cover
Contact Name
I Wayan Suky Luxiana
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
info.jurnalcsj@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office of Community Services Journal (CSJ) Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar, Tel/Fax: (0361) 223858, 081547397113/(0361) 235073 Email: info.jurnalcsj@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Services Journal (CSJ)
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 26549360     EISSN : 26549379     DOI : https://doi.org/10.22225/csj
Core Subject : Social,
Community Service Journal (CSJ) is published by the community service department, Universitas Warmadewa. The main aim of this journal is to publish original articles based on the latest knowledge, research, and applied research as well as the latest scientific developments in Community Services, People, Local Food Security, Training, Marketing, Appropriate Technology, Design, Community Empowerment, Social Access, Student Community Services, Border Region, Less Developed Region, Education for Sustainable Development. This journal is open to academics, graduate and postgraduate students, practitioners, and individuals who have an interest in community services issues. This journal is published 2 times a year in June and December. The language used in this journal is Bahasa Indonesia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 7 Documents clear
Pemberdayaan Pedagang Sayur di Pasar Badung Sebagai Kader Pencegahan COVID-19 dan Pelatihan Promosi Usaha Berbasis Online Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.653 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar di masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Dampak tersebut juga dirasakan mitra kami yang merupakan pedagang sayur di Pasar Badung, Denpasar, Bali. Berdasarkan hasil diskusi, mitra mengeluhkan penerapan protokol kesehatan yang mulai longgar, baik oleh pedagang maupun pembeli, serta pendapatan yang menurun akibat pembatasan kegiatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya memberdayakan mitra untuk menjadi kader sadar COVID-19 dengan memberikan penyuluhan terkait bahaya dan cara penularan virus ini, serta pelatihan mencuci tangan dan menggunakan masker yang baik dan benar. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pelatihan promosi usaha berbasis online serta pemberian bantuan langsung. Metode yang dilakukan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan, serta pelatihan promosi online menggunakan media sosial. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra terkait materi yang diberikan. Proses monitoring pascakegiatan dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan dan dapat diamati bahwa para pedagang telah menggunakan masker dengan benar, menyediakan hand sanitizer di kios masing-masing, serta mulai membuat konten promosi di akun media sosialnya. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah menambah pengetahuan dan kemampuan mitra dalam menerapkan protokol kesehatan dan promosi online.
Program Pengelolaan dan Benchmarking Wisata Alam Berkelanjutan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar Ni Luh Putu Indiani; I Made Sara; Suparto Wijoyo; Rosa Ristawati; Putu Ayu Sita Laksmi; Gede Sanjaya Adi Putra; I Made Aditya Pramartha; Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi; I Komang Putra; I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.782 KB)

Abstract

Desa Wisata Taro memiliki daya tarik wisata alam yang asri berupa hutan bambu yang terkonservasi oleh desa, sungai yang bersih serta peternakan lembu putih yang dikelola secara adat dan diternak dengan baik oleh warga desa. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pengelolaan desa wisata belum optimal, pengurus desa wisata belum mengetahui dasar hukum yang tepat dalam pengelolaan desa wisata, dan permasalahan yang tidak kalah penting adalah kurangnya wawasan pengurus Desa Wisata Taro mengenai metode yang tepat dalam pengelolaan wisata alam berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan pertama adalah melakukan kegiatan loka karya. Kemudian untuk permasalahan kedua diberikan penyuluhan terkait dasar hukum pengelolaan desa wisata. Solusi permasalahan ketiga adalah benchmarking metode pengelolaan wisata alam berkelanjutan yang diterapkan di Swiss. Secara garis besar metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas identifikasi masalah, observasi, analisis situasi, seminar/penyuluhan/benchmarking. Keberhasilan kegiatan diukur menggunakan indikator: tercapainya tujuan kegiatan, tercapainya target yang telah direncanakan, dan keberlanjutan program. Tingkat ketercapaian ketiga indikator ini menunjukkan nilai di atas 75% sehingga kegiatan pengabdian ini telah berjalan baik. Sebagai bentuk keberlangsungan proram, promosi Desa Wisata Taro perlu terus dilakukan dan diperbaharui agar meningkatkan daya tariknya, masyarakat Desa Taro perlu mengimplementasikan materi dari penyuluhan dasar hukum pengelolaan desa wisata, dan hasil benchmarking metode pengelolaan sustainable tourism perlu dijadikan referensi oleh pengelola Desa Wisata Taro dalam mengelola dampak pariwisata terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan
PKM Pemanfaatan E-Commerce untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Kerajinan Koran Bekas di Banjar Beng Desa Carangsari, Kabupaten Badung I Made Pulawan; Dewa Ayu Niti Widari; I Made Jamin Yasa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.438 KB)

