cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 142 Documents
Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Gout Arthritis : The Effectiveness of Warm Cinnamon and Red Ginger Compresses on Pain in Gout Arthritis Fitria, Arini; Marfuah; Handayani, Erna; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.232

Abstract

Pendahuluan: Tinggi nya konsumsi makanan mengandung asam urat menjadi faktor terjadi nya gout arthritis populasi dewasa di desa Rogotrunan Kabupaten Lumajang.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Penderita gout arthritis di Posyandu Melati, yang dilaksanakan pada tanggal 16-24 Juli 2025.  Metode penelitian secara kuasi eksperimen, desain two group pretest-posttest, sampel diperoleh secara purposive sampling sebanyak 30 sampel. Hasil: Penelitian intervensi kedua terapi sama-sama efektif menurunkan nyeri, kompres kayu manis bekerja efektif dalam jangka waktu 5–7 hari, sedangkan kompres jahe merah lebih cepat, yaitu dalam 3–5 hari. Menurut Uji T Test dengan nilai kompres hangat kayu manis dengan hasil 0.028 dan jahe merah dengan hasil 0,017 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang singnifikan kompres hangat kayu manis dan jahe merah. Kesimpulan: Kompres kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe merah, keduanya efektif menurunkan nyeri pasien gout arthritis, terdapat perbedaan 0.11 sehingga menjadikan kompres hangat jahe merah lebih unggul sebagai pilihan terapi komplementer nonfarmakologis untuk percepatan penurunan nyeri.
Pengaruh Edukasi Media Visual Perilaku Cerdik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Era Integrasi Layanan Primer di Desa Bades Kecamatan Pasirian: The Effect of Visual Media Education on CERDIK Behavior Toward Improving the Quality of Life of Elderly with Hypertension in the Era of Primary Care Integration in Bades Village, Pasirian District Hasanah, Uswatun; Widhiyanto, Alwin; Sulistyono, R. Endro; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.233

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Di era integrasi layanan primer, upaya edukasi berbasis media visual seperti perilaku CERDIK menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media visual perilaku CERDIK terhadap peningkatan kualitas hidup lansia hipertensi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia hipertensi sebanyak 65 orang, dan sebanyak 46 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (67,4%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 91,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,359 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi media visual perilaku CERDIK efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi, sejalan dengan teori bahwa pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat meningkatkan kesadaran dan pengelolaan penyakit secara mandiri.
Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang : Correlation between Spirituality And Self efficacy on Resilience Emergency Nurse of Public Hospital of dr. Haryoto Lumajang Fatimah, Yuliati; Isnawati, Iin Aini; Suhari; Handayani, Erna
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.234

Abstract

Pendahuluan: Resiliensi adalah kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan masalah dengan baik, dan mampu mengelola stres dengan mengubah cara berpikir ketika menghadapi masalah sehingga dapat menggunakan cara-cara yang efektif untuk bertahan hidup. Untuk memiliki kemampuan Resiliensi  salah satunya diharapkan memiliki tingkat spiritualitas dan self efficacy yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat Spiritualitas dan self efficacy terhadap resiliensi perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan responden perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang sebanyak 20 responden, metode pengambilan sample yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan di analisis dengan menggunakan spearman rho. Hasil: Berdasarkan hasil data didapatkan Spiritualitas sedang sebanyak 16 (80%) responden dan spritualitas tinggi ada 4 (20%) responden, sedangkan Self efficacy dan Resiliensi semuanya menunjukkan hasil tingkat tinggi yaitu 20 (100%) responden. Data Analisis menggunakan spearman rho di dapatkan nilai p X1 terhadap Y 0,008 < 0,05 dan X2  terhadap Y <0,001 yang artinya H1 diterima, sehingga ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang, disarankan kepada rumah sakit untuk memberikan jadwal bimbingan spiritual atau pelathan emosi untuk meningkatkan relisiensi perawat  atau petugas lainnya.
Hubungan Antara Peran Pendamping Minum Obat (PMO) Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Tekung Lumajang: The Relationship Between The Role Of Medication Adherence Supporters (PMO) And Motivation With The Adherence To Medication In Pulmonary Tuberculosis Patients At The Tekung Lumajang Health Center Shofyan, Muhammad Ali; Ro’isah; Sulistyono, R. Endro; Nusantara, Ana Fitria
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.235

