cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Sharing Session Basic of MSME Packaging in Community Services for Business Sustainability Azmy, Ahmad
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.685

Abstract

The sharing session program is carried out as a form of implementing the Tridharma of Higher Education. Focus training by sharing knowledge about product packaging with MSMEs. MSME actors are trained by the South Jakarta MSME Community with a total of 28 participants. The majority of participants came from the culinary sector, including regional foods, cakes and dry chips. This program starts from the planning, implementation and evaluation processes and can be carried out smoothly. At the end of the sharing session, participants filled out an evaluation questionnaire. The evaluation aspect is assessed on the components of the facilities, materials and expectations of the training participants. Most were considered satisfied and very satisfied with the implementation of the training program. This event can be continued with a different theme according to the needs of MSME players. Businesses can have high sustainability by forming consumer loyalty. The product or service being sold can always be remembered by the target market.
Edukasi CERITA (Cegah Remaja Obesitas) Menggunakan Media Buku Saku di SMA Muhammadiyah 1 Jakarta Yunieswati, Wilda; Widhi, Anisa Sekar; Yulianingsih, Ika
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.688

Abstract

Obesitas dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Kejadian kegemukan dan obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangat serius. Jika tidak ditangani akan berlanjut hingga dewasa. Obesitas banyak dikaitkan dengan kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit Diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, hipertensi, hiperlipidemia, dan beberapa jenis kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Agustus 2023 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB berlokasi di SMA Muhammadiyah 1 Jakarta. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Jakarta sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi menggunakan media buku saku CERITA (Cegah Remaja Obesitas). Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pola makan yang benar dan sehat serta aktivitas fisik untuk mencegah kegemukan dan obesitas disertai dengan praktek aktivitas fisik dan perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Hasil data pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait upaya pencegahan obesitas pada remaja pada peserta edukasi. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai sebesar 39,6 poin jika dilihat dari rata-rata nilai pre-test dan post-test. Sementara itu, persentase jumlah orang yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi adalah 100%. Obesity can occur to anyone, including children and adolescents. The incidence of overweight and obesity in adolescents is a serious problem. If it is not treated, it will continue into adulthood. Obesity is associated with non-communicable diseases such as type 2 diabetes, cardiovascular disease, hypertension, hyperlipidemia, and several types of cancer. Community service activities held on Tuesday, August 22nd, 2023 at 13.00 – 15.00 WIB, located at SMA Muhammadiyah 1 Jakarta. All 50 students of class XI of SMA Muhammadiyah 1 Jakarta participated. The method used was lecturing and discussion using the pocketbook CERITA (Cegah Remaja Obesitas). Community service activities aim to increase teenagers' knowledge of healthy eating patterns and physical activity to prevent obesity, accompanied by the practice of physical activity and calculating body mass index (BMI). The results of the pre-test and post-test data showed an increase in knowledge regarding efforts to prevent obesity in adolescents among participants. This is shown by an increase in scores of 39.6 points when viewed from the average pre-test and post-test scores. Meanwhile, the percentage of people who experienced an increase in knowledge after education was 100%.
Peningkatan Kapasitas Perempuan melalui Pelatihan Berbagai Olahan Sagu di Desa Malimbu Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Ayu, Srida Mitra; Nuryanti, Dewi Marwati; Halik, Hamja Abdul; Intisari, Intisari
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.692