Abstract

Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis.Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktifitasnya. Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan juga penyediaan bahan baku. Salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah Desa Carangsari. Desa Carangsari termasuk salah satu desa di Kecamatan Petang dan terletak di sebelah barat Kota Denpasar yang berjarak ± 29 km. Khalayak sasaran program kemitraan bagi masyarakat ini adalah usaha kerajinan koran bekas milik Ketut Tirtayasa dan I Made Kadek Sudama. Menurut Ketut Tirtayasa 47 tahun) dan I Made Kadek Sudama di Banjar Beng kesulitan yang dialami selama proses produksi adalah lamanya proses pembuatan karena alat- alat yang digunakan masih tradisional/manual, berkurangnya permintaan /lesunya penjualan, dan bahan baku koran bekas semakin sulit diperoleh. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya modal, kurangnya promosi, belum menggunakan pemasaran online, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan dalam menjalankan usahanya mitra menjalankan usahanya secara kekeluargaan.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan penjualan di masa pandemi oleh karena itu tim pengabdian memberi solusi berupa pemberian pelatihan dan pendampingan mengenai manajemen keuangan, manajemen pemasaran. Sekaligus melestarikan kelestarian budaya dan kearifan lokal.
PKM Peningkatan Manajemen Usaha Kacang Kapri Artha Dewi pada Industri Rumah Tangga di Desa Batubulan Sukawati, Gianyar Ni Nyoman Suriani; A. A. Media Martadiani; I Made Yogiarta
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.234 KB)

Abstract

Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis.Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivtasnya. Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan juga penyediaan bahan baku. Salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah UKM kacang kapri dibanjar Kenanga Desa Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar yang berjarak ± 10 km. Menurut ibu Gek Ayuni bahan baku kacang tanah yang sesuai standar kebutuhan kadang tidak mudah didapat. Kalaupun ada, harus menunggu beberapa hari. Dampak yang dirasakan mitra di masa Pandemi seperti saat ini adalah kendala dalam pemasaran karena mengalami penurunan penjualan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya sumber modal, kurangnya promosi, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan dalam menjalankan usahanya mitra menjalankan usahanya secara kekeluargaan.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan penjualan di masa pandemi oleh karena itu tim pengabdian memberi solusi berupa pemberian pendampingan manajemen keuangan, dan manajemen pemasaran.dan tata kelola kewirausahaan.
Peningkatan Nilai Tambah Usaha Limbah Propolis Kele Menjadi Sabun di Kabupaten Karangasem Ida Ayu Surasmi; Ida Bagus Udayana Putra; I Made Suniastha Amerta; I Gusti Ayu Intan Saputra Rini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.018 KB)

Abstract

Lebah Kele sudah lama dikenal oleh masyarakat. Lebah kele merupakan salah satu jenis lebah menghasilkan madu dengan jumlah propolis yang banyak dibandingkan jenis lebah madu lainnya. Baik Madu maupun kandungan propolis yang dihasilkan menginsipirasi peternak salah satunya berada di desa Antiga, kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem untuk meningkatkan pemahaman dan kebermanfaatan ternak lebah kele ini. Limbah propolis, madu yang dihasilkan peternak lebah kele ternyata dapat diolah menjadi sabun. Pengolahan limbah propolis menjadi sabun dapat meningkatkan nilai tambah bagi peternak ini. Permasalahannya penting meningkatkan pengetahuan bagaimana agar sabun tersebut dapat ditingkatkan penjualannya. Dalam membantu peningkatan penjualan menginspirasi tim peneliti dan pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan penyuluhan dalam upaya meningkatkan jumlah pemasaran produk, motivasi sumber daya manusia serta penentuan harga jual produk.
Konsep Pengembangan Desa Tegallalang Sebagai Kawasan Wisata Heritage di Gianyar I Made Pasek Satya Bhuana; I Wayan Runa; Agus Kurniawan; I Wayan Parwata
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.374 KB)