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien yang tinggi. Kurangnya motivasi dan lemahnya pendampingan selama masa pengobatan dapat menyebabkan ketidakpatuhan pasien, yang berisiko menimbulkan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran Pendamping Minum Obat (PMO) dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Tekung Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi analitik. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik Purposive sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki peran PMO dalam kategori sangat baik (65,7%), motivasi tinggi (74,3%), dan tingkat kepatuhan yang patuh (77,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,626) dan motivasi dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,926). Sehingga Temuan ini sesuai dengan teori bahwa faktor eksternal seperti dukungan dari PMO dan faktor internal seperti motivasi sangat mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB Paru. Di harapkan intervensi peningkatan kualitas PMO serta upaya memperkuat motivasi pasien melalui edukasi dan dukungan sosial dalam meningkatkan keberhasilan terapi TB Paru
Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Pada Bayi Prematur Di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) on Increasing Oral Intake of Premature Infants in the Neonatal Care of Dr. Haryoto Lumajang Public Hospital Almeliayanti, Ervina; Yunita, Rizka; Suhari; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.236

Abstract

Penyebab utama keterlambatan pemulangan bayi prematur dari rumah sakit adalah kurangnya pemberian makanan secara mandiri. Penyebab bayi prematur mengalami hambatan ini meliputi tonus postural yang tidak memadai, tidak adanya refleks menelan, ketidakmampuan melakukan self-regulation, serta kondisi fisiologis yang tidak stabil. Masalah yang timbul dari keterampilan minum per oral pada bayi prematur menyebabkan pencapaian pemenuhan nutrisi yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Bayi Prematur di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pra-Experiment pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah bayi prematur usia gestasi 32-34 minggu di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pegambilan data menggunakan Lembar observasi. Analisa data menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh PIOMI terhadap peningkatan intake oral bayi prematur. Rata-rata intake oral pretest 5.067 dan postest 32,17. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan intake oral bayi prematur dengan nilai P= 0.000<0.05. Metode dengan 8 langkah gerakan PIOMI mampu meningkatkan jumlah intake oral bayi prematur secara signifikan. Selain pada kemampuan mengisap, tapi juga pada kenaikan berat badan serta memperpendek masa perawatan.
Pengaruh Terapi Walking Exercise Terhadap Perfusi Perifer Pasien Diabetes Mellitus Di Posyandu Desa Pronojiwo: The Effect of Walking Exercise Therapy on Peripheral Perfusion in Patients with Diabetes Mellitus at the Posyandu of Pronojiwo Ningsih, Atik Fitri; Suhari; Rahmat, Nafolion Nur; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.237

Abstract

Pendahuluan: Perfusi perifer yang terganggu merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien diabetes mellitus akibat kerusakan pembuluh darah perifer. Gangguan ini meningkatkan risiko ulkus diabetikum hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah perifer adalah intervensi walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi walking exercise terhadap perfusi perifer pasien diabetes mellitus di Posyandu Desa Pronojiwo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Jumlah sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus diabetikum. Pengukuran perfusi perifer dilakukan menggunakan metode Ankle Brachial Index (ABI), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hampir seluruh responden memiliki ABI kategori abnormal, yaitu 90,3% (kiri) dan 83,9% (kanan). Setelah diberikan intervensi walking exercise, mayoritas responden menunjukkan perbaikan menjadi kategori normal, yaitu 64,7% (kiri) dan 54,8% (kanan). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi baik pada ekstremitas kiri (Z = -4,123; p = 0,000) maupun kanan (Z = -3,464; p = 0,001). Kesimpulan: intervensi walking exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perfusi perifer pasien diabetes mellitus. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki fungsi vaskular.
Hubungan Spiritual Care dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh: The Relationship between Spiritual Care and the Quality of Life of Type II Diabetes Mellitus Patients at Meuraxa Hospital in Banda Aceh City Alhilal, M.A. Hafizh; Maimun Tharida; Riyan Mulfianda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.238

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan menyeluruh termasuk aspek fisik, psikologis dan spiritual. Kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II sangat dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi terhadap penyakit dan dukungan yang diterima, termasuk dukungan spiritual. Spiritual care berperan penting dalam meningkatkan ketenangan batin, motivasi dan kepatuhan dalam menjalani terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan spiritual care dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe II berjumlah 182 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh pada tanggal 16-25 Juli tahun 2025. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian ada hubungan kuat antara spiritual care dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II didapatkan nilai sig 0,001. Koefisien korelasi yang diperoleh berjumlah 0,386, mengindikasikan relasi cukup kuat dan bersifat positif antara kedua variabel. Kesimpulan: Peningkatan pelaksanaan spiritual care pasien dapat berdampak pada meningkatnya taraf kualitas hidup kelompok pasien diabetes melitus.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang: The Correlation between Family Social Support and Caring Behavior among Nursing Profession Students at the Indonesia University of Education, Sumedang Campus Miladhiyah, Anindha Nur; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.239