Abstract

Sumberdaya mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia. Ketersediaan sumberdaya harus didukung oleh kemampuan untuk mengolahnya sehingga dapat menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan ekonomis, sehingga perlu didukung dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sagu komoditi pangan yang sangat mudah didapatkan di Desa Malimbu, namun masyarakat hanya menjualnya dalam bentuk sagu basah, hal ini disebabkan masyarakat belum mengetahui cara mengolah sagu dalam bentuk lain seperti dange dan kue sagu, sehingga mereka membeli di pasar setiap akan mengonsumsinya. Padahal jika sagu yang melimpah tersebut diolah berbagai olahan sagu, maka dapat menjadi sumber pendapatan baru. Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan berbagai olahan sagu bagi perempuan/ibu rumah tangga yang ada di Desa Malimbu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam berbagai olahan sagu serta terbentuk lapangan usaha baru.. Metode yang digunakan adalah (1) Sosialisasi, Penyuluhan dan Pelatihan Berbagai Olahan Sagu; (2) Pelatihan Manajemen Usaha; (3) Kemasan dan Pemasaran; (4) Pemberian bantuan peralatan; dan (5) Pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah (1) Sosialisasi, penyuluhan, pelatihan berjalan lancar dan diterima baik oleh mitra dan masyarakat; (2) Mitra dapat membuat pembukuan sederhana; (3) Mitra dapat mengemas produk dengan menarik serta memasarkannya dipasar lokal dan medsos; (4) Penyerahan bantuan bahan dan peralatan olahan sagu; (5) Mitra dapat menjalankan semua kegiatan dengan baik. Resources are absolutely necessary to support human needs. The availability of resources must be supported by the ability to process them so that they can create products that have added value and are economical, it needs to be supported by knowledge and skills. Sago is a food commodity that is very easy to get in Malimbu Village, but people only sell it in the form of wet sago, this is because people don't know how to process sago in other forms such as dange and sago cakes, so they buy it at the market every time they want to consume it. In fact, if the abundant sago is processed into various sago preparations, it can become a new source of income. Therefore, outreach and training activities on various sago preparations are needed for women/housewives in Malimbu Village. This activity aims to increase the knowledge and skills of housewives in various sago preparations and create new business opportunities. The methods used are (1) Socialization, Counseling and Training on Various Sago Processes; (2) Business Management Training; (3) Marketing and Packaging; (4) Providing equipment assistance; and (5) Mentoring. The results of this activity are (1) Socialization, counseling, training runs smoothly and is well received by partners and the community; (2) Partners can make simple bookkeeping; (3) Partners can package products attractively and market them in local markets and social media; (4) Delivery of sago processing materials and equipment; (5) Partners can carry out all activities well.
Pendampingan Kesehatan Lingkungan dan Psikologi pada Anak-Anak di Gombak Utara Malaysia Tentama, Fatwa; Sukesi, Tri Wahyuni; Mulasari, Surahma Asti; Sulistyawati, Sulistyawati; Sudarsono, Bambang; Nafiati, Lu'lu'; Yuliansyah, Herman; Ghozali, Fanani Arief
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.695