Abstract

Menggali potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, mengenal potensi secara mendalam menjadi agenda penting bagi suatu kawasan. Selain memiliki objek wisata sawah yang berundak-undak, Tegallalang sejatinya memiliki keberagaman warisan budaya baik warisan budaya dalam wujud benda maupun warisan budaya tak benda. Tegallalang telah memiliki beberapa aspek-aspek yang dapat menguatkan lingkungan binaan pada suatu kawasan yang menjadi tujuan wisata heritage, diantaranya memiliki situs bersejarah yang terdapat pada Pura yang berlokasi di kawasan Desa Tegallalang, selanjutnya Desa Tegallalang memiliki tradisi ritual Ngerebeg, kemudian memiliki barang-barang warisan seperti lontar yang termasuk unsur kesusastraan, dalam hal potensi wisata alam ialah dalam hal persawahan, dan terakhir ciri khas kesenian masyarakat Desa Tegallalang menekuni seni rupa, seni musik dan tari tradisional. Perencanaan penataan seluruh wantilan yang ada di Desa Tegallalang akan menjadi penunjang kebutuhan ruang publik sebagai bagian dari fasilitas infrastruktur wisata pusaka. Penambahan ruang-ruang yang lebih spesifik untuk fungsi tertentu akan memberikan kenyamanan lebih bagi penggunanya, seperti fasilitas toilet, dan fasilitas ramah anak. Bangunan yang tergolong arsitektur tradisional Bali kali ini akan menjadi bagian dari perencanaan penataan kawasan Desa Tegallalang sebagai destinasi wisata pusaka. Untuk mengetahui potensi yang ada maka diperlukan pengamatan dengan studi literatur, survey lapangan, serta wawancara dengan narasumber yang terkait, dan metode pengumpulan data lainnya yang dapat mendukung. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi kemudian mengembangkannya, serta mendapatkan keuntungan dari potensi yang ada bagi masyarakat luas.
Pengembangan Kawasan Taman Magenda Payangan Bali Sebagai Wisata Spiritual I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Runa; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2462.051 KB)

Abstract

Goa Pesiraman Bhatari lingsir, Pura Dalem Agung Payangan (Taman Magenda) merupakan misteri Keangkeran Pura Dalem Agung Payangan dikarenakan Pura Dalem ini sebagai tempat melinggihnya sekaligus Parahyangan ida Bhatari Dalem lingsir. Taman Magenda terletak di Payangan yang merupakan salah satu Kecamatan di kabupaten Gianyar yang berada diketinggian 600 meter diatas permukaan laut dan berbatasan langsung dengan wilayah bukit Kintamani Bangli sehingga daerah ini terkenal sangat subur terutama dalam pertanian maupun perkebunan sayur-mayur,kopi,coklat dan lain-lain. Pada jaman dahulu nama Payangan adalah Parahyangan yang berarti Kahyangan dikarenakan jauh sebelum kedatangan Rsi Markandeya ke Nusa Dawa (Bali) tempat ini adalah pancer Hyang suci berstana dengan kata lain Bumi Parahyangan adalah sebagai stana tempat melinggihnya para Hyang Bhatara-Bhatari di Bali sehingga pada jaman dahulu bernama Parahyangan yang secara singkat pada saat ini pengucapannya menjadi Payangan. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk memanfaatkan potensi warisan budaya pura untuk dikelola menjadi kawasan yang tertata dan nyaman dikunjungi oleh umat Hindu, Taman Magenda sangat berpotensi sebagai wisata spiritual karena alam yang masih asli namun belum ada infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai ke objek tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian adalah dimana dalam pengolahan dibagi menjadi tiga zona yaitu zona utama (penataan areal utama pura, perkerasan pada jalan setapak, pembuatan toilet dan ruang ganti bagi pengunjung. Zona kedua adalah berupa fasilitas penunjang berupa wantilan sebagai tempat pertunjukan dan pesandekan. Zona ketiga yang dikatagorikan ke dalam area service penataan tempat parkir, loket, lesehan dan warung. Prinsip atau konsep yang digunakan dalam pengembangan adalah konsep ekowisata yaitu konservasi, partisipatif, pendidikan, ekonomi dan kepuasan pengunjung.

Page 1 of 1 | Total Record : 7