemudian dikemas dalam botol plastik berlubang besar, lengkap dengan segel alumunium di bagian dalam dan segel plastik di bagian luar. Proses pengabdian ini menghasilkan inovasi dalam pengolahan ampas tahu, menjadi produk olahan kaya nutrisi dan halal, yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Inovasi ini diharapkan dapat menambah manfaat dan nilai jual ampas tahu yang biasanya dibuang begitu saja, sehingga meningkatkan pendapatan dari pengrajin tahu. Tofu is made from soybean juice, which is coagulated by adding calcium sulfate or magnesium chloride. The remaining soybean juice produces waste in the form of tofu dregs, which can cause an unpleasant odor if not treated immediately. This program aims to utilize the remaining processed tofu factories, namely soybean dregs, into a useful product and increase sales value. Clean and fresh tofu dregs are seasoned, then dried by roasting and dehydrated with a food dehydrator. Shredded tofu dregs produced using this process have a yield of 22.09+0.79% and a water content of 3.50+ 1.72%. The final product is then packaged in a plastic bottle with large holes, finished with an aluminum seal on the end of bottle and a plastic seal on the outside. The program resulting in the modification in processing of tofu dregs into a nutritional and halal abon which can be stored for a long time. This innovation is hopefully to increase the benefits and selling value of tofu dregs, which are usually thrown away, thereby increasing the income.
Gemar Makan Ikan: Edukasi Gizi melalui Pelatihan Pembuatan Nugget di Desa Molamahu Hafid, Radia; Gani, Imam Prawiranegara; Damiti, Fatmawaty; Toralawe, Yulianti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.677

Abstract

Salah satu potensi laut yang biasa didapatkan oleh masyarakat nelayan di Desa Molamahu adalah penangkapan ikan. Masyarakat nelayan lebih dominan menangkap ikan daripada mengonsumsi ikan untuk kebutuhan pangan keluarga. Upaya peningkatan konsumsi ikan akan memberikan dampak pada kesehatan serta kecerdasan anak. Ikan yang merupakan pangan sumber protein ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat bertahan lama dan cepat mengalami kerusakan sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberikan edukasi pentingnya konsumsi ikan dan cara pengolahan nugget ikan yang siap untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang bernilai gizi tinggi. Mitra pengabdian ini yaitu masyarakat Desa Molamahu Kabupaten Bone Bolango. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu metode pendidikan masyarakat terkait edukasi gemar makan ikan dan pelatihan pengolahan nugget ikan. Hasil pengabdian yaitu adanya peningkatan pemahaman masyarakat di Desa Molamahu tentang pentingnya edukasi gemar makan ikan untuk pemenuhan gizi anak, adanya peningkatan keterampilan ibu nelayan Desa Molamahu dalam mengolah ikan sebagai potensi laut menjadi produk olahan nugget ikan, dan terbantunya pihak kepala desa dan masyarakat dalam meningkatkan kemandirian pangan di Desa Molamahu. One of the sea potentials that is commonly obtained by the fishing community in Molamahu Village is fishing. Fishing communities are more dominant in catching fish than consuming fish for family food needs. Efforts to increase fish consumption will have an impact on children's health and intelligence. Fish, which is a protein source food, has a weakness that it cannot last long and quickly deteriorates, so it requires further processing. The purpose of community service is to provide education on the importance of fish consumption and how to process fish nuggets that are ready to be consumed by the community with high nutritional value. This service partner is the community of Molamahu Village, Bone Bolango Regency. The service method carried out is a community education method related to education on fish eating and fish nugget processing training. The results of the service are an increase in the understanding of the community in Molamahu Village about the importance of education to eat fish for the fulfillment of children's nutrition, the improvement of the skills of Molamahu Village fishermen in processing fish as a potential of the sea into processed fish nugget products, and the assistance of the village head and the community in increasing food independence in Molamahu Village.
Perencanaan Pembelajaran dengan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka bagi Guru di SMKN 9 Semarang Tusyanah, Tusyanah; Pujiati, Amin; Ismiyati, Ismiyati; Rachmadi, Moch. Faizal; Suryanto, Edy; Chayati, Nur
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.681

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang efektif memerlukan perencanaan pembelajaran yang baik dan relevan. Beberapa guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Semarang perlu meningkatkan kemampuan perencanaan pembelajarannya; Oleh karena itu, diselenggarakanlah program pengabdian masyarakat dengan tema Penyusunan Modul Ajar. Tujuan diselenggarakannya pengabdian ini adalah 1) memberikan pengetahuan untuk memahami Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) berbasis Kurikulum Merdeka untuk menyusun modul ajar, dan 2) memberikan keterampilan guru dalam membuat modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Pengabdian dilakukan di SMKN 9 Semarang pada tanggal 9 Maret 2023 untuk pemberian materi dan praktik. Kemudian pendampingan dengan mengevaluasi modul ajar yang sudah dibuat pada tanggal 30 Maret 2023 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 30 guru dari 4 program studi yang ada di SMKN 9 Semarang. Modul ajar yang dikembangkan setelah program pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan kualitas dan kelengkapan konten. Selanjutnya, pemahaman dan ketrampilan guru akan penyusunan Modul Ajar juga menunjukkan peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil refleksi dan observasi selama pendampingan penyusunan modul ajar. Diharapkan pengabdian dalam penyusunan modul ajar ini dapat dilaksanakan kepada lebih banyak guru dalam rangka penerapan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kondisi sekolah yang lain. Effective Independent Curriculum (IKM) implementation requires excellent and relevant learning planning. Several Vocational High School (SMKN) 9 Semarang teachers must improve their learning planning skills. Therefore, a community service program was held with the theme of preparing teaching modules. The purpose of holding this service is 1) to provide knowledge to understand Learning Outcomes (CP), Learning Objectives (TP), and Learning Objective Flow (ATP) based on the Independent Curriculum to prepare teaching modules and 2) to provide teacher skills in creating teaching modules based on the Independent Curriculum. The program was held at SMKN 9 Semarang on March 9, 2023, to provide material and practice. Then, assistance was provided by evaluating the online teaching module created on March 30, 2023, via Zoom Meeting. This service activity was attended by 30 teachers from 4 study programs at SMKN 9 Semarang. The teaching modules developed after the community service program show an increase in the quality and completeness of the content. Furthermore, teachers' understanding and skills in preparing Teaching Modules also show improvement. The results of reflection and observation prove it when assistance is provided in preparing teaching modules. Hopefully, more teachers will dedicate themselves to preparing this teaching module to implement the Independent Curriculum in other school conditions.