Abstract

. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu Sanggar Bimbingan (SB) Gombak Utara adalah permasalahan kondisi ekonomi dan sosial. Permasalahan ekonomi orang tua siswa disebabkan karena minimnya pendapatan yang diperoleh selama menjadi imigran di Malaysia dan permasalahan sosial disebabkan kesibukan orang tua yang bekerja seharian sehingga interaksi dengan anak-anaknya terbatas. Kondisi ekonomi dan sosial orang tua siswa tersebut berdampak pada faktor kesehatan dan pendidikan siswa. Faktor kesehatan meliputi kesehatan fisik, lingkungan, dan psikologis, sedangkan faktor pendidikan meliputi kemampuan dan proses belajar siswa. Tujuan dari dilaksanakannya program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang pelaksanaan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PkM ini adalah dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, praktik secara langsung, dan game atau permainan. Kegiatan PkM meliputi pelatihan dan praktik tentang pengelolaan hygiene sanitasi personal dan kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah organik dan anorganik, pembuatan poster terkait kesehatan lingkungan, pelatihan trauma healing melalui cerita anak dan permainan, pelatihan penanganan stres pada anak, serta serah terima alat. Semua kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal sesuai yang direncanakan dan peserta antusias mengikuti setiap sesi kegiatannya. PkM ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan tekad yang kuat pada diri siswa dalam menghadapai berbagai permasalahan dan tantangan. The problems faced by partners, namely Sanggar Guidance (SB) North Gombak, are problems of economic and social conditions. The economic problems of students' parents are caused by the lack of income earned while being immigrants in Malaysia and social problems are caused by busy parents who work all day so that interaction with their children is limited. The economic and social conditions of the student's parents have an impact on the student's health and educational factors. Health factors include physical, environmental and psychological health, also educational factors include students' abilities and learning processes. The purpose of the community service program is to increase students' knowledge and skills about the implementation of hygiene and environmental health. Implementation of the community service program by using lecture, discussion, hands-on practice and games. The community service program includes training and practice on personal hygiene sanitation and environmental health management, organic and inorganic waste management, making environmental health posters, trauma healing training through children's stories and games, stress management training in children handover tools. All activities can be carried out well and maximally as planned and participants enthusiastically follow each activity session. This community service program activity can foster a strong spirit of learning and determination in students in facing various problems and challenges from the situation.
Modifikasi Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Melalui Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti; Mangiring, Windu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini limbah kotoran sapi hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa melalui proses pengolahan sehingga harga relatif murah, bahkan hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk petani daerah sekitar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan seperti sosialisi dan pelatihan tentang modifikasi limbah kotoran sapi menjadi pupuk fermentasi dalam bentuk Kompos Blok dan Media Semai. Limbah tersebut ditambahkan bahan lain seperti cocopeat, arang sekam, ampas aren yang selanjutnya difermentasi menggunakan Biostrater untuk mempercepat proses pengomposan menjadi produk dengan kualitas dan bernilai ekonomi. Dengan melibatkan dan memberdayakan remaja Karang Taruna dalam mengembangkan potensi daerahnya, kedepannya program pengolahan limbah ini dapat berjalan secara terorganisir dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini berupa informasi tentang pengolahan dan modifikasi produk limbah kotoran sapi. Kontribusi mendasar kepada anggota Karang taruna yaitu setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini mereka mampu mengolah limbah dari Kelompok Ternak Limousin kemudian memanfaatkan dan memasarkannya pada wilayah setempat. Pupuk Kompos Blok dapat digunakan sebagai pupuk subtitusi guna mengatasi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan media semai dalam bentuk blok dinilai bersifat ramah lingkungan dan sangat praktis karena tanpa ada wadah dan dapat langsung ditanam ke dalam tanah. Dengan demikian, remaja Karang Taruna dapat berperan besar dalam menangani permasalahan limbah sehingga termanfaatkan secara optimal dan meningkatkan nilai jual. Up until now, cow manure waste has only been sold in its raw form without processing, resulting in a relatively low price, with only a small portion being used by local farmers. The community service activities were carried out in the form of counseling, such as socialization and training on modifying cow manure waste into fermented fertilizer in the form of compost blocks and seedling media. The waste was mixed with other materials like cocopeat, rice husk charcoal, and aren pulp, and then fermented using Biostrater to accelerate the composting process, resulting in a product of quality and economic value. By involving and empowering the Karang Taruna youth in developing the potential of their region, this waste processing program can be organized and sustainable in the future. The outcome of this activity includes information on the processing and modification of cow manure waste products. A fundamental contribution to the Karang Taruna members is that after participating in this community service activity, they will be able to process waste from the Limousin Livestock Group, then utilize and market it within the local area. Compost blocks can be used as a substitute fertilizer to reduce dependency on chemical fertilizers, and the block-form seedling media is considered environmentally friendly and very practical because it requires no container and can be directly planted into the soil. Thus, the Karang Taruna youth can play a significant role in addressing waste issues so that it can be optimally utilized and increase its market value.
Pendampingan Pengelolaan Keuangan pada Organisasi Perempuan di Kota Jambi Herawaty, Netty; Rahayu, Sri; Rahayu, Rahayu; Wendry, Widya Sari; B, Sylvia Kartika Wulan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.704