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku caring perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku caring adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku caring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku caring kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku caring dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan p-value 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku caring yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.
Korelasi Komposisi Tubuh dan Antropometri dengan Tekanan Darah, Gula Darah Puasa, dan Profil Lipid Perempuan di Kota Salatiga: Correlation of Body Composition and Anthropometry with Blood Pressure, Fasting Blood Sugar, and Lipid Profile of Women in Salatiga City Herdiman, Julia; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.260

Abstract

Latar Belakang: Komposisi tubuh dan distribusi adipositas memiliki peran penting dalam regulasi metabolik pada perempuan dewasa, namun asosiasi diferensial antara parameter antropometri dengan kendali tekanan darah, glukosa, dan lipid belum sepenuhnya tereksplorasi di level komunitas.  Tujuan: Menganalisis korelasi antara komposisi tubuh dan antropometri dengan tekanan darah, homeostasis gula darah, dan profil lipid pada perempuan dewasa di Salatiga. Metode: Penelitian potong lintang melibatkan 51 perempuan dewasa dengan rata-rata usia 41,65 tahun. Pengukuran meliputi antropometri (indeks massa tubuh, lingkar perut, lingkar panggul), analisis komposisi tubuh (lemak subkutan regional, massa otot rangka segmental), dan parameter biokimia (glukosa darah puasa, profil lipid, tekanan darah). Analisis korelasi Spearman digunakan untuk evaluasi hubungan antar variabel. Hasil: Adipositas sentral menunjukkan korelasi positif dengan glukosa darah puasa dan trigliserida, serta korelasi negatif dengan HDL cholesterol. Massa otot rangka tubuh utama menunjukkan korelasi negatif signifikan dengan dysglycemia. Namun, asosiasi antara parameter komposisi tubuh dengan tekanan darah tetap lemah dan tidak signifikan, mengindikasikan regulasi tekanan darah dipengaruhi mekanisme independen. Kesimpulan: Adipositas sentral dan massa otot rangka memiliki peran regulatif diferensial dalam kendali metabolik glukosa dan lipid, sementara tekanan darah diregulasi melalui mekanisme multi-sistem. Penelitian longitudinal dengan detailed mechanistic assessment sangat direkomendasikan untuk elucidasi lebih lanjut.
Korelasi TyG dan TyG dimodifikasi dengan Kadar HbA1c pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu: Correlation between the TyG Index and Modified TyG Index with HbA1c Levels among Residents of Kota Bambu Subdistrict Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.262

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada populasi urban dengan prevalensi obesitas abdominal yang tinggi. Indeks Triglyceride-Glucose (TyG) dan variannya yang dimodifikasi telah berkembang sebagai biomarker sederhana namun sensitif untuk mendeteksi resistensi insulin dan risiko gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara TyG dan TyG yang dimodifikasi dengan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan total 135 responden berusia 18–65 tahun. Pemeriksaan glukosa puasa, profil lipid, dan HbA1c dilakukan sesuai prosedur standar, sementara indeks TyG dan variannya dihitung menggunakan formula baku yang mengombinasikan parameter laboratorium dan antropometri.  Hasil: Menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara TyG dan HbA1c (r = 0,170; p = 0,048), serta korelasi positif pada TyG×IMT (r = 0,169; p = 0,050) dan TyG×WC (r = 0,199; p = 0,021), sedangkan TyG×WHtR menunjukkan hubungan searah namun tidak signifikan. Kesimpulan: Konsistensi arah hubungan ini menggambarkan bahwa peningkatan indeks berbasis glukosa dan trigliserida selaras dengan peningkatan risiko glikemik, meskipun perubahan HbA1c masih berada pada rentang normal. Temuan ini menegaskan potensi TyG sebagai marker skrining dini untuk mendeteksi disfungsi metabolik subklinis pada populasi perkotaan. Diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi nilai prediktif TyG terhadap kejadian diabetes serta memastikan perannya dalam strategi skrining komunitas yang cost-effective.