Abstract

Organisasi Aisyiyah dan Forhati Jambi bekerja sama dalam program pengabdian untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan. Tujuan program ini yaitu untuk meminimalkan perbedaan dalam penyusunan laporan keuangan. Tantangan yang dihadapi adalah perbedaan persepsi tentang akun yang digunakan, ketidaksamaan dalam penggunaan istilah, kurangnya data yang jelas untuk penyusunan laporan, dan kurangnya pemeriksaan internal yang efektif. Solusinya adalah memberikan pendampingan tentang pengelolaan keuangan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan langsung dalam menyusun laporan keuangan. Proses pengabdian meliputi survei awal, sosialisasi, pelaksanaan program, evaluasi, dan upaya untuk menjaga keberlanjutan program. Harapan dari program ini adalah agar pengurus dapat menyusun laporan keuangan secara sesuai dengan standar akuntansi, mengurangi perbedaan persepsi tentang akun, dan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan. Hasilnya diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pengelolaan keuangan dalam organisasi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi. The Aisyiyah and Forhati Jambi organizations are collaborating on a service program to enhance understanding and skills in financial management. The aim of this program is to minimize discrepancies in financial report preparation. Challenges include differing perceptions of the accounts used, inconsistencies in terminology, a lack of clear data for report preparation, and ineffective internal audits. The solution is to provide guidance on financial management. The methods employed include lectures and direct assistance in preparing financial reports. The service process includes initial surveys, socialization, program implementation, evaluation, and efforts to sustain the program. The hope for this program is that it enables administrators to prepare financial reports in accordance with accounting standards, reduce differences in account perceptions, and enhance knowledge of financial management. The expected outcome is to provide a better understanding of the importance of financial management in organizations and the preparation of financial reports in accordance with accounting standards.
Pelatihan Pembuatan Teh Probiotik Kombucha Hasil Fermentasi SCOBY sebagai Diversifikasi Pangan Fungsional di Langsa Baro, Aceh Wibowo, Sara Gustia; Fajar, Beni Al; Amilia, Suri; Fitriani, Fitriani; Dwitya, Yonadiah; Navia, Zidni Ilman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.707

Abstract

Dalam kesehariannya masyarakat Desa Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, tidak terlepas dari makanan cepat saji yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya tempat-tempat makanan junk food hampir diseluruh sudut kota Langsa. Kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya probiotik, tinggi antioksidan tentunya akan efektif untuk mencegah penyakit degeneratif. Sehingga upaya pada program peningkatan imunitas melawan penyakit degeneratif perlu dilakukan seperti edukasi serta memberikan pelatihan pembuatan diversifikasi pangan fungsional sebagai pencegah meningkatnya penyakit degeneratif. Minuman teh kombucha hasil fermentasi SCOBY (Simbiotic culture of bacteria and yeast) merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan pada kelompok ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama untuk mencegah meningkatnya penyakit degeneratif tingkat desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Paya Bujok Seulemak terkait dengan keterampilan dalam pembuatan minuman teh kombucha sehingga dapat menciptakan masyarakat desa yang mandiri dan bebas penyakit degeneratif. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan langsung, ceramah, dan praktik yang fokus pada pelatihan dan pendampingan mengolah teh kombucha F1(fermentasi pertama) dan F2 (fermentasi kedua). Hasil yang dicapai yaitu meningkatnya minat belajar sebesar 88,13%, pengetahuan sebesar 95,65%, dan keterampilan sebesar 97,74% dalam membuat dan memasarkan produk minuman kombucha. In their daily lives, the people of Paya Bujok Seulemak Village, Langsa Baro District, Langsa City, cannot be separated from fast food which can cause degenerative diseases. This can be seen by the emergence of junk food places in almost all corners of Langsa city. Awareness of the importance of consuming foods rich in probiotics, high in antioxidants will certainly be effective in preventing degenerative diseases. So efforts to increase immunity programs against degenerative diseases need to be carried out, such as education and providing training in making functional food diversification to prevent the increase in degenerative diseases. The kombucha tea drink produced from SCOBY (Symbiotic culture of bacteria and yeast) fermentation is one solution that can be offered to the PKK women's group as the main driver to prevent the increase in degenerative diseases at the village level. This service activity aims to solve the problems faced by the people of Paya Bujok Seulemak Village related to skills in making kombucha tea drinks so that they can create a village community that is independent and free of degenerative diseases. The method used is a direct approach, lectures and practices that focus on training and assistance in processing F1 (first fermentation) and F2 (second fermentation) kombucha tea. The results achieved were an increase in participants' interest in learning by 88.13%, knowledge by 95.65% and skills by 97.74% in making and marketing kombucha drink products.
Edukasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Oktariani, Oktariani; Fauziah, Nurul; Sari, Yelfira; Baruri, Andhika; Ardiansyah, Imam
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.708

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang menarik dan terkini bagi guru tingkat SD, SMP dan SMA di Lingkungan salah satu sekolah swasta di Pekanbaru terkait pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan implikasinya terhadap proses pembelajaran. Edukasi dilakukan dengan menggunakan berbagai metode yaitu; ceramah, diskusi, tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan salah satu sekolah swasta dan diikuti oleh 65 orang guru dan karyawan sekolah, pada 18 September 2023. Diakhir kegiatan dilaksanakan evaluasi dengan menggunakan kuisioner. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mitra dan kualitas kegiatan yang dilakukan sebagai umpan balik bagi tim pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait pelaksanaan AKM dan tingginya antusias guru dalam mengikuti kegiatan ini. Dengan bertambahnya pemahaman guru ini, diharapkan dapat berimplikasi terhadap pembelajaran dan penilaian yang berorientasi pada peningkatan literasi dan numerasi siswa. The aim of this community service program is to provide an interesting and up-to-date education for teachers at the elementary, secondary and high school levels in private school environment regarding the implementation of AKM and its implications for the learning process. In this program, education is carried out using various methods: lectures, discussions, questions and answers. The event took place in private School and was attended by 65 teachers and school employees, on September 18, 2023. At the end of the activity, an evaluation is carried out using a questionnaire. The evaluation is conducted to determine the level of partner satisfaction and the quality of the activities carried out as feedback for the community service team. The evaluation results showed that there is an increased teacher understanding regarding the implementation of the AKM and the high enthusiasm of teachers in this activity. By increasing teacher understanding of this, it is expected to have implications for learning and assessment that are oriented toward to the improvement of student literacy and numeracy.
Identifikasi Isu Kampung Kota dengan Pendekatan Participatory Mapping di Kampung Cungkeng, Bandar Lampung Widya, Amelia Tri; Lestari, A Dwi Eva; Nurzukhrufa, Antusias; Zahra, Lutfia; Ujung, Verarisa Anastasia; Setyorini, Yurim Hatamaiya; Damanik, Novita H C
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.713

Abstract

Perwujudan program pembangunan wilayah dari pemerintah terkadang tidak sesuai dengan harapan atau kebutuhan masyarakat. Selain itu, isu lingkungan dan sosial kampung kota seringkali sulit untuk diatasi sendiri maupun oleh tingkat pemerintah kota. Pemetaan partisipatif yang dilakukan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera yang berkolaborasi dengan Arkom Indonesia merupakan rangkaian kegiatan pengabdian di Kampung Cungkeng, Kota Bandar Lampung. Pemetaan partisipatif dilakukan untuk mengidentifikasi isu/isu riil yang dirasakan oleh komunitas dan membantu warga masyarakat menyampaikannya secara langsung pada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan solusi secara langsung dari hasil diskusi berbagai pihak. Pemetaan partisipatif dilakukan dengan meminta warga untuk menggambarkan secara dua dimensi rumah dan lingkungan hunian serta memetakan isu yang dirasakan oleh warga pada peta yang sudah tergambar. Selanjutnya warga memaparkan hasil pemetaan kepada pejabat daerah untuk mendiskusikan solusi dari permasalah tersebut. Dalam pemetaan dan pemaparan isu kampung, warga didampingi oleh fasilitator lapangan. Isu utama yang teridentifikasi ialah pembuangan dan pengelolaan sampah yang buruk, isu air pasang dan banjir rob, serta infrastruktur yang kurang memadai. Dengan adanya kegiatan pemetaan, diharapkan program pembangunan dapat tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Peta partisipatif dapat menjadi alat rujukan untuk kegiatan perbaikan perencanaan serta pembangunan selanjutnya di wilayah Cungkeng dan sekitarnya. The implementation of regional development programs from the government sometimes does not match the community hopes or needs. Furthermore, the environmental and social issues of urban village communities are often difficult also to the city government level. The participatory mapping was carried out by the Architecture Department of Institut Teknologi Sumatera in collaboration with Arkom Indonesia is a series of community service activities in Cungkeng Village, Bandar Lampung City. Participatory mapping was conducted to identify the perceived issues and help community convey them directly to the Bandar Lampung Government to get the direct solution resulting from discussions between various parties. Participatory mapping was carried out by asking residents to draw in 2D their houses and residential environments and map the issues perceived by residents on the drawn map. Then, residents presented the schematic map to regional officials to discuss the solution of the issues. In mapping and presenting the issues, residents were accompanied by field facilitators. The main issues identified are bad waste disposal and management, problems with high tides and tidal floods, as well as ineduquate infrastructure. With the existence of mapping activities, it is hoped that the development program could be right on target in accordance with the needs and expectations of the community. The participatory mapping can be a reference tool for planning improvement activities as well as further development in the Cungkeng Village and its surroundings.
Pemberdayaan MGMP Matematika SMA/MA Negeri dan Swasta Kabupaten Banyuwangi melalui Kemampuan Perancangan Program GUI-MATLAB untuk Mendukung Pembelajaran Matematika Rohmah, Ni'matur; Izaati, Imama Nurus; Supriadi, Supriadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.721

Abstract

Pembelajaran jarak jauh (online) di masa pandemi covid-19 mengharuskan guru berperan aktif dalam menyiapkan pembelajaran yang menarik, tidak membosankan, dan memahamkan bagi peserta didik. Tantangan lebih bagi guru matematika di era program merdeka belajar yaitu harus mampu menjadi fasilitator bagi peserta didik dengan melakukan inovasi-inovasi pembelajaran dikarenakan matematika menjadi pelajaran yang dianggap sulit, membosankan, dan terlalu abstrak. Oleh karena itu, salah satu cara agar matematika mudah divisualisasikan adalah melalui pembelajaran berbasis komputer. Adapun software yang dapat digunakan adalah dengan GUI-MATLAB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyajikan media pembelajaran khususnya pelajaran matematika agar lebih menarik bagi peserta didik dengan alternatif program GUI-MATLAB. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan MGMP Matematika SMA/MA Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan metode penyajian materi pengantar, demonstrasi desain sederhana, praktik merancang GUI-MATLAB, dan diskusi dengan peserta. Kegiatan ini amat menarik bagi para guru matematika di era teknologi ini, dikarenakan dengan GUI-MATLAB dapat menarik bagi peserta didik, desain tampilan program dapat diatur semenarik mungkin, dan dapat memberikan pemahaman konsep matematika secara utuh. Distance learning (online) during the COVID-19 pandemic requires teachers to play an active role in preparing interesting, not boring, and understanding learning for students. More challenges for mathematics teachers in the era of independent learning programs is must be able to become facilitators for students by making learning innovations because mathematics is a subject that is considered difficult, boring, and too abstract. Therefore, one way to make mathematics easy to visualize is through computer-based learning. The software that can be used is GUI-MATLAB. This community service activity aims to improve teacher competence in presenting learning media, especially mathematics lessons to make it more attractive to students with an alternative GUI-MATLAB program. The implementation of this activity involved the Mathematics MGMP of SMA/MA Banyuwangi Regency by using introductory material presentation methods, simple design demonstrations, GUI-MATLAB designing practices, and discussions with participants. This activity is very interesting for mathematics teachers in this technological era, because the GUI-MATLAB can be attractive to students, the program display design can be arranged as attractive as possible, and can provide a complete understanding of mathematical concepts.